Can’t Handle My Own Heart [Part 1]

 

Cast :

Lee Hyukje a.k.a Eunhyuk Super Junior as him self

 

Elbri Yunesti A. as Jang HyuRi

Lee Sora as Eunhyuk’s sister

Park Shinhae as HyuRi’s friend

 

 

Jeng… Jeng… Gedubrakkkk #auhtor kepleset

Jeongmal Mianhae buat my bestis Elbri a.k.a Elbri lama bgt ngepost FF buatmu…

Ahhhh…. semoga kamu dan para reader suka ya… #author berdebar…

O iya… author juga terinspirasi sama Drama You’re Beautiful hehe…

Langsung aj deh.. bingung mo ngomong apa lagi…

Pokoknya met baca…

Kritik dan saran ditunggu… so jng lupa comment..

percuma Auhtor bikin capek2 klo g dicomment :D…

 

 

Author POV

 

“Eonnie… kenapa nasib percintaanku seperti ini???

“HyuRi-ya… kenapa tiba-tiba kau datang dan merengek seperti itu? Gwencana?”

“Aniyaaa… aku… aku baru saja putus.. Huwaaaa Eonnie eottokae???”

“Aigoo… kau putus lagi? Wae?”

“Dia!!! namja itu selingkuh! Aku memergokinya sedang bermesraan dengan yeoja di cafe!”

“Jinjjayo? Maksudmu namja yang berwajah polos itu?”

“Ne… namja polos berhati busuk!”

Seorang yeoja berambut hitam pendek itu memukul meja yang ada dihadapannya, membuat yeoja berambut panjang yang terlihat lebih tua darinya itu terhenyak kaget.

“Ya~~ sabarlah… mungkin dia memang bukan jodohmu HyuRi-ya…”

“Eonnie… tapi aku capek setiap kali selalu bertemu namja brengsek seperti dia! Apa semua namja di dunia ini memang brengsek?” Yeoja itu kembali menangis menundukkan kepalanya di meja.

“Andwe… tidak semua namja itu brengsek. Kau tidak lihat namja baik hati seperti diriku?” Tiba-tiba seorang namja membuka pintu kamar dan mengagetkan kedua yeoja yang sedang curhat itu.

“Omo… Eunhyuk-ah… kau pulang!!!” Seru yeoja berambut panjang yang langsung berdiri dan memeluk namja itu.

“Ya~~ Sora nonna… aku tidak bisa bernafas!!! Kau memelukku terlalu kencang!”

“Aisshhhh… salah kau sendiri sudah lama tidak pulang! Omma dan Nonnamu ini sangat merindukanmu!”

“Hahahaha… ne.. ne… mianhae… aku tidak sempat pulang karena jadwalku padat sekali. Kau kan tahu Super Junior harus keliling Asia untuk konser.”

“Arraseo… aku bangga punya dongsaeng sepertimu Hyukje!” Lee Sora mengacak-acak rammbut adik kandungnya itu dengan lembut.

“Tentu saja kau harus bangga nonna..” Eunhyuk tertawa memperlihatkan gummynya.

“Ya~ Apa yeoja berambut pendek dengan muka ditekuk itu adalah chinguku Jang HyuRi?” Eunhyuk memiringkan kepalanya dan tersenyum jahil melihat yeoja yang masih sedikit terisak.

“Aishhhh Eunhyuk-ah jangan menggoda HyuRi… dia baru saja putus cinta.” Sora menjitak kepala dongsaengnya itu.

“Hahahaha… kau putus cinta lagi HyuRi-ya? Aigooo… kau memang yeoja yang diliputi kemalangan dalam bercinta…” Eunhyuk menghampiri HyuRi yang melotot tajam padanya.

“Ya~~ Lee Hyukjie… lebih baik kau diam saja sebelum vas bunga ini melayang ke wajahmu!!!” HyuRi bersiap-siap melempar vas bunga putih yang ada diatas meja.

“Aigooo… kau ini sedari dulu tak berubah… mana aja namja yang tahan dengan muka galakmu itu!”

“Huwaaaaaa…. kau benar… aku memang galak!!! Eottokae!!!” Lagi-lagi HyuRi menangis, dan itu membuat Eunhyuk salah tingkah.

“Kau lihat Hyukkie! Kau harus bertanggungjawab menenangkannya!” Sora berkacak pinggang.

“Ya~~ HyuRi-ya…mianhae… aku hanya bercanda.. Kau yeoja yang cantik, namja itu yang brengsek meninggalkanmu…” Eunhyuk menepuk-nepuk punggung HyuRi.

Sepertinya tepukan Eunhyuk tidaklah cukup untuk menenangkan yeoja itu. Butuh waktu sejam baginya untuk bisa membuat air mata HyuRi kering, dan membuat dirinya sendiri bercucuran keringat karena Eunhyuk menghibur HyuRi dengan mengeluarkan seluruh kemampuannya sebagai dance mechanie boy band setenar Super Junior.

