Second Chance (Part 1)

Annyeong readers…

Author kembali dengan FF untuk Uri Angel and Uri Leader, Leeteuk hohoho…

Gak enak rasanya melihat roomatenya dah pny pairing hahaha…

So, here we go…

Jeng.. Jeng… *pukul panci…

Komen, kritik, dan saran selalu ditunggu…

Kamsahamnida…..

Seandainya aku bisa bertemu Tuhan,

Aku ingin bercakap-cakap dengan-Nya,

Aku ingin Dia mengabulkan sebuah permintaan,

Permintaanku bukanlah permintaan yang ringan,

Untuk itulah aku hanya bisa meminta kepada-Nya,

Hanya Dia yang bisa mengabulkannya,

Aku,

Aku hanya ingin bisa dilahirkan kembali,

Dilahirkan dalam tubuh yang berbeda,

Dalam keadaan yang berbeda,

Jika tidak,

Berikanlah kesempatan padaku,

Kesempatan untuk bisa merasakan hidup,

Hidup yang sesungguhnya,

Aku harap Dia bisa menjawab “YA”,

***

Entah berapa kali jarum-jarum suntik itu menyentuh tubuhku,

Entah berapa kali selang-selang itu melilit tubuhku,

Aku tak peduli,

Saat ini mungkin terakhir kalinya aku bisa melihat dunia,

Dunia yang belum benar-benar aku rasakan,

Aku mendengar suara-suara terus bergumam disekelilingku, terkadang terdengar kencang, terkadang hanya terdengar seperti hembusan angin. Sebelumnya aku bisa mendengar suara tangisan dari orang-orang yang kusayang. Mereka terus menerus memanggil namaku. Aku ingin memjawab panggilan-panggilan itu, aku ingin bisa berteriak dan berkata bahwa aku akan baik-baik saja, apapun yang akan terjadi.

“Baiklah dokter, kita mulai operasi sekarang.”

“Ne… semoga bisa berjalan lancar”

Itu adalah kata-kata terakhir yang bisa kudengar sebelum cairan berwarna bening itu menyebar ke seluruh aliran darahku, dan membutakan seluruh indraku.

“Tuhan, jika kau ada disampingku sekarang, maukah Kau mengabulkan permintaanku tadi???”

***

Beberapa detik atau menit atau jam atau hari atau minggu atau bulan atau beberapa tahun kemudian, entahlah, aku pun tak tahu….

“JungShin-ah… bangunlah… Jebal…”

“JungShin-ah…!!!” suara itu terus memanggilku, makin lama makin kencang, membuatku terusik…

Akhirnya aku membuka mata. Sosoknya terlihat kesal, sosok yang aku sayang, sosok yang ingin ku peluk.

“Omma?????” Tak sadar aku langsung bangun dari posisi tidurku, dan langsung memeluk ahjumma yang selama ini kurindukan.

“Aigooooo…. apa yang kau lakukan???”

“Omma… Omma… Omma…” Aku terus memanggilnya

“Ya~~ Ya~~ Ya~~ apa kau ini sedang sakit!”

Seketika tubuhku kaku mendengar kata-kata itu. Aku tersadar, aku melepaskan pelukanku dan mengedarkan pandangan ke sekelilingku. Aku mengingatnya, aku tahu ruangan ini… Ini adalah kamarku, aku masih hafal warna biru muda yang menenangkan mata. Aku masih hafal langit-langit yang dipenuhi stiker-stiker bintang. Bahkan aku masih hafal aroma hangat kamarku.

“Omma… kenapa aku bisa ada disini?” Aku memalingkan wajahku dan menatap Omma yang terlihat bingung.

“Mwo? Tentu saja kau ada disini. Ini kan kamarmu… Kau di sini sejak tadi malam.”

“Hajiman… bukankah aku seharusnya ada di meja operasi sekarang?”

“Mwo? meja operasi? Apa maksudmu?”

“Bukankah, bukankah sekarang aku harus dioperasi?”

“Hahahaha… JungShin-ah… apa kau pikir luka kecil dikepalamu itu perlu dioperasi?” Omma tertawa, dan aku masih tertegun melihatnya.

