Just You My Lovely Big Head (Part 1)

 Hohohoho… kembali dengan FF khusus buat my pren Pitaloka
Didedikasikan untuk kecintaannya pada The Invisible Leader “Yesung”
Maap banget sebenernya author bingung  ni FF.. sumpah deh…
Jadi mohon dimaafkan jika tak sesuai harapan…
Kritik dan saran sangat diharapkan…
Monggo…

Setiap orang mempunyai mimpi…

Sekecil apapun mimpi yang ada… punya hak untuk diwujudkan…
Tapi, mimpi benar-benar hanya akan menjadi mimpi jika hanya terkunci dalam hati…
Dan hanya orang bodoh yang melakukannya…
Dan aku, Lee Seungri, bukanlah salah satu dari orang-orang bodoh itu…
Author POV
“Anneyonghigeseyo Seungri-songsaengnim…. terima kasih atas pelajarannya hari ini…” Seru sekelompok gadis remaja dengan kompak dan sangat bersemangat.
“Ne… kalian beristirahatlah… besok kita akan mati-matian untuk berjuang… Fighting!!!!” Ujar seorang yeoja dengan tak kalah semangatnya.
Suasana terlihat sangat hidup dan aura-aura kegembiraan terpancar dalam ruangan 7 x 10 m itu. Tembok-tembok yang dibalut dengan cat biru sapphire terpantul indah dalam deretan kaca-kaca besar. Kayu-kayu mengkilap tertata rapi, berjejer-jejer menutupi lantai yang tak terlalu luas untuk ukuran kelas menari di sebuah Sanggar.
Papan besar terpampang di pintu masuk Sanggar, bertuliskan “Sanggar BoBo”. Terlihat gadis-gadis remaja tadi melangkah riang di tengah mendungnya langit di musim gugur. Lee Seungri, pemilik sanggar tari itu tersenyum puas melihat anak-anak didiknya itu.
“Ahh songsaengnim…. aku hampir lupa…” tiba-tiba salah seorang gadis itu berbalik dan kembali menghampiri gurunya itu.
“Ada apa? Apa ada yang ketinggalan?”
“Aniya.. aku hanya lupa menyerahkan ini…” Gadis berkepang dua itu mengambil secarik kertas dari dalam tas punggung bertuliskan Adidas, dan menyerahkannya pada Seungri.
“Omo… Omo… untukku? Jinjja???” Perasaan Seungri campur aduk melihat secarik kertas bertuliskan “Tiket Super Junior KRY”.
“Ne… itu untukmu songsaengnim. Kebetulan unnieku batal menonton, jadi dari pada tidak dipakai lebih baik untukmu saja.. lagipula aku tahu songsaengnim sangat mengidolakannya.”
“Aigoooo… jeongmal gomaweo. Omo… aku tidak tahu harus mengatakan apa lagi.” Seungri memeluk anak didiknya itu dengan erat. Wajahnya memerah menahan kebahagian yang dia rasakan. Gadis berkepang itu hanya bisa tersenyum melihat tingkah gurunya dan berpamitan pulang setelah agak lama berada dalam pelukan Seungri.
“Ckckckck… Seungri-yaa kau tidak berubah ternyata… tetap tergila-gila idolamu itu…” Seorang yeoja berambut pendek dengan cardigan kuning kunyit membalut tubuhnya yang tinggi, menepuk pundak Seungri yang masih menatap tiket di tangannya itu.
“Shinhae ??? Omo sudah lama kita tidak bertemu. Angin apa yang membawamu ke sini???”
“Aigoooo… pertanyaan macam apa itu??? hmm… aku hanya mampir. Aku dengar dari Eunhae unnie kau membuka Sanggar tari.. ternyata benar.”
“Hahaha.. bagaimana menurutmu? aku hebatkan?” tanya Seungri bangga
“Ne… tentu saja. Tidak kusangka kau berhasil mewujudkan mimpimu.. Lihatlah rombongan gadis itu. Omo.. tak kusangka mereka itu anak didikmu…Chukae…”
“Gomawoe.. akupun tak menyangka aku berhasil.”
“Dari dulu kau memang tidak berubah. Tak pernah menyerah mengejar apa yang kau inginkan. Dan sekarang dengan usahamu sendiri, kau bisa memenuhi janji omma dan appamu. Ahhh… jinjja Daebak Seungri-ya.”
“Ani… ini bukan murni dari usahaku. Kalau bukan karena dia, aku tidak bisa sampai ke tahap ini…” Seungri menatap ke atas, bukan menatap papan “Sanggar Bobo” yang terpasang gagah di pintu masuk, tapi menatap langit, menatap masa lalunya…
“Oppa.. gomoweo….” ucap Seungri lirih.
Flashback – Seungri POV
