Just You My Lovely Big Head (Final Part)

Akhirnya…. karena semangat yang diberikan Donghae (g nyambung),
Akhirnya author menyelesaikan final part perjalanan YeRi couple…
Ahhhh… seneng rasanya akhirnya bisa menyelesaikan FF untuk sahabat Auhtor, PitaPitaloka…
This is for you and for Sungie…
Hope you like it..
Selamat membaca…
Jng lupa comment…
Gomawoe…
Yesung POV
“SEUNGRI-YAAAA….”
Belum sempat aku sampai untuk memegangnya, Seungri kembali berdiri dan memulai putarannya lagi… Tampaknya dia tidak sadar akan kehadiranku. Wajahnya berbeda kali ini… tidak ada rasa bahagia menghiasi, tapi yang muncul adalah ketegangan, kegelisahan, dan kekhawatiran.
“BRUKKKKK…” Lagi-lagi Seungri jatuh tepat pada putaran ke-3.
“Awwww….” rintihnya
“Seungri-ya.. gwecanayo?” Kali ini aku berhasil memegang pundak dan lengannya. Tapi Seungri menepis tanganku dan kembali berdiri dengan susah payah. Dan dia kembali melakukan putaran. Aku tidak bisa berbuat apapun.
“BRUKKKKK…” kali ini Seungri terjatuh pada putaran ke 2.
“Seungri-ya… jangan paksakan dirimu…”
Seungri hanya diam, dan memegang kakinya yang sakit.
“Seungri-ya!!!” Aku menahannya untuk berdiri lagi. Dia memberontak
“Lepaskan aku oppa… aku harus terus berlatih… Aku tidak boleh gagal!” Suara Seungri bergetar.
“Ya~ Lihatlah kakimu sudah bengkak!”
“Aniya… aku harus berlatih… tolong lepaskan tanganku!” Aku bisa melihat air matanya mulai mengalir.
Aku menarik tangannya dan memeluknya erat.
“Oppa…” Seungri memberontak dalam pelukanku.
“Kumohon hentikan!” Ucapku lirih di telinganya.
“Oppa…” Tangisan Seungri akhirnya pecah. Tubuhnya yang sedari tadi kaku tiba-tiba melemas. Aku mempererat pelukanku agar dia tidak jatuh lagi.
“Aku tidak bisa melakukannya… Aku tidak bisa mempertahankan mimpiku sendiri.” Ujar Seungri terisak dan membenamkan wajahnya dalam pelukanku, hingga aku bisa mencium aroma rambutnya.
“Ssssstttt… Kau bisa Seungri-ya… aku percaya kau bisa.”
“Aniyaaa… Aku tidak bisa…Oppa… eotthokae???”
“Lakukan semampumu… semua percaya padamu… semua mendukungmu Seungri-ya… Aku bersamamu.” Aku mengusap-usap rambutnya perlahan.
“Menangislah…” lanjutku lirih.
Tetesan-tetesan air hujan yang jatuh terdengar berirama. Tetesan-tetesan itu terlihat berkilau terkena lampu besar di luar ruang kelas 7 x 10 m itu. Ruangan itu masih terlihat gelap, hanya secercah cahaya yang menyinari melewati sela-sela jendela. Ruangan itu kini sepi, tak ada suara tangisan lagi, yang ada hanya hembusan nafas dari namja dan yeoja yang sekarang bersandar di tembok bercat biru.
“Oppa…” Ujar Seungri lirih. Kepalanya kini bersandar pada pundak namja yang ada di sampingnya itu.
“Hmm…?”
“Kau begitu yakin aku bisa melakukannya. Wae?”
“Mollayo… mungkin karena aku tahu kau ini yeoja yang keras kepala.”
“Mwo? Keras Kepala?”
“Ne… aku tahu kau berusaha keras mendekatiku.” Yesung terkekeh
“Mwo???? Apa maksudmu?” Seungri menegakkan tubuhnya.
“Donghae sudah menceritakan semuanya padaku hahahahahaha… Kau ini yeoja yang pantang menyerah Seungri-ya. Jadi aku yakin kau tidak akan membuang mimpimu dengan mudah.” Yesung mengacak-acak rambut Seungri dan menarik kepala Seungri kepundaknya lagi.
“Ya~~ Oppa kau membuatku malu.” Seungri tersenyum malu sekaligus senang.
“Tapi ngomong-ngomong oppa… untuk apa video itu?” tanya Seungri menunjuk sebuah video recorder yang sudah 2 minggu berdiri di pojok ruangan.
“Ohh… igo? Itu… itu… agar kau bisa melihat hasil latihanmu sendiri.”