“Sebaiknya aku pulang sekarang eonnie…” HyuRi berpamitan setelah meluapkan segala keluh kesahnya pada kakak beradik itu.

“Mwo??? Kau pulang begitu saja! Apa kau tidak melihat seluruh kaosku basah kena keringat! Ya~~”

“Hahahaha… aku tidak memintamu untuk melakukan tarian-tarian konyol seperti itu Hyukkie-ya!!!”

“Aishhhh…” Eunhyuk menjitak kepala HyuRi

“Hahaha… ne.. ne… jeongmal kamsahmanida… gomawoe Lee Hyukjie… kau memang seorang dance mechine…. Gomawoe sudah menghibur chingumu ini…” HyuRi membungkukkan badannya dengan tawa yang tak bisa dia kendalikan.

“Hahahaha kalian ini tidak berubah… selalu saja bertengkar! Hyukje-ya… jebal antarkan HyuRi pulang…” Ujar Lee Sora yang ikut tertawa.

“Aniya eonnie… aku bisa pulang sendiri.”

“Ne… lagipula aku kan baru saja datang nonna… aku capek harus mengantarkan yeoja manja ini..” Eunhyuk dan HyuRi saling melotot.

“Aishhhh bukankah kau bilang kau ini namja yang baik. Mana ada namja yang baik tega membiarkan seorang yeoja pulang ke rumah malam-malam begini…”

“Eonnie… gwencana aku bisa pulang sendiri.”

“Andweee… kau harus pulang bersama dongsaengku… Jebal!” Sora mendorong tubuh HyuRi dan Eunhyuk bersamaan ke luar pintu kamar. Terpaksa kedua namja dan yeoja itu menuruti perintah Lee Sora.

 

Eunhyuk POV

“Jadi… apa yang kau lakukan sekarang? Apa kau meneruskan restoran keluargamu?” Tanyaku saat berjalan bersama chinguku itu.

“Ne… kau harus mampir ke restoran kami besok. Sudah sangat lama kau tidak kesana. Ommaku pasti sangat senang melihat pelanggan kesayangannya ini hahaha” Yeoja itu tertawa dan menyenggol lenganku.

“Aigooo… aku sangat ingin merasakan udang buatan ommamu.. Tapi aku tidak bisa.”

“Mwo? Wae?”

“Aku harus kembali ke Seoul besok.”

“Besok? Kenapa cepat sekali? Apa mereka tidak bisa memberikanmu libur lebih panjang?”

“Hahaha… itulah susahnya jadi superstar.”

“Aishhhh… bangga sekali kau dengan julukan itu!”

“Tentu saja… apa kau tidak bangga punya chingu terkenal sepertiku?” Aku tertawa dan mengacak-acak rambutnya. Sudah lama aku tidak melakukannya.

“Kau ini tetap saja menyebalkan Hyukje-ya!” Ujarnya protes.

“Ya~ HyuRi-ya… aku tidak menyangka taman itu masih ada.” Aku sedikit kaget melihat taman yang dulu sering aku gunakan untuk bermain-main bersama chingu-chinguku itu masih sama seperti dulu.

“Kajja kita kesana…” Aku menarik tangan HyuRi dan berlari kecil ke arah ayunan ditengah taman. Taman itu sekarang sepi, hanya ada aku dan HyuRi, juga lampu-lampu taman yang tidak begitu terang, tapi terlihat indah, menyatu bersama cahaya bulan malam itu.

“Aigoooo… lihatlah kau ini seperti anak kecil Hyukje-ya… apa di Seoul tidak ada ayunan seperti ini?” Tanya HyuRi yang geli melihatku tertawa lebar mengayunkan ayunan tinggi-tinggi.

“HyuRi-ya… apa kau ingat aku suka sekali berayun di sini dan kau sibuk bermain pasir disana?”

“Ne… tentu saja. Kau berdiri di ayunan itu dan berlagak kau ini seorang Superman hahaha…”

“Aku pasti terlihat keren sekali saat itu.”

“Ne.. kau keren sekali saat jatuh terjembab karena mencoba terbang hahaha…” HyuRi tertawa keras memegang perutnya.

“Aishhhh… Ya~~ siapa yeoja yang berlarian ke arahku dan menangis tersedu-sedu melihatku jatuh?”

“Mollayooo… aku lupa.” HyuRi mengangkat kedua pundak dan menjulurkan lidahnya ke arahku.

“Ya~~ Jang HyuRi! Awas kau!” Aku beranjak dari ayunanku dan mengejar yeoja yang sudah berlari duluan meninggalkanku. Aku benar-benar senang malam ini. Tertawa lepas bersama chingu yang sudah lama tidak aku temui. Aku benar-benar merindukannya.

“Jeongmal gomawoe Hyukje-ya sudah mengantarkanku pulang.” Ujar HyuRi tersenyum manis saat kami tiba di depan rumahnya.

“Kau pasti senang sudah diantarkan idola sepertiku hahaha…”

“Ne… aku sangat senang. Sayang sekali kau harus kembali besok.”

