Second Chance (Final Part)

Tik.. Tok.. Tik.. Tok.. Waktu masih berjalan rupanya…

Hmmm… ini adalah FF terakhir Auhtor sebelum hiatus..

Huwaaaaa… author jadi sedihhh, tak bersemangat…

Jeongmal Mianhae klo ceritanya masih amburadul dan aneh seperti part sebelumnya..

Author ngebut ini bikinnya hahaha…

Sudahlah sebelum author menangis hrs meninggalakan kegiatan perFFan,

silahkan anda membaca karya terakhir author…

(Note: sepertinya ini blm bisa dikatakan final hehe)

Mohon commentnya…

Kamsahamnida…

  

Leeteuk POV

            Masih terekam jelas dalam ingatanku saat kejadian tadi malam. Saat Jungshin terlihat ketakutan, saat Jungshin berada dalam pelukanku menangis. Sikapnya memang sangat aneh. Seakan dia akan benar-benar pergi jauh, dan aku tidak bisa bertemu dengannya lagi.

            “Hyung… Gwencana??? Kau tidak ke kamar tadi malam? Jangan-jangan kau tidak tidur?” Aku masih terdiam mendengar pertanyaan Donghae.

            “Ya~~ Hyung ada apa denganmu? Eunhyuk bilang kau tidak siaran tadi malam. Apa terjadi sesuatu?”

            “Mianhae… aku benar-benar sibuk tadi malam…” jawabku datar.

            “Aishhhh… Hyung kau seperti mayat hidup. Jebal katakan apa yang sebenarnya terjadi?”

            “Dia akan meninggalkanku Donghae-ya…”

            “Nugu?”

            “Padahal aku belum sempat mengungkapkan perasaanku…”

            “Ya~~ Hyung… nugu? Suster itu?”

            “Aku masih bisa merasakan tubuhnya berada dalam pelukankku…”

            “Mwo? Kau memelukknya?”

            “Tapi dia bilang tidak bisa bersamaku… Aku bisa gila dibuatnya… Eottokae Donghae-ya!!!” Aku menguncang-guncangkan dongsaengku itu.

            “Jinjja? Dia bilang begitu? Padahal kau belum mengungkapkan isi hatimu Hyung?” Aku mengangguk pelan.

            “Kalau begitu kau harus menemuinya lagi dan membuat suatu hal yang romantis hingga membuatnya tersentuh dan menerimamu Hyung..”

            “Ne… kau benar… aku harus melakukannya sekarang.”

            “Andweee… tidak bisa hari ini Hyung.” Donghae menahanku yang siap berdiri dari sofa.

            “Wae??”

            “Kita harus bersiap-siap. Siang nanti kita harus ke Thailand.”

            “Mwo? Thailand?”

            “Aigoooo… cinta memang telah membuatmu lupa segalanya Hyung… Super Show Hyung… apa kau lupa!!!”

            “Ahhhh… ya… aku benar-benar lupa”

            “Aishhhh… sebaiknya kau memikirkan rencananya dengan matang Hyung. Jadi kau bisa menemuinya langsung setelah kembali ke Korea nanti.”

            “Ya~~ aku dinasehati oleh dongsaengku sendiri… Kau ini memang seorang player Donghae-ya… kasihan Shinhae harus bersamamu hahahaha…”

            “Ya~~~ awas kau Hyung!!!”

Jungshin POV

Beberapa hari kemudian,

            “Jungshin-ya… semakin lama kau terlihat pucat. Gwencana?”

            “Gwencana Sooyoung-ah… migranku akhir-akhir ini sering kambuh.”

            “Aigooo… sebaiknya kau periksakan ke Dokter Han.”

            “Andweeee… aku cukup minum obat.” Tentu saja aku tidak perlu ke Dokter Han. Aku sendiri sudah tahu sakit apa yang menimpaku. Sakitnya sama persis seperti dulu.

            “Kau memang keras kepala… atau jangan-jangan migranmu kambuh karena terlalu banyak memikirkan Park Jungsoo???”

            “Hahahaha aniya…”

            Ya, aku juga memikirkannya. Aku merasa bersalah jika mengingat wajahnya waktu itu. Aku masih ingin berada dalam dekapannya, aku masih ingin melihat senyumannya, dan mendengar suara tawanya yang khas. Tapi aku tidak bisa, aku akan menyakitinya jika aku lebih dekat dengannya.

