The Good in Goodbye…

Notes : FF ini adalah lanjutan dari spoiler yang telah diposting sebelumnya. Check this spoiler link before read this story. Happy reading and Gomaweo :*

Untitled-1

        Jumat malam di Seoul bisa jadi malam terpadat dibandingkan malam-malam lainnya. Tenda-tenda kecil berisikan jajanan khas Korea berderet warna-warni dengan lampu-lampu neon kuning menerangi wajah-wajah lelah para pelanggan yang seharian bekerja untuk memenuhi isi kantong mereka.

           Aliran sungai Han yang mengalun dengan damai menjadi pemandangan dan latar belakang yang indah, menemani gelak tawa dari pelanggan-pelanggan sebuah warung soju di pinggiran sungai yang menjadi trandmark Korea itu. Sepertinya soju menjadi pilihan sebagian besar pekerja Korea untuk merubah rasa penat menjadi kegembiraan yang terkadang berlebihan, tergantung kadar zat memabukkan yang masuk dan mengalir ke dalam kerongkongan mereka. Minuman itu juga menjadi pilihan bagi dua yeoja yang duduk di pojokan tenda, ditemani cemilan toppoki dan kimchi pedas kesukaan mereka.

“Kau sudah melihat majalah yang kukirimkan tadi? Otte? Kau puas kan? Bagaimana kau bisa berfoto seperti itu? Sungguh membuat perutku kram saat melihatnya hahaha…” Salah satu yeoja dengan rambut panjang yang dikucir kuda dengan asal-asalan hingga beberapa helai rambut sewarna dark chocolate itu jatuh tak beraturan dikeningnya, tertawa terbahak-bahak, membuat cangkir kecil berisi soju yang dipegangnya terciprat-ciprat.

“Mworago??? Jika perutmu saja kram, maka perutku perlu diamputasi saat membaca judulnya! Bagaimana bisa kau membuat judul seperti itu? Mempesona di Usia Muda? Kau kira kau sedang mengulas artikel tentang model?? Ishhhh…” Jae Kyung kesal sekaligus geli dengan hasil karya yeoja didepannya itu, yang masih berusaha menghentikan tawanya.

“Ya~ Pimpinan redaksiku saja memberiku pujian dan langsung menyetujui judul artikelku tentangmu itu. Dan bahkan menjadikannya sebagai cover depan. Seharusnya kau bangga dengan sahabatmu ini! Aku, Im Ae Ri, reporter masa depan Korea yang penuh dengan gejolak keingintahuan yang besar untuk menguak kisah-kisah yang tak terkuak, telah berhasil mempersembahkan Han Jae Kyung, konsultan sukses yang kepopulerannya konon mengalahkan artis muda Suzy kehadapan pembaca-pembaca budiman di Korea… Bilang saja kau malu melihat dirimu sendiri terpampang di sebuah majalah besar dan akan dilihat oleh seluruh orang di Korea.” Yeoja yang mengaku bernama Ae Ri itu menyudahi pidato kemenangannya dengan tegukan soju yang membuatnya mengerenyit menahan rasa soju yang tajam.

“Hah, jika bukan karena kau adalah sahabat terbaikku, dan sepertinya aku menyesalinya sekarang, aku tak akan sudi membeberkan seluruh hidupku kedalam secarik kertas dan membiarkan orang lain membacanya.”

“Mwo? Kisah tentang karir dan kehidupan kerjamu yang membosankan itu kau sebut seluruh hidupanmu? Ya~ jika kau benar-benar menceritakan seluruhnya, maka tampang judesmu itu tidak hanya terpampang di atas secarik kertas itu saja, tapi terpampang di seluruh media televisi, Koran, majalah, internet di seluruh korea, bahkan mungkin dibelahan bumi lain.”

“Apa maksudmu? memangnya aku ini selebriti yang setiap hari terkena skandal murahan itu? Aku ini hanya seorang pegawai swasta, babu bagi orang-orang yang tak ingin ambil pusing mengurusi uang yang telah dengan susah payah mereka kumpulkan.” Jae Kyung menuangkan lagi botol soju ke-duanya ke dalam cangkirnya yang telah kosong dan dengan tangannya yang bebas, menyomot kimchi pedas yang masih memenuhi pirong bundar kecil.

“Kau pura-pura tidak tahu atau sekarang kau sudah mabuk hingga pikiranmu seperti orang linglung? Apa perlu kujelaskan panjang lebar dan membuka sesi dengar pendapat dengan dihujani ribuan interupsi darimu dan pada akhirnya kau akan menghabiskan weekendmu yang berharga itu dengan mengunci diri di kamar seperti sebelumnya?”

“Mwo?”

“Kau tahu kan… berita paling laku di dunia ini bukanlah berita tentang Presiden yang berhasil bekerjasama dengan negara lain. Berita yang bisa membuat orang-orang tergila-gila adalah berita tentang Presiden yang memiliki istri simpanan. Kau tahu kan maksudku? Berita yang bisa menjual tentang dirimu sekarang bukan lagi tentang kesuksesanmu yang luar biasa itu, tapi tentang cinta… kisah cinta seorang Han Jae Kyung. Kisah tragis Han Jae Kyung bersama seorang namja…” Ujar Ae Ri yang lagi-lagi terlihat larut ke dalam imajinasinya sendiri.

