Hae Couple Intermezzo

Kenapa judulnya Intermezzo?

Yah karena author bikinna intermezzo (?)

Gak da kerjaan dimalam hari, akhrinya iseng bikin Hae Couple (lagi)

Dan menurut author ni FF geje, beneran gak jelas…

Jadi author sangat sangat berterima kasih pada pihak-pihak yang mau bersedia

meluangkan waktunya yang berharga hanya demi membaca FF Geje Auhtor Ini..

Demi kemajuan dan perkembangan fishyangel.wordpress.com

comment sangat dianjurkan…

Gomawoe readers semua!!! *Kiss Love and Gaeol

 

Cute Baby as Park Chae Kyung

 

Super Junior’s Apartment,

“Hyung… sebaiknya aku membeli boneka barbie atau teddy bear?” Tanya Donghae pada Hyungnya sambil memutar-mutar gelas yang sedari tadi digenggamannya.

“Mwo? Menurutku lebih baik belikan bunga mawar seperti biasanya.” Jawab Leeteuk

“Andwe…”

“Wae? Bukankah boneka barbie dan teddy bear itu terlalu kekanak-kanakan untuk Shinhae?”

“Aniya… itu bukan untuk Shinhae.” Jawab Donghae dengan santainya

“Mwo???? Jangan bilang kau membelikannya untuk wanita lain!” Botol Juice yang baru akan dituangkan ke dalam gelasnya hampir saja terlepas dari genggaman tangannya.

“Tentu saja tidak. Lebih tepatnya yeoja yang akan menjadi seorang wanita.” Donghae meneguk juicenya santai tanpa menghiraukan ekspresi Leeteuk yang terlihat kaget.

“Ya~~~ kau… kau selingkuh??? Apa kau sudah gila!” Leeteuk membelalakkan matanya, tak habis pikir dengan dongsaengnya yang satu ini.

“Hyung!!! Kenapa kau berteriak padaku??? Mana berani aku berselingkuh!”

“Arraseo… kau akan mati seketika jika kau berani selingkuh darinya. Akan kupastikan kau mati ditanganku!” Ujar Leeteuk mengepalkan tangannya tepat di depan wajah Donghae.

“Hyung… aku akan mati terlebih dahulu di tangan Shinhae.”

“Ne kau benar. Lalu… siapa wanita yang kau maksud?” tanya Leeteuk semakin penasaran

“Ahh itu… Kau tahu kan Sepupu Shinhae yang tinggal di Jepang itu?”

“Hmm… Dong Wook hyung? Wae? Dia kembali?”

“Ne… seminggu yang lalu dia pulang ke Korea, tapi karena masih ada urusan di Jepang dia dan istrinya harus kembali ke Jepang sebentar, Jadi anak mereka, Chae Kyung dititipkan pada Shinhae.” Ujar Donghae panjang lebar.

“Arraseo… jadi kau ingin membelikan Chae Kyung hadiah?”

“Ne… Kau harus bertemu anak itu hyung… jeongmal Kyeopta!!!”

“Aissshhhh kau ini… dasar pedophile.”

“Kau akan menarik kata-katamu saat bertemu dengannya Hyung.” Ujar Donghae membela diri.

“Shinhae akan cemburu bila mendengarnya hahahahahaha…”

 

Shinhae’s Apartment

“Chae Kyung-ah!!! Lihatlah Oppa membawakanmu sesuatu!!!” Seru seorang namja girang. Kedua tangannya sibuk menenteng bungkusan besar berwarna pink. Namja itu semakin girang saat seorang anak kecil berumur sekitar 4 tahun berlari kecil menyambutnya.

“Kau senang dengan hadiah oppa?”

“Ne!!!” Seru Chae Kyung sibuk membongkar hadiahnya.

“Oppa? Donghae oppa… bukankah kau terlalu tua untuk dipanggil oppa oleh Chae Kyung?” Ujar seorang yeoja yang muncul dari arah dapur. Yeoja itu tersenyum geli melihat namjachingu dan keponakannya sibuk dengan kotak-kotak mainan.

“Wae??? Aku kan awet muda. Bukankah itu yang membuatmu jatuh cinta padaku Shinhae-ya?” Donghae mengerlingkan matanya mencoba menggoda yeojachingunya itu.

“Mwoya??? Aku jatuh cinta padamu karena kau pandai sekali menggombal.” Canda Shinhae. Donghae segera membalasnya dengan kiss bye.

“Chae Kyung-ah kau harus menghabiskan makan malammu dulu. Kajjaa…” Ajak Shinhae berusaha mengalihkan perhatian keponakannya itu dari boneka barbie barunya.

“Ahjumma… aku sudah kenyang.” Jawab Chae Kyung tanpa menoleh pada bibinya itu. “Chae Kyung-ah… sebaiknya sekarang kita makan malam bersama. Setelah itu oppa akan menemanimu bermain lagi. Kau mau kan?” Ujar Shinhae lembut. Tapi ajakannya lagi-lagi hanya disambut dengan gelengan kepala.

 

Melihat reaksi Chae Kyung, Shinhae dan Donghae saling berpandangan. Donghae terkikik pelan dibuatnya, tapi itu tak berlangsung lama setelah Shinhae memelototinya. Sadar akan kesalahannya itu, Donghae mulai mengeluarkan jurusnya untuk membujuk Chae Kyung.

“Ne… nanti ahjumma juga akan ikut bermain bersama kita. Lihatlah barbienya kelihatan lapar. Dia akan kenyang kalau melihat pemiliknya makan dengan lahap.

“Jinjjayo?” tanya Chae Kyung polos

“Tentu saja. Apa kau tidak percaya pada oppa tampan ini?” Ujar Donghae berusaha meyakinkan Chae Kyung.

“Jadi, aku harus makan sekarang?”

“Ne… kajja…” Jawab Shinhae mengelus pelan kepala Chae Kyung.

“Atau kau ingin oppa suapi?” tanya Donghae tiba-tiba. Chae Kyung menganggukkan kepalanya tanda setuju.

“Dasar kau ini hahaha…” Shinhae mencubit pelan lengan Donghae dan kembali ke Dapur mengambil makan malam untuk Chae Kyung.

 

Chae Kyung terlihat girang memainkan boneka-boneka barunya setelah makan malamnya selesai. Suara tawa anak kecil bercampur dengan suara tawa namja yang ikut bermain bersamanya.

“Lihatlah… sepertinya kau lebih senang dari pada Chae Kyung.” Ujar Shinhae geli melihat tingkah laku namjanya itu.

“Tentu saja… aku tidak bisa seperti ini setiap hari.”

“Aku bertaruh pasti kau akan menangis saat Chae Kyung pulang nanti hahaha…” Goda Shinhae yang tengah sibuk mengupas buah untuk keponakan kecil dan namjanya itu.

“Ya~ aku tidak secengeng itu! Lagipula Chae Kyung akan sering main ke sini. Benarkan sayang???” Donghae mencubit pipi merah Chae Kyung perlahan.

“Oppa… kau terlalu berhalusinasi.”

“Chae Kyung-ah…. apa kau sayang pada oppa?” tanya Donghae berharap.

“Ne… “ Jawab Chae Kyung singkat, masih sibuk memakaikan baju pada barbie pirangnya.

“Chae Kyung-ah… kau lebih sayang ahjumma kan?” Seru Shinhae dari balik dapur

“Ne… Ahjumma… You are my everything….” Jawab Chae Kyung sedikit terbata-bata. Dan itu membuat Shinhae bersorak girang. Sedangkan Donghae memanyunkan bibirnya karena merasa kalah.

“Chae kyung-ah kenapa kau lakukan ini pada oppa? Bukankah oppa sudah membelikanmu banyak hadiah???” Ujar Donghae kecewa.

“Kau pikir Chae Kyung bisa disuap dengan hadiah??? Dia kan pintar sepertiku oppa.”

“Mwo??? Aku hanya perlu membelikanmu setangkai mawar untuk membuatmu jatuh cinta kepadaku.” Ujar Donghae tak mau kalah.

“Aishhhh… lihatlah… kau lebih kekanakan dari Chae Kyung.” Goda Shinhae lagi.

“Chae Kyung-ah… ahjummamu itu jahat sekali pada oppamu ini…” Donghae memasang mimik menangis. Chae Kyung, tanpa mengerti apa yang sedang terjadi, menepuk-nepuk tangan Donghae seakan menenangkan Ahjussie yang hanya mau dipanggil oppa itu.

“Shinhae-ya… kau lihat… Chae Kyung membelaku. Omo… kau sungguh malaikat kecil Chae Kyung-ah… Aku harap anak kita nanti bisa selucu dan berhati malaikat seperti Chae Kyung.”

“Kita?” Shinhae terlihat kaget.

“Wae? Kenapa ekspresimu seperti itu?”

“Kau bilang anak kita?” tanya Shinhae memastikan.

“Tentu saja anak kita, mau anak siapa lagi!”

“Omo… apa aku pernah bilang ingin punya anak darimu oppa?”

“Ya~~ kau pikir kau ingin punya anak dari siapa??? Kau pikir aku akan mengizinkanmu punya anak dari orang lain!!!”

“Sssstttt… jangan berteriak. Ada Chae Kyung disebelahmu..”

“Kau yang membuatku kesal Shinhae-ya!!!” Ujar Donghae mengecilkan suaranya.

“Aniya… aku hanya terkejut kau membicarakan hal seperti itu.”

“Wae??? aku senang membicarakan masa depan kita.”

“Arraseo… tapi bukankah kau sudah menikah sekarang…” Ujar Shinhae tanpa menoleh pada Donghae.

“Menikah? Apa maksudmu?”

“Omo bagaimana kau bisa lupa telah menikah dengan artis itu…”

“Artis??? Aigooo… maksudmu Eun So? Ya~~ kau kan tahu itu hanya variety show…

“Aku tahu itu… tapi kalian terlihat serasi bersama. Anak kalian pasti lebih lucu dari Chae Kyung.” Ujar Shinhae dengan nada datar.

“Ya~~~ kau yang mengizinkanku ikut WGM (We Got Married), dan sekarang kau mempermasalahkannya! Kau mulai cemburu?”

“Untuk apa aku cemburu…Melelahkan.”

“Tapi kau….” Belum sempat Donghae melanjutkan kata-katanya, Shinhae segera menyuapkan sepotong melon ke dalam mulutnya.

“Chae Kyung-ah.. aaaaaaaaaa…..” Kini Shinhae menyupkan sepotong lagi ke mulut Chae Kyung.

Donghae hanya bisa menghela napas melihat tingkah Shinhae yang tiba-tiba berubah.

“Aku hanya bercanda. Tentu saja hanya anakku yang nantinya akan menyebutmu Appa.” Ujar Shinhae pelan, menatap Donghae dengan senyuman tersungging diwajahnya.

Entah karena terpesona dengan yeojanya itu, atau karena terbawa suasana, tanpa memperdulikan kehadiran anak kecil disampingnya, Donghae menempelkan telapak tangannya ke pipi Shinhae dan menariknya perlahan hingga keduanya wajah mereka saling berdekatan. Dengan lembut Donghae mencium Shinhae.

“Oppa!!!” Shinhae yang baru menyadarinya langsung mendorong tubuh donghae perlahan.

“Ya~~~ apa kau lupa ada Chae Kyung disini!!!” lanjut Shinhae panik.

“Popo (cium)??? Celetuk Chae Kyung dengan wajah polosnya.

“Hahahaha…” Tawa Donghae meledak.

“Omo… Omo… Mianhae Chae Kyung-ah…” Shinhae semakin panik.

“Chae Kyung-ah… kau mau oppa cium juga?”

“Ya~~~ Oppa!!!” Seru Shinhae menjitak kepala Donghae. Chae Kyung tertawa melihatnya.

“Hahaha kita benar-benar seperti keluarga yang bahagia.” Donghae tertawa puas dan segera menggendong Chae Kyung kedalam pangkuannya.

“Chae Kyung-ah… apa kau mau jika aku dan Shinhae menjadi appa dan ommamu?” lanjut Donghae.

“Ne… Donghae Appa… Shinhae Omma… jeongmal Sarangheyooo…” Seru Chae Kyung walaupun masih terbata-bata. Tapi itu membuatnya semakin menggemaskan.

“Omo… Nado sarangheyooooo…” Ujar Donghae dan Shinhae bersamaan sambil memeluk Chae Kyung.

“Shinhae-ya… saranghae..” Bisik Donghae

“Nado oppa…”

 

THE END

Oppa Oppa Has Risen

Annyeong chinguya!!!!!!

Ini FF pertama Author setelah luamaaaaaa hiatus…

Mohon maaf… mianhae FF kali ini bakalan engkrik engkrik banget hohohoh…

Kalo boleh bilang in FF khusus buat siapa, author mo bilang FF ini dipersembahkan untuk EBONG!!!

Mian kisah cintamu dengan hyukje blm sempat author terusin :p

Pokoknya baca aja deh 😀

Commentna juga jangan lupa ya..

Gomaweoooo

Author POV

“Hyun Ri-ya… kenapa ekspresimu seperti itu lagi? Waeyo?” Tanya seorang namja yang kini melompat ke arah sofa dan duduk tepat disebelah yeoja yang sedang terpaku menatap layar televisi.

“Jagiya… wae? wae? wae? apa performa kita begitu bagus hingga membuatmu terpaku seperti itu?” Tanya namja itu lagi dengan nada riang tanpa rasa bersalah.

Tanpa mengucapkan sepatah kata apapun, yeoja itu memalingkan mukanya tepat ke arah namja yang kini sedikit memundurkan posisi duduknya. Sepertinya namja itu terlihat kaget melihat ekspresi yeoja yang kini masih menatapnya, lebih tepatnya memelototinya.

“Hyukje-ya! Wae?????” Seru Hyun Ri sambil menunjuk ke arah layar yang sedang menampilkan dua namja berpakaian mencolok menari bersama dengan irama disco.

“Mwoya??????” Eunhyuk semakin memundurkan posisi duduknya.

“Kau pura-pura tidak tahu atau memang sengaja membuatku kesal ?!”

“My baby honey Hyun Ri-ya… kesalahan apa lagi yang aku perbuat kali ini?” Eunhyuk terlihat benar-benar tidak tau apa yang sebenarnya terjadi pada yeojachingunya itu.

“Aisssshhhh!!!!” Hyun Ri mulai mencubit lengan Eunhyuk. Eunhyuk berkali-kali menjerit kesakitan, tapi tak ada daya untuk melawan yeoja yang ia cintai itu.

“Kenapa kau harus menari dengan yeoja-yeoja itu????” Ujar Hyun Ri setelah selesai menyiksa namjachingu yang kini tengah mengelus-elus bekas cubitan diseluruh tubuhnya itu.

“Mwo? Jadi kau marah-marah karena itu? Jagiya… itu kan hanya performance… Sekedar menunjang penampilan saja.”

“Kenapa harus kau? Kenapa bukan Donghae-shii saja?” Hyun Ri tetap tak mau tau.

“Donghae? Apa kau gila? Apa kau mau melihat perang dunia ke 4?”

“Apa maksudmu?” tanya Hyun Ri tak mengerti

“Apa kau lupa waktu kami perform di ss3 menyanyikan I wanna Love You? Donghae melakukan sexy dance? Dan bagaimana reaksi Shinhae-shii waktu itu?”

“Ahh kau benar… butuh sebulan untuk menenangkan Shinhae. Hajiman… Tunggu dulu… dulu kau juga melakukan sexy dance kan!”

“Itu… itu juga bagian dari performance. Bukankah kau sudah mengerti hal itu? Kenapa sekarang mengungkitnya lagi!”

“Karena aku tidak suka melihatnya! Kau tau!” Hyun Ri memalingkan tubuhnya membelakangi Eunhyuk.

“Jagiya… Jebal.. mengertilah…” Dengan cepat Eunhyuk melingkarkan lengannya memeluk Hyun Ri dari belakang. Tapi sepertinya Hyun Ri tak bereaksi.

“Jagiya…. mianhae….”

 

Sementara itu di lain tempat,

nan geudemane oppa geuden namane yeoja

 hangsang ne gyote isso julge

 nan geudemane oppa dalkomhan uri sarang

 oppan noman saranghalle

 ichon yung-nyon iwori-il nege on geu nal hayan nunchorom

 geu moseup giokheyo nan jageun geu ttollimmajodo

 nege gideoso jamdeun geude dalkomhan immatchumeul

 u~~~u~~~ nol saranghe

 saranghe i mal bakken saranghe i mal bakken

 jul ge igotppuninde

 chang bakke nuni neryo garodeung bulbit are

 geu ane nowa nega isso

 nan geude mane oppa

 geuden namane yeoja

 oppan noman saranghalle

 

English Translation

 I’m only your oppa You’re my only girl

 I will be by your side forever

 I’m only your oppa The sweet love between us

 Oppa only loves you

 2006 February 2nd The day you walked towards me

 I still remember your face as white as snow

 the little tremble that came along with me

 You who leaned against me, sleeping

 the sweet kiss

 u~~~u~~~ I love you

 Apart from the words ‘I love you’ Apart from the words ‘I love you’

 I can only give you this

 There’s snow outside the window Under the streetlights

 There’s you and me

 I’m only your oppa

 You’re my only girl

 Oppa only loves you

 

“Shinhae-ya… Apa yang sedang kau dengarkan?” tanya seorang namja yang kini tengah sibuk dengan strawberry cake yang ada ditangannya.

