Just You My Lovely Big Head (Part 4)

Akhirnya story bout YeRi Couple sudah mencapai seri ke 4…

Author rada-rada gimanaaa gitu pas bikin ni cerita…

Sarannya pas baca backsoundnya yang mellow-mellow gethoo…

Baiklah tak usah banyak cincong, mari kita simak perjalanan pasangan aneh ini….

Oh iya… comment yang membangun sangat diharapkan…

Gomawoe… terima kasih… kamsahamnida… xie xie…

Yesung POV

Di lokasi syuting,

“Yesung-shii… ini scriptmu. Tolong segera kau baca. Kita hanya punya waktu seperempat jam sebelum mulai syuting.” Manager Hyung menyerahkan lembaran kertas padaku.

“Arraseo.. hyung… kamsahamnida.”

“Tunggu sebentar… Rambutmu terlihat berantakan… mana Seungri-shii ? suruh dia menata rambutmu itu.” lanjut Manager hyung.

“Mwo? Jinjjayo?” Buru-buru aku mencari kaca untuk melihat rambutku.

“Aishhhh… ini pasti gara-gara kipas angin besar itu. Rambutku jadi berantakan kemana-kemana.” Umpatku dalam hati. Lagipula kemana Seungri… dari tadi aku tidak melihatnya.

“Ya~~ Donghae-ya… apa kau melihat Seungri?” tanyaku pada Donghae.

“Nugu? Seungri… mollayo..” jawab Donghae

“Tadi aku melihatnya pergi keluar. Tadi aku mendengar Gyuri Nonna menyuruhnya mengambil peralatan di basement.” Sambung Sungmin

“Aigooo… aku harus menata rambutku sekarang.”

“Lebih baik kau susul dia Hyung… sebentar lagi syuting akan segera mulai.” Saran Sungmin.

“Sungguh menyusahkan.. Baiklah aku akan menyusulnya.”

Terpaksa aku harus mencari yeoja itu. Rambutku memang sulit sekali untuk di tata, hanya Seungri yang bisa menatanya dalam waktu yang cepat.

“Aishhh… kenapa lift ini harus macet disaat yang tidak tepat! Terpaksa aku harus turun lewat tangga.

Aku melihat pintu di ujung lorong. “Pasti ada tangga disitu..” pikirku.

Aku membuka pintu itu, sebelum aku berhasil membuka pintu sepenuhnya, aku mendengar suara cempreng dari seorang yeoja.

“Akhirnya tinggal selangkah lagi” ujarnya

Aku tidak bisa melihat wajah yeoja itu karena tertutup tumpukan box yang sedang dibawanya. Tapi aku tahu pasti siapa dia…

“Aigooo… dasar bodoh… membawa barang sebanyak itu menaiki tangga… bagaimana kalau jatuh terpeleset.” Ujarku dalam hati.

Tapi kelihatannya ucapanku itu tidak hanya menjadi sekedar ucapan…

“Brukkkk”

Aku melihat tubuh yeoja itu oleng ke belakang…

Box-box yang ada ditangannya terlempar ke depan…

Aku berusaha meraih tangannya, namun terlambat…

Tubuh kecilnya itu jatuh dan berguling kebawah…

Tubuhnya berkali-kali dihantam satu persatu oleh anak tangga…

Aku mendengar bunyi “Krekkk”…

Tubuhnya kini tergeletak di anak tangga terakhir…

Darah mengalir dari pelipisnya…

Posisi kakinya aneh… seperti kayu yang dipatahkan…

Aku panik… aku bingung…

“SEUNGRI-YAAA….. SEUNGRI-YAAAA….” berkali –kali aku memanggil namanya. Tapi yeoja itu tetap diam tak bergerak.

Sesaat matanya terbuka…

“Oppa….” ucapnya lirih

“Seungri-ya… bertahanlah.” Aku memegang kepalanya. Aku mengusap pelipisnya, berharap darahnya akan berhenti mengalir. Rambutnya yang panjang bergelombang itu kini ternoda oleh darah merah.

Aku mengangkat tubuhnya perlahan…

Aku takut aku mendengar bunyi patah dari tulangnya lagi…

Aku memapahnya…

“Kumohon bertahanlah…” Aku berharap yeoja itu mendengarnya.

Author POV

“Aigoooo… kemana Yesung Hyung… lama sekali dia menyusul Seungri.” Ujar Sungmin pada Donghae.