“Ya~~ kapan-kapan kau harus ke Seoul mengunjungku.”

“Bagaimana aku bisa menemui idola sibuk sepertimu! Aku pasti akan terlihat seperti fans-fans gila yang berusaha menemui namja idolanya.”

“Hahahaha… andwee… aku akan sangat senang dan menyambutmu seperti tamu istimewa. Aku janji.” Ujarku sambil membentuk jariku menjadi huruf V.

“Arraseo…jebal pulanglah… pasti unnie masih merindukan dongsaengnya ini.”

“Ne… kau masuklah duluan. Sampaikan salamku pada omma, oppa, dan hyungmu.”

“Ne… Good Night my monkey.” HyuRi melambaikan tangannya dan tersenyum lembut sebelum menghilang dibalik pintu rumahnya.

“Good Night my chingu… Jeongmal Bogoshipo…” Ujarku lirih, masih berdiri di depan gerbang rumah HyuRi, menatap pintu kayunya, berharap dia membuka pintu itu dan kembali ke hadapanku.

 

Beberapa minggu kemudian,

Seoul,

“Hyukkie hyung… apa kau ini tuli? Dari tadi iphonemu berbunyi!” Seru Kyuhyun membangunkanku. Terpaksa aku bangun, menoleh ke arah iphone yang bergetar di atas meja disamping ranjangku.

“Yeobboseo…” Ujarku malas

“Ya~~~ kenapa lama sekali mengangkat telpon?” Seru si penelpon.

“Nonna? Tumben kau menelpon?” Aku baru sadar yang menelponku ini adalah kakak perempuanku

“Aishhhh… pasti kau baru bangun tidur!”

“Ne… aku baru konser tadi malam. Jadi aku capek sekali.”

“Arraseo… apa HyuRi menghubungimu?”

“Mwo? Nugu? HyuRi? Aniya… dia tidak menghubungiku. Wae?”

“Dia ke Seoul hari ini.”

“Seoul? Jinjja?”

“Ne… Kukira dia menghubungimu. Dia berangkat tadi pagi, jadi mungkin nanti siang dia sudah sampai di stasiun Seoul.”

“Aishhh… kenapa dia tidak memberitahuku! Aku akan menjemputnya nanti.”

“Mwo? Kau bisa melakukannya?”

“Ne tentu saja. Aku sudah berjanji padanya kalau dia ke Seoul, aku akan menjemputnya. Aku akan menelponnya sekarang.”

“Syukurlah… jaga dia baik-baik Hyukje-ya.”

“Hahaha… arraseo… aku ini kan penjaganya…”

 

 

Author POV

Seoul Station,

Hiruk pikuk orang berlalu lalang, dan suara-suara kereta api yang lewat dan berhenti sudah menjadi rutinitas yang biasa di stasiun besar di Seoul itu. Seorang yeoja berbalut jaket biru dongker dipadu dengan celana jins dengan warna senada, terlihat berkali-kali menoleh mencari seseorang. Yeoja itu terlonjak kaget saat seorang namja menepuk pundaknya.

“Ya~ tidak baik seorang yeoja berdiri sendirian di sini.” Ujar namja dengan jumper, topi dan kacamata hitam itu.

“Aigoooo…. kau mengagetkanku Hyukje-ya!” Seru HyuRi

“Sssshhhh… jangan keras-keras memanggil namaku. Kau mau semua orang mengenaliku?”

“Aniya… orang-orang di sini sibuk dengan kegiatannya masing-masing, mereka tidak akan memperdulikan kita! Dasar kau ini sok sekali!” HyuRi menarik topi namja di hadapannya itu hingga menutupi hidungnya.

“Arraseo… arraseo… kajja kita pergi dari sini. Aku sudah menunggu lama!” Tangan kiri Eunhyuk mengangkat koper milik HyuRi, sedangkan tangan kanannya dengan cepat menggenggam jemari HyuRi.

“Ya~~!” HyuRi terlihat kaget. Eunhyuk hanya tertawa memperlihatkan gummy smilenya.

 

“Jadi… apa yang membawamu ke Seoul? Apa kau ingin menemuiku?” tanya Eunhyuk yang tengah sibuk menyetir mobilnya.

“Andweeee… ada hal yang lebih penting yang harus aku lakukan dari pada menemui monkey sepertimu.”

“Aigoooo…. jahat sekali kau ini. Memangnya hal penting apa itu?”

“Aku akan meneruskan kuliahku di Seoul.”

“Mwo? Kuliah?”

“Ne… appa menyuruhku meneruskan kuliah di jurusan bisnis.”

“Bisnis? Kau bilang kau meneruskan usaha restoran keluargamu?”

“Maka dari itu. Kau tahu kan bakat memasak omma tidak menurun padaku, jadi aku yang akan mengelola restoran itu. Bagian masak memasak akan diserahkan pada Oppaku.”

“Hahahaha… arasseo… pasti restoranmu itu langsung tutup jika kau yang memasak.”