“Ani…” Jawab Shinhae singkat.

Namja yang penasaran dengan apa yang dilakukan yeojachingunya itu dengan cepat menarik salah satu headset yang menempel ditelinga Shinhae dan menempelkan ke telinganya sendiri.

“Omo… kau mendengarkan laguku!” Seru Donghae tersenyum. Namun sesaat kemudian senyuman Donghae semakin lama semakin luntur saat melihat ekspresi yeoja yang ada dihadapannya.

“Wae? Apa kau tidak menyukainya?” Tanya Donghae hati-hati

“2 Februari 2006. Apa yang terjadi?” Shinhae berbalik bertanya, masih dengan tatapan dingin.

“Mwo? Apa maksudmu?”

Tanpa berkata apa-apa Shinhae menempelkan headsetnya ke kedua telinga Donghae dan mem-play pemutar musiknya tepat saat liriknya berbunyi…

2006 February 2nd The day you walked towards me

 I still remember your face as white as snow

 the little tremble that came along with me

 You who leaned against me, sleeping

 the sweet kiss

 u~~~u~~~ I love you

 

“Jadi kau sebal karena ini?” Donghae akhirnya mengerti mengapa yeojachingunya ini terlihat kesal.

“Aku… Aku hanya mengarangnya… aku merasa liriknya cocok dengan iramanya. Tak ada maksud apa-apa jagi…” Lanjut Donghae sambil mengusap rambut Shinhae perlahan.

“Jinjja?” Shinhae mengerutkan kedua alisnya.

“Kau masih tidak percaya?”

“Ne… aku mengenalmu oppa… Kau selalu membuat lagu berdasarkan pengalamanmu!”

“Ahhh itu… itu berbeda kali ini…” Donghae terlihat salah tingkah.

“Dan kau selalu mengepalkan tanganmu saat berbohong!” Shinhae mencubit pipi Donghae dan berbalik pergi meninggalkan namja yang tengah kesakitan memegang pipinya.

“Jagiya!!!!!”

 

Sehari kemudian,

“Hahhhhhhhhhh…..” Kedua yeoja yang tengah duduk berhadapan di sebuah cafe menghela nafas bersamaan.

“Hyun Ri-ya…. kenapa nasib kita seperti ini?????” Ujar Shinhae meneguk Greentea frozen yang mulai mencair.

“Mollayo Shinhae-ya… Apa kita harus mencari namja yang baru?” Hyun Ri menempelkan kepalanya ke atas meja berusaha menenangkan diri.

“Tapi… aku tidak bisa melepaskan Ikan itu begitu saja. Eottokae!!!!”

“Nado… aku juga selalu rindu melihat gummy smile monyet bodoh itu!”

“Hahhhhhhh….” Lagi-lagi kedua yeoja itu hanya bisa menghela nafas.

“Dreeeettt….”

“Omo” Seru Shinhae terkejut saat membuka text message

“Waeyo?” Hyun Ri segera merebut Handphone yang ada di tangan Shinhae karena penasaran.

 

From : Yoo Ah In Oppa

 “Ya~~ aku sedang bosan sekarang, bagaimana kalau hari ini kita nonton bersama?”

Belum sempat Hyun Ri mengomentari message chingunya itu, kini giliran handphonenya yang berdering.

“Omo…” Seru Hyun Ri, persis seperti ekspresi Shinhae sebelumnya. Dengan cepat Shinhae ikut membaca isi pesan itu.

From : Song Jeong Ki Oppa

“Hyun Ri-ya… sudah lama aku tidak menonton di bioskop. Tapi aku tidak tahu film apa yang bagus. Bagaimana kalau kau menemaniku hari ini?”

 

Kedua yeoja itu kini saling menatap satu sama lain, seakan berkata “Eottokae???”

Setelah cukup lama mereka berdiskusi lewat tatapan mata, keduanya segera mengambil handphone masing-masing dan membuat jari mereka menari di atas tombol-tombolnya. Keduanya terlihat sangat puas setelah melihat tulisan “message delivered” di layar handphone mereka masing-masing. Tak lama mereka mendapat balasan.

 

From : Yoo Ah In

“Kita bertemu di CGV Theater pukul 19.00. See you there…”

 

From : Song Jeong Ki

“Syukurlah kau mau menemaniku. Gomaweo… Kita akan bertemu di CGV Theater pukul 19.00. Tak sabar bertemu denganmu Hyun ri-ya J

 

“Aigooo… apa tidak apa-apa kita melakukan ini?” Tanya Shinhae khawatir

“Wae? Kita kan hanya berteman. Gwencana…”

“Arraseo… hmmm…. film apa yang akan kita tonton nanti?”

“Bagaimana kalau Breaking Dawn? Aku ingin sekali menontonnya…” Ujar Hyun Ri terlihat bersemangat.

Tapi semangat Hyun Ri perlahan menyusut. Seketika kedua yeoja yang tadinya riang kini membeku di kursi masing masing. Mereka merasakan hawa gelap dibelakang mereka.

“Hyun Ri-ya… apa kau merasakan apa yang aku rasakan?” tanya Shinhae kaku

“Ne…” Jawab Hyun Ri tak kalah kakunya.

“…………………………………”

“Yoo Ah In Oppa?” Suara namja yang terdengar sedikit serak dari arah belakang membuat Shinhae semakin membeku.

“Song Jeong Ki Oppa?” Kali ini giliran Hyun Ri yang semakin membeku saat mendengar suara namja yang ada tepat di belakangnya.

“Breaking Dawn????” Seru kedua namja itu bersamaan.

Shinhae dan Hyun Ri menengok ke arah belakang perlahan, sangat perlahan. Keduanya hanya bisa tersenyum kecut saat melihat namja-namja yang kini tengah berdiri, berkacak pinggang. Kedua yeoja itu sedikit bergidik melihat aura hitam menyelimuti namja-namja itu.

“Donghae Oppa….” Shinhae segera memeluk Donghae sebelum namja itu sempat membuka bibirnya untuk mengatakan sesuatu.

“Hyukje Oppa….” Ujar Hyun Ri dengan nada aeygo andalannya, melingkarkan lengannya ke lengan Eunhyuk yang masih berdiri diam.

“Semalaman aku tidak bisa tidur memikirkanmu. Dan sekarang kau ingin bersenang-senang dengan namja lain. Shinhae-ya… kenapa kau tega melakukannya????” Donghae melepaskan pelukan Shinhae dan menatap kedua matanya.

“Aniya oppa… Yoo Ah In-shii hanya sekedar teman. Sudah lama kami tidak bermain bersama.” Bantah Shinhae

“Teman? Kenapa kau begitu senang saat menerima pesan darinya?” Mata Donghae mulai berkaca-kaca.

“Oppa… itu.. itu karena aku tidak menyangka artis sibuk seperti dia masih sempat mengirimiku pesan. Percayalah….” Shinhae menguncang-guncangkan tubuh Donghae perlahan.

“Oppa!!!” Sebutir air mata yang tiba-tiba menetes dari mata Donghae membuat Shinhae kaget.

“Uljima… Jebal… aku minta maaf…ayo kita pergi dari sini. Aku kan membelikan strawberry cake kesukaanmu.”

“Jinjja?” Ujar Donghae menyeka air matanya.

“Ne… apapun akan kulakuakn agar my Fishy yang aku cintai tidak menangis lagi.”Dengan cepat Shinhae menarik tangan Donghae dan mengajaknya keluar dari cafe meninggalkan pasangan Hyun Ri dan Eunhyuk yang kini masih dalam diam.

“Apa kau marah?” tanya Hyun Ri memecahkan kesunyian.

“Apa aku terlihat senang saat ini…” jawab Eunhyuk ketus

“Oppaa…. mianhae… ada salah paham disini.” Ujar Hyun Ri menggenggam jemari Eunhyuk

“Kemarin kau marah melihatku menari dengan yeoja lain. Tapi sekarang kau malah ingin menonton bersama namja lain. Harga diriku seperti terinjak-injak. Kau tau itu?”

“Oppa… Jeong Ki-shii itu teman lamaku waktu SMA. Jadi wajarkan kalau kita bertemu… aku bisa menjamin tidak ada apa-apa di antara kami.”

“Bagaimana aku bisa percaya perkataanmu itu?”

Hyun Ri tersenyum kecil mendengar pertanyaan namjachingunya itu. Dengan cepat Hyun Ri mencium bibir Eunhyuk, dan itu membuatnya sedikit terkejut.

“Apa kau percaya sekarang?” Tanya Hyun Ri setelah melepasakan bibirnya dari bibir Hyukje.

“Ara… Araseo…” Pipi Eunhyuk kini terlihat bersemu merah. Tak menyangka dengan tindakan Hyun Ri yang tidak biasanya itu.

“Baiklah ayo kita pergi dari sini.”

“Eodiga?”

“Aku ingin mentraktirmu segelas Strawberry Milk.”

“Jinjjayo????”

“Aku selalu mengerti apa yang kau mau Hyukje-ya hahahaha….” Seru Hyun Ri kembali melingkarkan lengannya ke lengan Hyukje dan bergegas pergi meninggalkan Cafe.

 

CGV Theater, pukul 19.15

“Ya~~ bukankah namja yang berdiri disana adalah Yoo Ah In dan Song Jeong Ki?” Bisik seorang yeoja pada temannya saat melihat dua namja tampan berdiri di pojok theater.

“Omo… benar! Itu mereka…. Kyakkkkkkk!!!!”

Kedua Namja yang mereka bicarakan itu perlahan menengok dan tersenyum ke arah mereka, sepertinya mereka tahu sedang menjadi bahan pembicaraan.

“Aishhhh… tidak biasanya Shinhae datang terlambat.” Ujar Yoo Ah In tanpa memperdulikan kedua yeoja yang kini saling berpelukan itu.

“Sabarlah…. lebih baik kau telpon dia. Hyun Ri juga belum datang.” Jawab Song Jeong Ki berusaha menenangkan. Tidak seperti chingu yang disebelahnya itu. Jong Ki tetap tersenyum pada kedua yeoja, berusaha bersikap layaknya selebriti yang baik, dan itu membuat kedua yeoja itu semakin histeris.

“Shinhae juga tidak bisa dihubungi. Aissshhhhhhh!”

“Dreettttttt”

Kedua namja tampan itu saling bertatapan saat handphone mereka berbunyi bersamaan.

 

From : Park Shinhae babo

“Oppa… jeongmal mianhae… aku tidak bisa ke sana hari ini. Ada urusan mendadak yang harus aku selesaikan. Lain kali aku akan mentraktirmu nonton. Mian…”

 

From : Hyun Ri Hoobae

“Oppa… jeongmal mianhae aku tidak bisa menemanimu nonton. Aku lupa hari ini aku sudah ada janji. Lain kali aku akan mentraktirmu… J

 

“Hahhhhhhh……..” Helaan panjang terdengar dari kedua bibir namja itu.

“Harusnya aku menjemput yeoja itu tadi.” Ujar Yoo Ah In kesal,

“Ne… lebih baik lain kali kita menjemput mereka.” Timpal Jeong Ki.

“Jadi apa yang akan kita lakukan sekarang?”

“Hmm… mau bagaimana lagi, sepertinya kita harus berkencan berdua sekarang hahaha…” Ujar Jeong Ki tertawa kecil.

“Mwo! Lagi???” Seru Yoo Ah In dengan tatapan tak percaya.

“Sudahlah… ayo kita bermesra-mesraan berdua hahahaha….” Tanpa memperhatikan ekspresi Yoo Ah In yang ingin sekali menolak, Jeong Ki segera merangkul pundak chingunya itu dan menyeretnya masuk ke dalam studio theater.

 

Sementara di lain tempat,

*Hae Couple Scene*

“Oppa… aaaaaaaaa….” Ujar Shinhae yang tengah menyuapkan sepotong Strawberry cake ke mulut Donghae.

“Mashita?” tanya Shinhae

“Ne… apapun yang kau suapkan pasti terasa enak jagi hahahaha…” Donghae tertawa puas dan mencubit kedua pipi Shinhae lembut.

 

*EunRi Couple Scene*

“Omo… Strawberry milk memang tiada duanya!!!” Seru Eunhyuk puas

“Ckckckckck oppa… kenapa badanmu masih saja kurus? Padahal kau sanggup menghabiskan 5 gelas susu sekaligus!” Ujar Hyun Ri yang geli melihat kelakukan namjachingunya

“Molla… tapi bukankah aku lebih seksi jika kurus?” Eunhyuk mengedipkan sebelah matanya, berusaha menggoda Hyun Ri.

“Ne… kau seksi setiap saat hahaha….”

“Hyun Ri-ya… aku sungguh mencintaimu… Saranghae jagiya!!!!” Seru Eunhyuk sambil menarik tangan Hyun Ri hingga keduanya saling berpelukan.

“Nado Saranghae my monkey.” Bisik Hyun Ri lembut.

THE END

Lee Donghae

Yoo Ah In

Lee Hyukje a.ka Eunhyuk

Song Joong Ki

 

 

 

It’s You [Hae Couple] [Part 1]

Cast :

Author as Park Shinhae 😀

Lee Donghae Super Junior as him self

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lee Jonghyun CN Blue as Shinhae’s classmate

Author emang gak bisa kalau gak menyelipin Hae Couple hahaha…

Jadi mendingan author bikin after story Hae Couple lagi ajah :p

Tapi kali ini seru juga author tambahin satu namja, namja yang membuat author jatuh cinta juga..

Namja dengan suara lembut kyk kapuk, manis kyk gulali di depan SD…

Lee Jonghyun (CN Blue)…. Arrrrhhhghhhhhhhhh *author teriak malem2…

Semoga reader suka ya… rencana mau one shot… tapi trnyta cerita melebar…

Mohon dimaklumi…

Dimohon comment saran dan kritiknya..

Gomawow.. muach.. muach…

 

 

Author POV

“Aigoo.. Donghae oppa pasti akan menangis terharu melihat ini semua Shinhae-ya…”

“Ne.. tentu saja… aku sudah mempersiapkannya sejak pagi. Aku akan membunuhnya jika dia tidak jadi datang.”

“Ya~~ bagaimana kau bisa membuat masakan seperti ini? Apa kau ikut kursus memasak?”

“Hahaha… aniya.. untuk apa diciptakan internet jika kau tidak bisa memanfaatkannya.”

“Aishhhh… sombong sekali kau Shinhae-ya.. kita lihat apakah Donghae oppa menyukai masakanmu ini.”

“Aku yakin 100% dia akan menyukainya! Gomawoe Seungri-ya kau mau membantuku!!”

Shinhae tersenyum puas melihat semua persiapan sudah lengkap. Pagi buta dia bangun pagi untuk memasak, menyiapkan lilin, dan wine demi membuat makan malam romantis yang baru pertama kali dia lakukan untuk menyambut namjachingunya, Lee Donghae yang akhirnya kembali ke Korea.

“Ya~ sudah jam 6. Jebal kau mandi dan bersiap-siap. Satu jam lagi dia datang. Kau tidak ingin kan Donghae oppa terpukau hanya karena masakan yang ada diatas meja itu dan melupakanmu hahaha…”

“Aigoo… aku sampai lupa menyiapkan baju… Eottokae Seungri-ya?”

“Aishhh… kau ini! Jebal kau mandi, aku akan menyiapkan dress untukmu!”

Buru-buru Seungri masuk ke kamar Shinhae memilihkan dress yang cocok untuk makan malam hari ini. Sedangkan Shinhae berlari mengambil handuk dan secepat kilat ke kamar mandi.

“Makanan OK, Meja OK, Kau sendiri sudah OK. Sebaiknya aku pergi sekarang.” Ujar Seungri melihat sekelilingnya.

“Ne… gomawoe Seungri-ya… jeongmal gomawoe.” Shinhae memeluk sahabatnya itu.

“Ahhh seharunya aku membuka event organizer. Pasti aku akan sukses hahaha…”

“Ne… kau benar. Doakan aku agar semuanya lancar dan Donghae oppa menyukai kejutanku ini.”

“Kau tidak memberitahunya kau menyiapakan makan malam?”

“Aniya… aku ingin memberi kejutan padanya. Aku hanya menyuruhnya datang seperti biasa hehehe…”

“Arraseo…. aku pergi sekarang. Anneyonghigeseyo… Good Luck.”

 

Shinhae POV

Hatiku benar-benar berdegub kencang menanti namjachinguku itu datang. Aku memang belum pernah memberikan kejutan seperti ini. Pikiranku kali ini dipenuhi dengan pertanyaan apakah dia akan menyukainya? Apa dia suka masakanku?

Berkali-kali aku memutar dan memindahkan piring, lilin, hiasan bunga agar terlihat sempurna. Aku benar-benar gugup. Tinggal 5 menit lagi saat aku menengok jam hitam yang sedari tadi berdetak di tembok apartemenku. Aku berdiri, berjalan mondar-mandir di depan pintu, berusaha agar terlihat tenang saat membukakan pintu dan melihat wajahnya yang tersenyum girang.