            Mulai detik ini, aku harus mulai menjauh dari orang-orang yang kusayangi. Aku tidak mau melihat mereka menangis waktu aku pergi nanti. Aku masih terbayang dengan mimpiku itu. Aku menangis bila mengingatnya. Aku pun menangis tadi malam, saat aku menemui omma yang sangat aku cintai.

Flashback

            “Omma… apa kau menyayangiku?”Tanyaku saat tidur dipangkuannya

            “Aigooo… pertanyaan macam apa itu? Mana ada orangtua yang tidak menyayangi anaknya?” Omma menjitak kepalaku lembut

            “Apa kau akan sedih jika aku pergi?”

            “Aigoooo… ada apa denganmu? Kau aneh sekali…”

            “Aniya… jebal jawablah… apa kau akan sedih jika aku pergi selamanya?”

            “Tentu saja anak bodoh… Omma tidak akan memaafkanmu jika kau pergi meninggalkan omma sendirian.”

            “Mianhae omma…” Aku memeluknya erat.

            “Ya~~ kenapa kau ini? Apa kau akan pergi?”

            “Hehehe.. aniya… itu hanya permisalan… Aku tidak akan pergi dari sisimu omma.”

            “Jangan pernah membuat ommamu ini sedih… Arraseo?”

            “Ne… Arraseo…”

Siang hari,

Author POV

            Seorang yeoja terlihat tergopoh-gopoh berlari masuk ke dalam ruang suster mencari chingunya.

            “Jungshin-ah… jebal… gawat…” Seru yeoja itu terbata-bata

            “Wae? Wae Sooyoung-ah?”

            “Leeteuk-shii… Leeteuk-shii…!”

            “Wae? Kenapa dengan Leeteuk?” Jungshin terlihat panik mendengar nama itu.

            “Dia… sekarang ada dikamar pasien.”

            “Mwo? Dia sakit?”

            “Jebal… kau pergi kesana. Ke kamar no 62…”

Jungsin POV

            Segera aku meninggalkan dokumen-dokumen pasien yang sedang kuperiksa dan berlari ke kamar 62, tempat Leeteuk berada. Aku tidak tahu apa yang terjadi padanya. Aku tidak bisa membayangkan wajah Leeteuk yang kesakitan seperti waktu itu.

            “Awwwww…” Tiba-tiba saja rasa sakit itu datang lagi. Aku memegang kepalaku. Jarum-jarum itu kini datang lagi ke dalam otakku.

            “Kumohon sebentar lagi… biarkan aku menemuinya sekali ini saja.” Aku memohon pada Tuhan.

            Mungkin Tuhan mendengar permintaan terakhirku ini. Aku memejamkan mataku dan perlahan rasa sakit itu berkurang.

            “Gomawoe…” Ujarku dalam hati. Aku pun melanjutkan langkahku menuju kamar 62.

            Hatiku berdebar saat memutar kenop pintu. Aku takut melihat ke dalam.

            “Oppa…” Hatiku kini rasanya lepas dari nadinya saat aku melihat namja dengan senyum malaikat itu tergeletak di atas ranjang, matanya tertutup.

            “Dokter… apa yang terjadi padanya?” Aku bertanya pada Dokter Han yang berdiri disamping ranjang.

            “Mendekatlah Jungshin-shii…” Dokter Han tidak menjawab pertanyaanku.

            Akupun mendekatkan diri ke ranjang. Aku meraih jemarinya yang terkulai lemas.

            “Jungshin-ah… kau datang…” Ujar Leeteuk lirih saat membuka matanya dan melihatku.

            “Ne… aku ada disini Oppa… Apa yang terjadi padamu? Gwencana?” Aku menempelkan gengaman tangannya ke pipiku.

            “Aniya… rasanya aku sakit.”

            “Mwo? mana yang sakit? Dokter Han.. tolong sembuhkan Leeteuk-shii…” Ujarku panik.

            “Mianhae… aku tidak bisa menyembuhkannya Jungshin-shii…”

            “Mwo??? Wae??? Apa separah itu sampai Dokter tidak bisa menyembuhkannya?” Aku semakin panik. Aku melihat Leeteuk lagi, kini matanya kembali tertutup.

            “Ne… aku tidak bisa menyembuhkannya… penyakit ini terlalu kompleks… Hanya satu orang yang bisa menyembuhkannya.”