“Aishhhh!” HyuRi menjitak kepala Eunhyuk

“Lalu dimana kau akan tinggal?”

“Di tempat teman kuliahku. Dia memaksaku untuk tinggal bersamanya.”

“Mwo? Apa dia seorang namja?”

“Ya~~ Kau pikir aku ini wanita seperti apa Hyukje-ya!”

“Barangkali saja kau sudah punya namjachingu lagi di sini hahahaha.”

“Awas kau ya! Ya~~ belok ke kanan. Apartemennya ada di sebelah sana.” Ujar HyuRi menunjukkan arah apartemen chingunya itu.

“Disini?” tanya Eunhyuk saat menghentikan mobilnya di basement sebuah apartemen.

“Ne… chinguku itu tinggal di sini. Wae?”

“Aniyaa… hanya saja aku pernah ke sini mengantarkan temanku.”

Tanpa memperdulikan Eunhyuk yang masih terlihat berusaha mengingat sesuatu, HyuRi turun dari mobil dan mengeluarkan koper besarnya.

“Ya~~ Apa kau tidak ikut ke atas?”

“Ah ne… ne… aku ikut.” Eunhyuk segera menyusul HyuRi yang sudah berjalan meninggalkannya.

“Baiklah apartemen lantai 13 no 1325… Kita sampai!” Ujar HyuRi tersenyum puas.

“Mwo? Disini? Jangan-jangan….” Belum sempat Eunhyuk melanjutkan kata-katanya, pintu apartemen itu terbuka dan seorang yeoja berambut pendek sebahu berteriak girang melihat kedatangan mereka.

“HYURI-YA… akhirnya kau datang!!!!” Seru yeoja itu memeluk HyuRi

“Ne… akhirnya aku datang ke Seoul…” Seru HyuRi tak kalah hebohnya.

“Aigooooo… dunia ini benar-benar sempit!!! Hahahahaha” Eunhyuk tertawa keras, membuat kedua yeoja di hadapannya itu menghentikan kehebohan mereka dan menoleh ke arah Eunhyuk yang masih tertawa.

“Omo… Eunhyuk-shii!” Yeoja itu terlihat kaget melihat Eunhyuk.

“Anyyeong Shinhae-shii…” Eunhyuk membungkukkan badannya, masih tertawa

“Kalian berdua sudah saling kenal?” tanya HyuRi heran melihat kedua chingunya itu.

“Hahaha… ne… dia ini yeojachingu Lee Donghae.” Ujar Eunhyuk menepuk nepuk pundak Shinhae.

“Mwo? Lee Donghae? Maksudmu Donghae member Super Junior? Soulmatemu itu?” Kali ini gantian HyuRi yang kaget. Shinhae hanya tersenyum.

“Ya~~ Shinhae-ya! Kenapa kau tidak cerita hal sepenting itu!” Lanjut HyuRi

“Mianhae… kau tidak pernah bertanya tentang masalah itu hahaha… Tapi, bagaimana kau mengenal Eunhyuk-shii? Jangan-jangan kalian ini….”

“ANDWEEE…” Seru HyuRi dan Eunhyuk bersamaan memotong kata-kata Shinhae.

“Wae???” Shinhae menahan tawa melihat ekspresi namja dan yeoja itu.

“Dia ini chinguku dari kecil.” Ujar Eunhyuk dibarengi anggukan kepala HyuRi

“Ara… Ara… sebaiknya kita masuk. Tidak baik mengobrol di depan pintu.”

“Mianhae… aku harus kembali sekarang.” Ujar Eunhyuk

“Jinjja?”

“Ne… aku ada jadwal syuting. Aku akan menghubungimu nanti HyuRi-ya.”

“Arraseo… gomawoe Hyukje-ya sudah mengantarkanku.”

“Kogcongma… sudah kubilang aku akan menyambutmu jika kau ke Seoul. Shinhae-shii, aku titip chinguku ini. Mianhae kalau dia akan merepotkanmu hahaha…” HyuRi melotot mendengar perkataan Eunhyuk.

“Ne…  tentu saja Eunhyuk-shii.”

“Aku pergi dulu. Anneyonghigeseyo…” Eunhyuk membungkukkan badannya untuk pamit pergi.

 

HyuRi POV

            Tidak kusangka sekarang aku ada di Seoul. Tidak kusangka juga sekarang aku bisa bertemu dengan chingu ku yang jahil itu, Hyukje. Syukurlah dia tidak begitu berubah walaupun sekarang dia telah menjadi seorang Idola di Korea.

Hari-hariku di Seoul begitu menyenangkan. Selain kuliah, aku menghabiskan waktuku untuk berkeliling di jalan-jalan Seoul, mencicipi segala jenis makanan yang ada. Setidaknya aku bisa mendapatkan inspirasi untuk mengembangkan Restoran keluargaku nanti.

“Yeobboseo…” sapaku mengangkat telpon

“HyuRi-ya… ini aku Eunhyuk.”