1 menit, 2 menit, 3 menit, 4 menit, 5 menit, 10 menit pun berlalu. Aku masih berjalan mondar-mandir.

“Mungkin jalanan Seoul sedang macet.” Ujarku dalam hati.

Aku menengok ke arah jam dindingku yang telah aku lihat beribu-ribu kali. Jarumnya menunjukkan pukul 19.30.

“Aishhh… tidak biasanya dia terlambat selama ini.”

“Tik… Tok… Tik… Tok…” Suara jarum jam itu semakin membuatku gelisah. Sudah 1 setengah jam berlalu, dan namja yang aku nanti-nantikan itu tidak kunjung datang.

“Ya~~ apa kau lupa oppa!!!” Aku masih berusaha menahan emosiku.

Berkali-kali aku mengecek Hpku, tapi namja itu kelihatannya tidak menghubungiku. Aku terduduk lemas dikursi makan, mungkin aku terlihat seperti bunga yang kini mulai layu berada di dalam vas bening yang telah aku siapkan dari tadi.

“Dreeetttt… Dretttt”

Aku melihat Hpku lagi dan melihat nama namjaku itu di layar.

“Dimana kau?” tanyaku sedikit ketus

“Mianhae jagi… jeongmal mianhae aku tidak bisa kesana.”

“Mwo? wae? Kau sudah berjanji oppa.”

“Ne… mianhae… aku tidak tahu bahwa aku ada jadwal malam ini.”

“Aishhhh… kenapa kau tidak memberitahuku dari tadi oppa!”

“Shinhae-ya… aku juga baru tahu sekarang…”

“Tapi… tapi… aku sudah…” Belum sempat aku memberitahunya, Donghae memotong pembicaraanku dan berkata dia harus menutup telponnya.

“Tuuuttt… Tuuut….” itu adalah suara satu-satunya yang aku dengar. Aku kesal, benar-benar kesal.

“Gurea… apa aku harus membuang semua makanan ini!!!” Aku menatap meja makanku yang sudah penuh dengan masakan buatanku. Aku sama sekali belum memakannya. Selera makanku tiba-tiba saja hilang.

“Oppa… kenapa kau tega padaku!” Aku memotong beef steak dengan kasar.

“Apa jika aku memberitahumu bahwa aku menyiapakan makan malam untukmu, kau akan membatalkan jadwalmu itu dan segera ke sini?” Aku menyuapkan sepotong daging ke mulutku yang sudah penuh. Aku tahu air mataku mulai menetes. Aku tidak bisa menahannya. Hatiku benar-benar kesal.

 

Seminggu kemudian,

“Shinhae-ya… kenapa dari tadi kau diam saja? Kenapa kau mengacuhkan namjamu ini..”

“Apa kau tidak lihat oppa… aku sedang sibuk!” Jawabku acuh, masih sibuk dengan laptop di mejaku.

“Aigooo… apa yang kau lakukan?” Donghae menarik kursi dan meletakkannya tepat disampingku.

“Aishhh…. bisakah kau diam sebentar! Aku sedang mencoba berkonsentrasi membuat tugas kuliahku!”

“Mwo? Kapan kau mulai kuliah lagi?”

“Ya~~ bukankah aku sudah bilang aku meneruskan kuliahku bulan lalu?” Aku kesal

“Jinjja?”

“Oppa! Kelihatannya otakmu hanya berisi lirik lagu, gerakan dance, dan skrip skenario saja! Tidak ada sedikitpun tempat untuk mengingatku!” Aku berbalik menatapnya tajam.

“Shinhae-ya… kenapa kau jadi sering marah? Mianhae jagi…” Namja tampan yang ada dihadapanku ini mencubit kedua pipiku.

“Oppa… berhenti melakukannya!”

“Aishhh kenapa kau masih marah! Wae? Aigoooo… apa kau marah gara-gara aku tidak jadi datang malam itu?”

“Akhirnya kau mengingat sesuatu tentangku oppa!”

“Ya~~~ berapa kali aku harus minta maaf? Lagipula apa yang terjadi malam itu? Apa kau menyiapakan kejutan untukku?”

“Mwo?”

“Gurae… tidak mungkin seorang Ratu Antartika menyiapkan kejutan untukku. Tidak mungkin kan kau membuatkan makan malam romantis untukku? Kau ini kan tidak bisa masak hahahaha…” Donghae tertawa puas. Kali ini aku ingin menjitak kepalanya. Aku kembali teringat bagaimana malam itu aku mondar mandir menunggunya seperti orang bodoh, bagaimana aku menghabisakan semua makanan yang ada dimeja seperti orang kelaparan.

“Ne… tidak mungkin aku bisa memasak untukmu oppa!” Ujarku dengan nada tinggi. Aku berdiri dari kursi kerjaku. Donghae terlihat kaget, mungkin dia melihat wajahku sudah merah padam menahan kesal.

“Ya Ya Shinhae-ya… kau benar-benar aneh hari ini…. gwencana? Apa aku berbuat salah?”

“Aniya… aku yang salah… semua kesalahan ada padaku.” Aku menundukkan kepalaku. Aishhhh harusnya aku tidak meneteskan air mata!

“Mwo? Jagiya…” Aku tahu Donghae pasti bingung melihat tingkahku yang tiba-tiba menangis. Dia memelukku. Tangisanku semakin keras. Aku benar-benar kesal padanya. Tapi aku tidak bisa melepaskan pelukan yang selama ini kurindukan.

“Shinhae-ya… katakan apa yang terjadi… apa kau kesal padaku? Mianhae… jeongmal mianhae jagi” Ujarnya lirih

Lama aku berada dalam pelukannya. Lama bagiku untuk menghentikan air mata yang terus turun ini.

“Gwencana?” tanyanya setelah isakanku berhenti. Aku menganggukkan kepalaku.

“Gurae… untuk mengurangi kekesalanmu padaku, bagaimana kalau malam ini kita makan malam. Sudah lama kita tidak keluar” Donghae tersenyum manis menatap wajahku yang masih sembab.

“Jinjja?”

“Ne… jebal kau bersiap-siap. Cuci mukamu itu. Aku tidak mau makan malam dengan yeoja berlinang air mata sepertimu.” Donghae mengacak-acak rambutku.

“Aishhh… arraseo… aku akan bersiap-siap oppa.” Hari ini moodku benar-benar dibuat naik turun oleh namja itu. Lama-lama aku tidak akan bisa bertahan mengikuti perubahan moodku yang terus bergerak secepat kilat.

“Oppa… aku sudah siap. Kajja…” Ujarku setelah selesai bersiap-siap.

“Shinhae-ya…” Belum sempat aku menghampirinya, aku melihat wajah Donghae yang sedikit takut. Perasaanku juga tiba-tiba tidak enak.

“Wae?”

“Kita… kita tidak bisa makan malam sekarang…” jawabnya hati-hati.

“Mwo?” Hatiku mencelos

“Baru saja Manager Hyung menelpon. Aku… aku harus menggantikan guest DJ di radio Heechul Hyung. Aku tidak bisa menolakknya.” Donghae mendekatiku dan menggenggam tanganku yang kini mulai dingin.

“Ahh.. Arrseo.. pergilah…” Aku menatap matanya dan mencoba menyunggingkan senyuman.

“Jinjja? Kau baik-baik saja? Kau tidak marah?”

“Aniya… kajja… kau akan terlambat.” Aku membalikkan tubuh namja tampan itu dan mendorongnya ke luar pintu. Aku melakukannya agar dia tidak bisa melihat wajahku yang mulai merah lagi.

“Gomaweoyo jagi.” Dengan cepat Donghae membalikkan tubuhnya dan mengecup keningku sebelum beranjak pergi.

Aku menutup pintu apartemen perlahan. Kali ini tidak ada air mata yang jatuh. Aku hanya bisa menghela nafas. Moodku kembali berubah. Bisa-bisa hatiku meledak menerima berbagai perasaan seharian ini.

 

15 menit kemudian,

“Dreettt… Dretttt…” Hp yang ada di dalam tas kecilku itu berbunyi.

“Yeobboseo Jonghyun-ah” Jawabku menerima telpon.

“Shinhae nonna… apa kau diapartemen sekarang?” tanyanya

“Ne… waegurae?”

“Kau sudah makan?”

“Mwo?”

“Aku lapar sekarang. Aku bingung mau makan apa. Jadi aku ingin mengajakmu makan malam. Kau mau kan?”

“Makan malam? Tapi…”

“Sudahlah… jebal kau turun, aku sudah ada di depan apartemenmu.”

“Mwoya? Aishhhhh… Jonghyun-ah ini pemaksaan namanya!”

 

Terpaksa aku turun ke lantai bawah untuk menemui teman kuliahku itu. Aku melihatnya tersenyum, bersender di mobil hitamnya.

“Omo… cepat sekali kau bersiap-siap. Jangan-jangan kau tahu aku akan mengajakmu?”

“Andweee… Ya~~ kenapa kau tiba-tiba kemari?” Aku memang langsung turun menemuinya tanpa sempat berganti pakaian. Toh pakaianku memang dimaksudkan untuk makan malam, walaupun batal.

“Kan sudah kubilang aku bingung mau makan dimana, aku tidak mau makan sendirian. Jadi aku mengajakmu Shinhae nonna… Kajja kita berangkat.” Lagi-lagi Jonghyun hanya tersenyum dan membukakkan pintu mobilnya untukku.

“Ya~~ berhenti memanggilku nonna. Kita hanya terpaut beberapa bulan!” Protesku

“Hahaha… andweee… lebih menyenangkan memanggilmu nonna Shinhae-ya… Jadi aku terlihat lebih muda darimu.”

“Aishhhhh kau ini!!!”

 

Sudah sebulan ini aku melanjutkan kuliahku di jurusan bisnis. Jadi sudah sebulan juga aku berteman dengan Jonghyun, namja manis yang menjadi teman sekelas sekaligus sekelompokku dalam menjalankan proyek kelas. Seperti biasa, dia selalu mengejutkanku. Tapi aku bersyukur dia datang malam ini. Setidaknya aku bisa mengalihkan rasa kesalku pada Donghae oppa.

“Gomawoe Jonghyun-ah atas makan malamnya. Tumben kau mau mentraktirku.” Ujarku saat dia mengantarkanku kembali ke apartemen setelah selesai makan malam.

“Hahaha… aku kan tidak pelit sepertinmu nonna. Gomawoe kau mau menemaniku malam ini…”

“Ne… sebaiknya kau cepat pulang Jonghyun-ah sebelum terlalu malam.”

“Arraseo… Kau juga sebaiknya cepat tidur nonna. Ah ya… kau juga sebaiknya mengompres kedua matamu itu.”

“Mwo? Wae?” Aku bingung mendengar pernyataannya itu.

“Apa kau tidak sadar sedari tadi matamu itu bengkak. Orang-orang melihatku dengan tatapan sinis, mereka mengira aku telah membuatmu menangis…” Jonghyun tersenyum menahan tawa.

“Hah? Jinjjayo? Omo….” Aku benar-benar merasa malu. Ini pasti karena aku tidak bisa berhenti menangis tadi. Aishhh…

“Hahaha… jebal tidurlah. Sampai bertemu di kelas besok. Anneyonghigeseyo Shinhae-ya” Aku masih bisa mendengar tawa Jonghyun dari dalam mobilnya. Dia melambaikan tangannya sesaat dan melesatkan mobilnya pergi meninggalkanku yang masih berdiri sendirian di depan pintu gedung apartemen.

“Ya~~ Donghae oppa! Kau benar-benar harus bertanggungjawab!” Seruku kesal pada namja yang entah sekarang berada dimana dan sedang apa.

 

 

Donghae POV

2 minggu kemudian,

“Aishhhh… kenapa sulit sekali menghubunginya!” Umpatku saat lagi-lagi aku hanya tersambung pada mesin penjawab saat aku mencoba menghubungi yeonjachinguku itu.

Aku heran, akhir-akhir ini dia sering sekali marah. Bukankah aku sudah minta maaf padanya.

“Donghae-ya sekarang giliranmu!” Seru fotografer Jang memanggilku

“Ne Hyung… tunggu sebentar.”

Aku mencoba peruntunganku untuk yang terakhir kali. Ku tekan tombol “call” untuk menghubungi yeoja itu lagi. Sepertinya masih ada harapan. Kali ini aku tidak mendengar mesin penjawab itu lagi.

“Wae oppa?” Akhirnya yeoja itu mengangkat telponnya. Tapi dari nada bicaranya itu, aku tahu dia sedang tidak dalam mood yang bagus.

“Kenapa sulit sekali menghubungimu Shinhae-ya!”

“Mian. Aku sedang sibuk. Wae?”

“Omo…apa perlu alasan untuk menelponmu? Memangnya apa yang sedang kau lakukan? Kenapa ramai sekali?”

“Aku sedang di tempat makan.”

“Donghae-shii.. jebal! Sekarang giliranmu!” Lagi-lagi fotografer Jang memanggilku.

“Shinhae-ya.. jangan matikan Hpmu. Aku akan menghubungmu nanti!” Terpaksa aku menutup telpon karena fotografer Jang berkali-kali melotot padaku.

“Aigoooo… akhirnya selesai juga. Jebal kita kembali ke dorm. Aku ingin segera tidur.” Seru Eunhyuk setelah kami menyelesaikan pemotretan kami.

“Ne… sudah beberapa hari ini aku hanya tidur 3 jam sehari. Donghae-ya apa yang kau lakukan? Apa Shinhae tidak mengangkat telponmu lagi? Tanya Leeteuk Hyung yang melihatku masih mengotak-atik iphoneku. Ya, lagi-lagi Shinhae mematikan Hpnya. Aishhhh apa yang sedang dia lakukan sebenarnya!!!

“Kajja kita pulang.”

“Kalian duluan saja. Aku masih ada urusan Hyung”

“Mwo? Pasti kau ingin menemuinya. Arraseo… sampaikan salamku padanya Donghae-ya.”

“Ne… aku pergi duluan.”

 

Aku mempercepat laju mobilku. Aku masih tidak bisa menghubunginya. Dan itu membuatku semakin kesal. Hampir saja aku melanggar lampu lalu lintas yang tiba-tiba saja berubah merah.

Aku membuka jendelaku agar bisa merasakan udara segar. Aku mengedarkan pandanganku ke sekeliling bangunan di pinggir jalan sambil menunggu lampu berubah hijau. Ada sebuah rumah makan disudut jalan itu, tak terlalu jauh dari tempatku berhenti. Restoran itu terlihat ramai, aku bisa melihat dengan jelas orang-orang yang ada didalam karena hampir seluruh tembok restoran itu terbuat dari kaca.

Dari sekian orang di dalam restoran itu, pandanganku tak lepas dari sesosok yeoja. Yeoja dengan dress biru muda itu tersenyum pada seorang namja yang duduk disebelahnya. Aku juga melihat yeoja itu menepuk-nepuk punggung namja itu dan tertawa. Aku kenal betul siapa yeoja itu. Lagi-lagi dia tersenyum pada namja itu. Hatiku sedikit panas. Dan aliran darahku mengalir deras ke atas kepala saat tiba-tiba namja itu merangkul pundak yeoja itu dan tertawa bahagia.

“Shinhae-ya!!!”

 

Shinhae POV

Beberapa jam sebelumnya,

“Mwo? Mereka tidak mau menggantinya!”

“Ne… mereka tetap tidak mau bertanggungjawab.”

“Aishhhh!!!”

Pikiranku benar-benar tersita hari ini. Belum sempat aku menenangkan pikiran karena proyek kuliahku ditolak, sekarang ada masalah di Ride Car Hae. Salah satu pegawai dan muridku mengalami kecelakaan. Mobil mereka ditabrak oleh orang yang tidak mau bertanggungjawab. Pihak asuransi juga mempersulit urusannya. Sepertinya malaikat pelindungku sedang pergi hari ini!

“Shinhae-ya… kau akan datang ke acara makan-makan nanti kan?” tanya Yuri, chingu sekelasku di telpon.

“Ne… tentu aku kan datang.”

“Jangan lupa bawa namjachingumu. Karena temanya adalah sweet couple. Arraseo?”

“Mwo? Kenapa harus ada tema seperti itu! Merepotkan sekali.”

“Aishhh kau ini. Aku tidak peduli. Pokoknya kau harus datang dengan pasanganmu. Atau aku akan marah padamu!”

Jinjja… kenapa hari ini semuanya begitu mengesalkan. Tidak mungkin aku membawa namjachinguku ke acara itu. Membayangkannya saja aku tidak bisa. Lagipula mana mungkin si Fishy ada waktu untuk ini!

 

“Ya~~ Mana namjachingumu?” tanya Yuri saat aku datang sendirian ke Restoran tempat acara makan-makan.

“Mianhae… jeongmal mianhae… dia tidak bisa ikut.”