Tak lama pertanyaan Sungmin terjawab. Yesung muncul dari arah depan. Tapi dia tidak datang sendirian… tangannya terlihat membawa seseorang. Tangannya pun terlihat merah…

“TOLONG PANGGIL AMBULANCE!!!!” Yesung berteriak, membuat semua orang yang ada di lokasi terhenyak.

“Hyung apa yang terjadi???” Tanya Sungmin panik.

“Kumohon cepat panggil Ambulance!!!” Seru Yesung tanpa memperdulikan Sungmin. Suaranya bergetar. Tangannya masih erat memegang tubuh Seungri yang kini diam tak bergerak.

Yesung POV

            Aku hanya bisa berdiri diam dilorong Rumah Sakit. Aku hanya bisa melihat orang-orang di depanku itu terisak. Otakku seperti kaset rusak. Otakku hanya bisa merewind kejadian di tangga tadi dan berhenti tepat saat tubuh Seungri berguling-guling.

“Aishhhh…. seandainya aku lebih cepat datang! Pasti aku bisa memegang tangannya!” Aku terus menerus mengulang pernyataan itu.

“Hyung… gwencanayo?” tanya Donghae

“Ne… gwencana.”

“Sebaiknya kau duduk. Kau terlihat sangat berantakan Hyung.”

“Andwee… duduk membuatku semakin resah. Aigooo… kenapa dokter itu tidak keluar-keluar!”

“Tenanglah sedikit hyung… tunggulah sebentar lagi.”

Beberapa saat kemudian seseorang berbaju putih keluar dari ruang ICU…

“Bagaimana keadaan Seungri dokter?” tanya Shinhae panik

“Dia sudah melewati masa kritis. Syukurlah pendarahannya bisa dihentikan. Sungguh keajaiban dia tidak mengalami gegar otak…” Jawab Dokter itu.

“Benarkah??? Omo… syukurlah. Apa dia sudah siuman dokter? Apa kami bisa menemuinya sekarang?” tanya Shinhae beruntun.

“Belum… dia belum sadar. Kelihatannya dia masih syok… Kalian bisa melihatnya saat sudah dipindahkan ke kamar rawat inap. Tunggulah sebentar.”

Aku terduduk lemas. Akhirnya aku bisa sedikit bernafas lega. Untunglah Seungri masih hidup, aku sangat panik melihat darah yang mengucur tadi.. Ku pikir… kupikir aku tidak bisa lagi mendengar suara cemprengnya itu…

Esoknya…

Seungri POV

Aku mendengar suara-suara. Suara itu terus memanggil namaku. Saat aku membuka mata, aku bisa melihat yeoja yang berkali-kali menggoyangkan badanku perlahan…

“Seungri-ya… Seungri-ya… apa kau bisa mendengarku?” ujar yeoja itu.

“Shinhae-ya… bisa-bisa gendang telingaku pecah… jangan berteriak ditelingaku.”

“Omo… Omo…. syukurlah akhirnya kau siuman.” Shinhae melihatku dengan tatapan penuh syukur. Matanya merah.

“Apa kau menangis Shinhae-ya? Omo… baru kali ini aku melihatmu seperti itu hehehehe…” Aku tertawa kecil.

“Ya~~ Babo… tentu saja aku menangis melihat chinguku tergeletak diam dan bersimbah darah kemarin!!!”

“Mwo??? Apa yang terjadi?” tanyaku heran

“Apa kau tidak ingat Seungri-ya? Kau jatuh dari tangga di lokasi syuting kemarin. Untunglah Yesung Oppa menemukanmu dan segara membawamu kesini.”

“Yesung Oppa??? Jinjjayo?” Aku kaget mendengar nama itu.

“Ne… dia terlihat sangat kacau kemarin. Dia seperti orang gila. Dia menemanimu semalaman menunggumu siuman.” Lanjut Shinhae.

“Dia melakukannya? Jinjja? Apa kau tidak bohong? Dimana dia sekarang?” Aku menengok kanan-kiri mencari sosok namja berkepala besar itu.

“Untung apa aku berbohong… Dia sekarang sedang keluar bersama Donghae Oppa.”

“Omo… benarkah dia sangat mengkhawatirkanku Shinhae-ya?” tanyaku lagi tak percaya.

“Ne… sampai-sampai dia tidak ikut syuting kemarin. Ya~~ kenapa wajahmu seperti itu? Kau ini hampir mati kau tahu! Masih saja kau memikirkannya.”