“Wae? Kenapa kau harus berbelit-belit seperti itu? Sebut saja nama namja brengsek itu. Toh aku sudah melupakannya. Kan kau sendiri yang bilang, aku harus membuang jauh-jauh namja brengsek yang telah menyia-nyiakan masa mudaku yang berharga ini hahaha…” Jae Kyung berusaha tertawa senang untuk menunjukkan dirinya memang senang, tapi yang di dengar Ae Ri hanyalah sebuah tawa yang penuh dengan derita tak tertahankan.

“Jae kyung-ah… gwencana? Lama-lama kau terlihat gila.” Ujar Ae Ri tersenyum kecut.

 “Gwencana… naega—” Kata-kata Jae Kyung terpotong saat iphone putih yang ia letakkan diatas meja bergetar dan menampilkan sebuah nama seorang namja yang sedari tadi sedang mereka bicarakan.

Kedua yeoja itu hanya terdiam, menatap layar iphone yang terus berpendar. Tak ada gerakan yang menunjukkan niat untuk menjawab ataupun menolak panggilan itu. Hanya satu kata yang terucap dari mulut Jae Kyung,

              “Nappeunnom!”


3 month ago,

Ae Ri-yaa…

           Mungkin bagi orang lain, pesan singkat yang muncul di layar sebuah smartphone putih berhiaskan diamond kecil berwarna hijau itu hanya sekedar menyapa. Tapi tidak bagi penerima pesan yang namanya terpampang di layar itu. Ae Ri tahu mengenai kondisi si pengirim pesan hanya dengan melihat pesan singkat itu.

“Kim capt, aku mohon ijin sebentar. Aku akan kembali setelah makan siang nanti.” Ae Ri segera membereskan peralatannya, memasukkan segalanya ke dalam tas tenteng besar bercorak kulit secara sembarangan, dan bergegas pergi tanpa menunggu jawaban dari atasannya itu.

Ae Ri menarik sabuk pengamannya dengan sebelah tangan, dan mencari kontak si pengirim pesannya tadi dengan tangan yang lain. Ae Ri menemukan nama Jae Kyung dan segera menelponnya sembari menginjak pedal gas, melaju meninggalkan tempat parkir di basement KBS, tempatnya bekerja.

“Eodi?” Tanya Ae Ri setelah akhirnya Jae Kyung mengangkat telponnya.

“Wae? Aku baik-baik saja. Kau tidak usah khawatir.” Jawab Jae Kyung samar-samar. Namun jawaban itu semakin membuat Jae Kyung terdengar benar-benar sedang tidak baik-baik saja.

           Mungkin karena instingnya yang terus menerus ia gunakan dalam pekerjaannya, Ae Ri mengetahui posisi Jae Kyung tanpa perlu diberitahu. Suara dentingan kaca dan alunan music jazz samar-samar terdengar dari seberang telpon cukup memberikan petunjuk bagi Ae Ri.

           Mobil Kia merah berplat nomor 1004 berhenti di depan sebuah bangunan berdinding batu bata merah yang tersusun rapi dan memberikan kesan kuno namun elegan dengan sebuah papan kayu berbentuk lonjong bertuliskan Café & Bar Gosh. Seorang wanita dengan rambut digulung tak rapi, berkaos biru muda bertuliskan City Girl yang sedikit tertutup oleh kemeja kotak-kotak dengan lengan digulung sebatas siku, menarik tas bercorak kulitnya dari kursi penumpang dan bergegas masuk ke dalam bangunan berbatu bata itu.

       Di dalam ruangan yang tak terlalu luas, dengan penerangan yang tak terlalu terang, berdesain modern, kontras dengan desain kuno yang dilihat di luar bangunan tadi, Ae Ri celingukan mencari sosok sahabatnya itu. Matanya menyisir dari pojok kanan ke pojok kiri ruangan tapi tidak menemukan apa yang dicarinya. Hanya ada segelintir orang yang duduk tenang memegang gelas Kristal berisikan cairan merah maroon maupun kuning emas dan saling bercakap-cakap. Dapat dimaklumi, Café & Bar Gosh sepi pengunjung di waktu-waktu pagi menjelang siang seperti ini.

“Ae Ri-shii…” sapa seorang bartender berambut cepak dark brown berponi dari balik meja bar. “Dia ada di dalam, seperti biasa.” Namja tampan itu menyunggingkan senyuman kecil dan mengendikkan kepalanya kearah ruangan yang ia maksud, seakan tau orang yang sedang Ae Ri cari.

“Ah, gomaweoyo Doojoon-shii…” Ae Ri membalas senyuman namja itu dan berjalan ke arahnya. “Apa dia sudah dari tadi disini?”

doojoon

“Ne… dia sudah duduk disana saat aku datang. Dia benar-benar terlihat kacau. Sebaiknya kau segera kesana.”

“Arraseo”.

          Ae Ri bergegas masuk ke dalam sebuah ruangan di samping meja bar. Ruangan yang jauh lebih kecil dibanding ruangan yang ada di luar terbagi menjadi beberapa bilik yang memang diperuntukkan untuk pelanggan VIP. Bilik-bilik berdinding kayu mahoni dengan sofa-sofa beludru empuk berwarna maroon mengelilingi meja mahoni bundar, memberikan kesan hangat dan privasi bagi pelanggan Café & Bar itu.

           Ae Ri berjalan melewati bilik-bilik kosong sebelum akhirnya berhenti di bilik Bar yang letaknya di ujung ruangan, bilik favorit Jae Kyung, Ae Ri dan sahabat-sahabat mereka, bilik favorit yang menyimpan banyak cerita.