“Mwo? Alasan apa lagi yang akan kau katakan Shinhae-ya? Setiap kita berkumpul, kau selalu tidak bisa datang bersama namjamu itu.” Ujar Yuri berkacak pinggang.

“Mianhae Yuri-ya… dia benar-benar sibuk.”

“Aigooo… aku jadi semakin penasaran dengan namjamu itu. Dia itu seperti artis saja, selalu sibuk!” Aku hanya bisa tersenyum mendengar perkataannya. Ne… namjachinguku memang artis. Makanya aku tidak bisa mengajaknya.

Ahhhh seharunya aku tidak usah datang. Benar saja, semuanya membawa pasangan. Aku jadi seperti kambing congek di sini.

“Jonghyun-ah… akhirnya kau datang!!!” Seru Yuri menyambut seorang namja berambut hitam dengan pakaian semi formal. Namja itu tersenyum.

“Mianhae aku terlambat… Aku ketiduran tadi. Annyeong Shinhae-ya. Kau datang juga.” Ujar namja itu dan duduk tepat disebelahku.

“Ne… aku takut hidupku akan berakhir jika aku tidak datang ke acara Yuri hahaaha…”

“Aishhhh… memangnya aku ini monster!!!” Protes Yuri.

 

“Dreeeettt…” Baru saja aku menghidupkan Hpku, namja yang aku harapkan bersamaku sekarang itu menelpon.

“Wae oppa?” jawabku

“Kenapa sulit sekali menghubungimu Shinhae-ya!”

“Mian. Aku sedang sibuk. Wae?”

“Omo…apa perlu alasan untuk menelponmu? Memangnya apa yang sedang kau lakukan? Kenapa ramai sekali?”

“Aku sedang di tempat makan.”

“Donghae-shii.. jebal! Sekarang giliranmu!” Samar-samar aku mendengar seseorang memanggil namanya.

“Shinhae-ya.. jangan matikan Hpmu. Aku akan menghubungmu nanti!” Lagi-lagi belum sempat aku menjawab, dia sudah menutup telponnya. Aishhhh jadi untuk apa dia menelpon!

“Apa itu dari namjachingumu nonna?” tanya Jonghyun yang melihat kekesalanku itu.

“Ah… Ne…”

“Sayang sekali dia tidak datang bersamamu. Wae?”

“Mollayo… “ Jawabku lemas

Bagiku acara makan-makan ini berlangsung sedikit membosankan. Sejauh mataku memandang, aku hanya melihat pasangan-pasangan yang bermesraan. Saling merangkul, saling menyuapi… Aishhhhh benar-benar menyebalkan.

“Ya~~ apa kau tidak mau menghabiskan makananmu?” Ujar Jonghyun membuyarkan lamunanku.

“Ah.. aniya. Aku sudah kenyang. Kau mau menghabiskannya?”

“Baiklah jika kau memaksa hahaha”

“Dasar kau ini… bilang saja kau memang menginginkannya!!!” Aku tersenyum melihat tingkah chinguku yang satu ini.

“Sudah berapa lama kau tidak makan? Kau bisa tersedak bila makan seperti itu Jonghyun-ah” Aku menahan tawa melihat nafsu makan Jonghyun yang ternyata bergitu besar.

Baru beberapa detik aku mengingatkannya, Jonghyun benar-benar tersedak.

“Ya~~~ apa kubilang!!” Aku menepuk-nepuk pundaknya dan memberikannya segelas air.

“Ahhhh gomawoe nonna… Entahlah akhir-akhir ini aku gampang sekali merasa lapar.” Ujar Jonghyun mengelus-elus perutnya. Aku hanya bisa tertawa.

“Ya~~ Jonghyun-ah. Aku baru sadar. Kau tidak membawa pasangan?” tanya Yuri tiba-tiba

“Mwo? Memangnya kenapa?”

”Bukankah aku sudah bilang kemarin. Semuanya harus membawa pasangan. Kau ini!”

“Jinnjayo? Merepotkan sekali. Shinhae juga tidak membawa pasangan?” Jonghyun menoleh padaku.

“Ya~~ jangan bawa-bawa aku!” Protesku

“Kalian berdua ini sama saja. Aku tidak mau tahu, nanti akan ada lomba berpasangan!”

“Kalau begitu, Shinhae yang akan jadi pasanganku.” Tiba-tiba saja Jonghyun merangkul pundakku dan menarikku hingga kami berdua menempel.

“Ne Yuri-ya… Jadi berhentilah memarahiku.” Mau tidak mau aku setuju dengan rencana Jonghyun. Sedari tadi Yuri terus menyindirku karena tidak membawa pasangan.

“Arraseo… terserah kalian saja.  Yang penting acaraku bisa berjalan dengan lancar hahaha…”

“Dasar kau ini memang pemaksa Yuri-ya!!!”

 

Aku benar-benar capek hari ini. Yuri benar-benar mengerjaiku tadi. Aku harus menghabiskan segelas air es berukuran jumbo karena aku kalah dalam lomba aneh yang dia adakan. Sekarang kepala pusing, migranku kambuh. Dari pagi hingga malam, baik pikiran maupun tubuhku benar-benar diforsir. Aku berharap setidaknya ada sedikit hal yang bagus terjadi padaku hari ini.

Sepertinya harapanku terwujud. Aku mendapatkan apa yang aku inginkan saat pintu lift apartemenku terbuka. Aku melihatnya berdiri di depan pintu apartemenku. Rasanya aku ingin berlari, memeluknya, dan melihat senyuman yang bisa melumerkan seluruh kekesalanku hari ini. Tapi semakin aku mendekatinya, aku semakin sadar wajahnya terlihat kesal, tidak ada senyuman lembut yang aku harapkan tergurat diwajah fishy itu.

“Donghae oppa…” Sapaku lirih

“Dari mana saja kau?” tanyanya dengan nada datar.

“Aku… aku dari acara chinguku. Wae?”

“Kenapa Hpmu mati? Bukankah sudah kubilang jangan matikan Hpmu!”

“Mianhae oppa… Hpku low bat, jadi aku matikan. Wae? Kenapa kau terlihat kesal begitu?

“Apa kau datang ke acara itu sendirian?” Tanyanya, masih dengan ekspresi kesal.

“Ne… aku datang sendirian. Wae?”

“Lalu siapa namja itu?”

“Mwo? namja? Nugu?”

“Aishhhh… tentu saja namja yang duduk disebelahmu.”

“Maksudmu Jonghyun? Dia teman kuliahku. Wae? Bagaimana kau tahu dia duduk disebelahku?

“Chingu?  Mana ada chingu yang merangkulmu dengan erat seperti tadi! Apa karena itu kau mematikan Hpmu? Agar kau tidak ingin terganggu?” Suaranya makin lama makin meninggi. Aku benar-benar bingung dibuatnya.

“Apa maksudmu oppa?”

“Kau kesal padaku hanya karena aku membatalkan janjiku, dan sekarang kau pergi makan malam dengan namja lain!” Wajahnya mulai merah

“Mwoya??? Sudah kubilang dia itu hanya chinguku, dan aku tidak pergi makan malam berdua saja! Kenapa kau jadi marah-marah begini!” Pikiranku benar-benar kacau, aku mulai emosi.

“Aishhhh tentu saja aku marah! Berkali-kali kau mereject telponku! Dan aku melihat kau dengan namja itu! Apa kau tidak mengerti perasaanku!”

“Perasaanmu? Bagaimana dengan perasaanku! Apa kau pernah memikirkannya!” Emosiku sudah ada dipuncak. Aku tidak sadar nada suaraku meninggi.

“Shinhae-ya!” Seru Donghae

“Kau marah hanya karena melihatku bersama namja lain. Apa kau pikir aku tidak marah saat melihatmu bersama yeoja-yeoja itu! Apa kau pikir aku tidak kesal Oppa!” Aku menatapnya tajam

“Aishhhh… bukankah kau tahu itu semua hanya karena pekerjaanku! Itu semua hanya akting! Kenapa kau ungkit-ungkit hal itu lagi! Apa kau tidak percaya padaku Shinhae-ya!” Donghae memegang kedua pundakku dengan erat.

“Aku selalu berusaha percaya padamu Oppa! Aku selalu berusaha memahamimu! Tapi apa kau pernah mencoba percaya dan memahamiku!”

“Mwo?”

“Bagaimana aku bisa terus percaya bahwa kau akan bersamaaku saat berkali-kali aku melihatmu bersama yeoja-yeoja itu, memuji memuji mereka. Bagaimana jika salah satu yeoja itu benar-benar menyukaimu. Bagaimana jika akhirnya… akhirnya…” Aku tidak bisa melanjutkan kata-kataku.

“Shinhae-ya…”

“Oppa… bagaimanapun aku ini hanya gadis biasa. Aku ingin seperti pasangan lain. Aku ingin kau bisa ada kapanpun aku membutuhkanmu. Aku ingin memperkenalkanmu di depan teman-temanku, dan berkata bahwa Lee Donghae adalah namjachinguku. Apa kau tahu itu?”

“Shinhae-ya… aku selalu berusaha ada untukmu. Tapi… kau tahu aku tidak mungkin melakukannya.”

“Ne… arraseo… Aku sangat paham dengan hal itu. Aku sangat paham.” Aku terdiam sejenak.

“Terkadang aku berpikir, aku tidak pantas untukmu oppa..” Aku berusaha sekuat mungkin mengontrol suaraku yang mulai bergetar.

“Ya~~ Apa yang kau katakan!”

“Mianhae… mianhae tingkahku seperti anak kecil hahaha….” Aku tahu tawaku terlihat sangat terpaksa. Aku mengusap air mataku sebelum berhasil jatuh ke pipiku.

“Sebaiknya kau pulang sekarang oppa..” lanjutku

“Andweee… kita belum selesai bicara!”

“Pulanglah. Aku lelah sekali hari ini.” Belum sempat aku melangkah untuk membuka pintu, Donghae menarik tanganku.

“Apa kau lelah bersamaku?” tanyanya tegas.

“Mollayo…” Aku menepis tangannya.

“Arraseo… “ Donghae menatap mataku. Aku tahu dia masih kesal. Aku hanya bisa menatap punggungnya saat dia berlalu pergi.

“Apa kau tidak pernah bisa mengerti aku oppa?” Ujarku lirih. Aku benar-benar tidak bisa berpikir. Kepalaku sakit, tapi itu tidak seberapa dibanding sakit yang ada di hatiku ini.

 

Donghae POV

            “Donghae-ya!! Darimana saja kau ini?” Leeteuk Hyung yang sedang sibuk dengan laptopnya menoleh menyadari kehadiranku.

“Ya~~~ ada apa denganmu?” Tanyanya lagi

“Aniya…” Aku melewatinya begitu saja. Aku sedang malas bicara dengan siapapun. Tanpa berganti pakaian, aku menjatuhkan tubuhku ke kasur. Aku menatap langit-langit kamarku. Pikiranku tidak bisa lepas dari kejadian tadi.

“Kenapa kau jadi seperti ini Shinhae-ya? Apa sebenarnya kesalahanku!” Ujarku bicara sendiri. Aku memejamkan mataku, berusaha tidur. Berharap kejadian tadi hanyalah mimpi. Esok saat aku bangun, semuanya akan kembali seperti semula.

 

Beberapa hari kemudian,

“Sudah kuduga kalian berdua bertengkar!” Ujar Eunhyuk saat aku mengunjungi dormnya.

“Aku sungguh tidak mengerti dengan jalan pikirannya!”

“Tadi, kau bilang Shinhae-shii bersama dengan seorang namja?”

“Ne… aku melihat mereka berdua di sebuah restoran. Shinhae bilang dia itu teman kuliahnya. Tapi tetap saja aku merasa kesal! Dan dia menyalahkanku karena pekerjaanku ini! Aishhhhh!!!

“Kalian bertengkar lagi?” Tanya Yesung Hyung yang tiba-tiba masuk ke kamar Eunhyuk.

“Ne… mereka bertengkar hebat.” Jawab Eunhyuk menepuk-nepuk pundakku.

“Aku tidak tahu apa sebenarnya kesalahanku!” Seruku kesal.

“Aigooo… kupikir hubungan kalian bisa bertambah mesra setelah kejutan yang diberikan Shinhae-shii.” Ujar Yesung hyung datar.

“Mwo? Kejutan?” Aku heran mendengarnya

“Ne… Seungri bilang, Shinhae menyiapkan makan malam romantis untukmu.”

“Makan malam? Tidak mungkin Shinhae berbuat seperti itu.” Aku masih tak percaya.

“Seungri bilang, Shinhae menyiapkan semuanya sejak pagi buta. Ya~ Kenapa wajahmu seperti itu? Jangan bilang kau tidak datang malam itu…” Sepertinya Hyung tahu dari ekspresi wajahku.

“Dia… dia tidak bilang menyiapkan makan malam untukku!”

“Ya~ Babo… namanya saja kejutan! Pantas saja dia marah padamu!” Eunhyuk menjitak kepalaku.

Aku jadi teringat aku pernah mengejeknya bahwa tidak mungkin dia menyiapkan makan malam untukku. Pantas saja dia marah saat itu. Aishhhhh kenapa aku tidak menyadarinya!

“Pantas saja Shinhae-shii bilang kau tidak memperhatikannya… Kau ini!” Ucapan Eunhyuk semakin menamparku.

“Eunhyuk-ah… aku pinjam mobilmu sebentar.”

“Andweeee… aku masih sayang dengan mobilku!”

“Aishhhh… kumohon.. aku malas mengambil kunci mobilku ke atas. Aku harus pergi menebus kesalahanku!”

“Tapi kau harus berjanji mengembalikan mobilku tanpa lecet sedikitpun!”

“Gomawoe jagi… Saranghae yeongwonhie!!!” Seruku memeluk coupleku itu.

Aku segera mengambil kunci mobil dari tangan sahabatku itu dan segera meluncur ke apartemen Shinhae. Sebelumnya, aku berhenti di Toko Bunga, dan membelikannya seikat mawar merah sebagai permintaan maafku.

“Semoga kau menyukainya jagi…” Ujarku dalam hati saat mecium aroma mawar merah yang khas.

Aku tak sabar menemui yeojaku itu. Aku memarkirkan mobil tak jauh dari pintu masuk. Aku keluar dari mobil dan merapikan pakaianku di depan kaca mobil.

Tak lama sebuah mobil melintas disampingku. Mobil sport hitam itu berbelok dan parkir tak jauh dari tempatku berdiri. Aku tak memperdulikan yeoja dan namja yang turun dari mobil itu sebelum aku mendengar tawa dari yeoja itu.

“Shinhae?” Aku menoleh ke arah yeoja itu untuk memastikan. Dan benar saja, Shinhae sedang tertawa saat namja itu membukakan pintu untuknya. Shinhae terlihat senang sekali. Tanpa sadar aku meremas rangkaian mawar yang ada ditanganku. Lagi-lagi hatiku merasa panas melihat namja itu juga tertawa.

“YA~~!!!!” Seruku lantang. Aku tidak tahan lagi saat melihat Namja itu memeluk yeojachinguku.

 

Author POV

            Donghae membuang rangkaian mawarnya begitu saja hingga kelopak-kelopaknya bertebaran di lantai basement. Dia berjalan ke arah Shinhae dan Jonghyun dengan amarah yang terlihat dari wajahnya.

“Oppa?” Shinhae terlihat kaget melihat kehadiran namjachingunya itu.

“Apa yang kalian berdua lakukan!” Seru Donghae. Shinhae menyadari posisinya yang berada dalam pelukan Jonghyun.

“Oppa… aku hampir jatuh dan Jonghyun menahanku…”

“Jangan banyak alasan!” Donghae menarik tangan Shinhae dengan kasar sampai Shinhae mengerenyit kesakitan.

“Ya~~ apa yang kau lakukan. Apa kau tidak bisa memperlakukan yeoja dengan lembut!” Jonghyun yang sedari tadi diam akhirnya tak tahan melihat perlakuan Donghae. Tak disangka Jonghyun menarik lengan Shinhae agar terlepas dari genggaman Donghae.

“Jonghyun-ah…” Shinhae benar-benar kaget.

“BUKKK….!” Kepalan tangan Donghae tiba-tiba saja mendarat di wajah Jonghyun. Darah mengalir di sudut bibir Jonghyun.

“OPPA!!! Apa yang kau lakukan!!!!” Seru Shinhae

Sepertinya Donghae benar-benar meluapkan emosinya. Dengan cepat Donghae mencengkram krah Jonghyun yang masih terlihat pusing setelah pukulan pertama Donghae.

“OPPA!!!” Shinhae menahan tangan Donghae yang siap melayang ke arah Jonghyun.

“Hentikan! Kau seperti anak kecil!” Seru Shinhae lagi.

“Kau membelanya!” Seru Donghae tak kalah kesal

“Ne… aku membela pihak yang tak bersalah! Hentikan kekonyolanmu ini oppa!”

“Minta maaf padanya!” Lanjut Shinhae keras

“Mwo! Minta maaf!!!”

“Ne… kau yang salah, jadi kau yang harus minta maaf!”

“Shinhae-ya! Kau…. Aishhhhh!!!” Donghae melepaskan cengkramannya, menatap Shinhae kesal dan pergi begitu saja.