“Ahh Hyukje-ya… kau ganti nomor?”

“Aniya… ini nomorku yang satunya. Simpanlah.”

“Arrsaseo…”

“Apa yang sedang kau lakukan sekarang? Kenapa ramai sekali?”

“Aku… aku sedang jalan-jalan. Tapi sepertinya aku tersesat.”

“Mwoya!!! Tersesat??? Apa kau sendirian?” suara Eunhyuk terdengar sedikit khawatir.

“Ne… aku sendirian.”

“Aissshhhh kau ini… Kenapa kau tidak mengajak Shinhae!”

“Dia sedang sibuk. Aku tidak enak merepotkannya terus terusan. Tenanglah.. aku baik-baik saja”

“Bagaimana aku bisa tenang. Kau sendiri tidak tau kau ada dimana.”

“Hyukje-ya… kau pikir aku ini anak kecil? Aku bisa tanya pada polisi.” Ujarku berusaha menenangkannya. Aku bingung kenapa dia khawatir sekali.

“Jebal…sebutkan apapun yang ada disekitarmu. Mungkin aku bisa mengenalinya.”

“Hmmm… sekarang aku berdiri tepat di depan Pizza Hut.”

“Aishhhh lebih spesifik lagi… banyak sekali Pizza Hut di Seoul.”

“Hmmm… sepertinya aku ada di daerah Myeongdong. Ramai sekali disini… Aku jadi pusing.”

“Ahhhh ara… aku tahu daerah itu.Jangan tutup telponnya.”

“Wae?”

“Aku akan menjadi guidemu hari ini.”

“Mwo? Bagaimana bisa? Kau bilang hari ini kau ada jadwal?”

“Ne… makanya jangan tutup telponnya. Aku akan membimbingmu lewat telpon hahaha….” Aku mendengar tawa Eunhyuk yang renyah dari seberang sana.

“Hahahaha… kau ini… Baiklah… tolong bimbing aku ke tempat-tempat yang menyenangkan Mr. Guide.” Ujarku ikut tertawa.

“Okeyyy.. apa yang ingin kau lakukan sekarang?”

“Hmmm… aku lapar sekali sekarang.”

“Sudah kuduga. Hal pertama yang kau cari adalah makanan hahaha… Hmmm… kau suka mie kan? Aku tahu tempat yang enak. Apa kau tahu myeongdong subway?”

“Ne… aku tadi baru dari sana.”

“Okey… belok kiri di perempatan pertama, ada Woori Bank disana, lalu ada toko Who A U, kau bisa belok kanan. Disana kau akan menemukan toko mie Myeongdong Gyoja.”

“Omo… kau benar-benar hafal Hyukje-ya… arraseo aku akan berangkat sekarang.”

Aku melangkahkan kakiku mengikuti petunjuk chinguku itu. Aku merasa senang sekali. Aku merasa aku sedang berjalan bersamanya, walaupun kami hanya berinteraksi via telpon. Itu sudah cukup bagiku.

“Omo… jeongmal mashita… pilihan tempat makanmu benar-benar daebak. Apa kau sering kemari?” tanyaku saat aku selesai menghabiskan semangkok Konguksu (sup mie susu kedelai).

“Ne… dulu aku sering ke situ saat masih debut. Syukurlah kau menyukainya.”

“Kita harus makan bersama kapan-kapan. Sudah lama kita tidak makan bersama.”

“Tentu saja. Kau harus mentraktirku.”

“Mwo? Kau kan yang kaya sekarang. Kau yang harus mentraktirku.”

“Hahaha… ara… ara…”

Selesai makan, aku meneruskan perjalananku di daerah Myeongdong. Ramai sekali di sini. Toko-toko baju, aksesoris berjejeran tanpa ujung. Jika tidak ada petunjuk dari Eunhyuk, aku yakin aku akan tersesat. Aku merasa pusing melihat begitu banyak orang berlalu lalang di sini. Sepertinya semakin malam tempat ini semakin menarik perhatian orang-orang untuk datang.

“Baiklah… kemana lagi kita?” tanya Eunhyuk yang masih sabar menemaniku.

“Mollayo… aku sudah capek sekali. Sepertinya aku pulang saja.”

“Pulang? Apa kau tahu jalan pulang?”

“Itu dia. Aku tidak tahu. Tolong beri tahu aku Hyukje-ya.”

“Ahhhh… tentu saja aku ingin memberitahumu. Tapi aku tidak bisa melakukannya.”

“Mwo??? Wae???” Aku sedikit kaget mendengar jawabannya.

“Mianhae… aku tidak bisa memberitahumu lewat telpon.”

“Waeyo??? Bukankah kau ini guideku! Eottokae… aku ingin pulang!!!”

“Hahahahaha… apa kau menangis sekarang?” Aku merasa kesal. Bisa-bisanya dia tertawa.

“Aniya!!”

“Tapi mukamu kelihatan merah… Pasti sebentar lagi kau menangis.”