“Luka?” Aku menyentuh dahiku, dan memang aku merasakan benjolan kecil.

“Omo… apa kau lupa? Tadi malam kau itu tertimpa kardus di kantormu. Kau sedikit pusing tadi malam,kau pulang ke rumah, dan kau langsung tidur…”

“Sudahlah.. cepat kau bersiap-siap… apa kau tidak berangkat kerja?” lanjut Ommaku dan dia pun pergi meninggalkanku yang masih terduduk di atas kasurku.

“Omo… Omo… apa yang terjadi? Kenapa aku bisa di sini?” Aku bicara sendiri.

Perlahan aku menurunkan kakiku satu persatu dari ranjangku. Perlahan aku melangkahkan kakiku ke cermin coklat besar yang berdiri di sudut kamar.

Aku melihat sosok yeoja berambut pendek sebahu. Aku bisa melihat tubuhnya tidak sekurus yang aku ingat selama ini. Pipinya terlihat merah merona, tidak sepucat yang aku ingat selama ini. Aku melihat menyusuri setiap jengkal kulit tubuhnya, dan aku tidak melihat bekas suntikan jarum-jarum. Aku mengulurkan tanganku untuk menyentuh yeoja itu. Yeoja itupun melakukan hal yang sama.

“Apa itu kau Lee JungShin?” Aku bertanya pada sosok dalam cermin itu.

“Kau terlihat sehat… kau bisa tersenyum… apa benar itu kau?” Aku masih tak percaya melihat Yeoja itu. Aku masih menatap yeoja itu lama, dan beberapa detik kemudian aku melihat bulir-bulir air mata menetes dari matanya yang terlihat sipit.

“Apa Tuhan telah mengabulkan permintaanku?”

“Apa sekarang aku dilahirkan kembali?”

“Apa akhirnya aku diberi kesempatan untuk merasakan hidup?”

Perlahan tubuhku jatuh ke bawah, aku terduduk di atas karpet putih tebal.

“Gomaweo… Gomaweo…” aku terus mengulang-ulang kata-kata itu diselingi isak tangis yang tidak dapat kutahan.

“Terima Kasih Tuhan… aku akan memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin.”

***

“JungShin-ah. Kenapa kau lama sekali? Apa kau tidak takut terlambat?” tanya ommaku setelah melihatku sehabis mandi.

“Mwo? terlambat untuk apa?”

“Tentu saja terlambat kerja.”

“Kerja? Apa aku kerja? Dimana?”

“Aigoo… apa luka itu membuatmu amnesia???” Ommaku terlihat syok dan bingung.

Aku pun bingung dibuatnya. Aku benar-benar tidak tahu apa yang terjadi. Aku sama sekali tidak ingat. Ingatkanku hanyalah ingatan hidupku sebelumnya, ingatan yang pahit, ingatan yang tidak ingin aku simpan…

“JungShin-ah!!!! Kenapa kau belum siap! Kita bisa terlambat!” Tiba-tiba seorang yeoja muncul dari pintu rumah memanggil namaku. Aku mengenalnya. Tentu saja, dia adalah chingu terbaik yang aku miliki. Aku senang dia juga ikut ke hidupku yang baru ini.

“Sooyoung!!!” Aku berlari melewati ommaku yang masih terlihat bingung dan memeluk chinguku itu.

“Sooyoung-ah… kau tidak berubah… kau masih terlihat cantik… Omo aku sangat merindukanmu… Jeongmal bogoshipo…” Seruku, masih memeluknya.

“Ya~~ Ahjumma… apa yang terjadi pada anakmu ini?” Sooyoung bingung. Dia terlihat pasrah dipeluk.

“Molla… sejak bangun tidur sikapnya sangat aneh… mungkin itu gara-gara kecelakaan tadi malam.”

“JungShin-ah.. jebal lepasakan pelukanmu ini!!! Kau aneh sekali!”

“Mianhae… aku terlalu senang melihatmu…” Aku tertawa

“Mwo? baru saja tadi malam kita bertemu. Jinjja kau membuatku takut JungShin-ah.”

***

“Mwo??? Hidup kembali?” Sooyoung terlihat sangat terkejut mendengar ceritaku tentang permintaanku pada Tuhan. Kacang yang tadi dipengangnnya jatuh berserakan.