“OPPA!!!” Donghae tetap melangkahkan kakinya pergi tanpa menoleh dan tak memperdulikan panggilan Shinhae.

 

Shinhae POV

            “Mianhae… ini semua salahku.” Ujarku membersihkan luka di sudut bibir Jonghyun.

“Kogcongma… sebaiknya kau menghubunginya sekarang.”

“Ani… biarkan dia menyadari kesalahannya. Dia sudah keterlaluan.”

“Namja itu… Lee Donghae?”

“Ne… dia Donghae. Wae?”

“Omo… tak kusangka namjachingumu itu seorang artis. Pantas saja kau tidak pernah membawanya saat berkumpul dengan yang lain.” Jonghyun tersenyum melihatku.

“Hahaha akupun tak menyangka ada artis seperti dirinya mau bersamaku. Babo…”

“Gwencana?” Tanyanya lirih. Aku sadar tawaku terlihat sangat terpaksa. Tapi aku tidak sadar air mataku mulai menggenang.

“Apa aku keterlaluan padanya Jonghyun-ah?”

“Jebal… temui dia sekarang…” Jonghyun menatapku kedua mataku yang sudah merah.

“Ani… “ Aku memalingkan wajahku

“Arraseo… istirahatlah. Tenangkan pikiranmu nonna.” Ujar Jonghyun lembut, mengusap kepalaku.

 

 

Bersumbang….

Can’t Handle My Own Heart [Part 1]

 

Cast :

Lee Hyukje a.k.a Eunhyuk Super Junior as him self

 

Elbri Yunesti A. as Jang HyuRi

Lee Sora as Eunhyuk’s sister

Park Shinhae as HyuRi’s friend

 

 

Jeng… Jeng… Gedubrakkkk #auhtor kepleset

Jeongmal Mianhae buat my bestis Elbri a.k.a Elbri lama bgt ngepost FF buatmu…

Ahhhh…. semoga kamu dan para reader suka ya… #author berdebar…

O iya… author juga terinspirasi sama Drama You’re Beautiful hehe…

Langsung aj deh.. bingung mo ngomong apa lagi…

Pokoknya met baca…

Kritik dan saran ditunggu… so jng lupa comment..

percuma Auhtor bikin capek2 klo g dicomment :D…

 

 

Author POV

 

“Eonnie… kenapa nasib percintaanku seperti ini???

“HyuRi-ya… kenapa tiba-tiba kau datang dan merengek seperti itu? Gwencana?”

“Aniyaaa… aku… aku baru saja putus.. Huwaaaa Eonnie eottokae???”

“Aigoo… kau putus lagi? Wae?”

“Dia!!! namja itu selingkuh! Aku memergokinya sedang bermesraan dengan yeoja di cafe!”

“Jinjjayo? Maksudmu namja yang berwajah polos itu?”

“Ne… namja polos berhati busuk!”

Seorang yeoja berambut hitam pendek itu memukul meja yang ada dihadapannya, membuat yeoja berambut panjang yang terlihat lebih tua darinya itu terhenyak kaget.

“Ya~~ sabarlah… mungkin dia memang bukan jodohmu HyuRi-ya…”

“Eonnie… tapi aku capek setiap kali selalu bertemu namja brengsek seperti dia! Apa semua namja di dunia ini memang brengsek?” Yeoja itu kembali menangis menundukkan kepalanya di meja.

“Andwe… tidak semua namja itu brengsek. Kau tidak lihat namja baik hati seperti diriku?” Tiba-tiba seorang namja membuka pintu kamar dan mengagetkan kedua yeoja yang sedang curhat itu.

“Omo… Eunhyuk-ah… kau pulang!!!” Seru yeoja berambut panjang yang langsung berdiri dan memeluk namja itu.

“Ya~~ Sora nonna… aku tidak bisa bernafas!!! Kau memelukku terlalu kencang!”

“Aisshhhh… salah kau sendiri sudah lama tidak pulang! Omma dan Nonnamu ini sangat merindukanmu!”

“Hahahaha… ne.. ne… mianhae… aku tidak sempat pulang karena jadwalku padat sekali. Kau kan tahu Super Junior harus keliling Asia untuk konser.”

“Arraseo… aku bangga punya dongsaeng sepertimu Hyukje!” Lee Sora mengacak-acak rammbut adik kandungnya itu dengan lembut.

“Tentu saja kau harus bangga nonna..” Eunhyuk tertawa memperlihatkan gummynya.

“Ya~ Apa yeoja berambut pendek dengan muka ditekuk itu adalah chinguku Jang HyuRi?” Eunhyuk memiringkan kepalanya dan tersenyum jahil melihat yeoja yang masih sedikit terisak.

“Aishhhh Eunhyuk-ah jangan menggoda HyuRi… dia baru saja putus cinta.” Sora menjitak kepala dongsaengnya itu.

“Hahahaha… kau putus cinta lagi HyuRi-ya? Aigooo… kau memang yeoja yang diliputi kemalangan dalam bercinta…” Eunhyuk menghampiri HyuRi yang melotot tajam padanya.

“Ya~~ Lee Hyukjie… lebih baik kau diam saja sebelum vas bunga ini melayang ke wajahmu!!!” HyuRi bersiap-siap melempar vas bunga putih yang ada diatas meja.

“Aigooo… kau ini sedari dulu tak berubah… mana aja namja yang tahan dengan muka galakmu itu!”

“Huwaaaaaa…. kau benar… aku memang galak!!! Eottokae!!!” Lagi-lagi HyuRi menangis, dan itu membuat Eunhyuk salah tingkah.

“Kau lihat Hyukkie! Kau harus bertanggungjawab menenangkannya!” Sora berkacak pinggang.

“Ya~~ HyuRi-ya…mianhae… aku hanya bercanda.. Kau yeoja yang cantik, namja itu yang brengsek meninggalkanmu…” Eunhyuk menepuk-nepuk punggung HyuRi.

Sepertinya tepukan Eunhyuk tidaklah cukup untuk menenangkan yeoja itu. Butuh waktu sejam baginya untuk bisa membuat air mata HyuRi kering, dan membuat dirinya sendiri bercucuran keringat karena Eunhyuk menghibur HyuRi dengan mengeluarkan seluruh kemampuannya sebagai dance mechanie boy band setenar Super Junior.

“Sebaiknya aku pulang sekarang eonnie…” HyuRi berpamitan setelah meluapkan segala keluh kesahnya pada kakak beradik itu.

“Mwo??? Kau pulang begitu saja! Apa kau tidak melihat seluruh kaosku basah kena keringat! Ya~~”

“Hahahaha… aku tidak memintamu untuk melakukan tarian-tarian konyol seperti itu Hyukkie-ya!!!”

“Aishhhh…” Eunhyuk menjitak kepala HyuRi

“Hahaha… ne.. ne… jeongmal kamsahmanida… gomawoe Lee Hyukjie… kau memang seorang dance mechine…. Gomawoe sudah menghibur chingumu ini…” HyuRi membungkukkan badannya dengan tawa yang tak bisa dia kendalikan.

“Hahahaha kalian ini tidak berubah… selalu saja bertengkar! Hyukje-ya… jebal antarkan HyuRi pulang…” Ujar Lee Sora yang ikut tertawa.

“Aniya eonnie… aku bisa pulang sendiri.”

“Ne… lagipula aku kan baru saja datang nonna… aku capek harus mengantarkan yeoja manja ini..” Eunhyuk dan HyuRi saling melotot.

“Aishhhh bukankah kau bilang kau ini namja yang baik. Mana ada namja yang baik tega membiarkan seorang yeoja pulang ke rumah malam-malam begini…”

“Eonnie… gwencana aku bisa pulang sendiri.”

“Andweee… kau harus pulang bersama dongsaengku… Jebal!” Sora mendorong tubuh HyuRi dan Eunhyuk bersamaan ke luar pintu kamar. Terpaksa kedua namja dan yeoja itu menuruti perintah Lee Sora.

 

Eunhyuk POV

“Jadi… apa yang kau lakukan sekarang? Apa kau meneruskan restoran keluargamu?” Tanyaku saat berjalan bersama chinguku itu.

“Ne… kau harus mampir ke restoran kami besok. Sudah sangat lama kau tidak kesana. Ommaku pasti sangat senang melihat pelanggan kesayangannya ini hahaha” Yeoja itu tertawa dan menyenggol lenganku.

“Aigooo… aku sangat ingin merasakan udang buatan ommamu.. Tapi aku tidak bisa.”

“Mwo? Wae?”

“Aku harus kembali ke Seoul besok.”

“Besok? Kenapa cepat sekali? Apa mereka tidak bisa memberikanmu libur lebih panjang?”

“Hahaha… itulah susahnya jadi superstar.”

“Aishhhh… bangga sekali kau dengan julukan itu!”

“Tentu saja… apa kau tidak bangga punya chingu terkenal sepertiku?” Aku tertawa dan mengacak-acak rambutnya. Sudah lama aku tidak melakukannya.

“Kau ini tetap saja menyebalkan Hyukje-ya!” Ujarnya protes.

“Ya~ HyuRi-ya… aku tidak menyangka taman itu masih ada.” Aku sedikit kaget melihat taman yang dulu sering aku gunakan untuk bermain-main bersama chingu-chinguku itu masih sama seperti dulu.

“Kajja kita kesana…” Aku menarik tangan HyuRi dan berlari kecil ke arah ayunan ditengah taman. Taman itu sekarang sepi, hanya ada aku dan HyuRi, juga lampu-lampu taman yang tidak begitu terang, tapi terlihat indah, menyatu bersama cahaya bulan malam itu.

“Aigoooo… lihatlah kau ini seperti anak kecil Hyukje-ya… apa di Seoul tidak ada ayunan seperti ini?” Tanya HyuRi yang geli melihatku tertawa lebar mengayunkan ayunan tinggi-tinggi.

“HyuRi-ya… apa kau ingat aku suka sekali berayun di sini dan kau sibuk bermain pasir disana?”

“Ne… tentu saja. Kau berdiri di ayunan itu dan berlagak kau ini seorang Superman hahaha…”

“Aku pasti terlihat keren sekali saat itu.”

“Ne.. kau keren sekali saat jatuh terjembab karena mencoba terbang hahaha…” HyuRi tertawa keras memegang perutnya.

“Aishhhh… Ya~~ siapa yeoja yang berlarian ke arahku dan menangis tersedu-sedu melihatku jatuh?”

“Mollayooo… aku lupa.” HyuRi mengangkat kedua pundak dan menjulurkan lidahnya ke arahku.

“Ya~~ Jang HyuRi! Awas kau!” Aku beranjak dari ayunanku dan mengejar yeoja yang sudah berlari duluan meninggalkanku. Aku benar-benar senang malam ini. Tertawa lepas bersama chingu yang sudah lama tidak aku temui. Aku benar-benar merindukannya.

“Jeongmal gomawoe Hyukje-ya sudah mengantarkanku pulang.” Ujar HyuRi tersenyum manis saat kami tiba di depan rumahnya.

“Kau pasti senang sudah diantarkan idola sepertiku hahaha…”

“Ne… aku sangat senang. Sayang sekali kau harus kembali besok.”

“Ya~~ kapan-kapan kau harus ke Seoul mengunjungku.”

“Bagaimana aku bisa menemui idola sibuk sepertimu! Aku pasti akan terlihat seperti fans-fans gila yang berusaha menemui namja idolanya.”

“Hahahaha… andwee… aku akan sangat senang dan menyambutmu seperti tamu istimewa. Aku janji.” Ujarku sambil membentuk jariku menjadi huruf V.

“Arraseo…jebal pulanglah… pasti unnie masih merindukan dongsaengnya ini.”

“Ne… kau masuklah duluan. Sampaikan salamku pada omma, oppa, dan hyungmu.”

“Ne… Good Night my monkey.” HyuRi melambaikan tangannya dan tersenyum lembut sebelum menghilang dibalik pintu rumahnya.

“Good Night my chingu… Jeongmal Bogoshipo…” Ujarku lirih, masih berdiri di depan gerbang rumah HyuRi, menatap pintu kayunya, berharap dia membuka pintu itu dan kembali ke hadapanku.

 

Beberapa minggu kemudian,

Seoul,

“Hyukkie hyung… apa kau ini tuli? Dari tadi iphonemu berbunyi!” Seru Kyuhyun membangunkanku. Terpaksa aku bangun, menoleh ke arah iphone yang bergetar di atas meja disamping ranjangku.

“Yeobboseo…” Ujarku malas

“Ya~~~ kenapa lama sekali mengangkat telpon?” Seru si penelpon.

“Nonna? Tumben kau menelpon?” Aku baru sadar yang menelponku ini adalah kakak perempuanku

“Aishhhh… pasti kau baru bangun tidur!”

“Ne… aku baru konser tadi malam. Jadi aku capek sekali.”

“Arraseo… apa HyuRi menghubungimu?”

“Mwo? Nugu? HyuRi? Aniya… dia tidak menghubungiku. Wae?”

“Dia ke Seoul hari ini.”

“Seoul? Jinjja?”

“Ne… Kukira dia menghubungimu. Dia berangkat tadi pagi, jadi mungkin nanti siang dia sudah sampai di stasiun Seoul.”

“Aishhh… kenapa dia tidak memberitahuku! Aku akan menjemputnya nanti.”

“Mwo? Kau bisa melakukannya?”

“Ne tentu saja. Aku sudah berjanji padanya kalau dia ke Seoul, aku akan menjemputnya. Aku akan menelponnya sekarang.”

“Syukurlah… jaga dia baik-baik Hyukje-ya.”

“Hahaha… arraseo… aku ini kan penjaganya…”

 

 

Author POV

Seoul Station,

Hiruk pikuk orang berlalu lalang, dan suara-suara kereta api yang lewat dan berhenti sudah menjadi rutinitas yang biasa di stasiun besar di Seoul itu. Seorang yeoja berbalut jaket biru dongker dipadu dengan celana jins dengan warna senada, terlihat berkali-kali menoleh mencari seseorang. Yeoja itu terlonjak kaget saat seorang namja menepuk pundaknya.

“Ya~ tidak baik seorang yeoja berdiri sendirian di sini.” Ujar namja dengan jumper, topi dan kacamata hitam itu.

“Aigoooo…. kau mengagetkanku Hyukje-ya!” Seru HyuRi

“Sssshhhh… jangan keras-keras memanggil namaku. Kau mau semua orang mengenaliku?”

“Aniya… orang-orang di sini sibuk dengan kegiatannya masing-masing, mereka tidak akan memperdulikan kita! Dasar kau ini sok sekali!” HyuRi menarik topi namja di hadapannya itu hingga menutupi hidungnya.

“Arraseo… arraseo… kajja kita pergi dari sini. Aku sudah menunggu lama!” Tangan kiri Eunhyuk mengangkat koper milik HyuRi, sedangkan tangan kanannya dengan cepat menggenggam jemari HyuRi.

“Ya~~!” HyuRi terlihat kaget. Eunhyuk hanya tertawa memperlihatkan gummy smilenya.

 

“Jadi… apa yang membawamu ke Seoul? Apa kau ingin menemuiku?” tanya Eunhyuk yang tengah sibuk menyetir mobilnya.

“Andweeee… ada hal yang lebih penting yang harus aku lakukan dari pada menemui monkey sepertimu.”

“Aigoooo…. jahat sekali kau ini. Memangnya hal penting apa itu?”

“Aku akan meneruskan kuliahku di Seoul.”

“Mwo? Kuliah?”

“Ne… appa menyuruhku meneruskan kuliah di jurusan bisnis.”

“Bisnis? Kau bilang kau meneruskan usaha restoran keluargamu?”

“Maka dari itu. Kau tahu kan bakat memasak omma tidak menurun padaku, jadi aku yang akan mengelola restoran itu. Bagian masak memasak akan diserahkan pada Oppaku.”

“Hahahaha… arasseo… pasti restoranmu itu langsung tutup jika kau yang memasak.”

“Aishhhh!” HyuRi menjitak kepala Eunhyuk

“Lalu dimana kau akan tinggal?”

“Di tempat teman kuliahku. Dia memaksaku untuk tinggal bersamanya.”

“Mwo? Apa dia seorang namja?”

“Ya~~ Kau pikir aku ini wanita seperti apa Hyukje-ya!”

“Barangkali saja kau sudah punya namjachingu lagi di sini hahahaha.”

“Awas kau ya! Ya~~ belok ke kanan. Apartemennya ada di sebelah sana.” Ujar HyuRi menunjukkan arah apartemen chingunya itu.

“Disini?” tanya Eunhyuk saat menghentikan mobilnya di basement sebuah apartemen.

“Ne… chinguku itu tinggal di sini. Wae?”

“Aniyaa… hanya saja aku pernah ke sini mengantarkan temanku.”

Tanpa memperdulikan Eunhyuk yang masih terlihat berusaha mengingat sesuatu, HyuRi turun dari mobil dan mengeluarkan koper besarnya.

“Ya~~ Apa kau tidak ikut ke atas?”

“Ah ne… ne… aku ikut.” Eunhyuk segera menyusul HyuRi yang sudah berjalan meninggalkannya.