“Mwo? Wae?”
“Kau bisa memperbaiki gerakanmu dengan melihat video itu… Kau sudah merekam setiap kau berlatih kan?”
“Ne… aku selalu menghidupkanny saat mulai latihan… Omo… Oppa… kau ini diam-diam sangat memperhatikanku.”
“Aniya… sudah kubilang itu fans service.”
“Ne.. ne.. ne… arraseo fans service.”
“Hoooammmm.” Seungri menguap
“Sudah berapa hari kau tidak tidur? Jebal… pulanglah…” Yesung memalingkan mukanya agar bisa melihat wajah yeoja yang masih bersandar dipundaknya itu.
“Aniyaa… mataku tidak bisa tertutup.”
Tiba-tiba, Yesung mengangkat sebelah tangannya dan menutup mata Seungri dengan jemarinya.
“Oppa…???”
“Jebal tidurlah…” ucap Yesung lirih
“Oppa… boleh aku meminta sesuatu?”
“Hmmm… mwo?”
“Aku ingin mendengarmu bernyanyi untukku. Anggaplah itu fans service tambahan.”
“Hahahaha… kau ini… baiklah… asal kau berjanji kau akan tidur.”
“Ne… Jinjja… aku akan segera terlelap mendengar suaramu…”
Shining Star! like a little diamond, makes me love
Naegen kkoomgyeolgateun dalkomhan misoro nal barabomyeo soksagyeojweo
Hangsang hamkke halgeora till the end of time
            Yesung mulai melantunkan sebuah lagu untuk memenuhi keinginan Seungri.
Oh! Day by Day hangsang nae gyeote geudaega meomoolleo jweo
Stay in my heart noonbooshin Shining my love
Neul barago ijjyo hangsang geogieseo wooseum jitgireul  
Ddeut moreul ohaewa iyoo eobneun miwoome himi deureodo
Deo meon goseul bwayo ije shijakijyo woolgo shipeul ddaen naege gidaeyo
Boojokhajiman geudael jikilgeyo
Sarangeun geureohke cheoeum soonganbooteo chajawa gajang gipeun gose narawa nal ddeugeopge hae
Byeonhaji anhneun ddeollim geudaeneun
            Seungri tersenyum, perasaannya begitu bahagia bisa mendengar suara malaikat bernyanyi untuknya.
“Gomawoe” ucap Seungri lirih. Jemarinya memegang jemari Yesung dan mengkaitkannya. Yesung tersenyum dan mempererat kaitan jemarinya.
Shining Star! like a little diamond, makes me love
Naegen kkoomgyeolgateun dalkomhan misoro nal barabomyeo soksagyeojweo
hangsang hamkke halgeora till the end of time
Belum selesai mengakhiri nyanyiannya, Yesung tersenyum melihat yeoja disampingnya itu sudah tertidur dipundaknya.
“Sweet dream wonder woman… Kau pasti bisa…” Ujar Yesung lirih dan mencium pucuk kepala Seungri dengan lembut.
*English Translation
shining star! like a little diamond, makes me love
looking at me with the sweet smile that’s like a dream to me,
wishper to me
we’ll always be together, ’til the end of time
[Rap] oh! day by day, stay by my side always
stay in my heart, dazzling, shining my love
always hoping.. that you’ll be smiling at that place
even when you’re suffering because of misunderstandings and
reasonless hate
look at a further place.. it’s the start now. when you want to
cry, lean on me
even though i’m lacking.. i’ll protect you
love flies to the deepest part of the heart from the start and
makes me warm
the never-changing trembling… you are..
shining star! like a little diamond, makes me love
looking at me with the sweet smile that’s like a dream to me,
wishper to me
we’ll always be together, ’til the end of time
Seungri POV
Aku masih bisa mendengar suara malaikat itu, masih sama seperti waktu itu, waktu pertama kali aku bertemu Yesung Oppa. Aku bisa merasakan pelukannya saat dia membopongku ke dalam mobilnya. Samar-samar aku bisa melihat kepala besarnya itu. Aku juga bisa mendengarnya mengucapkan selamat malam dan mengusap dahiku dengan lembut setelah merebahkan tubuhku ke kasurku yang empuk. Aku ingin memegang dan menahannya agar tidak pergi dari sisiku, tapi tubuhku terlalu lelah untuk melakukannya.