“Ne… aku pun merasa bingung…”

“Jungshin-ah… imajinasimu sungguh tinggi. Bagaimana kau bisa hidup di lain waktu. Selama ini aku bersamamu, dan aku bisa pastikan kau tidak kemana-mana, kau adalah Jungshin yang sekarang, bukan Jungshin yang kau ceritakan tadi.”

“Sooyoung-ah.. percaya lah padaku… Aku tidak ingat apapun selain ingatanku sebelumnya. Aku bahkan tidak tahu kalau aku sudah bekerja, punya apartemen sendiri seperti yang kau katakan.”

“Aigooo… bagaimana aku bisa percaya pada hal mustahil seperti itu… Mungkin ini gara-gara kardus sialan yang jatuh tepat di atas kepalamu itu… Sebaiknya kau periksa ke dokter.”

“ANDWEEEE…!” Lagi-lagi tubuhku mengejang mendengar kata-kata sakit, rumah sakit, dan dokter.

“Aku tidak akan menginjakkan kakiku ke tempat mengerikan itu!” Seruku.

“Arraseo… Arraseo… tenangkan dirimu… Lihatlah semua orang menatap kita.”

“Jadi… kau bisa percaya padaku?”

“Mollayo… Kau kena cancer, lalu kau hidup kembali… apa aku bisa percaya itu semua?”

“Kumohon… kau harus membantuku menjalani kehidupan baruku ini.”

“Aisssshhhhh…. ne… ne… aku akan menuruti khayalan anehmu itu… Sebagai gantinya, kau harus menraktirku seumur hidupmu.”

“Arraseo… gomawoe Sooyoung-ah…” Aku memeluknya lagi. Aku merasa bahagia.

“Ya~~ lepaskan aku… jebal kita sebentar lagi terlambat.”

“Ahhh ne… tapi sebenarnya dimana kita bekerja?”

“Jika melihat reaksimu tadi, kupikir kau tidak akan suka tempatmu bekerja.” Sooyoung mengigit bibirnya, terlihat khawatir.

“Mwo? Wae? Memangnya aku berkerja dimana?”

“Itu…” Sooyoung menunjuk sebuah gedung besar. Di sana terpampang tulisan besar Seoul Hospital.

“Mwo??? kita bekerja di rumah sakit?” Uratku terasa tertarik kaku, jantungku berpacu dengan cepat.

“Ne… kau adalah seorang suster.”

“Mwo? Suster? Aigooooo….”

***

“ JungShin-ah… apa yang kau lakukan di situ…”

“Ahhh… ne… ne… chosonghamnida dokter…” Aku benar-benar blank. Tubuhku bergetar hebat saat harus berjalan melewati lorong rumah sakit, berganti pakaian seorang suster, dan sekarang harus berhadapan dengan dokter.

“Kau terlihatn aneh Jungshin-ah… Gwencana?” Tanya seorang ahjussi yang tak lain adalah Dokter di Rumah Sakit tempatku berkerja, dan aku adalah asistennya.

“Ne… ne… gwencana… hehehe…”

“Omo… Sooyoung-ah… help me!!!” Aku berteriak dalam hati.

“Ya Tuhan… apa aku tidak bisa dipisahkan dari Rumah Sakit??? Wae???” Lanjutku masih dalam hati.

Rasanya aku ingin muntah berada di sini… Mataku sudah bosan melihat seprei putih, lorong panjang, jarum suntik, selang infus, dan Hidungku sudah menolak bau obat yang terasa di Rumah Sakit. Walaupun statusnya berbeda, jika aku bisa meminta lagi, aku pasti akan minta untuk dipindahkan. Seumur hidupku aku sudah puas berada di tempat ini sebagai pasien, dan sekarang aku tidak ingin lagi berada di sini, meskipun sekarang aku menjadi seorang suster.

“Annyeong…” Suara seoarang namja yang tiba-tiba masuk ke ruang periksa telah membuyarkan lamunanku.

“Ahhh Leeteuk-shii…” jawab dokter Han.

