Prolog –> Author’s Next Project

Untuk memberi semangat Lulus Ujian,
Untuk membuat readers semua penasaran,
Author meluncurkan dan merelease prolog,
Prolog untuk FF Author selanjutnya hohoho…
Author mohon commentnya…
jadi author bisa tahu, apa FF itu mau diterusin apa kagak…
Hahahahaha….
So sebelum auhtor BENAR2 HIATUS,
Author persembahkan prolog FF untuk readers semuanya…

1

Terkadang aku menyesal menjadi sahabatnya…

Terkadang aku menyesal sudah mengenalnya sejak lama…
Terkadang aku menyesal hanya bisa memeluknya sebagai seorang sahabat…
Terkadang aku menyesal terlambat untuk menyadari perasaanku sendiri…
Perasaanku terhadapnya…
Perasaan yang tak pernah bisa aku ungkapkan…
Hanya karena satu kata…
Sahabat…
Lee Hyukje, sahabat terbaik Jang HyuRi
Itulah aku…
Mungkin karena aku namja bodoh…
Mungkin karena aku namja pengecut…
Menyesal…
Hanya itu yang bisa aku katakan…

2

Berjuta-juta alasan telah aku pikirkan…
Alasan untuk tidak menyukainya…
Tapi… sekarang hatiku bergetar saat dia ada dihadapanku…
Sekarang tangan ini ingin memeluknya erat…
Sekarang jariku ini ingin menyapu semua air mata yang mengalir di pipinya…
Sekarang mulut ini ingin berkata bahwa aku mencintainya…
Tapi bukankah seharunya aku mencintai yeoja lain?
Bukankah dulu mataku ini hanya bisa menatap yeoja itu?
Bukankah dulu tanganku ini hanya bisa memeluk tubuh kecilnya itu?
Bukankah dulu jemariku hanya menyapu air mata yeoja itu?
Bukankah dulu yeoja itu telah menyerahkan hatinya padaku?
Kenapa semua itu sekarang berubah?
Apa ada yang salah dengan hatiku ini?
Apa aku ini seorang namja yang plin plan?
Bagaimana bisa aku, Choi Kyuhyun, terbelit masalah seperti ini?
Benar-benar merepotkan!!!

3
“Gwencana?”
“Ahhhh… ne…ne… gwencana”
Aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi.
Khawatir… Ya itulah kata yang tepat untuk mengungkapkan perasaanku sekarang…
Entahlah… aku baru pertama kali melihat yeoja itu…
Tapi aku merasa khawatir…
Melihatnya terengah-engah…
Melihat keringatnya mengucur dari dahinya…
Melihat tangannya bergetar…
Melihat yeoja itu berusaha menopang tubuhnya agar tidak jatuh…
“Jeongmal gwencana?” tanyaku lagi memastikan
“Ne gwencana…” Jawaban yang sama yang kudengar dari bibinya yang sedikit bergetar
“Hajiman… kau terlihat tidak sehat…”
“Aniya…  kogcongma…”
Aku tidak bodoh…
Aku tahu yeoja itu dalam keadaan yang tidak bisa dibilang “tidak apa-apa”
Aku masih berdiri dihadapannya…
Takut dia akan ambruk seketika dan tak ada orang yang membantunya…
“Perlu aku panggilkan seseorang?” Tanyaku lagi.
“Aniya… jeongmal gwencana.” Dia masih bersikeras
Aku terdiam lagi…
Tak lama, yeoja itu perlahan berdiri tegak…
Aku bisa melihat wajahnya dengan jelas sekarang…
Keringat mengalir dari pelipisnya…
Wajahnya terlihat pucat…
Dia melihatku…
“Chosonghamnida… kau pasti merasa aneh sekali melihatku.” Ujarnya setelah bisa mengatur nafas.
“Tentu saja… kau tiba-tiba lari keluar saat pintu lift terbuka dan terengah-engah. Siapa yang tidak khawatir.”
“Chosonghamnida… aku tidak terbiasa naik lift hehehe.”
“Mwo? Jadi kau bukan penghuni apartemen ini?”
“Aniya… aku tinggal disini.”
“Jinjjayo? Hajiman… aku tidak pernah melihatmu.”
“Hahaha… ne… aku ini yeoja yang misterius.” Yeoja itu tertawa. Aku suka melihat tawanya itu.
“Arraseo…  hahaha…”
“Baiklah.. aku harus pergi sekarang. Jeongmal kamsahamnida telah mengkhawatirkan yeoja asing sepertiku ini.”
“Chonmaneyo… Kau benar… kau yeoja asing untukku, dan aku juga namja asing untukmu. Seharusnya kita berkenalan terlebih dahulu.”
“Hahaha.. aniya… kau bukan namja asing bagiku. Bahkan untuk seluruh yeoja di korea.”
“Mwo?”
“Kau adalah Lee Donghae… Member Super Junior. Benarkan?” Lagi-lagi yeoja itu tertawa. Wajah pucatnya berangsur-angsur menghilang karena tawanya itu.
“Omo… Apa aku seterkenal itu? Kalau begitu aku juga perlu tahu siapa yeoja misterius di hadapanku sekarang ini…”
“Aniya… kau tidak perlu mengenalku.”
“Mwo? Itu tidak adil.”
“Hahaha… biarkan aku jadi yeoja yang misterius untukmu Donghae-shii… Baiklah aku benar-benar harus pergi sekarang… Sekali lagi jeongmal kamsahamnida…”
“Ya~~~!!!” Yeoja itu hanya menoleh dan hanya tersenyum padaku, berlalu begitu saja.
Benar-benar yeoja yang aneh…
Aku sudah mengkhawatirkannya tadi…
Dan sekarang dia bahkan tidak mau menyebutkan namanya…

4

“Oppa… apa kau bisa terbang?”

“Mwo?”
“Bukankah kau ini seorang Angel?”
“Hahahaha… Ne… Elf menyebutku Teukie Teukie Angel, Angel Without Wings… Jadi aku tidak bisa terbang. Wae?”

“Aniya… Apa kau ingin punya sayap oppa?”
“Ya~~ pertanyaanmu ini sungguh aneh. Jebal katakan ada apa?”
“Aku bisa memintanya.”
“Mwo? meminta apa?”
“Aku bisa meminta kepadaNya agar kau diberi sayap.”
“Nugu? Bagaimana caranya?”
“Tentu saja pada Tuhan. Aku akan memintakannya untukmu.”
“Mwo?”
“Pasti Dia akan mengabulkannya jika aku memintanya secara langsung.”
“Langsung?”
“Ne… bersabarlah oppa… sebentar lagi aku akan menemuiNya secara langsung. Jadi, tunggulah… kau akan bisa terbang seperti Angel.”
Itu adalah kata-kata terakhir yang aku dengar darinya…
Aku akan menunggu janjimu itu…
Sayap…
Jika aku sudah memilikinya, aku akan terbang…
Terbang ke tempat dimana kau berada sekarang…
Agar aku bisa bersamamu lagi…
Agar aku bisa melihat senyumanmu lagi…
Agar aku bisa memelukmu lagi dengan tanganku ini…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s