“Seungri-ya… jebal bangun…!” Suara Shinhae membangunkanku dari ingatanku semalam.
“Shinhae-ya… kau datang..”
“Ne… aku datang untuk membangunkanmu… Jebal kau harus bersiap-siap. Apa kau lupa kompetisi pentingmu itu?”
“Omo.. Omo… hari ini??? Omo… Eottokae Shinhae-ya.. aku belum siap.”
“Aishhhh… kenapa kau baru bingung sekarang… Tenangkan dirimu.”
Ingatan bahagiaku tadi malam seakan menguap begitu saja. Kini aku hanya bisa membayangkan kompetisi, omma, appa, dan sanggarku yang diujung tanduk. Bergegas aku mempersiapka diriku. Shinhae pun tak kalah sibuk, dia berlarian menyiapkan kostum, dan sarapan untukku.
“OK… ayo kita berangkat. Fighting!!!” Seru Shinhae saat kami telah selesai mempersiapkan segalanya.
Hatiku berdegub kencang. Baru kali ini aku merasa gugup menghadapi kompetisi. Rasanya kompetisi ini adalah kompetisiku yang pertama. Benar, kali ini aku tidak mencari gelar, kompetisi kali ni adalah mengenai mimpiku.
Aku bisa melihat hiruk pikuk orang di depan gedung tempat kompetisi Dance dimulai. Keringat dingin kini mulai mengalir dileherku.
“Apa kau siap Seungri-ya?” tanya Shinhae menyadarkanku.
“Ne… aku tidak bisa mundur lagi. Aku akan membuktikannya pada omma dan appa.” Jawabku mantab.
Beberapa menit kemudian,
            Aku bisa mendengar MC membuka acara kompetisi. Aku bisa melihat bergitu banyak peserta kompetisi kali ini. Sesaat hatiku merasa ciut. Bagaimana kalau aku gagal? Bagaimana kalau nyeri di kakiku ini kambuh lagi? Bagaimana aku bisa menemui omma dan appa? Bagaimana aku harus melihat wajah murid-muridku yang kecewa? Bagaimana Yeusng oppa akan melihatku gagal? Pertanyaan itu terus berputar-putar dikepalaku.
            Satu per satu peserta kompetisi berkurang. Terdengar suara applause membahana setiap peserta menyelesaikan tariannya.
            “Baiklah peserta selanjutnya adalah seorang penari yang sudah berkali-kali memenangkan kompetisi, dan juga pemilik sebuah sanggar! Mari kita sambut Lee Seungri!!!” MC itu memanggil namaku. Hatiku berdegub semakin kencang. Pikiranku tiba-tiba menjadi kosong.
            “Songsaengnim… Berjuanglah!!!”
   “Omo… kalian datang.” Aku kaget sekaligus senang melihat murid-muridku datang dan membawa begitu banyak spanduk untuk mendukungku.
Aku melangkahkan kakiku dengan yakin ke panggung. Aku melihat begitu banyak mata memandangku. Begitu banyak tepukan tangan yang mereka berikan. Aku melayangkan pandanganku ke setiap sudut berharap aku bisa menemukan seseorang. Dan mataku berhenti di tengah kursi penonton.
“Omma? Appa? Apa yang mereka lakukan?” Pikiranku semakin kacau melihat kedua orangtuaku kini duduk di deretan tengah. Wajah mereka tegang.
Alunan musik mulai dinyalakan. Aku berusaha memfokuskan pikiranku. Aku sudah melatih gerakan ini berbulan-bulan. Aku tidak akan gagal gara-gara kakiku ini.
Aku berhasil menyelesaikan setengah koreoku, sesekali penonton bersorak melihat gerakanku.
“Baiklah ini gerakan terakhir. Aku tidak boleh gagal.” Ujarku pada diriku sendiri. Ini adalah gerakan yang selalu gagal aku lakukan saat latihan, aku selalu terjatuh pada putaran ke 3. Aku menguatkan hati dan pikiranku. Aku berdiri tegak dan bersiap untuk berputar…
“1”
“2” Jantungku berdetak semakin cepat, nafasku menderu.