Mataku tak berkedip saat melihat namja itu. Aku seperti melihat malaikat. Rambutnya yang pirang gelap terlihat cocok dengan kulitnya yang putih. Dan senyumnya itu… Senyum dengan lesung pipi kecil… senyum seorang malaikat.

“Jungshin-shii…” Aku tidak mendengar panggilan Dokter Han, mataku masih menatap lekat namja itu.

“Mwo?? ahhh… chosonghamnida Dokter Han…” Aku tersipu malu, bukan malu karena Dokter Han, tapi aku malu melihat namja itu tertawa kecil melihatku yang kelihatan sekali sedang menatapnya.

“Aigooooo… Leeteuk-shii… kau harus mengurangi aura ketampananmu itu… Lihatlah susterku terkena auramu… hahahaha…” Ujar Dokter Han tertawa

“Hahahaha… mianhae…” Namja itu juga ikut tertawa dan menyibakkan poni rambutnya.

“Jungshin-shii tolong ambilkan dokumen pasien Park Jung Soo.” Pinta Dokter Han

“Mwo? Ah ne…” terlihat sekali aku kelabakan. Untunglah Dokter Han menunjukkan tempat dokumen itu tersimpan.

“Jadi… apa yang terjadi padamu sekarang? Apa punggungmu terasa nyeri lagi?” tanya Dokter Han pada namja itu, selagi aku sibuk mencari dokumen dengan nama Park JungSoo.

“Aniya… kali ini jari kelingkingku patah.”

“Omo… kau ini… Baiklah aku akan mengambil peralatanku dulu.” Dokter Han beranjak dari kursinya dan melangkah keluar ruangan.

“Brukkkkkk…”

“Aishhhhhh… babo!!!” Aku mengumpat dalam hari saat menjatuhkan dokumen-dokumen yang kini berserakan di lantai.

“Gwencana?”

“Omo…” Aku kaget namja itu kini telah disampingku membantu membereskan kecerobohanku ini.

“Wae… kau terlihat kaget sekali… Apa kau benar-benar terpukau dengan ketampananku?” Namja itu tersenyum membuatku semakin salah tingkah.

“Mwo??? Andweeee…” Aku buru-buru memalingkan wajahku dan berusaha fokus mengumpulkan dokumen-dokumen yang masih berceceran.

“Hahahaha… lihatlah mukamu merah.” Namja itu kini tertawa

“Tentu saja mukaku merah… wajahmu tadi dekat sekali dengan wajahku!” Seruku dalam hati.

“Aigooo… apa yang kalian lakukan?” tanya Dokter Han melihatku dan Namja yang masih tertawa itu.

“Chosonghamnida dokter Han, aku menjatuhkan tumpukan dokumen ini.”

“Ckckcckk… kau harus lebih berhati-hati Jungshin-shii…. Leeteuk-shii kemarilah biar aku memeriksamu.”

“Ne…” Namja itu menepuk bahuku sebelum beranjak pergi untuk pemeriksaan.

“Jinjja… siapa dia itu? Percaya diri sekali mengatakan dirinya tampan.” Ujarku dalam hati.

Author POV

“Syukurlah ini tidak parah. Cukup di gips dan diperban…” Ujar Dokter Han

“Jinjja? Kamsahamnida Dokter Han…”

“Lain kali kau harus hati-hati Leeteuk-shii… kau ini kan idola dengan jadwal yang super sibuk, jadi kau harus menjaga dirimu sendiri. Apa lagi sampai sakit punggungmu itu kambuh.”

“Ne… arraseo Dokter Han.” Leeteuk tersenyum mendengar jari kelingkingnya yang patah saat syuting itu tidak parah.

“Jungshin-shii… tolong kau perban jarinya.” Pinta Dokter Han pada susternya itu.

“Mwo? Aku?” Jungshin terlihat bingung mendapatkan perintah dari atasannya itu.

“Ne… siapa lagi suster yang ada disini. Jebal… “

“Ah ne.. ne.. ne…” Jungshin melangkah gontai mengambil peralatan.

“Leeteuk-shii… aku masih ada urusan sebentar… aku permisi dulu.” Dokter Han pergi ke luar ruangan meniggalkan namja dan yeoja itu.