“Seungri-ya… kau pikir mudah membuat sanggar tari??? Sudahlah lupakan saja mimpi yang tak masuk akal itu. lebih baik kau meneruskan usaha Appamu saja.”
“Omma… kumohon… tolong mengertilah. Aku tidak mau sepanjang hidupku aku habiskan di belakang meja…”
“Ya~~~ lihatlah dirimu… kau ini masih kecil, tidak tahu sulitnya hidup. Kau hanya ingin selalu bersenang-senang. Apa kau pikir Sanggar tari impianmu itu bisa memberikan kehidupan yang layak untukmu nanti!!!”
“Omma… “ suaraku mulai bergetar. Mungkin wajahku sudah merah saat ini menahan air yang sebentar lagi jatuh ke pipiku.
“Sudahlah… lupakan mimpimu itu… hanya kau satu satunya harapan omma dan appa. Jadi, jangan pernah kecewakan kami!”
Aku tidak bisa membantah lagi. Aku sayang omma dan appa. Sungguh aku tidak ingin mengecewakan mereka. Tapi, aku sendiri tidak bisa membohongi hatiku. Aku tak tahan lagi. Aku tidak bisa berpikir. Pikiranku kini penuh dengan wajah omma dan appa. Aku hanya bisa berlari meninggalkan omma ku yang terus memanggil namaku. Aku tak sanggup membalikkan badanku ini. Hati ini terasa perih.. air mataku jatuh… aku hanya bisa berlari dan berlari. Terkadang aku berpikir untuk bisa lari dari kenyataan hidup ini… Kenyataan bahwa mimpiku tak diakui, bahkan oleh orang-orang yang kusayang…
Suara daun-daun yang berjatuhan serasa menjadi backsound saat aku terisak di sebuah taman tak jauh dari rumahku. Angin musim gugur yang mulai terasa dingin membuat badanku bergidik setiap tiupan-tiupannya menyentuh tubuhku yang hanya memakai blouse tipis. Namun di antara tiupan-tiupan itu, tiba-tiba aku mendengar sebuah suara. Suara yang lembut namun sanggup melelehkan kerasnya es.
Aku melihatnya… aku melihat seorang namja yang berdiri merentangkan tangannya menghadap danau. Wajahnya terlihat bahagia… Daun-daun yang berguguran seakan menambah keanggunannya saat melantunkan lagu. Lama aku berdiri memperhatikannya… dan senyum manis tergurat diwajahnya saat namja itu menyelesaikan nyanyiannya. Omo… hatiku berdegub…
“Aigooo…!!!!” serunya kaget saat dia berbalik dan melihatku, melihat seorang yeoja yang terlihat pucat dengan mata bengkak dan merah.
“Gwenchana???” tanyanya dengan nada khawatir. Aku hanya bisa terdiam. Otakku kosong. Dia mulai mendekatiku…
“Gwenchana???”Namja itu mengulang pertanyaannya. Sekarang jarakku dengannya hanya tinggal selangkah.
“Ahhh… n..ne… gwenchana.” Baru kali ini aku merasa sulit untuk berkata-kata. Dan otakku kembali kosong saat melihat namja itu menyunggingkan senyuman.
Rambutnya hitam, kelihatannya dia lebih tua denganku 3 tahun, dan jika dilihat, kepalanya termasuk besar bila dibandingkan dengan ukuran tubuhnya. Auranya pun berbeda dengan kebanyakan orang yang pernah aku temui. Tapi entah kenapa, aku tidak merasa aneh dan takut dengan orang asing yang ada di hadapanku ini.
“Apa kau menangis???” tanyanya lagi.
“Ahhh… ani.. aniyaa… ada sesuatu yang masuk ke mataku.”
“Hahahaha… kelihatannya kau bukan tipe yeoja yang pintar berbohong… apa kau baru saja diputuskan pacarmu?”
“Mwo????” apa-apaan namja ini… apa dia sedang menggodaku…
“Aishhhh… mianhae.. aku hanya bercanda…” Namja itu buru-buru menghentikan tawanya saat melihat wajahku yang terlihat kaget.
“Ne.. arraseo…Ngggg… apa kau seorang penyanyi???” tanyaku tiba-tiba.
“Mwo??? Wae??? Apa kau dari tadi mendengarkan aku bernyanyi???”
“Aniyaaa…aku… aku tidak sengaja mendengarnya.” Jawabku gugup
“Hahaha… ya sebentar lagi aku akan menjadi seorang penyanyi.”Namja itu tersenyum lagi saat mengatakannya. Dan hatiku lagi-lagi berdebar melihat senyumannya itu.
“Sebentar lagi???”
“Ne… aku sedang mengusahakannya. Mimpiku adalah menjadi seorang penyanyi. Berdiri ditengah panggung, berdiri di tengah penonton yang terus mengelukan namaku.”