            “Nugu? Nugu? Aku akan mencarinya sekarang dokter.”

            “Kau tidak perlu mencarinya Jungshin-shii… dia sudah ada disini.”

            Aku semakin bingung mendengar perkataan Dokter Han, karena selain kami bertiga, tidak ada seorangpun diruangan ini.

            “Nugu?” Aku benar-benar bingung dan panik. Air mataku mulai tergenang

            “Kau” Jawab Dokter Han menunjukku.

            “Mwo? Aku? Bagaimana… bagaimana bisa aku menyembuhkannya?”

            “Katakan bahwa kau tidak akan meninggalkanku, maka sakitku akan hilang.” Ujar Leeteuk, kali ini suaranya tidak seperti tadi, kali ini suaranya seperti menahan tawa.

            “Mwo??? Apa yang terjadi? Apa kalian mengerjaiku!!!” Seketika aku berdiri dan melepaskan genggaman tanganku melihat Leeteuk dan Dokter Han yang tersenyum geli padaku.

            “Katakanlah kau tidak akan meniggalkannya Jungshin-shii… Kau tidak lihat wajahnya sudah memelas seperti itu..” Ujar Dokter Han menahan tawa.

            “Ne… aku tidak akan bangun dari ranjang ini sebelum kau mengatakannya Jungshin-ah…” sambung Leeteuk

            “Ya~~ Oppa!!! Tega-teganya kau mengerjaiku!!!” Tidak hanya kesal, aku juga malu. Benar-benar malu. Tanpa bisa ditahan air mataku jatuh.

            “Ya~~ Leeteuk-shii kau telah membuat anak orang menangis.”

            Aku melihat Leeteuk terburu-buru menyibakkan selimutnya dan turun dari ranjang, meraih tanganku dan memelukku.

            “Mianhae Jungshin-ah… Apa aku keterlaluan?” Tanyanya, aku hanya mengangguk pelan.

            “Jeongmal minhae…”

            “Aissshhhh… saatnya aku pergi… bersenang-senanglah anak muda hahaha.”

            “Kau keterlaluan oppa…” Ujarku saat Dokter Han pergi.

            “Mianhae… hanya ini satu-satunya cara membuatmu berada dalam pelukanku dan menghentikanmu untuk pergi dariku.”

            “Jangan pernah lakukan hal ini lagi. Aku takut melihatmu tergeletak tak bergerak tadi!!!”

            “Hahaha… tapi aku benar-benar akan tergeletak seperti itu jika kau meninggalkanku.”

            “Wae?”

            “Karena aku ingin bersamamu selamanya… Aku ingin kau menjadi susterku selamanya… karena aku mencintaimu… Saranghae Jungshin-ah…” Leeteuk menatapku lembut dan menyunggingkan senyum malaikatnya lagi.

            “Oppa…”

            “Ya~ Kenapa memanggilku… kau harusnya bilang… nado saranghae oppa”

            “Hahaha… aku tidak mau mengatakannya”

            “Wae??? Wae??? Apa cintaku bertepuk sebelah tangan?”

            “Aniya… aku hanya ingin menghukummu karena kau mengerjainku tadi. Jadi aku tidak akan mengucapkan kata-kata yang sangat kau inginkan itu.” Aku tersenyum melihat raut wajah Leeteuk yang cemberut.

            “Aissshhhh… arraseoo… aku akan memelukmu sampai kau mengatakannya.” Namja dihadapanku itu kembali menarikku dalam pelukannya.

            Aku merasa sangat bahagia berada dalam pelukannya. Pelukan seorang malaikat. Aku pun berdoa agar aku bisa berada dalam pelukan namja yang aku cintainya ini selamanya. Tapi, sepertinya kesempatan doaku untuk dikabulkan lagi telah habis.

            “Arrrrgghhhhhh…” Aku melepaskan pelukan Leeteuk. Aku merintih kesakitan.

            Kali ini bukan hanya jarum dan paku yang menghantam kepalaku. Sepertinya ada martil besar yang berkali-kali menghantam kepalaku. Rasanya sebentar lagi kepalaku akan pecah.

            “Jungshin-ah… ada apa denganmu?” Aku hanya bisa mendengar suara Leeteuk dan merasakan tangannya yang menopang tubuhku yang telah jatuh. Aku tidak bisa membuka mataku. Terlalu sakit untuk melakukannya.