“3” Aku berhasil melakukannya… aku berhasil melewati putaran ke 3.
“BRUKKKKKKK”
Aku terjatuh…
Aku bisa merasakan kesunyian walaupun musik terus mengalun… Semua penonton tertegun diam melihatku yang kini terduduk di atas panggung.
“Gwencana?” tanya MC dari balik panggung
“Ne…” Aku berusaha bangkit, tapi aku merasakan nyeri yang luar biasa di kakiku. Aku bisa melihat kakiku kini merah membengkak. Aku kembali terduduk.
“Seungri-shii…”
MC dan beberapa kru menghampiriku dan menolongku berdiri.
“Mianhae…” Ucapku menatap Omma dan Appaku yang kini berdiri. Aku bisa melihat guratan kekhawatiran diwajah ommaku.
MC dan kru itu memapahku kebelakang panggung dan mendudukkanku di kursi panjang.
“Seungri-ya…” Shinhae berlari menghampiriku dan memelukku.
Aku menangis… Dadaku rasanya sesak…
“Aku gagal Shinhae-ya…”
“Ani… aniya… kau sudah berusaha…”
“Mianhae… aku telah mengecewakan kalian semua…” Tangisanku semakin keras saat melihat murid-muridku juga datang menghampiri.
“Gwencana songsaengnim… kau telah melakukan yang terbaik. Daebak!!!”
“SEUNGRI-YA…” Aku mendengar seseorang memanggil namaku.
“Omma????”
“Seungri-ya… gwencana? Apa kakimu baik-baik saja?”
“Omma… “ Aku masih tidak percaya melihat ommaku yang sekarang ikut menangis melihat keadaanku.
“Omma… mianhae… aku telah gagal… kau boleh menutup sanggarku.” Lanjutku masih terisak.
“Ani… Aniya… omma dan appamu telah sepakat untuk tidak menutup sanggarmu itu Seungri-ya.”
“Mwo???? Jinjja?” Aku terkejut mendengarnya
“Ne… Maafkan kami seungri-ya… kami terlalu keras padamu… Kami memaksakan kehendak kami sendiri tanpa memperdulikanmu. Kami hanya takut kau sengasara.” Omma memelukku erat.
“Omma… Apa yang sebenarnya terjadi?”
“Kami sadar setelah melihat video yang diberikan oleh temanmu itu.” Ujar Appa menjawab pertanyaanku.
“Mwo? Video?”
Author POV
Flashback
Pagi, beberapa jam sebelum kompetisi dimulai,
            “Permisi… apa aku bisa menemui Direktur Lee?” tanya seorang namja berambut hitam pada resepsionis.
   “Apa anda sudah membuat janji untuk bertemu?”
“Ahhh… aniya… aku belum membuat janji. Tapi… apa aku tidak bisa menemuinya sebentar saja?” Ujar Namja itu setengah memaksa.
“Mianamida… Sekarang Direktur Lee sedang keluar.”
Tak lama kemudian, terlihat seorang Ahjussi bersama rekan-rekan kerjanya berjalan memasuki Gedung tempat namja itu berada.
“Omo… bukankah itu direktur Lee?” tanya Namja itu
“Ne… tapi tuan… anda tidak boleh menemuinya sekarang. Tuan… Tuan…” Seruan resepsionis itu kelihatannya percuma. Namja itu terlanjur berlari kearah Ahjussi itu.
“Sillyehamnida Direktur Lee…” Sapa Namja itu
“Ahhh… siapa kau? Aigooo… bukankah kau ini teman Seungri waktu di Rumah Sakit itu?” tanya Ahjushii yang tak lain adalah Appa Seungri.
“Ne… Yesung-imnida.”ujar namja itu kembali memperkenalkan diri.
“Ada perlu apa kau kemari? Apa kau mau membatalkan janjimu?”
“Aniya… saya kemari untuk menyerahkan ini.” Yesung menyerahkan sebuah kotak berisi kaset video.
“Mwo? Apa ini?”
“Ini adalah video perjuangan Seungri mempertahankan Mimpi dan harapannya.” Ujar Yesung tegas.
“Hahahahaha… apa sekarang kau ingin membicarakan hal konyol bernama mimpi itu lagi?”
“Ceosonghamnida… mimpi bukanlah sesuatu yang konyol tuan… anda akan mengerti setelah melihat video ini. Video ini juga berisi dukungan dari teman dan murid-murid sanggarnya”
“Ne… ne… arraseo… aku akan melihatnya.”
“Ahhh.. kamsahamnida direktur Lee…” Yesung membungkukkan badannya tanda terima kasih.