“Baiklah apartemen lantai 13 no 1325… Kita sampai!” Ujar HyuRi tersenyum puas.

“Mwo? Disini? Jangan-jangan….” Belum sempat Eunhyuk melanjutkan kata-katanya, pintu apartemen itu terbuka dan seorang yeoja berambut pendek sebahu berteriak girang melihat kedatangan mereka.

“HYURI-YA… akhirnya kau datang!!!!” Seru yeoja itu memeluk HyuRi

“Ne… akhirnya aku datang ke Seoul…” Seru HyuRi tak kalah hebohnya.

“Aigooooo… dunia ini benar-benar sempit!!! Hahahahaha” Eunhyuk tertawa keras, membuat kedua yeoja di hadapannya itu menghentikan kehebohan mereka dan menoleh ke arah Eunhyuk yang masih tertawa.

“Omo… Eunhyuk-shii!” Yeoja itu terlihat kaget melihat Eunhyuk.

“Anyyeong Shinhae-shii…” Eunhyuk membungkukkan badannya, masih tertawa

“Kalian berdua sudah saling kenal?” tanya HyuRi heran melihat kedua chingunya itu.

“Hahaha… ne… dia ini yeojachingu Lee Donghae.” Ujar Eunhyuk menepuk nepuk pundak Shinhae.

“Mwo? Lee Donghae? Maksudmu Donghae member Super Junior? Soulmatemu itu?” Kali ini gantian HyuRi yang kaget. Shinhae hanya tersenyum.

“Ya~~ Shinhae-ya! Kenapa kau tidak cerita hal sepenting itu!” Lanjut HyuRi

“Mianhae… kau tidak pernah bertanya tentang masalah itu hahaha… Tapi, bagaimana kau mengenal Eunhyuk-shii? Jangan-jangan kalian ini….”

“ANDWEEE…” Seru HyuRi dan Eunhyuk bersamaan memotong kata-kata Shinhae.

“Wae???” Shinhae menahan tawa melihat ekspresi namja dan yeoja itu.

“Dia ini chinguku dari kecil.” Ujar Eunhyuk dibarengi anggukan kepala HyuRi

“Ara… Ara… sebaiknya kita masuk. Tidak baik mengobrol di depan pintu.”

“Mianhae… aku harus kembali sekarang.” Ujar Eunhyuk

“Jinjja?”

“Ne… aku ada jadwal syuting. Aku akan menghubungimu nanti HyuRi-ya.”

“Arraseo… gomawoe Hyukje-ya sudah mengantarkanku.”

“Kogcongma… sudah kubilang aku akan menyambutmu jika kau ke Seoul. Shinhae-shii, aku titip chinguku ini. Mianhae kalau dia akan merepotkanmu hahaha…” HyuRi melotot mendengar perkataan Eunhyuk.

“Ne…  tentu saja Eunhyuk-shii.”

“Aku pergi dulu. Anneyonghigeseyo…” Eunhyuk membungkukkan badannya untuk pamit pergi.

 

HyuRi POV

            Tidak kusangka sekarang aku ada di Seoul. Tidak kusangka juga sekarang aku bisa bertemu dengan chingu ku yang jahil itu, Hyukje. Syukurlah dia tidak begitu berubah walaupun sekarang dia telah menjadi seorang Idola di Korea.

Hari-hariku di Seoul begitu menyenangkan. Selain kuliah, aku menghabiskan waktuku untuk berkeliling di jalan-jalan Seoul, mencicipi segala jenis makanan yang ada. Setidaknya aku bisa mendapatkan inspirasi untuk mengembangkan Restoran keluargaku nanti.

“Yeobboseo…” sapaku mengangkat telpon

“HyuRi-ya… ini aku Eunhyuk.”

“Ahh Hyukje-ya… kau ganti nomor?”

“Aniya… ini nomorku yang satunya. Simpanlah.”

“Arrsaseo…”

“Apa yang sedang kau lakukan sekarang? Kenapa ramai sekali?”

“Aku… aku sedang jalan-jalan. Tapi sepertinya aku tersesat.”

“Mwoya!!! Tersesat??? Apa kau sendirian?” suara Eunhyuk terdengar sedikit khawatir.

“Ne… aku sendirian.”

“Aissshhhh kau ini… Kenapa kau tidak mengajak Shinhae!”

“Dia sedang sibuk. Aku tidak enak merepotkannya terus terusan. Tenanglah.. aku baik-baik saja”

“Bagaimana aku bisa tenang. Kau sendiri tidak tau kau ada dimana.”

“Hyukje-ya… kau pikir aku ini anak kecil? Aku bisa tanya pada polisi.” Ujarku berusaha menenangkannya. Aku bingung kenapa dia khawatir sekali.

“Jebal…sebutkan apapun yang ada disekitarmu. Mungkin aku bisa mengenalinya.”

“Hmmm… sekarang aku berdiri tepat di depan Pizza Hut.”

“Aishhhh lebih spesifik lagi… banyak sekali Pizza Hut di Seoul.”

“Hmmm… sepertinya aku ada di daerah Myeongdong. Ramai sekali disini… Aku jadi pusing.”

“Ahhhh ara… aku tahu daerah itu.Jangan tutup telponnya.”

“Wae?”

“Aku akan menjadi guidemu hari ini.”

“Mwo? Bagaimana bisa? Kau bilang hari ini kau ada jadwal?”

“Ne… makanya jangan tutup telponnya. Aku akan membimbingmu lewat telpon hahaha….” Aku mendengar tawa Eunhyuk yang renyah dari seberang sana.

“Hahahaha… kau ini… Baiklah… tolong bimbing aku ke tempat-tempat yang menyenangkan Mr. Guide.” Ujarku ikut tertawa.

“Okeyyy.. apa yang ingin kau lakukan sekarang?”

“Hmmm… aku lapar sekali sekarang.”

“Sudah kuduga. Hal pertama yang kau cari adalah makanan hahaha… Hmmm… kau suka mie kan? Aku tahu tempat yang enak. Apa kau tahu myeongdong subway?”

“Ne… aku tadi baru dari sana.”

“Okey… belok kiri di perempatan pertama, ada Woori Bank disana, lalu ada toko Who A U, kau bisa belok kanan. Disana kau akan menemukan toko mie Myeongdong Gyoja.”

“Omo… kau benar-benar hafal Hyukje-ya… arraseo aku akan berangkat sekarang.”

Aku melangkahkan kakiku mengikuti petunjuk chinguku itu. Aku merasa senang sekali. Aku merasa aku sedang berjalan bersamanya, walaupun kami hanya berinteraksi via telpon. Itu sudah cukup bagiku.

“Omo… jeongmal mashita… pilihan tempat makanmu benar-benar daebak. Apa kau sering kemari?” tanyaku saat aku selesai menghabiskan semangkok Konguksu (sup mie susu kedelai).

“Ne… dulu aku sering ke situ saat masih debut. Syukurlah kau menyukainya.”

“Kita harus makan bersama kapan-kapan. Sudah lama kita tidak makan bersama.”

“Tentu saja. Kau harus mentraktirku.”

“Mwo? Kau kan yang kaya sekarang. Kau yang harus mentraktirku.”

“Hahaha… ara… ara…”

Selesai makan, aku meneruskan perjalananku di daerah Myeongdong. Ramai sekali di sini. Toko-toko baju, aksesoris berjejeran tanpa ujung. Jika tidak ada petunjuk dari Eunhyuk, aku yakin aku akan tersesat. Aku merasa pusing melihat begitu banyak orang berlalu lalang di sini. Sepertinya semakin malam tempat ini semakin menarik perhatian orang-orang untuk datang.

“Baiklah… kemana lagi kita?” tanya Eunhyuk yang masih sabar menemaniku.

“Mollayo… aku sudah capek sekali. Sepertinya aku pulang saja.”

“Pulang? Apa kau tahu jalan pulang?”

“Itu dia. Aku tidak tahu. Tolong beri tahu aku Hyukje-ya.”

“Ahhhh… tentu saja aku ingin memberitahumu. Tapi aku tidak bisa melakukannya.”

“Mwo??? Wae???” Aku sedikit kaget mendengar jawabannya.

“Mianhae… aku tidak bisa memberitahumu lewat telpon.”

“Waeyo??? Bukankah kau ini guideku! Eottokae… aku ingin pulang!!!”

“Hahahahaha… apa kau menangis sekarang?” Aku merasa kesal. Bisa-bisanya dia tertawa.

“Aniya!!”

“Tapi mukamu kelihatan merah… Pasti sebentar lagi kau menangis.”

“Aniyaaa… mukaku merah karena aku capek!!!” Seruku

“Tungguuuuu… bagaimana kau tahu mukaku merah!!!” Lanjutku kaget.

“Hahahaha… seharusnya kau berjalan melihat kedepan! Bagaimana kalau kau menabrak sesuatu!”

Secara reflek aku menengok ke sebalah kanan dan kiriku. Tepat saat aku mengarahkan pandanganku ke depan, aku melihat namja itu. Namja dengan topi, kacamata hitam, dan jaket baseball. Aku kenal betul namja itu. Aku kenal dengan senyuman gummy khasnya itu. Tanpa menghiraukan suara tawa dari telponku, aku berlari ke arah namja itu.

“Hyukje-ya!!! Bagaimana… bagaimana kau bisa kemari? Kau bilang kau belum selesai siaran???” Seruku senang.

“Tenanglah… Jebal kita pergi dari sini. Terlalu ramai…” Eunhyuk tersenyum melihat tingkahku dan menarik lenganku menuju mobil Audi yang terparkir di pinggir Toko aksesoris.

 

Eunhyuk POV

            “Apa kau kaget melihatku?” tanyaku sambil menyetir.

“Tentu saja. Kau tidak bilang bahwa kau akan muncul dihadapanku.”

“Ya~~ namanya juga kejutan. Aku ingin melihat reaksimu. Lucu sekali hahahaha…”

“Aishhh kau ini… dari dulu senang sekali mempermainkanku! Awas kau… tunggu pembalasanku!” Ujarnya mencubit lenganku.

“Jahat sekali kau ini… mencubit guide yang sudah mengantarmu kemana-mana!”

“Huffff…. kau membuatku kesal! Tapi… gomawoe sudah mau menemaniku.”

“Jadi… kemana kita sekarang?” lanjutnya

“Hmmmm… aku ingin membawamu ke sungai Han.”

“Sungai Han?”

“Ne… kau akan takjub melihatnya nanti. Lagipula tidak terlalu ramai disana pada jam-jam segini. Jadi aku tidak harus memakai peralatan menyamarku.”

“Hahaha… terserah kau saja.”

Aku memarkirkan mobil silverku dipinggiran Sungai Han. Suasana di sini tidak berubah sejak dulu. Lampu-lampu kecil bertebaran disepanjang sungai, terpantul indah di atas aliran airnya.

“Baguskan?” tanyaku pada HyuRi. Tanpa dijawab pun aku sudah tau dia menyukainya. Senyuman lebar terlukis diwajahnya itu. Matanya yang besar berbinar-binar memantulkan cahaya lampu.

“Omoooooo…. indah sekali Hyukje-ya…” Serunya merentangkan kedua tangannya lebar-lebar, seakan-akan akan terbang.

“Apa sungai ini ada ujungnya?” tanyanya.

“Hahaha… ayo kita jalan-jalan menyusurinya. Kau lihat saja sendiri.”

 

            Aku mengikuti sosoknya dari belakang. Sosok yeoja yang kini berjalan perlahan di depanku, menikmati cahaya lampu yang terpantul lembut di atas aliran Sungai Han yang membentang panjang. Sesekali yeoja itu menoleh, tersenyum, dan kadang tertawa kecil melihatku. Jika ku bisa, aku ingin berlari ke arahnya, dan memeluk tubuhnya yang kecil itu. Tapi aku tidak bisa. Aku tidak bisa melakukannya. Karena aku, Lee Hyukje adalah chingu dari Jang HyuRi.

 

Flashback

Taman di belakang gedung SMA Neunggok

            “Hyukje-ya… apa benar kau tidak menyukainya? Dia itu kan yeoja yang cantik.”

            “Aishhhhh harus kukatakan berapa kali padamu Gun Wook-ah! Dia itu hanya chinguku! Lagipula dia itu bukan tipeku!”

            “Jinjjayo?”

            “Ne… ne… aku ini menyukai yeoja yang manis, feminim, lemah lembut. Apa kau tidak tahu HyuRi itu yeoja seperti apa? Dia itu galak sekali, apalagi kalau moodnya sedang jelek! Huwaaaaaaaa…”

            “Jeongmalyo?”

            “Percaya padaku. Sudah beribu-ribu kali aku kena amarahnya.”

            “Jadi… benar kau tidak menyukainya?”

            “Shireo… aku tidak akan pernah menyukainya.”

            “Arraseo… jadi kau tidak keberatankan jika aku menembaknya?”

            “Mwo??? kau akan menembakknya?”

            “Ne… aku menyukainya sejak kami pertama kali bertemu. Tapi aku sempat mundur karena kau begitu dekat dengannya. Aku melihat kalian seperti pasangan kekasih. Syukurlah kalian ini hanya teman… “

            “Hahaha… itu tidak mungkin terjadi…”

            Aku tertawa mendengar pengakuan sahabatku itu. Tak kusangka selama ini dia menyimpan perasaan untuk HyuRi. Aku senang mendengarnya, tapi entah mengapa sesaat tadi rasanya Hatiku berdegub, seperti ada batu yang dihantamkan langsung ke dalamnya. Aku tidak tahu itu. Dan aku terlambat untuk menyadarinya.

 

            “HyuRi-ya, jadi, kau sudah menerima Gun Wook sebagai namjachingumu?”

            “Ah ne… dia menembakku tadi malam. Wae?”

            “Chukae… kalian akan menjadi pasangan yang serasi hahaha…” Aku tertawa, lebih tepatnya berusaha untuk tertawa.

            “Kau kelihatan senang sekali Hyukje-ya”

            “Tentu saja. Jadi sekarang kau tidak akan menggangguku lagi HyuRi-ya”

            “Apa aku begitu mengganggumu selama ini?” Aku sedikit terkejut mendengar pertanyaannya. Dia tidak bercanda. Aku tahu itu. Matanya yang bulat dan besar menatap tajam ke arahku.

            “Hahaha kau baru menyadarinya? Kau ini selalu menggangguku. Kau ini selalu manja padaku. Sempat aku berpikir bahwa kau menyukaiku HyuRi-ya…” Aishhh apa yang ku katakan!

            “Mianhae…” HyuRi tersenyum. Tapi bukan ini yang aku inginkan. Bukan senyum ini yang aku harapkan. Aku ingin dia memukul atau mencubitku seperti biasa. Aku benar-benar tidak menyukai situasi seperti ini.

            Itu adalah terakhir kalinya aku bertemu HyuRi sebelum aku sibuk ke Seoul untuk menjadi trainee di SM entertainment. Untuk mengejar impianku sebagai dancer profesional.Itu juga terakhir kalinya aku berhubungan dengannya. Berhubungan dengan sahabatku, sekaligus yeoja yang telah merebut hatiku.

Flashback END

 

 

 

Bersumbang….

 

 

 

Berikut foto-foto daerah Myeongdong, Seoul

 

 

 

What Should I Do ??? [part 1]

Cast :

Kyuhyun Super Junior as him self

Efith Linda Pramono Siwi as Park han Byul

Restya Agung Nugrahanti as Kim Hyun Ra

Cameo:

Sungmin Super Junior as him self

Donghae Super Junior as him self

Remember those walls I built

Well baby they’re tumbling down

And they didn’t even put up a fight

They didn’t even make a sound

I found a way to let you in

But I never really had a doubt

Standing in the light of your halo

I got my angel now

 

It’s like I’ve been awakened

Every rule I had you breakin’

It’s the risk that I’m takin’

I ain’t never gonna shut you out

 

Everywhere I’m looking now

I’m surrounded by your embrace

Baby I can see your halo

You know you’re my saving grace

You’re everything I need and more

It’s written all over your face

Baby I can feel your halo

Pray it won’t fade away

 

I can feel your halo (halo) halo

I can see your halo (halo) halo

I can feel your halo (halo) halo

I can see your halo (halo) halo

   *Beyonce Halo

Aku masih menatap sosoknya yang kini tersenyum dan mengucapkan terima kasih setelah menyelesaikan performnya.

Aku suka mendengar suaranya itu…

Aku suka melihatnya berdiri di stage dengan beribu-ribu cahaya menerpa wajahnya itu…

Aku suka melihat senyuman itu…

Apa kau tahu itu Park Han Byul…

Apa kau tahu aku selalu melihatmu…

Apa kau tahu perasaanku ini…

Apa kau tahu aku sangat merindukanmu…

“Aisssshhhhh… kenapa aku memikirkannya lagi!”

Aku beranjak dari sofa setelah mematikan TV yang telah mengingatkanku pada yeoja itu.  Aku berjalan kesal ke arah dapur dorm, mengambil secangkir gelas.

Entah karena telapak tanganku yang berkeringat, atau karena aku sedang tidak fokus, gelas itu meluncur halus dari genggaman tanganku.