            Aku bisa merasakan tubuhku diangkat dan dibaringkan diranjang, tempat Leeteuk tadi terbaring.

            “Bertahanlah… aku akan memanggil Dokter.” Suara Leeteuk terlihat panik. Aku berusaha meraih tangannya dan menahannya untuk pergi.

            “Andweee… tidak ada yang bisa menyelamatkanku sekarang. Ini waktunya aku pergi.” Aku berusaha bicara walaupun terengah-engah.

            “Mwo??? Kau sudah berjanji tidak akan meninggalkanku!” Leeteuk memeluku erat, suaranya bergetar.

            “Mianhae.. aku berbohong… Aku tidak bisa bersamamu oppa… “

            “Wae??? Wae???”

            “Gomawoe sudah memberikan kenangan yang indah untukku…”

            “Jungshin-ah!!” Leeteuk memegang kedua pundakku. Aku tahu dia menangis, tapi aku tidak bisa melihat wajahnya untuk yang terakhir kali.

            “Mianhae aku harus pergi sekarang… Mianhae…” Aku juga bisa merasakan air mataku mengalir, bukan air mata kesakitan, tapi air mata kesedihan.

            “Andweeee… kau tidak boleh pergi..”

            “Kau tidak boleh mencariku oppa… karena kau tidak akan bisa menemukanku lagi.”

            “Andweeee aku akan tetap mencarimu… dan aku akan menemukanmu kemanapun kau berada… kau dengar… aku tidak akan melepaskanmu!!!” Leeteuk memelukku erat.

            “ARRRGHHHHHHHH….!!!” Kali ini kepalaku benar-benar pecah. Aku tidak bisa menahannya lagi.

            “Oppa… nado saranghae…”

            Itu adalah kata-kata terakhir yang bisa aku ucapkan dari beribu-ribu kata yang ingin kusampaikan. Ini adalah batasnya.

            “Gomawoe Tuhan… kau telah memberikanku kehidupan yang sempurna untukku.” Ujarku dalam hati.

            Sepertinya seluruh indraku satu persatu telah dilumpuhkan. Aku sudah tidak bisa melihat, aku juga tidak bisa merasakan sentuhan namja yang aku sayangi, hanya indra pendengaranku saja yang berfungsi walau hanya sebentar karena aku masih bisa mendengar suara Leeteuk yang terus memanggil namaku.

            “Gomawoe oppa… selamat tinggal…”

           Beberapa detik atau menit atau jam atau hari atau minggu atau bulan atau beberapa tahun kemudian, entahlah, aku pun tak tahu….

            Aku membuka mataku perlahan.

            “Apa ini surga?” Aku berkata dalam hati saat aku mengedarkan pandanganku, dan aku melihat hamparan ruangan putih tak berunjung. Dan aku terduduk sendirian.

            “Apa aku sudah mati?” Aku berdiri dan perlahan berjalan tanpa arah.

            Sepertinya cukup lama aku berjalan, tapi aku tetap tidak menemukan ujung dari ruangan putih besar ini. Sedetik kemudian mataku terasa silau. Ada cahaya yang sangat terang didepanku. Akupun berjalan perlahan menuju cahaya itu. Hampir setengah jarakku dengan cahaya itu sebelum aku berhenti karena mendengar suara lembut yang memanggil namaku.

            “Jungshin-ah… kembalilah!!!” Seru suara itu.

            Aku menengokkan kepalaku untuk mencari sumber suara itu. Aku menemukannya, sosok itu berdiri ditempat aku pertama kali membuka mataku tadi. Aku pun mendekati sosok itu. Entahlah, aku hanya merasa ada yang mendorongku untuk mendekatinya.

            Sekarang aku bisa melihat sosok itu dengan jelas saat jarak kami semakin dekat. Dia adalah seorang namja. Aku pikir dia itu seorang malaikat karena wajahnya tampan sekali. Tapi aku meragukannya. Mana ada malaikat berambut pirang gelap dan memakai kemeja dan celana walaupun berwarna putih. Lagipula dia tidak mempunyai sayap.

            “Jebal… kembalilah Jungshin-ah…” Namja itu tersenyum lembut dan mengulurkan tangannya. Namja itu manis sekali dengan lesung pipi saat dia tersenyum.

            “Tapi aku harus pergi kecahaya itu…” Ujarku menunjuk cahaya diujung lorong, tapi kini cahaya itu tak seterang tadi.