Rasanya aku bahagia mendengar cerita Shinhae. Perban yang sekarang melingkar di kepalaku rasanya hanya seperti hiasan. Aku merasa baik-baik saja, sebelum…

“ARRRRGGGGHHHHH…..” Aku menjerit kesakitan saat aku berusaha menggerakkan kaki kananku.

Yesung POV

“Hyung… sebaiknya kau kembli ke dorm untuk beristirahat. Semalaman kau tidak tidur. Ada Shinhae yang menjaga Seungri.” Kata Donghae saat kami berdua minum kopi di sebuah cafe dekat Rumah sakit tempat Seungri dirawat.

“Ani… Gwencana… sudah biasa aku tidak tidur. Ini tidak seberapa.” Jawabku sambil meneguk kopi pahit yang ada di meja.

“Ahh… kau ini Hyung… tapi syukurlah keadaan Seungri tidak begitu parah. Aku kaget sekali kemarin saat melihatmu menggendong Seungri yang berlumuran darah.”

“Hmmm…” ujarku singkat. Mataku masih tertuju ke samping, ke Gedung Rumah Sakit.

“Untunglah waktu itu kau menyusulnya Hyung…ahh ya, Sungmin hyung bercerita kalau sejak awal Seungri terlihat sangat lelah. Kasihan Seungri, harus mengangkut barang sebanyak itu menaiki tangga.”

“Ahhhh… aku lupa… Shinhae juga cerita padaku kalau Seungri berlatih menari semalaman. Mungkin itu yang menyebabkan dia kelelahan.” Lanjut Donghae.

“Mwo??? menari??? Dia bisa menari?” Sekarang mataku beralih pada dongsaengku itu.

“Ne… dia itu juga seorang penari hyung. Dia punya sebuah sanggar tari.”

“Lalu… mengapa sekarang dia menjadi penata rias?”

Donghae tersedak saat mendengar pertanyaanku itu.

“Ahhh.. itu… itu… karena dirimu Hyung” Ucapnya hati-hati

“Mwo? Aku??? Wae?” Aku sedikit terkejut mendengarnya.

“Dia berusaha agar bisa dekat denganmu Hyung… Aku berniat membantu, jadi aku menyarankan dia untuk menjadi penata rias. Aigoo… kalau saja aku tahu akhirnya akan seperti ini, aku tidak akan melakukannya.”

Seketika itu juga darahku seperti mengalir kencang, seakan-akan mereka sekarang berkumpul menjadi satu ke dalam kepalaku. Aku beranjak dari tempat dudukku dan bergegas kembali ke Rumah Sakit.

“Hyung… kau mau kemana? Hyung…” Panggilan Donghae tak menghentikanku.

“Aishhhh… kenapa denganmu Seungri-ya!!! Kau ini memang yeoja yang aneh!!! Apa yang kau harapkan dari diriku ini!” Umpatku dalam hati

Aku mempercepat langkahku menuju kamar 103. Sebelum aku meraih gagang pintu, aku mendengar jeritan dari dalam.

“ARRRRGGGGHHHHH…..”

“Ada apa dengan kakiku? Apa yang terjadi???” Aku melihat Seungri menangis histeris saat melihat kaki kanannya diperban. Sekarang aliran darahku rasanya telah menembus atas kepalaku. Hatiku berdegub kencang melihat yeoja yang selalu tersenyum ceria itu kini menangis sejadi-jadinya.

“Tenanglah Seungri-ya… Kau baru saja siuman… tenangkan dirimu!!!” Seru Shinhae berusaha menenangkan.

“Kenapa dengan kakiku??? Shinhae-ya ada apa dengan kakiku??? Mengapa begitu sakit!!!” Seungri terisak kencang.

“Seungri-ya… tenangkan dirimu dulu.” Sekarang Shinhae memeluk Seungri yang bergetar hebat.

“Kakimu patah saat kau jatuh kemarin Seungri-ya…” ucap Shinhae lirih

“Patah? Jadi… jadi… maksudmu aku tidak bisa menari lagi? Jadi maksudmu aku… aku..” Seungri tidak sanggup meneruskan kata-katanya.