“PRANKKKKKK….”

“Aisssshhhhhh… babo!!!” Aku mengumpat pada diriku sendiri.

Flashback

“Han Byul-ah… kenapa kau memperlakukanku seperti ini!” Aku menarik paksa tangan yeoja yang ada di hadapanku hingga dia berhenti untuk mencoba menghindariku.

“Ya~~ Oppa… lepaskan tanganku…!” Yeoja itu mencoba memberontak.

“Jebal.. kenapa kau menghindariku! Wae!”

“Aniya… aku hanya sibuk.”

“Mwo? sibuk? Apa kau sibuk dinner dengan namja brengsek itu!” Aku meninggikan suaraku dan mendorong tubuh yeoja yang aku sayangiku itu ke tembok dibelakangnya.

“Namja? Ya~~ oppa… apa yang kau bicarakan? Tentu saja aku sibuk perform!” Yeoja itu menatapku tajam.

“Apa kau pura-pura tidak tahu? Ya~~ aku melihat dengan mata kepalaku sendiri kau makan malam dengan namja itu 2 hari yang lalu!” Aku mulai tidak bisa mengontrol emosiku.

“Mwo? dia itu klienku! Apa salahnya aku makan malam dengannya! Kau sendiri sering kan mengajak yeoja-yeoja untuk pergi bersamamu!” Wajah yeoja dihadapanku itu mulai memerah, suaranya mulai bergetar.

“Han Byul-ah… Jangan mengalihkan pembicaraan! Kau sudah berubah sekarang!” Aku mengencangkan genggamanku ke lengannya.

“Setiap orang pasti berubah oppa… kau harus mengerti itu!”

“Wae? Apa yang harus aku mengerti? Apa aku harus mengerti bahwa kau sudah tidak mau bersamaku lagi!” Suaraku semakin meninggi.

“Kau telah membuatku tidak bisa bernafas oppa! Kau selalu menuduhku tanpa alasan! Aku lelah oppa… ”Yeoja itu tertunduk, tak mau menatapku. Aku hanya bisa terdiam mendengar jawabannya itu.

“Kumohon lepaskan tanganku” pintanya berusaha melepaskan genggaman tanganku.

 “Mianhae… Sebaiknya kita tidak bertemu dulu oppa…” Yeoja itu berucap lirih

“Mwo??” Rasanya pandanganku gelap seketika

“Mianhae.. jeongmal mianhae…” Yeoja itu menatapku, suaranya sedikit bergetar, wajahnya mulai merah, dan perlahan dia mendekatkan wajahnya, menciumku.

Aku bisa merasakan air matanya menempel dipipiku saat dia menciumku. Ciuman kali ini berberbeda, tidak hangat seperti biasa, dan debaran dalam hatiku ini juga berbeda, rasanya sakit…

 

Flashback End


“Kyuhyun-ah… gwencana?” tanya Sungmin saat melihatku membereskan pecahan kaca dari gelas yang telah kujatuhkan.

“Gwencana.” Jawabku lemas

“Apa kau menontonnya lagi?”

“Mwo? Nugu?”

“Ya~~ aku tahu apa sedang kau pikirkan saat ini. Sebaiknya kau menemuinya sekarang dan memperjelas semuanya…”

“Andweee… dia tidak mau menemuiku.”

“Kyuhyun-ah… apa kau tahu semua hyung mengkhawatirkan keadaanmu. Kau tidak mau makan, kau juga tidak menindas Hyungmu seperti biasa, bahkan kau tidak menyentuh PSPmu sama sekali…”

“Aishhhh… aku juga tidak tahu apa yang terjadi padaku.”

Sebulan sudah aku berpisah dengan Park Han Byul, yeojachingu sekaligus seorang penyanyi yang sedang naik daun. Aku mengenalnya sejak kami masih SMA, kami berpisah saat aku dan dia masing-masing menjadi trainee di agensi yang berbeda. Namun 6 bulan yang lalu kami dipertemukan lagi di sebuah acara musik saat dia baru melakukan debut. Aku senang bisa bertemu dengannya lagi.

Aku tidak bisa melupakan sosok berambut panjang dan kurus seperti diriku itu sejak kami bertemu lagi. Kami sering berduet bersama, dan itu membuatku semakin dekat dengannya. Akhirnya tepat saat ulang tahunnya, aku memberanikan diri untuk memintanya menjadi yeojachinguku.

 

Flashback

Saegil Chukae Hamnida

Saegil Chukae Hamnida

Saranghaneun Park Han Byul

Saegil Chukae Hamnida

 

Aku menyanyikan sebuah lagu ulang tahunnya sambil membawa kue tart yang dipenuhi lilin-lilin kecil.

“Oppa~~~” Han Byul tersenyum lebar mendapat kejutan dariku.

“Saegil Chukae Hamnida Han Byul-ah… kau terlihat tua sekarang hahaha…” Aku mengecup pipinya itu.

“Ya oppa… jeongmal gomawoe… apa kau yang mengatur semua ini? bukankah kau ada jadwal hari ini?”

“Ne… makanya kau harus berterima kasih padaku karena aku mengorbankan waktuku untuk datang kesini.” Aku tersenyum melihat wajahnya yang kaget.

“Mwo? Jinjja? Ya~~ aku tidak menyuruhmu untuk melakukan ini semua.” Dia melebarkan tangannya menunjuk balon-balon dan mawar-mawar putih yang sudah aku tata memenuhi balkon di apartemennya.

“Aishhhh… aku tidak mau tahu… kau harus berterima kasih padaku.” Aku menjitak kepalanya.

“Ne… Ne… arraseo Kyuhyun-ah… kau memang evil… Gomawoeeeee…” Dia mencubit kedua pipiku.

“Aku tidak ingin ucapan terima kasih saja.”

“Mwo? Ya~~~ bukankah aku yang sedang berulang tahun? Seharusnya aku yang meminta sesuatu darimu! Bukan kau oppa!”

“Hahahaha… itu kan sudah biasa…. sekarang peraturan berubah… kau harus memberikan sesuatu pada orang yang telah merayakan ulang tahunmu.” Aku tak mau kalah.

“Aishhhh… arraseo… jadi apa yang kau inginkan?”

Aku tersenyum dan mendekatinya perlahan. Aku menjulurkan tanganku untuk menggenggam jemarinya. Aku berlutut.

“Oppa….” Han Byul terlihat terkejut.

“Park Han Byul… aku menginginkan hatimu.” Aku menatap mata Han Byul yang besar itu.

“Oppa….” Han Byul menutup mulutnya dengan tangannya yang bebas. Aku bisa melihat wajahnya memerah dalam cahaya lampu taman.

“Apa kau mau menyerahkannya padaku?” Aku berdiri dan menggenggam kedua tangannya. Wajahnya semakin memerah dan setitik air muncul dari sudut matanya. Dia diam, tak berkata apapun.

“Han Byul-ah… jawablah…”

Yeoja itu menatapku dan tersenyum.

“Apa itu berati ya?” tanyaku.

Dia mengangguk kecil.

“Gomawoe Han Byul-ah…” Aku menarik tubuhnya yang kecil itu ke dalam pelukanku.

“Saranghae oppa…” Ujarnya membalas pelukanku

“Nado saranghae…”

 

Flashback End

           

Han Byul POV

Lagu Perfection dari Super Junior M telah berhasil menduduki chart #1 di Taiwan. Super Junior M yang terdiri dari Choi Siwon, Lee Sungmin, Lee Donghae, Eunhyuk, Ryeowook, Zhoumi, Henry, dan Kyuhyun telah membuktikan supermasi mereka sebagai salah satu Boy Band top di Asia…

Hatiku terasa sakit setiap mendengar nama itu, Choi Kyuhyun.  Hatiku terasa perih setiap melihat wajah kurusmu itu…

“ Unnie… gwencana? Kenapa kau menangis? Wae? ” tanya seorang yeoja mengagetkanku.

“ Mwo??? Ani… aniya…” Aku sendiri tidak sadar air mataku sudah menetes.

“Apa namja itu membuatmu menangis lagi?”

“Aniya… sudahlah… apa kau sudah menyiapkan semuanya HyunRa-ya?”

“Ahhh ne… semua kostum dan make up sudah siap di van. Apa kita berangkat sekarang?”

“Ne… dari tadi manager sudah menelponku. Kajja…”

Aku mematikan TV yang sedang menampilkan ke-8 namja itu tampil di sebuah acara. Aku menekan tombol off tepat saat namja itu bernyanyi.

“Mianhae oppa…” ujarku lirih.

Lokasi Music Bank,

“ Han Byul-shii kau sudah datang rupanya… sebaiknya kau bersiap-siap, sebentar lagi giliranmu untuk rehearsal.” Ujar namja yang merupakan koordinator music bank.

“Ne…” jawabku lemas. Tayangan di TV tadi membuatku jadi tak bersemangat.

“HyunRa-ya… apa kau bisa membelikanku donat sekarang? Aku sedikit lapar.” Pintaku pada HyunRa, asisten pribadiku.

“Ne unnie… aku akan segara membelikannya.” Jawabnya dan secepat kilat menghilang dari balik pintu ruang riasku.

Aku berjalan lemas dan duduk di depan meja rias. Aku bisa melihat wajahku pada pantulan kaca didepanku. Aku bisa melihat warna hitam melingkar di kedua mataku.

“Aisssshhhh… seharusnya aku tidur cepat tadi malam.” Umpatku dalam hati.

Aku merogoh tasku mencari Blackberry hitamku, dan tak sengaja aku menemukan sebuah foto, sebuah foto yang semakin membuat hatiku tercabik-cabik. Aku melihat namja dan yeoja yang sama-sama kurus terlihat bahagia dalam foto itu. Seorang yeoja berambut hitam panjang terlihat tertawa lebar berada dalam pelukan seorang namja yang juga tertawa lebar.

Aku ingat waktu itu. Waktu dimana aku berulang tahun. Waktu dimana namja itu berlutut dan meminta yeoja itu untuk menyerahkan hatinya.

“Oppa… mianhae… aku memang telah berubah…” Aku meremas foto itu. Aku tidak tahan melihat tawa kedua namja dan yeoja dalam foto itu.

Author POV

“Tolong donat coklat dan kacangnya…” Ujar seorang yeoja dengan rambut pendek yang diikat pada pegawai toko Donat.

“Aku pesan Hot Capucino…” Ujar seorang namja kurus jangkung dengan kacamata hitam dan jaket kulit berwarna coklat.

“Omo… Choi Kyuhyun-shii?” Panggil yeoja berambut pendek itu saat menengok namja disebelahnya.

Namja itu juga menengok mencari sumber suara yang memanggilnya. Dan dia hanya tersenyum pada yeoja yang memanggilnya itu.

“Han Byul unnie selalu membicarakanmu.”

“Mwo!” Kyuhyun terlihat terkejut mendengar perkataan yeoja yang tiba-tiba itu.

“Siapa kau ini? Bagaimana… bagaimana kau tahu dia?” Kyuhyun membuka kacamatanya, seakan-akan ingin melihat lebih jelas yeoja yang sekarang berdiri dihadapannya.

“Chonun Kim HyunRa imnida… aku adalah asisten pribadi Park Han Byul, yeojachingumu.” Jawabnya polos.

“Aisssshhhhh… “ Kyuhyun menutup mulut HyunRa dan menariknya menjauh dari pegawai cafe yang mulai terlihat menguping pembicaraan mereka.

“Ya~~~ apa kau ini gila! Bagaimana kalau pegawai itu mendengar kata-katamu!” Bentak Kyuhyun

“Omo… mianhae… aku… bukan maksudku begitu… Eottokae…” HyunRa terlihat bingung menyadari kesalahannya.

“Ahhhh… sudahlah… jebal katakan lagi..”

“Katakan apa?” tanya HyunRa bingung.

“Aishhhh… tadi kau mengatakan tentang Han Byul yang sering membicarakanku!”

“Ne.. ne.. Han Byul unnie akhir-akhir ini sering murung dan terkadang menangis jika melihat berita tentang dirimu Kyuhyun-shii…”

“Mwo? Jinjja?”

“Ne… aku ini orang jujur… percayalah…” HyunRa membentuk pose “V” pada jarinya.

Kyuhyun terlihat senang mendengar pengakuan HyunRa.

“Jadi, apa yang dia bicarakan tentangku?”

“Ahhh… Han Byul unnie…” Belum sempat HyunRa meneruskan ceritanya, Blackberry pink di dalam tasnya bergetar.

“Ne unnie… aku sudah membelikan pesananmu.” Ujar Hyun Ra menjawab telponnya

“…….”

“Ne… Ne… aku segera kesana…”

“Mianhae Kyuhyun-shii… aku harus kembali sekarang.” HyunRa membungkukkan badannya dan segera pergi.

“Ya~~~~” Seru Kyuhyun terlihat kesal ditinggal ditengah percakapan yang penting untuknya.

Ruang make up,

“Mianhae unnie aku terlambat” Nafas HyunRa masih terpatah-patah setelah berlari.

“Aigooo…. kenapa kau lama sekali? Bukankah tokonya hanya di depan gedung?”

“Ne… aku… aku tadi bertemu namjachingumu?”

“Mwo???” Han Byul memutar badannya menatap HyunRa

“Kyuhyun-shii… tadi aku bertemu dengannya di toko.”

“Mwo? Kyuhyun? Jinjjja?” Han Byul masih terlihat kaget.

“Wae? Kenapa kau terkejut unnie?”

“Ah…. aniya… aniya…” Han Byul memalingkan wajahnya

“Aishhh… apa kau tidak bertanya apa yang kami bicarakan?”

“Aniya… untuk apa aku menanyakannya… itu sudah tidak penting lagi.”

“Dia masih memikirkanmu unnie…” HyunRa menatap wajah Han Byul yang terpantul di kaca rias. Han Byul terdiam

“Ya~~~ kenapa kalian berdua putus? Kalian menyakiti diri kalian sendiri. Aku tahu kau masih mencintainya unnie..”

“Aisssshhhhh… kau ini hanya anak kecil. Sudahlah… lakukan tugasmu saja.”

“Ne… ne… arraseo… tapi kau memang harus menghubungi namjamu itu unnie.” HyunRa tersenyum dan pergi meninggalkan Han Byul yang masih terdiam menatap pantulan dirinya sendiri di kaca.

Dorm Super Junior,

Layar TV di ruang tamu apartemen lantai 11 itu menyala tanpa suara. Di depannya terlihat seorang namja kurus jangkung duduk di sofa, menatap layar tv didepannya tanpa berkedip, tapi tatapannya kosong. Namja itu memutar-mutar iphone hitam yang ada di tangannya, terlihat bimbang.

“Jebal… hubungi dia.” Ujar Sungmin yang tak tahan melihat roomatenya itu berdiam diri seperti tak bernyawa.

“Aniya… dia pasti tidak akan mengangkatnya.” Kyuhyun merebahkan dirinya

“Aishhhh… bukankah kau bilang kau bertemu asisten pribadinya dan dia bilang kalau Han Byul-shii menangis dan selalu membicarakanmu?”

“Ne… tapi…”

Tiba-tiba Sungmin mengulurkan tangannya dan merebut iphone yang masih ada ditangan Kyuhyun.

“Ya~~~” Seru Kyuhyun

Sungmin mengelak tangan Kyuhyun yang ingin mengambil iphonenya kembali. Sungmin segera mencari nama Park Han Byul di contact list dan memencet tombol call.

“Oppa?” Tak lama suara seorang yeoja terdengar dari iphone Kyuhyun, dan itu membuat kedua namja yang masih berebut iphone hitam itu terdiam seketika.

“Oppa?” ujar yeoja itu mengulang pertanyaannya lagi.

“Kau lihat… dia menjawab telponmu Kyuhyun-ah!” Ujar Sungmin lirih.

Kyuhyun POV

            “Aissshhhh… kalau dia ini bukan Hyungku, aku benar-benar akan membunuhnya!” Aku benar-benar bingung, otakku membeku seketika saat yeoja yang sudah lama ingin kuhubungi itu menjawab telpon.

“Ah ne… ne… Han Byul-ah…” Aku berharap suaraku saat ini tidak terdengar gugup.

“Wae? Kenapa kau menelpon oppa?”

“Aniya… aku salah memencet nomor telpon.” Ujarku berusaha tenang, dan jawabanku itu membuat Sungmin Hyung melotot tajam.

“Mwoya??? Arraseo aku akan menutup telponnya.”

“Ya~~Ya~~~ jangan ditutup dulu!” Aku benar-benar panik

“Waeyo? Bukankah ini salah sambung!”

“Sudahlah anggap saja aku memang berniat menelponmu. Jadi bagaimana kabarmu?” Rasanya aku ingin menjedotkan kepalaku ini ke tembok. Aku tidak tahu apa yang sebenarnya aku ucapkan.

“Aku… aku baik-baik saja. Bagaimana denganmu oppa? Ku kira kau sedang sibuk promo ke Taiwan.”

“Ne… aku kembali ke Korea kemarin, tapi hanya sebentar. Aku benar-benar sedang sibuk akhir-akhir ini.”