“Kau tau ini jam berapa?” Seru Ae Ri, merampas gelas Kristal yang siap untuk diminum oleh seorang yeoja yang kondisinya sama seperti yang dibicarakan bartender tadi. Kacau.

“YAAAA~~~~” Yeoja itu protes melihat minuman merah maroon dirampas dari tangannya.”

“Jae Kyung-ah! Wae geurae???”

“Ani… tidak ada apa-apa.” Jae Kyung menggelengkan kepalanya dengan keras, sampai Ae Ri takut kepalanya bisa saja tiba-tiba terlepas. “Kenapa kau kemari?”

“Menurutmu?” Ae Ri mendengus kesal. “Sekarang apa lagi? Kau menemukan artikel yang aneh-aneh lagi tentang dirinya?” Ae Ri menghempaskan tubuhnya ke sofa marron dengan acuhnya, seakan dia sudah familiar dengan masalah yang dihadapi sahabatnya itu. Karena memang tak ada masalah yang bisa membuat Jae Kyung “kacau” seperti itu kecuali masalah yang berhubungan dengan namjachingu-nya itu.

            Jae Kyung tak menjawab, membenamkan wajahnya ke dalam kedua tangannya yang terlipat di atas meja.

“Jae Kyung-ah, ini kan belum sampai sebulan dari pertengkaran terakhir kalian. Apa sirklus pertengkaran dahsyat kalian mulai berubah? Sebelumnya sebulan sekali kalian saling melempar piring, apa sekarang sebulan dua kali? Aissssh, aku bakalan bosan mendengar curhatanmu sebulan dua kali! Apa kalian tidak bosan?” Ae Ri terus mengoceh tanpa henti.

“Bosan? Memangnya kami melakukannya dengan sengaja? Kau pikir aku tidak lelah setiap hari harus merasa khawatir, marah, takut, cemburu terhadapnya?” Akhirnya Jae Kyung membuka mulutnya, tapi tak hanya kata-kata yang keluar, tapi air di kedua matanya mulai jatuh menetes.

“Jae Kyung-ah… jika kau begitu lelah, kenapa tak kau ‘benar-benar’ akhiri saja semuanya? Kau tau, aku merasa kasihan melihatmu. Aku tahu kau selalu berusaha dengan sangat keras mempertahankan hubungan kalian. Tapi, sekeras apapun kau mencoba, itu tidak akan berhasil jika kau hanya berusaha sendiri. Just break-up and be free. Kau akan menghabiskan masa mudamu yang berharga dengan percuma.”

“ Arrayo… untuk itulah tadi malam aku mengakhiri semuanya.” Jae Kyung mengusap kedua pipinya.

“Kau juga berkali-kali mengatakan itu setiap kalian bertengkar.” Ujar Ae Ri tak percaya.

“Ani… kali ini aku bener-benar mengakhirnya! Aku-“ Jae Kyung berusaha menahan air matanya jatuh kembali, suaranya bergetar hingga ia tak bisa meneruskan kata-katanya.

           Jujur saja, Ae Ri telah sering melihat sahabatnya kacau seperti itu. Tapi kali ini rasanya berbeda. Seakan-akan semuanya memang telah berakhir bagi Jae Kyung. Hubungan yang selalu ia jaga selama 3 tahun sepertinya telah berakhir tadi malam.

            Tangis Jae Kyung akhirnya pecah. Ae Ri hanya bisa meraih sebotol anggur merah dan menuangkannya ke gelas krystal Jae Kyung.

“Minumlah. Semua akan baik-baik saja.” Ae Ri menyodorkan gelas krystal yang sudah terisi itu ke tangan Jae Kyung yang masih bergetar. “Kau tahu, mungkin ini adalah jalan terbaik untuk kalian.”

           Tak ada suara lain selain isak tangis Jae Kyung yang terdengar dari bilik VIP di Café & Bar Gosh. Hal itu berlangsung cukup lama. Cukup lama sampai bartender Café Lee Doojun bolak balik mengganti botol-botol Krystal milik Ae Ri dan Jae Kyung yang kosong.

 “Tadi adalah botol yang terakhir. Aku tidak akan sanggup menggendong kalian berdua jika kalian minum lebih banyak lagi. Dan lagi, ini bukan jam 12 malam, tapi masih jam 12 siang.” Doojun tertawa kecil dan mengerlingkan sebelah matanya sambil menaruh dua mangkuk sup hangat. “Ini akan mengurangi kadar mabuk kalian. Jae Kyung-shii, Fighting…!!!” Doojun menepuk pundak Jae Kyung, seakan tahu masalah yang sedang dihadapinya.

 “Aku sebaiknya kembali ke kantor. Aku akan terus menangis jika tetap disini. Lagi pula Go gyejangnim (Chief Go), bisa membunuhku jika tau aku membolos.” Jae Kyung mengusap sisa-sisa air mata dipipinya.

Go Hyun Jung“Apa kau gila? Bekerja dengan kondisi kacau seperti ini? Kau sebaiknya berkaca sebelum bicara seperti itu. Yang kau butuhkan sekarang bukanlah bekerja di kantor bodohmu itu. Kau harus bersenang-senang.”

“Menurutmu aku juga bisa bersenang-senang dengan kondisi kacau seperti ini? Anii.. lebih baik aku kembali ke kantor. Setidaknya grafik-grafik bodoh dan tumpukan dokumen bisa mengalihkanku sejenak. Aku juga tidak ingin kehilangan pekerjaanku gara-gara namja bodoh itu.”