“Aniyaaa… mukaku merah karena aku capek!!!” Seruku

“Tungguuuuu… bagaimana kau tahu mukaku merah!!!” Lanjutku kaget.

“Hahahaha… seharusnya kau berjalan melihat kedepan! Bagaimana kalau kau menabrak sesuatu!”

Secara reflek aku menengok ke sebalah kanan dan kiriku. Tepat saat aku mengarahkan pandanganku ke depan, aku melihat namja itu. Namja dengan topi, kacamata hitam, dan jaket baseball. Aku kenal betul namja itu. Aku kenal dengan senyuman gummy khasnya itu. Tanpa menghiraukan suara tawa dari telponku, aku berlari ke arah namja itu.

“Hyukje-ya!!! Bagaimana… bagaimana kau bisa kemari? Kau bilang kau belum selesai siaran???” Seruku senang.

“Tenanglah… Jebal kita pergi dari sini. Terlalu ramai…” Eunhyuk tersenyum melihat tingkahku dan menarik lenganku menuju mobil Audi yang terparkir di pinggir Toko aksesoris.

 

Eunhyuk POV

            “Apa kau kaget melihatku?” tanyaku sambil menyetir.

“Tentu saja. Kau tidak bilang bahwa kau akan muncul dihadapanku.”

“Ya~~ namanya juga kejutan. Aku ingin melihat reaksimu. Lucu sekali hahahaha…”

“Aishhh kau ini… dari dulu senang sekali mempermainkanku! Awas kau… tunggu pembalasanku!” Ujarnya mencubit lenganku.

“Jahat sekali kau ini… mencubit guide yang sudah mengantarmu kemana-mana!”

“Huffff…. kau membuatku kesal! Tapi… gomawoe sudah mau menemaniku.”

“Jadi… kemana kita sekarang?” lanjutnya

“Hmmmm… aku ingin membawamu ke sungai Han.”

“Sungai Han?”

“Ne… kau akan takjub melihatnya nanti. Lagipula tidak terlalu ramai disana pada jam-jam segini. Jadi aku tidak harus memakai peralatan menyamarku.”

“Hahaha… terserah kau saja.”

Aku memarkirkan mobil silverku dipinggiran Sungai Han. Suasana di sini tidak berubah sejak dulu. Lampu-lampu kecil bertebaran disepanjang sungai, terpantul indah di atas aliran airnya.

“Baguskan?” tanyaku pada HyuRi. Tanpa dijawab pun aku sudah tau dia menyukainya. Senyuman lebar terlukis diwajahnya itu. Matanya yang besar berbinar-binar memantulkan cahaya lampu.

“Omoooooo…. indah sekali Hyukje-ya…” Serunya merentangkan kedua tangannya lebar-lebar, seakan-akan akan terbang.

“Apa sungai ini ada ujungnya?” tanyanya.

“Hahaha… ayo kita jalan-jalan menyusurinya. Kau lihat saja sendiri.”

 

            Aku mengikuti sosoknya dari belakang. Sosok yeoja yang kini berjalan perlahan di depanku, menikmati cahaya lampu yang terpantul lembut di atas aliran Sungai Han yang membentang panjang. Sesekali yeoja itu menoleh, tersenyum, dan kadang tertawa kecil melihatku. Jika ku bisa, aku ingin berlari ke arahnya, dan memeluk tubuhnya yang kecil itu. Tapi aku tidak bisa. Aku tidak bisa melakukannya. Karena aku, Lee Hyukje adalah chingu dari Jang HyuRi.

 

Flashback

Taman di belakang gedung SMA Neunggok

            “Hyukje-ya… apa benar kau tidak menyukainya? Dia itu kan yeoja yang cantik.”

            “Aishhhhh harus kukatakan berapa kali padamu Gun Wook-ah! Dia itu hanya chinguku! Lagipula dia itu bukan tipeku!”

            “Jinjjayo?”

            “Ne… ne… aku ini menyukai yeoja yang manis, feminim, lemah lembut. Apa kau tidak tahu HyuRi itu yeoja seperti apa? Dia itu galak sekali, apalagi kalau moodnya sedang jelek! Huwaaaaaaaa…”

            “Jeongmalyo?”

            “Percaya padaku. Sudah beribu-ribu kali aku kena amarahnya.”

            “Jadi… benar kau tidak menyukainya?”

            “Shireo… aku tidak akan pernah menyukainya.”

            “Arraseo… jadi kau tidak keberatankan jika aku menembaknya?”

            “Mwo??? kau akan menembakknya?”

            “Ne… aku menyukainya sejak kami pertama kali bertemu. Tapi aku sempat mundur karena kau begitu dekat dengannya. Aku melihat kalian seperti pasangan kekasih. Syukurlah kalian ini hanya teman… “

            “Hahaha… itu tidak mungkin terjadi…”

            Aku tertawa mendengar pengakuan sahabatku itu. Tak kusangka selama ini dia menyimpan perasaan untuk HyuRi. Aku senang mendengarnya, tapi entah mengapa sesaat tadi rasanya Hatiku berdegub, seperti ada batu yang dihantamkan langsung ke dalamnya. Aku tidak tahu itu. Dan aku terlambat untuk menyadarinya.