Beberapa menit kemudian,

            “Aigooo… apa kau ini benar-benar seorang suster?” Ujar Leeteuk yang sekarang duduk di pinggir ranjang pasien, memperhatikan Jungshin yang sibuk mengurus jari kelingkingnya.

            “Mwo??? Ngggg… tentu saja. Wae?”

            “Lihatlah caramu membalut jariku. Kau membuatnya seperti sedang mengikat tali sepatu.”

            “Jinjja… Aigooo… chosonghamnida.”

Jungshin POV

“Aigooo aku benar-benar tidak tahu caranya membalutkan perban ini. Biasanya kan aku yang diperban! Eottokae…”

Rasanya aku ingin lari dari ruangan itu secepatnya. Aku benar-benar tidak tahu apa yang sebenarnya harus aku lakukan. Ditambah lagi sedari tadi namja ini memperhatikan gerak-gerikku.

“Atau kau sebegitu gugupnya berada dekat denganku?” tanya namja itu lagi.

“Mwo???? Gugup??? Andweee….!!!”

“Hahahaha… kau tidak pintar berbohong suster…”

Leeteuk POV

“Hahahaha… kau tidak pintar berbohong suster…” Aku tertawa melihat tingkah suster ini.

Sejak pertama aku datang, aku tahu kedua matanya itu terus menatapku. Dan aku geli melihat tingkahnya yang terlihat bingung seperti ingin menangis.

“Apa kau ini seorang ELF?” tanyaku penasaran.

“Mwo? ELF? Apa itu?” Suster itu masih sibuk membalutkan perban pada jariku.

“Aigooo…. kau tak tahu ELF? Tunggu… kau tahu siapa aku?”

“Andwe… memangnya kau siapa?” Suster itu mendongakkan kepalanya dan menatapku.

“Benarkah kau tidak tahu?” Aku melihat kedua matanya, dan aku yakin dia tidak berpura-pura.

“Omo… apa kau tidak pernah nonton TV?” tanyaku lagi.

“Hmmm… tentu saja pernah. Kau pikir aku dari ini manusia purba!” Aku tersenyum lagi melihat tingkahnya yang kini melotot padaku.

“Tapi… dokter tidak membolehkanku untuk menonton lama-lama…” lanjutnya.

“Mwo? Wae? Kenapa dokter?”

“Entahlah… katanya TV membuatku tidak bisa istirahat, dan itu bisa memperparah kanker otak.”

“Mwo? kanker otak?” Aku bingung mendengar jawabannya.

“Ahhh… maksudku… aku akan malas bekerja dan kebanyakan nonton TV bisa membuat otakmu rusak hehehe..” Suster itu terlihat gugup dan terlihat menyembunyikan sesuatu. Entahlah, aku semakin penasaran denganya.

Jungshin POV

            “Jungshin… kau ini sungguh babo!!!” umpatku dalam hati.

Aku benar-benar lupa. Sekarang aku kan bukan Jungshin yang dulu. Aku benar-benar harus berhati-hati.

“Jadi… siapa kau sebenarnya?” Aku berusaha mengalihkan pembicaraan.

“Apa kau ini artis?” Aku tadi mendengar Dokter Han menyebutkan kata-kata Idola.

“Hahahaha… apa aku terlihat seperti seorang artis?” tanyanya tersenyum, memperlihatkan lesung pipinya lagi.

“Ne… kau terlihat tampan, kulitmu putih dan halus, pakaianmu terlihat stylist, rambutmu juga terlihat tertata sekali. Lagipula jarang namja mau mengecat rambutnya dengan warna seperti rambutmu”

“Omo… Omo… apa kau ini suster sekaligus detektif?”

“Hahahaha… begitulah… Jadi tebakanku benar?”

“Entahlah…” Kali ini namja itu tidak tersenyum, dia hanya menatapku, tajam. Tanpa alat pacu jantungpun, sekarang jantungku sudah berdetak kencang, ditambah jarak kami sangat dekat. Aku belum pernah sedekat ini dengan seorang namja. Satu-satunya namja yang ada hanyalah dokter spesialisku dulu, dan umurnya tentu jauh di atas namja yang ada didekatku ini.