“Hahaha…Jika kau kehilangan pekerjaanmu, keluargamu pasti akan bersorak girang. Tapi, aku percaya kau akan bisa melewati ini semua.”

Yeay right…”

“Aku akan menghubungimu weekend nanti. Pastikan kau tidak mengurung diri dikamarmu ya!”

“Ok, tapi aku tak janji. Mungkin kasur akan menjadi teman terbaikku saat ini.” Senyum kecil tersungging dari bibir Jae Kyung.


Present,

            Secara umum, seluruh populasi di dunia ini terbagi ke dalam kelompok-kelompok dan di dalam kelompok tersebut terdapat benang tak kasat mata yang memungkinkan setiap individu yang ada di dalam kelompok itu saling mengenal dan saling berhubungan satu sama lain. Tak dipungkiri pula, terkadang benang itu dapat menjulur lebih jauh hingga bisa menyentuh individu-individu di luar kelompok mereka. Secara teori, semakin banyak benang-benang yang dimiliki seorang individu, semakin berharga pula orang tersebut. Itulah koneksi, sebuah jalur yang bisa mengangkatmu setinggi langit, atau bisa menjatuhkanmu dengan keras, tergantung kemana benang-benangmu itu berlabuh.

            Koneksi itu pula yang mungkin bisa membuat iri semua orang, terutama yeoja-yeoja di Korea, pada Jae Kyung dan Ae Ri.

             Jae Kyung, jika dilihat dari latar belakang keluarganya, tak heran dia memiliki koneksi luar biasa, ditambah dengan profesinya di bidang keuangan, sepertinya tak ada chaebol yang tidak dia kenal di Korea ini.

          Berbeda dengan sahabatnya, profesi Ae Ri sebagai jurnalis sekaligus reporter di sebuah perusahaan ternama Korea, membuatnya tak asing dengan sebagian besar selebriti dan orang-orang terkenal yang wajah dan perilakunya selalu mendapat perhatian penduduk Korea.

“Kajja… saatnya kau untuk bersenang-senang melupakan namja yang telah membuat masa mudamu terbuang sia-sia itu dan sambutlah kebebasan hohoho…” Ae Ri melambaikan dua lembar kertas di depan Jae Kyung yang masih sibuk dengan setumpuk file yang memenuhi meja kerjanya.

“YA~ apa kau tak lihat aku masih sibuk dengan semua ini?” Jae Kyung merentangkan tangannya, memperlihatkan semua dokumen-dokumen yang masih berserakan di atas meja kerjanya. “Lagipula bagaimana kau bisa berkeliaran di kantor orang lain pada jam seperti ini? Apa kau ini benar-benar tidak punya kerjaan?”

“Isshhh… ayolaaaaaah… apa kau tidak bosan menghabiskan weekendmu diruangan kecil seperti ini? Lihatlah aku membawa 2 lembar voucher makan.” Ae Ri kembali mengibas-ngibaskan lembaran voucher tanpa menghiraukan pertanyaan Jae Kyung.

“Voucher makan? Eodi?” Akhirnya Jae Kyung mendongakkan kepalanya untuk melihat Ae Ri setelah mendengar kegiatan favoritnya disebutkan.

“Taco & Grill. Kau tahu kan, café baru yang selalu dibicarakan oppa. Hari ini adalah soft openingnya. Dan tentu saja kita menjadi tamu kehormatan kali ini hahaha….”

“Jinjja? Aku kira dia hanya membual ingin membuka café sendiri. Arraseo, aku akan ikut kesana. Tapi tolong biarkan aku menyelesaikan pekerjaanku dulu.” Jae Kyung kembali tenggelam ke dalam tumpukan dokumen warna warninya itu.

“Arrasimida Jae Kyung-shii… Aku akan menjemputmu jam 7 malam disini. Ngomong-ngomong apakah kolegamu yang tampan itu ada di kantornya? Sebaiknya aku mampir ke sana untuk menyapa.” Ujar Ae RI tersenyum jahil dan bergegas keluar dari ruangan Jae Kyung.

“YA~ kau pikir ini rumahmu? Selalu saja kau dengan bebas keluar masuk kantor… isssh” Jae Kyung hanya bisa pasrah melihat kelakuan sahabatnya itu yang selalu datang dan pergi tanpa diundang ke kantornya.

08.00 PM, Distrik Gangnam, Taco & Grill

             Café baru Taco & Grill berdiri manis di lokasi yang tak jauh dari pusat kota Gangnam, kota gemerlap yang dijuluki Beverly Hills-nya Korea. Soft Opening café yang bergaya mexico itu sedikit berbeda dengan soft opening café pada umumnya. Jika café lain dipenuhi masyarakat umum di hari pertama pembukaan, Taco & Grill lebih banyak dipenuhi wajah-wajah familiar yang lebih sering muncul di layar televisi dibandingkan muncul dihadapan public. Mungkin karena pemilik café ini adalah salah satu dari wajah familiar tersebut, maka soft opening Taco & Grill lebih seperti after party sebuah pagelaran.