 

            “HyuRi-ya, jadi, kau sudah menerima Gun Wook sebagai namjachingumu?”

            “Ah ne… dia menembakku tadi malam. Wae?”

            “Chukae… kalian akan menjadi pasangan yang serasi hahaha…” Aku tertawa, lebih tepatnya berusaha untuk tertawa.

            “Kau kelihatan senang sekali Hyukje-ya”

            “Tentu saja. Jadi sekarang kau tidak akan menggangguku lagi HyuRi-ya”

            “Apa aku begitu mengganggumu selama ini?” Aku sedikit terkejut mendengar pertanyaannya. Dia tidak bercanda. Aku tahu itu. Matanya yang bulat dan besar menatap tajam ke arahku.

            “Hahaha kau baru menyadarinya? Kau ini selalu menggangguku. Kau ini selalu manja padaku. Sempat aku berpikir bahwa kau menyukaiku HyuRi-ya…” Aishhh apa yang ku katakan!

            “Mianhae…” HyuRi tersenyum. Tapi bukan ini yang aku inginkan. Bukan senyum ini yang aku harapkan. Aku ingin dia memukul atau mencubitku seperti biasa. Aku benar-benar tidak menyukai situasi seperti ini.

            Itu adalah terakhir kalinya aku bertemu HyuRi sebelum aku sibuk ke Seoul untuk menjadi trainee di SM entertainment. Untuk mengejar impianku sebagai dancer profesional.Itu juga terakhir kalinya aku berhubungan dengannya. Berhubungan dengan sahabatku, sekaligus yeoja yang telah merebut hatiku.

Flashback END

 

 

 

Bersumbang….

 

 

 

Berikut foto-foto daerah Myeongdong, Seoul

 

 

 

Advertisements

9 thoughts on “Can’t Handle My Own Heart [Part 1]

  1. Huahahahahaaa,,,
    tetep ya Hae couple eksis bgt,,,

    tp walaupun baru part 1 tapi aq dah deg deg seeerrr bacanya,,,
    hehehehee,, ternyata gini ya rasanya baca FF yang di bikin buat kita sendiri,,
    hihihihihiiiiii,,, seneeeeng bgt deh rasanya,,,

    tapi kok disini kya nya Jang HyuRi tu cepet bgt ya buat pacaran lg (klo aslinya g kok),,,
    (wkwkwkwk membela diri sendiri)

    tapi aku seneng bgt sama ceritanya,,
    simple tapi gmn gtu rasanya,, hhehehehe,,,

    eh eh eh,, kok ada gun wook segala yaaaaa???????????
    aq kaget tadi pas baca ada nama Gun wook nyya,, hihhihihiii,, (kok bisa-bisanya author kepikiran)

    aish,, aku juga seneng banget baca waktu HyuRi kesesat itu,, (soalnya itu salah satu adegan paforit ku d You’re Beautiful) ^_^

    tapi banyak bgt ya fakta dari jang HyuRi yg Author tulis di FF ini,, mulai dari galak,, menakutkan klo moodnya jelek,, mpek yang bakat omma ku g nurun ke aku,, hihihihihiiii,,,
    (tapi pas author nulis UDANG masakan omma ku kok aku jadi inget waktu kita sahur di rumahnya efith ya)

    pokoknya aku seneng banget ma FF ini ^_^
    baguuuuuuuuuussssssss,,,,,

    aku tunggu part selanjutnya yaaaaaaaaaa 🙂

    makasih banget2 ya author udah di buatin FF nya :***

    • Huwaaaaaaa…. maap ya bong lama sekali bisa ngepost Part 1 huhuhuh…

      Oh iya donk.. enakna jadi author ya gini… ttp eksis walaupun maksa 😀
      Yahhh namanya juga FF bong.. g harus sama kyk aslinya.. yg penting happy ending, prosesnya gmn manut author aje ye #author pemaksa..

      Iyahhhh kan kita sama2 penggemar Gun Wook… bingung cari nama.. eeehhh tiba2 terlintas namja cakeb bad boy dech..
      Cieeeee bayangin aja tu Gun Wook si Kim Nam Gil :d

      Tu masalah udang juga q keinget pas Shinhae dan HyuRi sahur bersama malam itu wkwkwkw…
      Biz q gak tahu makanan kesukaan si Kunyuk itu.. terpaksalah udangkan umum bgt tu #lagi2 auhtor pemaksa

      Yahhh seneng bgt ni rasanya auhtor klo reader suka..
      Gomawoe… maap klo muasihhhhh bnyk kekurangan…
      Ditunggu aja part selanjutnya…
      Maksih.. Muach Muach