Flashback End
Seungri POV
“Yesung Oppa menemui Appa?” tanyaku setelah mendengar cerita Appa
“Ne… anak itu menemui Appa dan memberikan video itu. Belum pernah Appa melihat namja setegas itu.”
“Jadi… ahjussi tidak akan menutup sanggar?” tanya murid-muridku yang sedari tadi menyimak pembicaraan kami.
“Ne… kami tidak akan menutupnya. Apa kalian senang?
“Ne… Ne… tentu saja kami senang. Kami senang akhirnya Seungri songsaengnim masih bisa mengajari kami.” Ujar mereka dan berlari memelukku.
Aku begitu bahagia hari ini. Rasanya nyeri dan bengkak yang sedari tadi menggerogotiku sudah tidak aku rasakan. Beban yang selama ini ada dipundakku seakan lenyap tertiup angin.
Aku ingin berterima kasih pada namja yang selama ini telah berada disampingku itu, namja yang selama bertahun-tahun menjadi idolaku.
Tapi aku tidak bisa menghubunginya. Shinhae memberitahuku bahwa Super Junior sekarang sedang ke Malaysia untuk Super Show 3, mereka berangkat hari ini. Terpaksa aku harus menunggu mereka kembali.
Namun seminggu telah berlalu. Aku belum juga mendengar kabar dari namja penyemangat hidupku itu. Aku masih tidak bisa menghubunginya.
“Mungkin dia sibuk…” Ujarku menghibur diri.
“Seungri-ya… apa hari ini kau akan ke sanggar?” tanya Shinhae saat aku mempir ke apartemenya, bermaksud untuk bertanya mengenai Yesung Oppa.
“Ah… ne… hari ini aku ada kelas.”
“Baiklah ayo kita berangkat bersama. Aku ingin mampir di toko sebelah sanggarmu itu. Kajja…” Shinhae menarik tanganku dan kamipun pergi.
Sesampainya di sanggar,
            “Songsaengnim… akhirnya kau datang.” Sambut Yuri dengan semangat.
“Ne… mianhe aku terlambat.” Jawabku kurang semangat.
“Aniya… tapi ada seseorang yang menunggumu di beranda atas songsaengnim.”
“Mwo? Nugu?” tanyaku penasaran.
“Temuilah dia… Dia menunggumu sedari tadi.” Yuri terkekeh
Aku bergegas melangkah menuju beranda. Tak tahu alasannya, tapi jantungku berdegub kencang saat satu persatu aku menaiki anak tangga. Dan jantungku serasa pecah saat melihat sosoknya berdiri menghadapku dan tersenyum, senyum yang aku rindukan selama ini…
“Oppa…” seruku
“Hai fansku… bagaimana kabarmu?” tanyanya santai
“Kemana saja dirimu?” Aku mendekatinya
Dia juga berjalan ke arahku, kini jarak kami berdua sangat dekat, aku bisa mencium aroma parfumenya. Dia masih tersenyum dan dengan cepat melingkarkan tangannya untuk memelukku.
“Apa kau merindukanku?” tanyanya lirih
“Ne… tentu saja… Jeongmal bogoshipo…” Aku masih tidak percaya sekarang aku berada dalam pelukannya.
“Oppa… kemana saja dirimu? Kenapa kau tidak datang di kompetisiku? Mengapa kau tidak menjawab telponku?” tanyaku beruntun
“Omo… omo.. omo… panjang sekali pertanyaanmu?” dia melepaskan pelukannya dan menatapku geli. Aku memanyunkan bibirku.
“Hahahaha… aku selalu merindukan bibir manyunmu itu…” Sekarang dia mengacak-acak rambutku.
“Ya~~ Oppa…”
“Mianhae… mianhae… jadwalku padat sekali dan ada Super Show juga. Aku tidak sempat datang ke kompetisimu. Tapi bukankah kau berhasil mempertahankan sanggarmu ini?
“Ne… gomawoe… ini semua berkat dirimu.”
“Aniya… aku hanya membantu. Kau yang melakukan itu semua. Kau adalah aktris utamanya”
“Aku sungguh beruntung punya idola sepertimu Oppa… Mungkin aku satu-satunya fans yang mendapatkan fans service sebanyak ini. Bagaimana aku bisa membalasnya?”
“Gurae… sudah terlalu banyak yang aku berikan padamu. Hmmm… sebagai balasannya, kau harus menjadi fansku selamanya. Kau tidak boleh menyukai idola lain. Kau hanya boleh melihatku. Kau harus ada di setiap konserku…”