            “Andweee… belum waktunya kau kesana… Banyak yang harus kau lakukan terlebih dahulu.” Jawab namja itu menarik tanganku dan menuntunku berjalan kearah sebuah pintu besar berlapis emas.

            “Kajja… kita pergi dari sini..” Namja itu membuka pintu besar dengan sekali dorong.

Akupun menurutinya dan melangkahkan kakiku ke balik pintu itu. Namja itu kembali tersenyum, dan sedetik kemudian dia mendorongku. Semuanya menjadi gelap, aku tak bisa merasakan apapun. Aku hanya bisa merasakan tubuhku yang terhempas ke bawah, jatuh tanpa tahu akhirnya…

Leeteuk POV

            “ANDWEEEEE…..”

            “Hyung… ada apa!!! Apa kau bermimpi buruk???”

            Aku masih terengah-engah. Jantungku berdetak dengan kencang. Aku melihat sekelilingku dan hanya menemukan Donghae yang terlihat khawatir melihatku terbangun tiba-tiba.

            “Hyung… gwencana?” tanyanya lagi.

            “Ne… ne… gwencana…”

            “Mimpi apa kau Hyung? Lihatlah kau sampai basah kuyup seperti itu.”

            “Mollayo…”

            Aku juga tidak tahu apa yang terjadi. Mimpi itu terasa sangat nyata. Aku juga bisa merasakan hatiku sakit, tanpa tahu sebabnya.

            Dalam mimpiku, aku berdiri sendirian disebuah lorong. Dan aku mendengar suara itu, suara seorang yeoja.

            “Oppa… Oppa…”

            Aku berlari mencari suara itu. Dan pencarianku terhenti saat aku melihat sosok seorang yeoja berambut pendek tersenyum manis padaku.

            “Oppa… kau datang…”ujar yeoja itu.

            Aku tidak tahu siapa dia sebenarnya, tapi kakiku berlari tanpa kusuruh. Aku berlari ke arahnya dan memeluk yeoja itu. Entahlah aku merasa sangat merindukannya.

            “Gomawoe oppa… akhirnya kau menemukanku.” Ujar yeoja itu dan membalas pelukanku.

            “Kumohon jangan pergi lagi…” Aku juga tidak tahu mengapa aku mengucapkan kata-kata itu.

            Yeoja itu melepaskan pelukanku dan tersenyum. Dia menciumku lembut.

            “Gomawoe…”Yeoja itu lagi-lagi tersenyum dan mundur meninggalkanku.

            “Ya~~~ “

            Aku berlari mengejarnya, tapi semakin aku mempercepat langkahku, yeoja itu terlihat semakin jauh…

            “ANDWEEEEE…” Yeoja itu menghilang diujung lorong walaupun aku berteriak mencegahnya  pergi.

Sebulan kemudian, di lokasi syuting Super Junior Foresight

Author POV

            “Arrrrghhhhhh…” Seorang namja berambut pirang gelap menjerit kesakitan memegang jari kelingkingnya.

            “Ya~~ Leeteuk Hyung… gwencana?”

            “Aishhhhh… kelihatannya kelingkingku patah.”

            “Mwo??? Jinjja? Jebal pergilah ke Rumah Sakit.”

            “Ne… aku akan pergi setelah syuting ini selesai.”

            “Aishhhh kau ini memang ceroboh Hyung… berkali-kali kau melukai dirimu sendiri.”

            “Hahaha… mollayo Eunyhuk-ah… aku memang tidak beruntung.”

            “Apa perlu kutemani kau ke Rumah Sakit?”

            “Ya~~ apa kau lupa umurku sudah 28 tahun??? Aku bisa pergi sendiri.”

            “Hahaha.. arraseo… berhati-hatilah nanti”

Seoul Hospital,

            “Tok.. Tok…” terdengar suara pintu ruang periksa diketuk.

            “Ne… masuklah.”

            “Annyeong Dokter Han…”

            “Aigooo… Jungshin-ah… tumben kau kemari… apa ada masalah?”

            “Aniya… aku hanya ingin memberimu ini…” Ujar yeoja berambut pendek memakai piyama Rumah Sakit menyerahkan sebuah bungkusan.

            “Mwo? apa ini?”