             Jae Kyung dan Ae Ri, dengan koneksi super mereka, dengan mudahnya memarkir Kia merah dibasement café dan berjalan santai masuk ke dalam café yang mulai dipenuhi namja dan yeoja berpakaian branded ternama yang saling bercengkrama dan menikmati alunan music ala Amerika Latin dengan instrument terompet dan biola yang selaras dengan tema Taco & Grill. Jae Kyung dan Ae Ri terus berjalan mencari tempat duduk yang masih kosong sambil sesekali berhenti untuk mencomot cemilan yang telah tertata rapi di tengah ruangan dan sesekali menyapa tamu-tamu lain yang mereka kenal.

“Huwaaaaah… akhirnya Lee Seung Gi dan Yoona berani terang-terangan datang bersama diacara public seperti ini hahaha…” Ujar Ae Ri mengomentari dua selebritis terkenal korea yang baru-baru ini mempublikasikan hubungan asmara mereka ke public, sambil meletakkan piring berisikan cemilan dan segelas orange jus ke atas meja setelah mereka menemukan kursi kosong dipojok ruangan.

yoona-LSG-blog“Apa kau tidak mau menulis artikel tentang mereka?” Jae Kyung yang telah lebih dulu duduk santai di sofa coklat bercorak bunga berwarna kontras, kini sibuk menyelupkan taco ke dalam saus tomat yang terisi penuh di mangkok kecil yang ia ambil tadi.

“Hah… No No… Artikel semacam itu sama sekali tidak membuatku tertarik. Sama sekali tidak penting. Bisa-bisa aku kena semprot captain Kim” Jawab Ae Ri menggelengkan kepalanya.

“Tapi bukankah kau senang disemprot captain idolamu itu? Siapa namanya? Kim Nam Gil?” Goda Jae Kyung.

Kim Nam Gil

“Yupz. Bosku yang keren itu, captain Kim Nam Gil, terlihat sangat mempesona saat dia marah-marah hahahaha…” Ujar Ae Ri terlihat terpesona membayangkan bosnya sendiri. “Ngomong-ngomong, tadi aku melihat Park Seo Joon, apa kau ingin aku kenalkan padanya? Sudah waktunya kau melebarkan sayapmu lagi. Ini kan sudah 3 bulan. Kau sendiri bilang kau sudah melupakan semuanya.”

“Park Seo Joon? Nugu?”

“Aiiishhh kau ini… bisa tidak kau up-to-date sedikit? kau ini seperti memakai mata kuda selama bersama namja itu ckckckck. Park Seo Joon, aktor yang akhir-akhir ini membintangi berbagai macam drama sukses.” Jawab Ae Ri gemas.

Park Seo Joon

“Owww Araseo… Aktor yang sedang naik daun itu? Apa kau gila? Apa kau ingin aku memperpanjang kegagalan drama percintaanku dengan mengenalkan seorang selebritis padaku?” Jae Kyung meninju pelan lengan Ae Ri.

“Ahhh mian mian… aku tidak tahu kau jadi trauma pada selebriti hahaha. Tapi, kau memang benar, sepertinya memiliki namja berstatus sebagai selebritis itu adalah pilihan terburuk. Mereka hanya akan membuatmu menderita!” Seru Ae Ri penuh semangat.

“TAKKKK~~~” Tiba-tiba kepala Ae Ri berbunyi cukup keras berkat sebuah jitakan yang dilayangkan seorang namja yang kini berdiri tepat dibelakang Ae Ri.

“YA~~~~~!!!” Dengan cepat Ae Ri menengok kearah pelaku yang menjitak kepalanya. “OPPA~~~!!!” Ae Ri mengirimkan tatapan tajam dan menusuk kepada pelaku yang telah menyakiti ubun-ubun kepalanya itu.

“Wae??? Selebriti mana yang telah membuatmu menderita??? Aku?” Seru si pelaku penjitak Ae Ri sambil berkacak pinggang.

“DONGHAE OPPAAAA!! Apa begini perlakuan seorang pemilik café baru kepada calon pelanggannya???” Seru Ae Ri masih mengelus-elus ubun-ubun kepalanya.

Lee Donghae

“Wae? Wae? Wae? Lalu bagaimana aku harus memperlakukan calon pelangganku yang cerewet ini? Apa seperti ini?” Donghae kembali melayangkan tangannya kearah kepala Ae Ri. Namun, bukan jitakan yang ia layangkan, melainkan usapan lembut yang dulu biasa ia lakukan pada Ae Ri.

“Oppa!!!” Ae Ri menampik tangan Donghae yang kini mulai mengacak-acak rambutnya.

“Ae Ri-ya… bukankah dulu kau sangat suka jika aku melakukannya?” Ujar Donghae tertawa jahil.

“Andweeeeee… Shiroyoooooo.” Kini gentian Ae Ri yang berdiri dan mengacak-acak rambut Donghae. Terjadilah saling acak mengacak rambut antara Ae Rid dan Donghae tanpa memperdulikan Jae Kyung yang tertawa keras melihat kelakuan kedunya.

“Siapapun yang melihat kalian berdua pasti mengira kalian kembali bersama hahaha!” Seru Jae Kyung puas. Setidaknya malam ini dia bisa benar-benar tertawa lepas dan melupakan masa-masa kegelapannya. Melihat kedua sahabatnya saling “bercengkrama” kembali menyadarkan Jae Kyung bahwa dunianya belumlah berakhir.

“Syukurlah kau bisa kembali tertawa…” Ujar seorang namja yang menarik kursi dan duduk di samping Jae Kyung tanpa memperdulikan namja dan yeoja yang masih bertengkar seperti anak TK didepannya.