“Mwo??? tapi konsermu banyak sekali.” Protesku
“Aigooo….” Yesung menjitak kepalaku
“Aku tidak peduli. Kau harus ada di sana agar aku bisa selalu melihatmu, agar aku bisa bernyanyi untukmu.. Arraseo???”
“Hahahaha… ne… ne… arraseo. Lihatlah kalau kau marah kepalamu semakin besar…” Aku tertawa melihatnya melotot padaku.
“Aishhhh… jangan bicarakan kepala di depanku. Apa kau tidak sadar kepalamu itu juga besar! Ini kedua kalinya akau bertemu yeoja berkepala besar sepertimu.”
“Kedua kali?”
“Ne… dulu sewaktu aku masih trainee, aku bertemu yeoja berkepala besar sepertimu.”
“Omo??? Apa kau tidak ingat siapa yeoja itu Oppa?”
“Aniya… sudah lama sekali.”
“Baiklah tunggu disini.” Aku berlari turun kebawah dan mencari sebuah kotak yang selama ini aku simpan dan hanya kubuka pada saat yang tepat, yaitu sekarang. Aku kembali ke atas setelah menemuka kotak itu. Yesung Oppa terlihat bingung melihatku.
“Igo bwoya?” tanyanya saat menerima kotak dariku.
“Bukalah…”
Yesung Oppa membuka kotak itu dan ekspresinya langsung berubah terkejut.
“Mwo???? Ini… Ini… jaket lamaku… Bagaimana ini bisa ada padamu? Waktu itu aku menyerahkannya pada… pada…” Yesung Oppa terlihat berpikir keras. Aku hanya tersenyum melihatnya.
“Kau… kau… adalah yeoja itu Seungri-ya?”
“Ne.. apa kau ingat sekarang Oppa?”
“Hahahahahahaha” Yesung Oppa tertawa keras
“Itu sebabnya aku mengejarmu oppa. Karena kau adalah inspirasiku. Dan aku telah berjanji untuk mengembalikan jaketmu ini saat kau ada di sanggarku.”
Yesung oppa tersenyum lebar dan menatapku lembut. Dia mengalungkan jaketnya di leherku, dan menariknya hingga aku jatuh dalam pelukannya.
“Mianhe Seungri-ya… kau harus melewati berbagai macam hal menyakitkan hanya untuk mengembalikan jaket usang ini.”
“Ani… aku merasa beruntung bertemu denganmu waktu itu oppa.”
“Ne… gomawoe kau telah menjadi fansku karenanya. Kau adalah fans terbaik yang aku miliki.”
Dia mendekatkan wajahnya padaku. Jantungku berdegub tak karuan. Dia memiringkan kepalanya, tersenyum, dan menciumku lembut. Aku mempererat pelukanku. Mungkin saat ini air mataku sudah keluar lagi…
“Saranghae oppa…” ucapku saat melepaskan ciumannya
“Nado…” Dia tersenyum lagi dan itu membuatku ingin pingsan.
            Semilir angin membuatkku semakin merasa melayang. Yesung Oppa masih memelukku erat. Dia menyanyikan sebuah lagu dengan lirih, membuat jantungku berpacu semakin cepat. Tiba-tiba nyanyiannya berhenti…
“Wae? Mengapa berhenti oppa?” tanyaku
“Aigoooo… aku melupakan sesuatu… Aku harus pergi sekarang.”
“Mwo? apa kau ada jadwal hari ini?” Aku melepaskan pelukannya
“Ani.. aniya… aku libur hari ini.”
“Lalu apa yang kau lupakan?”
“Aku… aku lupa memberi makan ddangkoma…” Ujarnya polos tanpa ekspresi.
“OPPA~~~~ Apa kura-kura itu lebih penting daripadaku!!!!” Aku tidak percaya dengan ucapannya itu..
“Hahahahaha… aniya… tapi aku tidak tega melihatnya kelaparan.” Dia bergegas mengambil jaket dan tasnya untuk pergi. Sebelum pergi dia menyempatkan mengecup keningku.
“Mianhae Seungri-ya… Akan kubelikan ice cream untukmu nanti.”
Aku masih tidak percaya dengan kelakuannya itu. Sungguh.. jika aku tidak mencintai namja aneh itu, aku pasti akan memukulnya dengan keras.
“SARANGHAE SEUNGRI-YAAA….” Dia berteriak sebelum menghilang dari beranda, meninggalkanku yang masih terdiam ditemani semilir angin musim gugur.