            “Sebentar lagi aku bisa keluar dari Rumah Sakit. Jadi sebagai ungkapan terima kasih, aku membuat album foto khusus untukmu Dokter, agar kau tidak merindukan pasienmu ini.” Jawab yeoja itu ceria.

            “Aigoooo… ini semua hasil fotomu selama ini Jungshin-ah?” Tanya Dokter Han saat membuka lembaran demi lembaran dalam album itu.

            “Ne… setidaknya aku masih bisa melakukan hobiku selama aku dirawat disini.”

            “Bagus sekali Jungshin-shii… kau harus membuka galleri foto setelah keluar dari Rumah Sakit…”

            “Hahaha… itu memang rencanaku sejak awal. Dengan kondisiku sekarang aku bisa melakukan apapun.”

            “Ne… untunglah operasi pengangkatan kankermu berhasil. Sungguh keajaiban bisa melihatmu seperti sekarang. Kau tahu sebelum operasi seluruh staff dokter pasrah dengan kondisimu waktu itu.”

            “Jeongmal kamsahamnida Dokter Han kau telah berusaha menyembuhkanku.” Jungshin membungkukkan badannya.

            “Aniya… ini semua juga berkat doa seluruh orang yang menyayangimu dan juga semangatmu untuk terus hidup. Kau yeoja yang penuh semangat Jungshin-ah…”

            “Hahahaha… gomapsimnida Dokter Han… Ah ya aku juga membuatkan rangkaian bunga untukmu.” Ujar Jungshin memperlihatkan sebuah vas yang telah berisi mawar putih yang indah.

            “Omo… Omo… kau ini sungguh pasien yang kreatif. Bisa kau letakkan diatas lemari itu Jungshin-ah?”

            “Ne.. tentu saja.” Jungshin tersenyum cerah.

            “Tok.. Tok…” Lagi-lagi pintu ruang periksa itu kembali diketuk selagi Jungshin menata rangkaian bungnya.

            “Ne.. masuklah..”

            “Annyeong Dokter Han…” Sapa seorang namja berambut pirang gelap.

   “Ahhh Leeteuk-shii…” jawab dokter Han.

“Apa yang terjadi padamu sekarang? Apa punggungmu terasa nyeri lagi?” tanya Dokter Han pada namja itu.

“Aniya… kali ini jari kelingkingku patah.” Jawab Namja itu memperlihatkan jari kelingkingnya yang sedikit bengkok.

“Aigoo… Aigooo… kenapa bisa jarimu ini patah??? Apa kau melakukan hal yang ekstrim saat syuting???

“Baiklah Dokter, aku sudah meletakkan bungnya disana.” Ujar Jungshin memotong pembicaraan kedua namja diruangan itu.

“Omo… Mianhae…” Jungshin menyadari kesalahannya.

Jungshin POV

            “Omo… Mianhae…” Aku baru sadar ada pasien lain yang ada diruangan ini.

   Aku melihat namja yang duduk dikursi itu. Mataku tak berkedip saat melihat namja itu. Aku seperti melihat malaikat. Rambutnya yang pirang gelap terlihat cocok dengan kulitnya yang putih. Dan senyumnya itu… Senyum dengan lesung pipi kecil… adalah seorang senyum malaikat. Aku sedikit tersentak melihat namja itu. Sepertinya aku mengenalnya. Namja itu sepertinya tidak asing. Aku benar-benar tidak asing melihat seyuman itu.

Leeteuk POV

            Yeoja itu menatapku tanpa berkedip. Yeoja itu sepertinya adalah seorang pasien karena dia memakai piyama putih dengan bunga-bunga kecil, sama seperti piyama yang aku pakai saat Super Junior mengalami kecelakaan waktu itu. Saat aku harus diopname dan menerima puluhan jahitan dipunggungku ini.

 Aku tersenyum melihat yeoja itu masih fokus menatapku. Tapi semakin lama aku memperhatikannya, aku seperti pernah bertemu dengannya, entahlah, tapi aku tidak asing melihat wajahnya yang gugup itu.

            “Ahhh… chosonghamnida aku mengganggu kalian. Dokter Han sebaiknya aku pergi.” Ujar yeoja itu setelah melepaskan pandangannya dariku.

            “Annyeonghigaseo…” yeoja itu membungkukkan badannya dan tersenyum padaku.

            “Leeteuk-shii… Ya~~ Apa kau masih sadar???” Dokter Han mengagetkanku. Aku tidak sadar aku masih menatap pintu yang ditutup oleh yeoja itu.