“Omo… Hyukjae oppa… kukira kau tidak datang malam ini.” Jae Kyung memeluk hangat namja yang bernama Lee Hyukjae atau lebih dikenal public sebagai Eunhyuk, yang bersama Lee Donghae menjadi member dari boyband legendaries Korea, Super Junior sekaligus sahabat terbaiknya.

Lee Hyukjae

“Tidak datang di acara pembukaan café baru Donghae? Aku bisa mati dicincang olehnya nanti.” Ujar Eunhyuk bergidik ngeri. “Lalu bagaimana kabarmu? Apakah yeoja perkasaku ini sudah bisa kembali menjadi Jae Kyung yang dulu lagi?”

“Isssh… bukankah dari dulu aku tidak berubah oppa? Lagipula aku sudah tidak apa-apa. Semua telah kembali menjadi normal dan aku lebih bahagia karena tidak usah memikirkan dia lagi.” Jawab Jae Kyung yakin.

“Baiklah kalau begitu mulai sekarang kau harus melaporkan semua namja yang dekat denganmu agar aku bisa menyeleksinya dengan ketat. Akan aku pastikan namja itu tidak menjadi namja brengsek seperti dulu hahaha…” Ujar Eunhyuk mengerlingkan mata kecilnya sambil tertawa hingga memperlihatkan gummy smilenya.

“Arraseo oppa… masalah namja akan kuserahkan sepenuhnya padamu. Sekarang aku ingin fokus pada diriku sendiri.” Jae Kyung mengacungkan kepalan tangannya. “Fighting!!!”

“Tapi… aku tidak akan bisa berbuat banyak jika namjamu nanti adalah namja yang dijodohkan keluargamu hahaha… Pasti keluargamu sudah mulai mencari calon suami untukmu sekarang, saat mereka tau kau single.”

“Aniiii… Aku benar-benar akan melarikan diri jika aku dipaksa menikah dengan namja pilihan keluargaku. Lagipula selama kakakku belum menikah, fokus masalah pernikahan akan tetap tertuju padanya. Akupun masih bisa bernafas lega hahahahaha…”

“Aku jadi heran, bagaimana Kakakmu sampe sekarang belum menikah? Bukankah beberapa tahun belakangan ini dia sudah ditunangkan dengan yeoja pewaris Winner Group?”

“Entahlah. Aku tidak memperdulikannya. Kau kan tahu bagaimana hubunganku dengan kakakku yang super sempurna itu.” Jae Kyung memutar-mutar gelas ditangannya tanpa disadarinya.

“Ya~~ apa kalian tidak lelah! Berhentilah sebentar!” Seru Eunhyuk yang sepertinya sudah tidak tahan melihat kelakuan kedua sahabatnya itu, sekaligus berusaha mengalihkan topik pembicaraan yang nantinya bisa menganggu pikiran Jae Kyung. “Donghae-ya! Kau kan tuan rumah, seharusnya kau sibuk melayani tamu-tamumu! Isssssh.” Tak tahan melihat sahabatnya berkelakuan seperti anak kecil, Eunhyuk melayangkan tendangannya ke pantat Donghae.

“Arraseooooo…” Ujar Donghae sambil mengusap-usap pantatnya. “Ae Ri-ya cepat bantu aku melayani semuanya!” Donghae menarik tangan Ae Ri tanpa sempat mendengar penolakan keras Ae Ri.

“Oppaaa… aku ini tamumu… kenapa juga aku harus mengikuti perintahmu… oppaaaaa!!!” Ae Ri terus meronta-ronta walaupun ia tahu pada akhirnya ia akan menuruti perintah namja itu dengan pasrah.

            Jae Kyung, Ae Ri, Lee Hyukjae, dan Lee Donghae sudah menjadi sahabat sejak bertahun-tahun yang lalu. Di tengah kesibukan pekerjaan yang membatasi kebebasannya, empat sekawan itu selalu menyempatkan diri untuk bertemu setidaknya sebulan sekali.

              Awal bertemuan mereka adalah karena Ae Ri sempat menjadi kekasih Lee Donghae beberapa tahun yang lalu. Mau tak mau, Jae Kyung dan Lee Hyukjae juga sering berkumpul bersama pasangan kekasih itu. Walaupun Ae Ri dan Donghae akhirnya putus, mereka tetap sering bertemu, dan menamakan hubungan mereka sebagai “Cool Relationship”.

“Hah! Cool Relationship my ass!” Cemooh Jae Kyung saat pertama kali mendengar istilah itu. “Aku berani bertaruh kalian akan saling membunuh saat salah satu dari kalian memiliki pasangan baru.”

“Nado… aku setuju. Dan aku bertaruh Donghae akan menangis tersedu-sedu sambil menatap bulan saat mengetahui Ae Ri bersama namja lain!” Imbuh Eunhyuk bersemangat.

“YA~~ memangnya kita ini sepertimu? Langsung sembunyi di bawah counter toko saat melihat mantan kekasihmu bergandengan mesra dengan namja lain???” Serang Donghae pada Eunhyuk.

“Kalau begitu yang kalah harus mentraktir kami tiket pesawat pulang pergi dan biaya menginap di pulau Jeju selama seminggu! Otte?!” Tantang Ae Ri begitu melihat peluang emas untuk liburan gratis.

“Deal!” Seru Jae Kyung, Eunhyuk, dan Donghae setuju.