“Apa yang harus kukatakan pada orang tuaku Shinhae-ya… mereka pasti akan menutup sanggarku dan… dan…” Seungri tak mengeluarkan suara lagi. Kepalanya tertunduk. Tapi aku tahu dia masih terisak…

Aku berbalik ke luar kamar. Aku bersandar pada tembok. Badanku lemas, bukan karena letih, aku hanya tidak tahan melihat semua ini. Semua salahku… Jika saja Seungri tidak mengejarku, tentu dia tidak akan seperti ini…

“Aishhhh… Seungri-ya… mianhae…”

Author POV

Seminggu sudah Seungri berada di Rumah Sakit. Keadaan fisiknya mulai membaik. Tapi keadaan psikisnya makin lama makin memburuk. Seungri masih tidak bisa menerima kenyataan bahwa kakinya patah. Seminggu penuh dia hanya terbaring diam. Sesekali dia duduk di kasurnya menatap langit di luar jendela kamarnya, tapi matanya terlihat kosong.

“Seungri-ya… kau harus makan dan minum obat.” Ujar Shinhae yang setiap hari menemani chingunya itu.

“Apa obat itu bisa menyembuhkan kakiku dengan cepat?” tanya Seungri datar.

“Ya~~ kumohon hentikan… kau tahu itu tidak mungkin. Jebal.. makanlah bubur ini. Kau harus kuat Seungri-ya… masih banyak yang bisa kau lakukan.”

“Banyak? Apa yang bisa aku lakukan selain menari. Hidupku sudah berakhir Shinhae-ya… Kompetisi yang aku idam-idamkan selama ini pasti sedang berlangsung meriah, dan aku hanya bisa terbaring di sini. Jinjja… menyedihkan sekali aku ini.” Air mata Seungri kini kembali menetes.

“Seungri-ya…” Shinhae kehabisan kata-kata. Dia tak bisa menyangkalnya.

“Drrrrttttt… Drrttttt…” Hp Seungri bergetar.

“Yeobboseo…” jawab Seungri

“Ah… omma? Mwo? kau akan kesini?” Seungri sedikit kaget mendengar perkataan di telponnya.

“Ne… ne… hati-hati di jalan.” Ujar Seungri mengakhiri percakapannya.

“Omo… Shinhae-ya… apa yang harus kulakukan? Omma dan Appaku akan ke sini.” Seungri terlihat bingung.

“Jinjja?”

“Aku… aku belum siap menemui mereka… mereka pasti akan membicarakan hal itu lagi….”

Satu jam kemudian,

“Lihatlah dirimu Seungri-ya… Apa yang sebenarnya terjadi. Maafkan omma baru bisa menjengukmu sekarang.”

“Gwencana omma… aku sudah tidak apa-apa. Terima kasih kalian mau datang di tengah kesibukan kalian.”

“Aigoooo… tentu saja kami akan menjenguk putri kamu satu-satunya ini.”

Terlihat ahjumma dan ahjushi yang tak lain adalah omma dan appa Seungri saling berbincang.Seungri terlihat senang, tapi ada kekhawatiran yang terpancar dari wajahnya yang masih pucat. Dan tanpa di tunggupun kekhawatirannya itu datang…

“Mwo? kalian ingin aku menutup sanggar?” Ujar Seungri kaget

“Ne… untuk apa kau masih mempertahankan sanggar itu. Lihatlah kakimu sekarang patah. Kau tidak akan bisa menari lagi Seungri-ya.. Lebih baik kau meneruskan usaha appa…” Kata Appa Seungri

“Aniya… kakiku akan sembuh. Kumohon jangan lakukan ini.”

“Walaupun kakimu sembuh, kau tidak akan bisa menari seperti dulu. Tidak akan ada orang yang mau belajar di sanggarmu. Mana ada orang yang mau memiliki guru tari yang tidak bisa menari dengan sempurna.”

“Omma!!! Aku… aku pasti masih bisa menari seperti dulu. Aku… aku.. akan membuktikanya dalam kompetisi bulan depan. Kumohon berilah aku kesempatan…” Seungri kini tidak bisa lagi menyembunyikan kesedihannya. Dia menarik tangan ommanya sambil memohon, berharap orang yang selama ini mengandungnya itu mau menerima permohonannya.

“Aigooo… dari dulu kau tak berubah. Omma heran bagaimana kau bisa sekeras kepala begini!!! Bagaimana omma bisa percaya padamu lagi? Siapa yang mau menjamin kau bisa menari dan memenangkan kompetisi konyol itu?”

Tiba-tiba pintu kamar 103 terbuka. Seorang namja berdiri di sana. Wajahnya terlihat tegang. Matanya menatap Seungri tajam, tatapan elang yang tidak akan pernah dilupakan oleh Seungri.

“Aku yang akan menjaminnya!!!”