            “Yeoja tadi, nugu?” tanyaku pada Dokter Han.

         “Owh… Dia Jungshin, pasien di sini. Dia itu sakit kanker otak, tapi dia telah sehat sekarang. Kankernya 100% telah hilang. Wae? Apa kau mengenalnya?”

            “Andwee… “ Tapi aku masih tidak bisa melupakan senyumannya tadi, senyuman itu terasa sangat familiar.

            “Jadi… sepertinya jarimu harus digips dan diperban Leeteuk-shii.”

            “Leeteuk-shii?” Dokter Han memanggilku lagi. Pikiranku benar-benar terfokus pada yeoja tadi.

            “Ahhh… chosonghamnida Dokter Han… aku permisi sebentar…”

            Senyuman itu benar-benar melekat diotakku. Aku berdiri dari kursiku dan bergegas keluar ruangan meninggalkan Dokter Han yang bingung melihat reaksiku. Aku berlari dilorong Rumah sakit berusaha mencari yeoja itu lagi. Aku ingat, lorong ini adalah lorong yang ada dalam mimpiku, hanya saja lorong ini tidak sepi seperti dalam mimpiku. Aku tahu banyak mata yang menatapku. Aku tidak peduli apakah mereka menatapku karena melihat seorang namja yang berlari-lari kebingungan, atau mereka menatapku karena mereka mengenalku sebagai seorang idola. Tujuanku saat ini hanya satu, menemukan yeoja itu, tanpa ada alasan yang masuk akal.

            Nafasku tersengal-sengal, aku menengok kanan kiri berharap menemukan yeoja itu. Tapi nihil. Ditambah lagi, banyak pasien yeoja yang memakai piyama yang sama. Sudah 5 kali aku salah orang. Aku kembali berlari ke ujung lorong.

            “Gubrakkkkkk….”

            Sepertinya aku menabrak seseorang.

            “Awwwwww….” orang yang aku tabrak ternyata seorang yeoja dan dia merintih memegang lengannya..

            “Chosonghamnida… aku menabrakmu. Gwencana?” Aku berusaha membantunya berdiri.

            “K… Kau???” Aku kaget melihat yeoja yang aku tabrak itu adalah yeoja yang sedang aku cari. Yeoja itu juga terlihat kaget saat melihatku.

Author POV

            Terlihat namja berambut pirang gelap dan yeoja berambut pendek saling bertatapan dilorong Rumah Sakit.

            “Apa aku mengenalmu???” Seru namja dan yeoja itu bersamaan.

            “Hahahahaha….” Lagi-lagi keduanya tertawa bersamaan.

            “Mianhae… kau sepertinya tidak asing… entahlah mungkin kita pernah bertemu disuatu tempat.” Ujar Namja itu masih sedikit tertawa.

            “Aku juga tidak asing melihatmu… mungkin kita bertemu saat kau ke rumah sakit ini. Karena hampir separuh hidupku menetap di Rumah Sakit ini.”

            “Jinjja??? Aneh sekali..” Namja itu menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

            “Chonun Jungshin-imnida…” Yeoja itu membungkukkan badan dan memperkenalkan dirinya.

            “Ne… Park Jungsoo-imnida… tapi aku lebih sering dipanggil Leeteuk.” Namja itu juga membungkukkan badannya memperkenalkan diri.

            “Leeteuk-shii… mannaseo pangapsumnida…” Jungshin tersenyum

            “Nado mannaseo pangapsumnida Jungshin-shii…” Leeteuk juga tersenyum memperlihatkan lesung pipinya.

            Keduanya kembali tertawa melihat tingkah mereka satu sama lain. Namja dan yeoja itu terlihat asik mengobrol dan bersamaan melangkahkan sepasang kaki mereka pergi. Pergi ke arah lorong, lorong kehidupan yang masih panjang untuk mereka lalui.

THE END

 

 Nah ni jari kelingking Teukie yang patah… Hadehhhh aneh2 bgt ni oppa emang…

Note :
Oppa.. jagimu ini mau berhiatus sebulan…
Tolong berikan semangat buat belajar hikssss…
My Angel… My Fishy… author bakalan merindukan kalian…

Bagi para readers…
Author bener2 mohon doanya biar bisa lulus ujian komprehensif bulan Mei bsk…
Hikssssss….
Gomawoeeeeee semuaaaaa….