Dan begitulah awal persahabatan mereka semakin terjalin erat. Perjalanan mereka ke Pulau Jeju, yang tentu saja dibiayai sepenuhnya oleh Jae Kyung dan Eunhyuk sebagai pihak yang kalah, menjadi moment terbaik mereka. Bahkan pulau Jeju menjadi saksi perjanjian konyol keempat sabahat itu.

“Ugggghhh… saat ini kau dan kau oppa, masing-masing telah menemukan pasangan baru.” Tunjuk Jae Kyung pada Ae Ri dan Donghae. “Dan lagi-lagi tinggal kita berdua yang masih menyandang status sebagai yeoja single terkeren dan namja single ter-sexy se-Korea!” Ujar Jae Kyung merangkul pundak Eunhyuk yang duduk disebelahnya di ruang tamu cottage yang mereka sewa.

“Benar sekali. Kenapa nasib kita seperti ini? Tapi, aku curiga, jangan-jangan kalian berdua bersekongkol agar bisa memenangkan pertaruhan ini!” Tunjuk Eunhyuk pada Donghae dan Ae Ri yang sibuk dengan kimchi lobak dan jajangmyun yang tersaji dihadapan mereka.

“Aku masih percaya bila Ae Ri tak merasa kesal melihat Donghae dekat dengan namja lain. Rubah wanita sepertimu pasti dengan mudah mengganti mangsa.” Ujar Jae Kyung santai dan ditanggapi dengan hujan lontaran bantal kursi dari Ae Ri. “Tapi aku tak percaya Donghae oppa bisa bertahan tak mengeluarkan setetespun air mata saat tahu Ae Ri sedang mendekati mangsanya.” Lanjut Jae Kyung, masih berusaha mengindar dari lemparan Ae Ri.

“Kalian ingin tau mengapa aku dan Ae Ri bisa melewati itu semua?” Tanya Donghae jahil, menatap Jae Kyung dan Eunhyuk bergantian. “Karena kami adalah….”

“The Cool Relationship Couple…….” Sambung Ae Ri girang diiringi tawa keras Donghae.

“Issshhhh kalian sungguh menyebalkan!” Kini gantian Eunhyuk yang melempari kedua pasangan aneh itu dengan tumpukan bantal sekaligus.

“Kenapa kalian berdua tidak mencoba menjadi pasangan kekasih saja?” Celetuk Ae Ri tiba-tiba, menunjuk Jae Kyung dan Eunhyuk.

“Mwo? Kami? Kalian bercanda…” Jawab Jae Kyung dan Eunhyuk secara bersamaan.

“Kami tidak segila kalian. Pasti rasanya akan aneh sekali jika tiba-tiba aku memanggilnya “jagiyaaaa” dengan mesra.” Lanjut Jae Kyung bergidik geli.

“Dan telingaku belum siap mendengar panggilan itu dari yeoja perkasa seperti dia. Lagipula aku tidak mau berakhir seperti kalian!” Imbuh Eunhyuk menggelengkan kepala.

“Arraseoo… aku kan hanya bertanya iseng saja hahahaha…”

“Tapi jika sampai umur 40 tahun statusku masih belum berubah, aku akan memikirkan ide itu.” Ujar Eunhyuk santai.

“Omooooo… benar juga. Dari pada nanti aku menikahi namja yang tak kukenal, lebih baik aku menikah denganmu oppa.” Sambung Jae Kyung tak kalah santainya.

“Mwo???” Seru Donghae dan Ae Ri bersamaan, tak habis pikir dengan ide gila yang dilontarkan kedua sahabatnya itu.

“Baiklah. Kalau begitu kenapa kalian tak membuat janji saja. Perjanjian kalian akan menikah jika sampai umur 40 tahun kalian masih berstatus single. Aku dan Donghae oppa akan menjadi saksi perjanjian ini. Otte?” Tawar Ae Ri yang melihat perjanjian ini adalah sebagai sesuatu yang menggelikan.

“DEAL!” Ujar Jae Kyung dan Eunhyuk saling bersalaman tanda setuju dan diakhiri gelak tawa dari keempat namja dan yeoja konyol itu.

10.00 PM, Distrik Gangnam, Taco & Grill

              Jae Kyung dan Eunhyuk terlihat asik mengobrol berdua ditengah orang-orang terkenal yang masih menikmati pesta kecil di Taco & Grill. Waktu terus berputar dan malam semakin larut. Namun perputaran waktu itu terasa hilang saat mereka berdua bercengkrama. Apapun topik yang mereka bicarakan membuat Jae Kyung benar-benar merasa bebas, tanpa beban sama sekali. Eunhyuk tidak hanya menjadi sahabat, tapi juga menjadi sosok namja yang selalu bisa diandalkan untuk menguras rasa sedih dan lelah yang sering menumpuk dalam pikiran Jae Kyung akhir-akhir ini. Mungkin perjanjian konyol yang mereka buat dulu itu bisa menjadi Happy Ending bagi Jae Kyung. Mungkin…

“Maaf, seseorang menunggu anda di depan.” Ujar seorang pelayan Taco & Grill yang tiba-tiba menghampiri tempat duduk Jae Kyung dan membuat obrolan serunya dengan Eunhyuk terhenti.

“Mwo? Nuguya?”

“Dia berkata bahwa dia adalah sekretaris keluarga anda.”

“Ahh… arraseo. Kamsahamnida. Aku akan segera kesana.” Angguk Jae Kyung pada pelayan itu. “Oppa… kalau begitu aku harus pergi sekarang. Tolong beritahu Ae Ri dia tak perlu mengantarku pulang dan katakan pada Donghae oppa aku menyukai Taconya hahaha.”