To be continue alias bersambung

 

 

Advertisements

7 thoughts on “Just You My Lovely Big Head (Part 4)

  1. huuuaaaahhh sumpah sedih beuuudd :((
    ya ampuun paling ngeri adegan seungri jungkir balik,sumpah gak nahan darah2nya…iihh #bergidik

    pi ne yesung udah mulai tanda2 ntu
    pasti bahagia lonjak2 ntu pita bacanya bis so swiiiidd beuuudd..

    manteb shin,lanjut lanjut…
    penasaran tingkat dewa
    ntu jaminannya pake gadein DVD SuShow mesti hahhahaha

    fightiiing author,lanjutkan lanjutkan..wkwkkwkwk

  2. wkwkwkwk DVD SuShow ???? Masa' Yesung tega sih, dia ntr jamin pake tiket gratis SuShow seumur idup wkwkwkwkwk (mauuuuu donkkk….)

    Yohaaa Yesung dah rada2 gmnnnnn gitu… Tapi apa beneran begitu???? *senyum evil*

    Sebenernya author g tega bikin karakter ommanya Seungri koq tegaan bgt itu yak.. ckckckc kasian Seungri…

    Well… terus ikuti kisahnya… jeng jeng..
    Gomawoe soss… :*

  3. huahhahahha..aku jg mau :))

    jiiaaahhh author main rahasia2an #yaiyalah
    wkwkkwkwkwk
    ayo lanjut thor lanjutkan lanjutkan *sambil bwa banner buwad author* wkwkkwkwkwk

    penasaran tingkat akut sudah XD

  4. Pitaloka :

    fotonyaaaaaaaaa yesungggggggggggggggggg..
    arrrrrrrrrhhhhh..
    ganteng bgt sihhh T.T

    huaaaaaaaaaaaaaaa…sedih bgt sih ni kisah hidup sungrie aa..
    hwaaa..authorr..thor..thor…
    saya sdh mnderita karna metopel ni thor…
    wahhh ni kog si sungrie begindang nasibnya..
    sabar y sungrie aa *dipeluk sungmin

    wktu sungrie jatuh..
    aq juga ikutt teriakk thor..
    sakitt itu thor…
    hiks hiks….
    wah author sptnya pny dendam kesumat sama saya nih..
    ahahahahahha…
    author,btw andweee..
    ni wktuu si sungrie jatuhh knp gag digendonggg si thor..
    hahahaha..
    padahal akyuu nagrepnya digendongg gt sm yesung..
    hahahahhaha..
    kog cmn dipapah thor..
    yesung tega bgt sih..
    huhuhu..
    gtw apa sakit bgt nihhh…
    ahhh oppa yesungg aaaa..
    gt x qm sm aq..
    thor..tapi tulisanN tambah bgs thor…
    wah kemajuan y thor..
    lanjutinnnnnnnnnn thor….
    pensaraaaannnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn……
    lanjutttttttttttttttttt thorrrrrrrrrrr..
    sungrieeeee…
    semangatttt yyyaaaaa..
    masih bisa nari kog sungrie aa..
    sabar yy sungrie..
    hidup ttu gag selamanya seneng terus…
    smngatt sungrie :***
    smngat author…
    yesungggg semakin cinta qm aq…

  5. Nah itu dia… author ru nyadar..
    knp jdinya tragis gini yak???
    authornya jg bingung deh #plakkkkkk
    Maklum author jadi2an… jd y geje2 gini deh..
    Mianhae….

    Tu Yesung cm risih doank tiap hari diuber2 ama cewek g jelas wkwkwkwk *ditimpuk pita*
    Jdna dia rada gimnaaaaaa gt…
    Yesung kan maunya di deketin ma Moon Geun Young :p

    Hahaha author salah nulis..
    Yesung gendong Seungri koq…
    Tangan author ampe geter nulis ni FF, jdna salah2 hahahah… Mianhae…

    Baiklah part selanjutnya msh dalam proses…
    Tp kykna agak tertunda krna Author minggu dpn hrs bertarung melawan ujian hohoho…

    Makasih commentnya sangan membangun *cipok special dr author*

  6. passs ,, aku baca ini dngerin she's gone .
    passs bkin aku terharu guling2 nyesek abiss .

    deskripsi guling2 di tangga dan suara krek dgn posisi kaki sperti kayu di pthkan, itu bkin aku mrinding.

    weeeee seungri gabisa nari,, gara2 yesung sih ah. Tapi keren yesung mau manjamin.

    niee yesung blom sadar jg yeee ttg seungri,,aiisshhh *jedotin kepala ddangkoma di tmbok*

    buru2 lanjuuttt ke next chapter . . .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s