“Auuuwwwwww… Ya~~ Apa yang kau lakukan!” Namja itu menjerit kesakitan karena aku sengaja mengikat perbannya dengan kencang. Aku benar-benar gugup.

“Baiklah selesai… semoga cepat sembuh.” Aku berkata dengan cepat dan segera membereskan peralatanku tanpa melihat wajahnya.

“Aishhhh… kau ini memang suster yang aneh.” Ujarnya.

Aku hanya tersenyum, tentu saja senyum yang dibuat-buat, dan aku bergegas pergi.

“Ya~~ Suster…!” terpaksa aku berhenti mendengarnya memanggilku.

“Setidaknya katakan siapa namamu” tanyanya

“Wae?”

“Jadi aku bisa mencari suster yang lebih baik darimu hahahaha…”

“Aishhhhhh… arraseo… Lee JungShin Imnida… semoga kau tidak kembali kesini lagi.” Jawabku ketus.

“Hahahaha… senang bertemu denganmu Jungshin-shii… Aku Park Jungsoo… Aku juga tidak berharap kembali ke sini.”

“Aishhhh… sepertinya imajinasiku tentang malaikat tadi itu salah!!!” Ujarku dalam hati.

Aku kembali melanjutkan langkahku yang terhenti tanpa menengok namja dibelakangku yang masih tertawa itu…
Ya Tuhan… inikah hidup yang sebenarnya….

To be Continue alias Bersambung

 

Advertisements

9 thoughts on “Second Chance (Part 1)

  1. ckckkckc…
    y Allahhhh
    kerennnn yankkkk…
    bener2 aq g bs nebak awal baca..
    sumpahh kerenn bangett yankkkkk
    complicated ini
    ahahahhahahha…
    alurnya keren sumpah
    beda sm ff yg kmrn
    tp aq ttp suka hae couple
    haduhhhhh..
    pede niah sih tukak ini…
    dokternya juga..
    tu si tukak knp jari kelingkingnya..
    abis ngulek sambel po..
    trs ikut ke ulek jari kelingkingnya…
    atoo dia ini..
    etrlalu sering janjian bnyakk sm cewek
    itu lo kelingkingnya ditekuk sm kelingkin org lain…
    bs bayangin kan
    sambil tukak bilang
    “aq janji sayang..akan setia padamu”
    nah gara2 keseringen dan buanyak janji sm cewek pake jari kelingking trs jadi patah gt
    ahahahhahaha
    paling sih ngono yank
    wkwkwwkkwkw
    qm bs nnton apa si yank
    kog bs setting nya skg d rumah sakit
    ahahahhaa..
    untung g di kepolisian gtkan qm lg kena demam briptu norman
    wkwkkwkw

    aku juga mau dong dilahirin kembali
    aq gag pgn masuk akuntansi y Allahhhhhhhhh..
    bisa kah engkau mengabulkan doaku..
    huhuhuhu…

    padahl kn nama artismu park shinhae yank
    duh skg jadi bngung deh manggilnya
    park shinhae,apa Jungshin shii..
    wkwkwkkw…
    tp kyN msh kuat image nya park shinhae
    (walaupun rada rusak ni bayanganN gr2 drabble chaiya2)
    hahahhahaha..

    ayoo lanjuttt yankkkk….
    hae couple lanjutt…
    tukakkk junshi lanjuttt….
    markyus lanjut
    sungrie lanjut
    markunyukk lanjut
    ahahahaha..

    pokokn aq penggemar blog
    tikaloveoppa-fishy angel deuhhhh..
    hahahahhahhaha

    ini nih td yg awal cerita cuman khayalan ato mimpi..
    ato emang benr2 kejadian sih thorrr
    hwaaaaa
    #penasarannnnn

    ayoo yank lanjuttttt
    kerennnnn
    sumpahhhh
    shinhae daebakkkkkkkk :**

    btw..ini kasaran keren gni…
    edit halusnya kpye cb
    lebih bagus pstiiiiiii

  2. buseettt komen pita #geleng2 #garuk2tembok #abaikan wkwkwkkwk

    DAEBAAAAKKK!!!
    sumpah keren alurnya
    mantab
    lanjuttt

    aku masih bingung ale
    nui amnesia ato kangker otak sumpah masih bingung hehhehe
    lanjutin thor biar jelas
    pi aku beneran suka alurnya
    dah mantep bikin penasaran

    jungshi ntu jungsoo ma shinhae ya,wkwkwkkwk #sotoi

  3. yaaaaa akhirnyaa shinta mmbawa ff genre berbeda *pelukcium ikan*

    baguss say, lanjut lanjuttt kalo cerita begini emnag hrus km lanjutin, endingnya gantung gtu say.