Advertisements

3 thoughts on “Second Chance (Final Part)

  1. setelahh matiin tv..
    dan sms aiii…
    aii bentar sih aii aq mw baca blog shinta dulu
    ai jawab :hem blog terus!!
    (maklum aq g bs konsen baca..jd suasana hrs tenang)
    gag bisa juga kl dsruh nyetel backsound
    pokokN kl baca kudu hening
    kl mau konsen..

    dan waktu baca
    kog sedih ceritanya…
    huaaaaaa….
    kasian jungshin shin…

    tapi ini ceritanya berat cuahhh
    hahhahaha..
    aq masih aga bingung di bagian part tertentu
    maklum..
    yg baca lagi bner2 capek..
    dan stress..
    berhubung besok kudu blajar audit..

    tapi seperti kebiasaan saya.
    kl baca emg g skali
    kudu berkali2
    brhubung crtnya complicated
    setelah kompre bakal dibaca lagi
    tapi kerennnnnnnn crtanyaa..
    sedih nya dapet…
    tapi tumben gg ad adegan itunya
    *pdhal yg dtnggu
    hahhahahahhaa….

    aq jadi parno sndri deh
    penyakitN jungshin shin shin kog mirip aq ya
    sering migrain gt…
    hmmm…
    ato jangan2..
    pantesannnnnnn
    iyaaa skg aq ngerti
    kl aq liat yesung tu msti kaya kenal
    aga gmn gt
    pokokN aq tu kaya g asing sm dy
    serius bneran lo *tampang serius
    aq tu kaya udh deket gt sama dy
    aduh jangan2 apa ya..
    aq tu emg srg sakit kpala.
    kl liat yesung jg
    kaya ggg asing
    makana aq sering jingkrak2 gt
    duh itu knp ya
    masak aq sm jingshin2 nasibnya sma apa ya

    ahh sedih rasanyaa..
    ngucapin slmat tinggal buat smua…
    aq 2 bulan malah
    y Allahhhh…..
    baek2 yy oppaq smuaa…
    hiks….
    ill be misssing uuu oppaaaa….

  2. sumpahhh daebakkk!!!!

    pas teukie bangun, langsung inget posman to heaven
    sumpah ya ne mantaaaabbb beud

    aku pikir ne beneran angst loh
    ternyata mimpi ya selama ini, yaowoooohh
    sumpah sumpah aku gak nyangka
    wkwkkwkwkw

    kereeeeeeeeeeeeeeeeeeeennnnn
    #keprok2
    walaupun awalnya rada mbulet gara2 bingung tentang penyakit jungshin
    di final jadi paham dah
    jelas semuana

    kebayang banget
    kek de javu
    hahahha,sumpahhh keren

    yaowoh aku mu melampiaskan kata apalagi selain kata keren coba
    saking mantebna ne FF
    sumpah aku suuukkkaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa….
    wkwkkwkw

    buwad seungri dan shinhae
    fightiiiiiiiing #kasicipok masing2
    sukses ya buwad ujianna
    belajar yang rajin
    hohohoh
    selamat berjuang

    aku menanti ffmu selanjutnya thor hehehe

  3. Yaaaaa . .

    gilaaa angst awal pas aku bca, dugaanku bner klo Jungshin itu dikasih ksmptan hdup ama tuhan.

    sempet bngung juga pas jungshin mati, tau2 udah di surga, trus ada namja yg nyusul dia, trus leeteuk bangun .

    brrti slama ini Leeteuk cuman mimpi yaaa .
    jadi jungshin jdi suster itu cmn dalam mmpi teuki yaa .

    brrti yg tngan teuki patah di awal dan ktemu jungshin jg cmn mmpi yaa .
    ckckckckckc.

    ohhhhh ngerti akuuu *manggut2*

    Kyaaaa akhirnya hepi ending,,
    bner kayak ending-nya postman to heaven yg akhrnya emng di kasih ksempatan hdup ama tuhan dan di prtemukan dgn cnta sejati .

    pdhal aku pngennya angst loh, soalnya feel angst-nya uda dpet bgd, tpi spertinya Author kita nie ga bkal bkin couple ini pisah deh.

    yaaaa intinya daebaaaaaakkk deeehhh .

    ayoo cpetan hiatusnyaa, dan sgera berkarya lagiiii .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s