“Arraseo… hati-hati dijalan. Sampaikan salamku untuk sekretaris Ji. Oiya jangan lupa minggu depan kau harus datang ke konser kami. Aku akan mengirimkan tiket secepatnya.” Eunhyuk kembali menampilkan gummy smilenya dan mengerlingkan mata sipitnya pada Jae Kyung.

“Tentu saja. Mana mungkin aku melewatkan aksi dancingmu yang legendaris itu hahaha… Annyeong.” Jae Kyung melambaikan tangannya dan meninggalkan namja sahabatnya itu untuk bergegas menemui orang yang disebutnya sebagai sekretaris keluarga.

          Jae Kyung mengedarkan pandangan untuk menemukan orang yang telah menunggunya. Matanya terhenti pada sosok namja berjas hitam dengan sweater turtleneck melingkar hangat di lehernya yang jenjang, membelakangi dirinya. Jae Kyung yakin sosok itu adalah orang yang dia cari karena dia sangat familiar dengan punggung bidang sekretaris keluarganya itu.

“Chang Wook Oppa!!!” Seru Jae Kyung memanggil namja yang membelakangi dirinya itu.

             Namja berjas hitam itu menengok ke arah suara yang memanggil namanya dan tersenyum lembut saat melihat yeoja yang kini hanya terpisah beberapa langkah darinya juga tersenyum. Senyum yang selalu berhasil membuat dirinya hangat ditengah hembusan dingin angin musim gugur yang sedari tadi ia rasakan.

Ji Chang WookTo be continue…

Notes : Those beautiful quotes in the picture title is from The Script-No Good In Goodbye’s lyric 🙂


Advertisements

5 thoughts on “The Good in Goodbye…

  1. Aaaaaaaaaahhhhhhh mian ya Author unyu unyuuuu karena setelah sekian lama baru sempet comment sekarang… :* :* :*

    Sebenarnya dari pertama baca Spoiler udah g sabar banget buat baca part 1 nya hohohohooo..
    Akhirnya setelah penantian yang lumayan lama (pasang muka terharu) Part 1 diposting juga (girang bgt)..
    Smoga FF ini bisa jadi FF yang panjang banget kya sinetron2 di Indonesia yaaa Thor,, tp dengan kualitas yang jauh diatas sinetron2 itu wkwkwkwwkwkkkk
    Jangan sampai jd kya FF Author yang “Can’t Handle My Own Heart” yaaaa..cuma sampe part 1 doank,, sampai hanyut di sungai Han itu perasaannya… wkwkwkwkwk…

  2. Setelah baca Part 1 ini hal pertama yang terlintas di otak adalah iri banget sama Han Jae Kyung & Im Ae Ri… Bisa deket & dikelilingi namja-namja keren bin kece badai gitu (ngiler).. Surga dunia banget kyanya hohohohooo…
    Seneng banget ngeliat persahabatannya Jae Kyung & Ae Ri (lovee… loveee)

    Hmmm.. Berhubung Author kan juga manusia jadi bisa dimaklumilah yaa klo masih ada beberapa yang typo hihihihihiii
    Tapi suka banget dengan cara Author milih kata demi katanya di FF ini jadi berasa seperti baca novel-novel yang udah melewati tahapan editor hohohohhooo… Mungkin karena Author emank hobby juga baca Novel yak… wkwkwkwkwk

  3. Hahahaha… Doojoon jd bartender.. btw itu emank Author yang sengaja ganti nama keluarganya Doojoon atau gimana ya Thor?? kan nama aslinya Yoon Doojoon,, tp dsni Author nulisnya Lee Doojoon (bukan di fotonya)..

    Aaaaaarrrrgggghhhhhhh penasaran sama mantannya Jae Kyung ini siapaaaa siiiihh???
    penasaran juga sama keluarganya Jae Kyung itu seperti apa dan sehebat apa sih sebenernya……..

    Eh pas aq baca Spoilernya aq kira Jae Kyung itu punya kantor sendiri,, ternyata enggak toh?? hhahaa

    Ini Author pinter banget milih Kim Nam Gil jd Capt nya Ae Ri wkwkwkwkk

    Keterlaluan Jae Kyung g bisa langsung mengenali Park Seo Joon… omooooooooooo

  4. Bwahahahaaaa ngakak Thooorrr baca “Cool Relationship”…. ini mah bisa-bisanya Author aja niiihhhh wkwkwkwkwkwk

    Penasaran bakal jadi apa taruhan mereka itu,,, apakah akhirnya Jae Kyung sama HyukJae karena g bisa menemukan pasangan yang lain??? wkwkwkwkwkwk…

    Omoooooooooooo klo punya sekretaris keluarga kya Ji Chang Wook ni mata bisa sehat bgt gara-gara setiap hari dapet vit. A wkwkwkwkwk
    apa Jae Kyung bakal sama Chang Wook oppa???? atau sama namja ganteng lainnya????

  5. ini mungkin karena baru part 1 jadinya konfliknya blm keliatan yaaa… ayoooThoorr dibikin banyak konfliknyaaaa… hohohohooo…

    Thooorr pliiiiissss post part 2 secepatnyaaa,,, udah g sabar baca kelanjutannya….

    Terima Kasih Lhoo yaaaa Thooorrr udah bikin FF iniiii :* :* :*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s