  2. Assalamualaikuummmmmmm . . . (Kadir style)

    huweeee maaf beribu maaf aku bru bs mampir dimari ,,
    aku bru kelar UAS, dan mule bergelut dgn dunia per-ff-an lgi (jdi keinget ff utkmu yg ga jadi2, jeongmal chosohamnida *bow*)

    prtama2 mau blg klau Hae Couple, bner2 eksis skaliii, dmana2 adaa .

    yaaa shin msh ad bberapa Typo,,

    ehm ak byangin unyuk dsni yaa bner2 kyk si unyuk di khidupan nyatanya, yg usil, jahil dan yadong (yaa HyuRi kau hrus berhati2 dgn Unyuk,,,)

    aku jg suka pas unyuk nnjukin jalan bwd hyuri lwat tlpon, hhaha jadi ingat shinwoo.

    jdi nie critanya CLBU yaa (Cinta Lama Belum di Ungkap)
    hhahahhaaa .
    dan kyknya Hyuri jg uda sk dr pas mreka kcil jg deh .

    ayooooo lanjuut part 2 nya . . .

  3. Wa’alaikum salam (Bu Haji style) 😀

    Akhirnya mampir jugaaa…. makasih dah mau mampir di blog Author yg geje ini haha’
    Welcome Back to FF World wkwkwkwk
    Btw jadi inget q pesen Hae couple padamu,,, hmmm jd makin penasaran..
    Ayo jebal dibuat #maksa

    Yeahhhhh namanya juga Auhtor geje… jd dimana ada FF, di situ ada Hae couple wkwkw
    Biar pada gak lupa ma sweet Hae couple :p

    Yahhh makanya tu biar Eunhyuk da partner yadong (???) selamat buat HyuRi
    Semoga Eunhyuk sadar dan mengurangi tingkat keyadongannya berkat HyuRi..
    ato jangan2 malah makin parah tu >,<

    Iyahh sweet bgt klo inget Shinwoo, untung nasib Eunhyuk gak kyk dia dsni hahahaha…

    Okeyyyyy akan author usahakan secepatnya..

    Btw ni FF buat Elbri, temen SMAmu dulu itu lho lus 😀

    • yaeelaaaahh inii ibuk bergaya ala bu haji . .
      hahahahahaa .
      ampun mbaaak iyaaa ayee siap mngerjakan perintah ente, waahh harus banyak nyewa blue film nie bwd imajinasi (ato mnjem ama eunhyuk ajaa yaaa)

      yappp smoga Hyuri bs mmbantu eunhyuk mngurangi yadongnya, ato malah Hyuri bakal terkontaminasi jg yaa . .

      iyaaa kangen shinwoo ahh, tpi skrg otakku lagi terdoktrin dgn karakter choi hyun wook (wehh lagi2 marga choi) si chef galak tapi romantis abisss . .

      he’em salam yaaa bwd elbri, blgin sering2 suruh monkey-nya sholat biar insyaf . .

      • Yahhhh author berusaha mengimbangi si Angel yg sudah berusaha alim kekekeke….

        Halahhhh Ratu Yadong kykna g perlu pnjm begituan… psti dipancing dikit dah lngsng beraksi *Go Ratu Go Ratu

        Arrrrrggghhhhhhhhh hati author lagi2 terbelah ama yg namanya NO MIN WOO yag jd Philips… pdhl partna duikittttt…
        Tapi tiap dia muncul walau sekelebet, sudah membuat otak author lupa akan si Ikan *dplototin Hae….

        Tenang… sebenernya monkey sering jadi imam koq di masjid deket rumah Elbri,, tp ya gitu biz jd imam, ktmu ank2 suju laen, tabiatnya kembali lg.. hadehhhh

      • huehehehheeee,,,,
        klo lg sama diriku si Eunhyuk g bakal sempet memikirkan yadong Lus,,,
        coz pikirannya dah kesedot buat mikirin gimanya caranya menyatakan Cinta,,,
        huahahahahaaa,,, (kena timpuk orang sekampung)…

  4. hal pertama yg ingin kukatakan..
    HAE COUPLE!!!! wkwkkwkwkkwk jinjja..
    selalu hadir dalam kondisi suka dan duka
    eksis betul weehh..wkwkwk
    aku inget banget ne scene tersesatnya gominam kyahahh
    tapi si unyuk koq kalem banget yak *ditimpuk istri unyuk* hahah
    keren thor!!! daebak..
    kta lusiong td siang clbu cinta lama belum keungkap hahahha
    lanjutt cuuss cus lanjuutt, semangaatt..haha
    penasaran bakal diomong gak ntu perasaannya unyuk haha

    • Itulah enaknya jadi Author… bisa seenaknya masukin karakter yg sebenernya kadang2 klo gak ada juga gak ngaruh ke cerita bwahahahaha…
      Hae Couple meang OYE *diprotes Big Head couple

      Unyuk masihh malu malu kucing tu ama HyuRi, jd kalem gethooo deh hahahaha…
      Iyahhh bagus tu istilahnya CLBU…
      Semoga saja Monkey punya keberanian utk menyatakan cintanya sebelum terlambat (lagi) hohohoho…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s