THE END

Iniliah sosok Pita klo lagi mewek wkwkwkwk *PEACE…*

Advertisements

23 thoughts on “Just You My Lovely Big Head (Final Part)

  1. ini comment versi sadar
    wkwkkwkw

    kyaaaaaaaaaaaaaaaaahhh romatis!!!
    #pelukauthor #cipokauthor
    sumpah cekikikan sendiri liadnya,terharu juga c awal2nya

    aku paling suka bagian yesung nyuruh seungri jadi fans selamanya sama pas dy baru sadar klo yeoja yg dlo ntu jg seungri –> jodoh beuuuddd!!!

    manteb thor,daebak sedaebaknya!! :*

    oiiyah di awal ada typo nah
    yg seungri menyenderkan kepala ke “yeoja” (?) hehhe

    suka dah ne sumpah dah
    udah bisa kebayang koq reaksinya pita kek gimana #geleng2 wkwkwkkw

  2. sebelum comment :
    lee sungrie a.k.a ririn dyah pitaloka mau lempar lemari dulu ke author..
    ituuu fotoooooooooo jelekkk bgt thor…
    hahahhahaa..
    wasemmmm ahh..
    kl yesung liat py..kan atcuu malu…
    huhuhu

    Mulai comment :

    hoaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa..
    banyakkk adegannn 17thn plus2 yyaaa..
    ahh maluuuuuu *ngumpet balik bantal
    maluuu aaaaaaaaaaaaaaa..
    hahahahahha..
    sumpah maluu thor,..
    wkwkwkwkw…
    aaaaaaaaaaaaa..
    yesunggg aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…
    hahahhahaha..
    sumpah malu ahhh…
    kog bnyak x adegan kissue ny thor..
    hihihihi…

    suka suka suka suka
    waktu yesung meluk..nyium..
    ahh mrindinggg thor..hahahahahhahaaa
    ahh kerennn thor..

    coba aja kl lg ngadepin metopel gt
    yesung BENAR2 ADA disamping akyuu..
    pasti akyuu gag bakal sesetres itu y thor,,
    hiks
    nasib2…
    resiko ngefans sm yesung..
    boro2 yesung
    nge fans sm bisma kharisma smash aja
    gtw jg ketemu apa gag
    hahahaha..

    eh sungrie..btw qm lg nari apa yaaa..
    selama saya nari gag ada tu gerakan muter2 smpe
    bolak balik bolak gt..
    thor..btw sungrie nih penari genre apa ya..
    ahhahahahhaa…
    aduh sungrieeeeee….
    dpn yesung jaim dikit np..
    gag usah dkluarin bibir gelombangN..
    hhahahaha
    jibang ahhh sungrie dudul….
    wkwkwkkww…

    semakin pingin dan pingin dan pingin
    nyium bau parfumN yesung thor..
    tau ndiri akyu kn paling klepek2 sm cowok yg parfumN gimanaaaa gituuuuuuuu **
    ket :
    **syarat dan ketentuan berlaku

    thor…dari td nulis lirik segitu banyakk
    mana aq tau lagunya thor..
    aq tu kan g nyimpen lagu2 suju
    ahhahahahahhaa….
    aduhh2
    bsok aq cari
    dan aq bayangin (lagi) yesung nnyi itu bwt aq
    ahh yesunggggggggggggggggggggg
    thor..ni bner2 yg ky ta bayangin
    yesung yg ky gni ini
    hahahahahhahaha….

    yhor smngat nulis lagi y thor…
    dtnggu tulisan slanjutnya…
    makasih y thor..
    tulisanN keren abissss..
    pdhl msh bs dbilang pemula..
    tapi kerennn abeesss crtnyaaa thor..
    smngat yy thorrrr…
    :********

  3. Wkwkwwk author jg nyesel masang tu foto… tp mo diremove g tega bayangin dai mewek lg hahahha…

    Ahhhhh iyaaaa salahhhhhh… mianhae… maklum sdh malam hahahah… Gomawoe… *kissue soss*

    Author g diminta jg bakalan mau jd fans selamanya Donghae klo akhirnya bisa kyk Seungri hahaha #curcol…

    Ahhhh makasih soss sdh mengikuti perjalanan FF author geje ini.. *bow
    Jeongmal kamsahamnidaaa….

  4. Komen ababil mampiiirrr 🙂

    saia dngerin ff ini pake lagu kyuhyun yg hope is a dream that never sleep.

    Baguuuusssssss thooorr *lempar donghae sekenceng-kncengnya*
    keerrreenn nah, walopun seungri gagal di kompetisi tpi sanggarnya ga ditutup, horeeeee smua gara2 vdeo yg dikasi yesung *peluuk kkoming*

    nah bner kan si yesung sadarnya akhir2 stelah di kasih jaket ama seungri, aaisshh *kmpesin kpala yesung*

    dan akhir2nya si yesung ttep mmlih ddangkoma daripda pacarnya sndiri.

    buat seungri: tenaaanng ddangkoma udaa di donasiin ama yesung, tpi dirimu skrg harus brsaing dgn kkoming. hhhahahaa.

    ayoooo thoor, bkin ff lagiii *semangat* #kasidonghaesebagaihadiah

    TWO THUMBS FOR YOU !!!!!!

    KEPROOOKK KEPROOKKKKK . .