“Huwaaaahhh… hebat sekali.”
“Hebat??? Apa yang hebat??? Apa kau tidak memiliki mimpi hebat seperti itu???
“Aku???” tanyaku kaget
“Ne… semua orang pasti punya mimpi, karena setiap orang punya hati, dan hati akan memberitahu apa yang sebenarnya yang kau inginkan dalam hidupmu.”
“Ahhh.. gurae… sebenarnya, aku aku juga punya mimpi. Aku ingin menjadi penari dan mendirikan sebuah sanggar tari.” Jawabku malu-malu
“Mwo??? Sanggar tari???”
“Wae??? Apa kau juga akan menertawakannya???”
“Aniya… untuk apa aku tertawa. Menurutku itu hebat. Yeoja seusiamu sudah punya mimpi sebesar itu. Tak mudah membuat sanggar dan sejenisnya. Kau tau itu?“
“Arraseo… mungkin itu sebabnya omma dan appaku menentang keras keinginanku itu.” Aku kembali teringat wajah appa dan ommaku yang selalu marah setiap aku berlatih menari. Dan tanpa kusadari air mataku jatuh kembali…
“Jadi.. orang tuamu tidak mendukung??? Ahhh… jadi itu sebabnya kau menangis???” Namja itu menatapku tajam, dan tiba-tiba dia melepas jaketnya.. dan dan memakaikannya padaku.
“Ya~~~ apa yang kau lakukan???” sontak aku kaget melihat kelakukan namja yang di luar dugaan. Apa dia maniak atau sejenisnya???
“Aishhhh… lihatlah dirimu itu, memakai blouse tipis di saat dingin, apa kau tidak sadar dari tadi tubuhmu menggigil???”
Yah dia benar… badanku bergetar. Aku tak tahu entah karena hawa dingin yang menusuk, atau karena tangisan dalam hatiku ini…
“Sudahlah.. orang tua terkadang tak mengerti pikiran anak muda… Mereka hanya ingin yang terbaik untuk anaknya, tapi mereka melakukannya dengan cara yang salah. Jadi… apa kau akan menyerah begitu saja???”dia kembali menatapku tajam. OmO matanya mengingatkanku pada mata elang yang sedang mengincar mangsanya. Omo… namja ini benar-benar…
“Tentu saja tidak… aku tetap ingin mewujudkannya. Bahkan aku sering membohongi mereka untuk pergi berlatih tari.”
“Ya~~~ tidak baik membohongi orangtua.”
“Mwo??? Jadi… apa yang harus aku lakukan???” perkataannya membuatku semakin bingung.
“Hmmm…. kau bisa melakukannya dengan sistem barter?”
“Barter?”
“Ne… kau harus memberikan sesuatu kepada mereka agar mereka mau memberikanmu kesempatan untuk mengejar mimpimu.”
“Waeguro??? Apa yang bisa kuberikan kepada mereka. Aku tidak punya uang.”
“Aishhh… babo… semua tidak diukur dengan uang. Ya~ apa yang paling mereka inginkan darimu?”
“Hmmm… mereka ingin aku nanti meneruskan usaha appaku.”
“Guraeso… maka, jadilah seperti itu!”
“Mwo??? Apa maksudmu? Tadi kau bilang aku harus terus mengejar mimpiku. Dan sekarang kau bilang aku  harus menuruti orang tuaku???”
“Ya~~ babo… aku tadi bilang sistem barter. Kau penuhi keinginan orangtuamu itu. Kau bisa meneruskan usaha appamu itu, dan kau bisa berusaha mendirikan sanggar impianmu itu.”
“Mwo?? Jadi aku harus bekerja double?? Aissshhhh.. jinjja..
“Ahhh baiklah aku harus pergi sekarang. Pertimbangkan saranku tadi okey.” Namja itu kembali tersenyum padaku dan mengacak-acak rambutku dengan telapak tangannya yang kecil untuk ukuran seorang namja. Aigoooo… hatiku lagi-lagi berdetak kencang… Sebelum aku bisa mengontrol debaran jantungku ini, namja itu sudah melangkahkan kakinya untuk pergi.
“Ya~~~ jakutmu!!!” seruku memanggilnya sambil melepas jaketnya yang sedari tadi melekat ditubuhku
“Hmmm… simpanlah saja. Kelihatannya kau lebih membutuhkannya.. Atau… kau bisa mengembalikannya saat aku mengunjungi sanggar impianmu itu.”
“Mwo????”
Namja itu tak memperdulikanku yang terkejut mendengar perkataannya. Dia tetap melanjutkan langkahnya. Tapi tiba-tiba dia berhenti dan membalikkan badannya…
“Ngomong-ngomong.. aku senang bertemu dengamu nonna… baru kali ini aku bertemu yeoja yang sama-sama berkepala besar hahahahahahaha…”
Flashback END