    ayoooooooooooooo lanjuuuttttt , le jungsin itu kan nama maknae-nya CN Blue , hahahahaha .

    hadooohhh aku suka bgd inti critanya, imajinasimu emg daebak deehh.
    jungshin dpet second life, pdhl dlunya dia pnyakitan. trus jadi seorang suster.
    bagus bagusss dasar critanya bner beda.

    ayoo pkoknya lanjut, kalo ga di terusin aku lempar donghae balik ke mokpo loh .

  4. @ PIta–>

    Hahaha makasih sayankkkk…
    Iyahhh emang msh kebawa Shinhaenya…
    Auhtor bikinnya jg jd kyk orang lain huhuhu…

    Mbuh tu Leeteuk emang suka tebar duit eh salah tebar pesona, kualat dia ma q.. patah dah tu jari

    Ahhh bingung bls komentmu ynk hahha..

    Intinya maksih bgt sarannya…

  5. @fey –>

    Iyah Lee Jung Shin (Lee donghae, Jung soo, Shinta) #plakkk maksa bgt

    Tu kan bingung… y ntr part sealnjutnya smoga bisa jadi jelas apa yg sebenernya terjadi wkwkwkwk…

    Mohon sarannya terus ya guru…

  6. @Kyuna –>

    Huwaaaa bener bgt itu intinya… asek asek dukung smua jdnya author lanjutin deh… ni jd part 1 dulu hehehe…

    Iyah namanya jd kyk Jungshin CN BLue.. ahh bodo lah
    JungShin jg kyk cewek wkwkwkwk #digorok boice

    Btw emang ni genrena apa ya?? authornya ndiri malah g tau.. asal buat hahahah.. sekenanya ajah hahah…

    Makasih makasih dah mau baca n koment… *bow

  7. yaa mesti liat akhrinya dulu bru ketebak genre-nya apaan,,
    soalnya msh part 1 jdi blm bs nbak genrenya apaan,
    km kan biasanya bkin romance nah, tau2 part awal uda di sodorin scene sprti itu,,

    nah aku kasih cntoh film yg ingetin aku ttg dsar2 cerita sperti ff mu ini.

    mngkin bakal angst klo akhirnya jungshin cmn di beri ksmpatan sbentar ama Tuhan, mngkin bwd nyelesein ssuatu yg blum kelar trus akhirnya blik ke jungshin yng pnyakitan, cntohnya kyak film indonesia love is cinta, nah itu angst.

    trus klo jungshin di kasih ksempatan kdua untuk mncari cintanya atau dia bener2 di kasih hdup bahagia ama tuhan dan akhirnya bner2 jungshin yg sehat dan bersanding dgn org yg dia cinta yaa nmanya romance dan hepi ending kyak filmnya Jaejoong ama Han Hyo Jo yg jdulnya postman to heaven.

    makanya aku suka ff dgn genre2 cerita beginian 🙂

    ayooo lanjuttttt thooorrr

  8. aku udah baca nihhh…

    tapi masi shock baca tulisan mu yang ini,
    coment na d'pending duLu yaa stLh q baca part slanjutna,
    br bs coment…

    q masi bLm bs nebak nii crita mau na ap..
    koo bs idup lagi,
    tu ntar bnrn apa nggak…
    ato cuman mimpi,

    makana coment na ntar yaa stlh q baca part slanjutna…

    gomawoe

  9. Tunggu Tunggu Tunggu,,,
    ni aq masih bingung ni sebenernya Jungshin knp,,,
    jd na aq sependapat sma si Moon Moon yg comment diatasQ ini,,
    (itu Tyul bukan y???)

    tapi akhirnya si Tuk tukie dpt hak nya jg nich,,, hehehehehe,,
    seneng dech 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s