  5. sumpah fotonya yy sos..
    itu jibang bangett dahh..
    hahahhaa..
    wasem oq si author nih..
    kagak ad foto keren dki apa ya
    ahhahaha

    curcol :
    sos itu foto wkt ultahq..
    jd crtnya wktu mw bayar
    dompetq diumpet duitnya…
    dan mas2 pegawai ny maksa setengah mati aq suruh bayar..
    aaslinya tu aq tau uangnya diumpetin
    tapi dasar cengeng yaa *kran air mata bocor
    nangis nangis nangis nangis nangis nangis sejadi jadi jadi jadinya…
    smpe smua orang di cafe ttu ngliatinnnn..
    aseeeeeeeemmmmmmmmmmmm
    maluuuuuuuuuuuuuuuuuu
    hahhahahahhaaaa

  6. nah loh itu pita yaa ?
    gara2 liat potonya komenku sbelum yg di atas ilaang loh , pdhl uda ngetik pnjg2 .
    hhehehehhehee .

    Yeri Couple Daebaaaakkkk !!!
    bkin after story nyaaa . .

  7. Author Rehat sebentar karena kebanyak ketawa baca comment-comment kalian…

    Author juga perlu istirahat karena terlalu bahagia dipuji-puji gitu..

    Ahhhhhhh…. GOMAWOE semuanyaaaaa….
    Makasih-makasihhhhhhhhhh

    *Bow 100 x

  8. masi ngakak jungkir balik liad poto pita wkwkkwkwkw

    halah ngaya ta,sok2an malu
    padahal jg mau
    dapet fan service gt ma yesung
    wkwkkwkw

    iyaw shin manteb sudah seriusan dah suka suka suka…

    oppa, aku kasi fans service lah kek seungri #colekhangeng

    wkwkwkwk
    jebal post after storynya,aahahha

  9. halah km kn mang cengeng ta..wkwkkwk

    sumpah aku ntu udah ada yg mu ditulis panjang lebar kan langsung ilang gara2 liad potomu ntu ta,asli ngakak guling2
    wkwkkwkwkwkwkwwkkw

    hebat nui shinta punya potomu yg naudzubillah mengerikan ntu,wkwkkwkw
    udah gak usah di remove shin,biarin aja
    hahahhaha

    iihh nui anak malu2in nangis di cafe
    ya ampuuunn :))

  10. berharap yesung benar2 liat foto pita YES YES YES ghahahahahahahah
    wkwkwkwkwkwkwkwwk
    hahahahahaha
    ekwkwkwkekeke..

    #ngakakPuassss

  11. Widihhhh author ampe bingung mau bls comment kalian satu2 nie… maklum author ini tipe orng yg super duper malas :c:

    Jadi intinya sekali lagi terima kasih ats kesediaan kaian membaca FF karya author dan memberi comment yg sangat2 membangun…

    Author rasanya suenenggggg bgt.. sumprit :k:

  12. Masalah foto di atas, author tidak bermaksud sama sekali untuk mempermalukan peran utama :e:

    Ini semata-mata agar pembaca bisa membayangkan sosok Seungri yang sebenarnya *di gorok pita*

    Lucu koq pit fotonya.. unyu' deh :d:

  13. huahahaaaa….
    baru liat2 blogny, blom sampe baca ffny, trs liat foto sang pemeran utama *ehem mba pita* langsung ngakak guling2 akuuu…
    sungguh ohh sungguuuuuuhh… ^^v

  14. :i:

    meski baca bolak balik bolak..
    kog masih terharu yy thor kl lg adegan sm yessung…
    ihihihi…

    thorr apuss dong fotonyaaa thorrrrrrrrrrrr
    :i:
    :i:
    :i:

  15. ih.. kita tuh terpukau kali piiiitt.. :d:
    jangan diapus thoooorr.. aku belom baca.. aku gamau baca kalo gada fotonyaa..

  16. Tu kannn… bnyk yg suka koq pit :f:

    Udahhh sayang klo di apuss… dah capek2 author masukin lhooo :i:

    Hayoo mei, dibaca2 *promosi kyk tukang sayur*
    Ntr hadiahnya foto pitaloka dalam berbagai pose :c:

  17. arhhh benar2 yyaa…

    Dear Yesung (My namjanChingu)
    apa pernah kamu tahu..
    coba baca dan rasakan ini….

    “Menderita karena menggilainya, BENAR-BENAR MENGGILAINYA!! Hingga aku tak sanggup bicara, mendengar, menyentuh, meraba dan merasakan apapun selain dia”
    (Anji drive)

  18. Y ampun pit.. q baca twittermu bil kmu mmo curcol..
    Q dah banyangin kmu bakal bikin yang super duper puanjangggg..
    Ternyata JENG… JENG… :g:

    Tu lagunya anji beneran *mian author bkn pengemar drive*

    Weeehhh sblm tau Yesung juga kmu tu dah gila ynk :f:

    Mian author lom sempet nglanjutin after storynya :i:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s