To be continue alias bersambung….

Advertisements

8 thoughts on “Just You My Lovely Big Head (Part 1)

  1. kyaaaahhh akirnya di post..
    tau gak aku dah nutup semua tab,dan terakir mu nutup blog,pas liad dasbor tyt ada post baru dari fishy angel..langsung dah dibuka
    ahahhahahah

    sanggar tari,asli nui pita beuudd..haha
    pasti dia heboh nui bacanya
    aku suka kata2 pertamanya

    “Setiap orang mempunyai mimpi…
    Sekecil apapun mimpi yang ada… punya hak untuk diwujudkan…”
    –> manteb

    bagus shin,ayo lanjut
    apalagi ntu potonya iihh
    aku paling suka sesi yesung d no other
    ahahahah

    ayo lanjut lanjut lanjut #pakengayunsticklight hahhaha

  2. huaaaaaaaaaaaaa…..
    so sweeetttttttttttttttttt…
    hahhahhaa..
    itu aq sm yesung yah…
    ahh opaa coba di kehidupan nyata qt emang ketemu sebelum qm terkenal yah…
    huhuhuhu…
    sekalipun qm bukan anggota super junior…
    pasti aq juga bakal suka sm qm…
    serius…
    wkwkwkw…

    kata2nyaaa bagusss deh yankkkk…
    akuuu sukaaaaaaaa :***
    itu tuh..ada fotonya yesung..
    hahahahhaha..
    bkin tambah aq gimana gt….

    udah kemajuan nih ye bahasa korea nya
    bisa bayangin kl qm jg lg ngomong yank..
    hahahahaha…

    kog qm bs tau cita2q yyank..
    wkwkwkw..
    punya sanggar tari…
    awalnya pingin namanya “SANGGAR TARI TRADISIONAL PITALOKA” hahahhahaha…
    pake nama bobo juga bagus…
    tar kl udh punya cabang bs saya pertimbangkan.
    wkwkwkkw…
    aminnnnnnnnnnnn….

    BTW SKSD nih y si yesungg..
    baru pertama kenal kog udh maen usek2 ajj yyah…
    jgn2 dy gt sm smua cewek *tampang esmosi
    tapi adegan ketemunya cepet bangett yank…
    cb yg rada complicated gt yankk….
    hahahahahhaha…
    tp akuu suka yank :**
    dikembangin lagi okk yankk
    fighting!!!

  3. @fey –>
    Huwaaaaaa iseng2 soss pengen menuh2in blog..
    ragu sebenernya ngepost ni FF… masih ambigu wkwkwwk..
    Doaian aja ni FF bisa selesai hahahaha…

    @pita –>
    Lha ynk masa tak bikin sanggar tari tradisional goyang jepara???? sepi pengunjung ntuuuuu…

    Ya kan yg bikin Seungri makin semangat gara2 Yesung.. tp lom tau ntr akhirnya Seungri bisa ktmu Yesung lg pa g.. secara big head skrng dah terkenal gethooooo wkwkwkwk…
    hayoo gmn akhirya mau dibawa kemana??? *senyum evil*

    @All –>
    Makasih dah baca lagi dan mengikuti perkembangan author sebagai pemula..
    Mohon bimbinganna *bow

  4. iseng2 jadi hobi bikin FF kan malah bagus jadinya..hahhaha
    lanjut dah pokoke aku menanti part 2
    langsung linkin yak,hehhhe
    penasaran ma yesung
    pitanya mah enggak,ahahhaha gak denk #hugpita

    pasti bisa selesai lancar sampai tujuan
    hohoho..semangaaatt :))

  5. yaa kau tdk blg2 mmbuat ff lg pdaku #ngambek *culik donghae*

    huweee mimpi ??
    saia suka tipe ff bergenre ini, ttg semangat seseorang meraih impiannya *teringat ff prdana saia ttg sbuah mimpi jg*

    Tiket konser kry ??
    seriusan saia jugaa mauu, laki aye juga maen dstu nah *bagi dua seungri-ya*
    hhhahaha.

    ituu si yesung sblum debut yaa ??
    aduuhhh wajahnya msh ga karuan2 pas zaman awal dbut.
    aiih mimpinya yesung -> Mimpiku adalah menjadi seorang penyanyi. Berdiri ditengah panggung, berdiri di tengah penonton yang terus mengelukan namaku *skrg ud trwjud*

    baris trkhir : “Ngomong-ngomong.. aku senang bertemu dengamu nonna… baru kali ini aku bertemu yeoja yang sama-sama berkepala besar hahahahahahaha…”

    emg kpala pita besar yaaa ??? ~(~ 'o')~
    hhhahahaha,,

    okee aku siap lanjutt ke part 2

  6. Mianhae…. rencananya biar dibaca ma pita m febri dulu… ehhh akhrnya lupa ngasih tahu kamu… *lempar Kyu*

    Iyahhhh sumpah awalnya aku bingung bikin ni cerita..
    Tiap inegt Yesung bawaannya ketawaaa mulu ckckck…

    Hemmm.. pita as Seungri, emang kepalanya gede..
    Bangga dia coz sama kyk Yesung hahaha
    *digorok pita*

    Oc.. makasih dah mau baca *cipok Kyu* #lhoooo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s