“Ya~~~ bukan kau saja yang sedang sibuk oppa! Aku juga sedang sibuk!”

“Hahahha… arraseo Han Byul-ah… tidak usah marah-marah begitu. Pasti sekarang matamu sedang melotot.” Aku merasa mulai rileks mendengar suaranya itu.

“OPPA!!!” Seru Han Byul protes

Author POV

“Kau tau Kyuhyun-ah? Seharusnya aku tadi memfoto wajahmu sebelum dan sesudah menelpon Han Byul-shii!”

“Wae? Kenapa kau harus melakukannya Hyung? Aku sudah capek setiap hari difoto.”

“Aishhhh… lihatlah senyum evilmu telah kembali lagi!!! Dasar kau ini! Apa aku harus terus ikut campur masalah cintamu!” Sungmin menjitak kepala Kyuhyun

“Ne… kau kan penasihat cintuku Hyung hahaha…”

Kyuhyun memang terlihat sangat berbeda setelah menutup telphon dari Han Byul tadi. Wajahnya seketika menjadi cerah, seperti ada sinar yang tak terlihat menerpa wajahnya yang putih pucat. Mungkin dia sendiri tak sadar jika sedari tadi dia bersenandung riang, dan itu membuat Hyung-Hyungnya menggelangkan kepala melihat perubahan Kyuhyun.

Kesibukan Kyuhyun, member Super Junior M, yang harus ke Taiwan dan kesibukan Han Byul, penyanyi yang sedang naik daun itu membuat keduanya tidak bisa bertemu. Kyuhyun pun hanya bisa sesekali menghubungi yeoja yang masih berstatus sebagai yeojachingunya itu. Tapi itu saja sudah cukup, cukup untuk menenangkan hati Kyuhyun dan yakin bahwa Han Byul masih mencintainya.

Beberapa minggu kemudian,

“Kyuhyun-ah apa kau ada acara hari ini?”

“Wae? Apa kau ingin mengajakku bermain game Donghae hyung?”

“Aishhh… apa otakmu itu hanya berisi game? Malam ini Shinhae mengadakan pesta barbeque. Apa kau mau ikut?”

“Aniya… aku ingin ke bioskop malam ini. Sudah lama aku tidak menonton film.”

“Mwo? Jinjja? Dengan siapa?”

“Tentu saja dengan yeojachinguku. Dengan siapa lagi!!!”

“Hahahaha… arraseo…Akhirnya kalian bisa bertemu juga.”

“Beginilah nasib percintaan sesama super star”

“Aishhhhh!!!! Berhentilah menyanjung dirimu sendiri!”

Kyuhyun terlihat bersemangat setelah kembali ke Korea. Akhirnya dia bisa bertemu yeojachingunya dan berhasil mengajaknya berkencan. Berkali-kali Kyuhyun bersenandung dan meneliti setiap jengkal tubuhnya agar terlihat sempurna.

“Kau sudah tampan Kyuhyun-ah… Jebal berangkatlah…kau akan terlambat nanti.” Ujar Sungmin yang geli melihat dongsaengnya itu bolak-balik melihat dirinya sendiri di kaca.

“Aku tahu… aku memang tampan sejak lahir Hyung hahaha…” Kyuhyun segera mengambil jaket dan kunci mobilnya sebelum tangan Sungmin berhasil menjitak kepalanya.

Di sebuah cafe,

Seorang namja dengan kemeja putih bergaris hitam, kacamata hitam yang menutup matanya, dan jaket kulit yang tergeletak disampingnya itu terlihat sedikit gusar. Berkali-kali melihat jam yang melingkar ditangannya yang putih pucat.

“Aishhhhh…. kenapa kau lama sekali Han Byul-ah…” Ujar namja itu bersungut-sungut.

Tak lama seorang yeoja berkaos pink dengan rambut pendek yang diikat menghampiri meja yang ditempati namja jangkung itu.

“Kyuhyun-shii?” tanya yeoja itu memastikan

Namja yang dipanggil namanya itu membuka kacamatanya dan terlihat bingung sekaligus kecewa karena bukan yeoja ini yang sedang dia tunggu.

“Kau… kau asisten itu?” tanya Kyuhyun

“Ne… aku HyunRa, asisten pribadi Park Han Byul. Kita bertemu di toko donat waktu itu. Apa kau tidak ingat?”

“Tentu saja, ingatanku ini tajam. Tapi, mana Han Byul?” Kyuhyun menengok kesana-kesini, berharap yeoja yang dia tunggu itu muncul.

“Mianhae… jeongmal mianhae…” Hyun Ra berkali-kali membungkukkan badannya.

“Wae? Kenapa kau meminta maaf?”

“Mianhae.. Han Byul unnie tidak bisa datang. Dia…”

“Wae? Waeyo? Apa yang terjadi?” Kyuhyun terlihat panik

“Aniya… unnie baik-baik saja… hanya saja tiba-tiba dia harus ke studio. Jadi dia tidak bisa menemuimu.”

“Mwo? jadi dia membatalkan acaranya denganku?” Raut wajah Kyuhyun yang tadinya panik tiba-tiba berubah menjadi kesal, dan itu membuat Hyun Ra sedikit takut.

“Begitulah Kyuhyun-shii… dia benar-benar minta maaf.”

“Kenapa dia tidak menghubungiku? Apa dia pikir aku senang menunggunya seperti ini!”

“Kyuhyun-shii… unnie pikir lebih sopan jika aku mengatakannya langsung padamu. Dia takut kau marah.”

“Sopan? Aishhh… aku tidak mengerti apa yang dia pikirkan!”

“Brakkk” Kali ini HyunRa benar-benar takut melihat namja di depannya itu menggebrak meja.

“Kyuhyun-shii… tenanglah.. orang-orang mulai melihat kesini…” Hyun Ra berusaha menenangkan Kyuhyun.

“Sebaiknya kau pulang Kyuhyun-shii…” lanjut Hyun Ra

“Andwee… sulit sekali meluangkan waktuku untuk bisa bersamanya, dan tiba-tiba dia membatalkannya!”

“Jeongmal mianhae…” Lagi-lagi Hyun Ra membungkukkan badannya.

“Ya~~ berhenti melakukannya. Kau ini babo atau apa!!!”

“Ne… ne… mianhae… kalau begitu aku akan pergi sekararng.”

“Eodiga? Kau meninggalkanku sendiri disini?” Ujar Kyuhyun yang membuat Hyun Ra yang bersiap akan pergi.

“Mwo? tentu saja aku akan pulang ke rumah.” Jawab Hyun Ra tak mengerti.

“Andwe… kau harus menemaniku malam ini!”

“Mwo? Tapi… tapi…”

“Kau harus bertanggung jawab karena kesalahan majikanmu yang babo itu! Jebal… filmnya sudah dimulai sejak 5 menit yang lalu!” Tanpa memperdulikan Hyun Ra yang terkejut mendengar perkataannya, Kyuhyun berdiri dan menarik tangan Hyun Ra dengan paksa.

Hyun Ra terlihat ingin protes, tapi dia tahu jika dia berteriak, semua orang pasti akan menengok ke arah mereka dan mengenali namja yang sekarang menarik tangannya itu adalah maknae dari boy band besar Super Junior. Bisa dipastikan bioskop itu akan berubah menjadi fans meeting dadakan.

Bersumbang…..

Chaiya Chaiya (Drabbel Hae couple)

Karena berbagai berita aneh-aneh akhir-akhir ini…

Author jadi punya inspirasi menulis Drabbel yang Geje Ini…

Mohon Maaf bila drabbel ini benar-benar aneh dan sebenarnya tidak layak untuk dibaca…

Ahhh Author bener-bener lagi geje pas nulis ini…

Yah semoga reader semuanya berkenan tetap membaca dan memberikan sepatah dua patah comment….

Terima kasih atas waktunya…

Cek Ki Dot…

“Dinda Shinhae … apa yang kau lakukan sampai tertawa terpingkal-pingkal di depan laptop?”

“Ahhh kanda Hae? Jebal… lihatlah ini” Shinhae menunjuk-nunjuk sebuah video di layar laptopnya.

“Mwo? apa itu video super junior?” tanya Donghae mendekat

“Aniya… ini lebih bagus. Jebal…” Seungri menarik tangan Donghae

inke Sar Ho Ishq Ki Chaav
Paav Ke Niche Janaat Hogi
Jinke Sar Ho Ishq Ki Chaav

Chal Chaiyya Chaiyya Chaiyya Chaiyya
Chal Chaiyya Chaiyya Chaiyya Chaiyya

Chal Chaiyya Chaiyya Chaiyya Chaiyya
Chal Chaiyya Chaiyya Chaiyya Chaiyya

“Mwo???? lagu apa itu? Siapa orang itu?” tanya Donghae menunju seorang namja yang sedang meliuk-liukkan tangannya dalam video.

“Itu lagu india… judulnya chaiya-chaiya… Namja manis ini namanya Briptu Norman. Dia itu polisi di Indonesia.” Ujar Shinhae tertawa kecil

“Manis???”

“Ne.. lihatlah neomu kyeoptaaaaaaa…. kyakkkkk norman-shiii!!!!” Teriak Shinhae hebring, mengigit kuku-kukunya dan menarik-narik kemeja Donghae, nyubit-nyubit kulit Donghae sampai merah-merah.

“Ya~~ Ya~~ kenapa kamu begitu histeris melihatnya!” Donghae protes.

“Duh kanda ini… lihat donk… tu.. tu… mana ada polisi yang bisa joget-joget ama lipsync kayak gini kanda.”

“Ya~~ kanda juga bisa joget-joget gitu.. niiii…” Donghae praktekin dance bonamana.

“Ahhhh itu sih biasa kanda.. tu… patah-patahnya tu lho passsss banget…” Shinhae masih jerit-jerit sambil nunjuk-nunjuk muka Briptu Norman di layar laptop.

“Aishhhhh… kamu nih.. gitu aja koq hebring… emangnya tu lagu apa sih?” Donghae tidak terima dinda Shinhae lebih milih Briptu Norman.

“Ini soundtrack filmnya Shahrukh Khan kanda…”

“Mwo? Saru kan?” Donghae korek-korek kuping.

“Aduhhh kanda koq jadi budeg sih! Shah-Rukh-Khan… Itu lho artis bollywood yang maen Kuch Kuch Hotahai…!” Shinhae nyubit pipi Donghae saking gemesnya.

“Mwo? Kucek-kucek bajune? Y ampun dinda… selama ini tontonan kamu kayak gituan??? Ckckckck…” Donghae geleng-geleng.

“Emang kenapa kanda? Kan bagus… romantis gitu lho… ada adegan nyanyi ama joget-joget gitu.”

“Aishhhhh… mana bagusnya tiap adegan lari kejar-kejaran gitu, muterin pohon… bagusan dramanya kanda donk…” Dongha tepuk-tepuk dada kepedean.

“Iyalah kanda seneng sama dramanya sendiri… ciuman mulu itu di sana…” Shinhae menggembungkan pipinya karena sebel.

“Aihhhhhh jagi cemburu ya??? Sini-sini kanda cium…” Donghae monyong-monyongin bibir.

“Andweeeee… dinda maunya di cium Briptu Norman ajah ah.” Shinhae nangkis bibir Donghae yang udah kayak omas pake tangan dan langsung fokus ke layar laptop lagi.

“Omo… Omo… tega dirimu jagi!!!” Donghae nangis, lari ke pojokan kamar, ngesot-ngesot sampai karpet putih punya Shinhae kusut tidak karuan.

“Kanda!!! Karpet dinda jadi kusut itu!!! Udah ah jangan nangis lagi… Sini temenin dinda nonton video Briptu Norman aja… Tu dia upload video baru. Dia nyanyi bareng temennya… duh pake gitar lagi…” Shinhae mukul-mukul meja saking gemesnya.

“Dinda Shinhae… kanda nggak ngerti bahasanya itu… Lagian dinda koq jadi suka cowok item sih?”

“Ini bahasa indonesia kanda… makanya jangan belajar bahasa mandarin mulu!!! Habisnya di korea namjanya putih semua… Dinda kan jadi gimanaaaaa gitu… merasa tersaingi. Kanda juga sih.. punya kulit koq mulus banget!!!” Shinhae melotot

“Dinda nih adaaaaaa aja alesannya.”

“Udah ah.. jebal kesini… Kanda harus bisa joget-joget kayak gini… Bagus lho buat ditampilin pas SS4… pasti ELF pada geleng-geleng deh…” Shinhae bayangin Donghae joget ala Briptu Norman. Perut Shinhae jadi kram bayanginnya.

“Andweeeee… “ Donghae geleng-geleng

“Ya sudah… kanda belajar nyanyi india ajah.” Shinhae narik lengan Donghae

“Tapi maunya duet sama dinda.” Donghae kedip-kedipin mata. Dalam hati Shinhae, genit banget sih ni namja.

“Ne.. ne.. kanda jadi Shahrukh Khan, dinda jadi Kajol ya.”

“Mwo? Nugu? Benjol?” Kuping Donghae eror lagi.

“Ka-Jol kanda!!!” Kuping Donghae di jewer Shinhae

“Yuk mulai… kita nyanyi Kuch Kuch Hotahai aja ya kanda… ntar kita latihan kejar-kejaran juga.”

“Wah boleh deh dinda… asik tu kejar-kejaran… tapi kita nggak punya pohon ni.” Donghae celingak celinguk cari benda yang mirip pohon.

“Ahhh itu aja dinda… mirip pohon koq..” Donghae nunjuk-nunjuk meja bulet ditengah ruangan.

“Ne… itu juga boleh kanda… Yuk mulai.” Shinhae muter mp3 Kuch Kuch Hotahai.

Shinhae lari ke tengah ruangan dengan gaya slow motion. Donghae ikutan dibelakangnya sambil muter-muter.

Tum paasse aye, Tum paasse aye

Yun Muskurayee, Tum nena jane kya

Sapne de khaye, Aabto mera dil

Jaane ka sota hai, Kya karoon ha ye

Kuch kuch hota hai

Mata Shinhae kedip-kedip biar mirip Kajol, tapi jatohnya malah kayak kelilipan. Donghae sedikit puyeng dari tadi muter-muter.

“Ahhhh dinda… kanda pusing ni muter-muter mulu.” Donghae megangin kepala.

“Ya abis kanda muternya cepet banget.. emangnya balet… Ya udah kita kejar-kejaran ajah deh kanda.

“Ne dinda… ayo sini kanda tangkep lho…” Muka Donghae udah kayak serigala ngincer mangsanya. Shinhae pura-pura takut, jerit-jerit kayak mak lampir.

“PRANKKKKK.”

“Waduhhhh apa yang jatuh dinda?” Donghae kaget

“Kandaaaaa… hati-hati dong larinya… figuranya jadi pecah kan ni…” Shinhae jongkok memungut pecahan figuran di lantai.

“Mianhae jagi.. lagian ngapain sih kamu majang foto Seungri gini? Mending majang foto kanda deh.”

“Hadeehhhh.. dinda juga heran kanda… tiba-tiba aja ni foto dah nangkring di sini.”

“Y udah dipindah aja dong jagi… gitu koq repot…” Donghae ngusek-ngusek rambut Shinhae.

“Nah itu dia kanda… udah pernah dinda pindahin, tapi balik lagi ke sini… Dinda kan jadi parno.. kayaknya ni foto ada penunggunya… Lihat deh matanya Seungri menatap tajam ke arah kita kanda…” Shinhae meluk Donghae erat-erat karena merasa takut.

“Iyah dinda… y udah di balikin ke meja aja deh… takutnya kita kualat.” Donghae buru-buru nempelin pecahan figura apa adanya dan naroh foto Seungri di atas meja.

“ Eh Dinda… kanda capek ni… udahan yuk latihan indianya..” Donghae masang muka melas sambil gigit bibir. Shinhae nggak bisa nolak kalo Donghae dah kayak gitu… gak tega.. pengennya nyubit tu bibir.

“Ne.. kanda… kalau gitu kita duduk di sofa aja yuk.”

Akhirnya Shinhae dan Donghae duduk pangku-pangkuan di sofa.

“Berat banget sih ni yeoja. Pantes aja makannya banyak…” Batin Donghae.

“Eh kanda… perasaan Super Show udah sampai 3 kali tapi koq belum pernah ke indonesia sih?” tanya Shinhae

“Kanda juga nggak tahu dinda. Kan yang ngatur SMent. Padahal kanda pengen tu ke Indonesia. Apa lagi ke mana itu yang ada candi-candinya.”

“Ow dinda tahu.. hmmm… bentar-bentar… kalau nggak salah Yogyakarta kan?”

“Ahh iy bener itu.”

“Kayaknya bagus deh itu kotanya… kata chingu dinda di twitter, makanan disana tu enak-enak… kimchi aja lewat katanya.” Shinhae merem melek bayangin gudeg khas yogja.

“Kalau begitu nanti bulan madu kita ke sana aja dinda… kan romantis itu bulan madu sambil kuliner.”

“Ne… sesuju kanda… tapi Super Junior nggak ada rencana ke indonesia apa?”

“Oh iya… nanti tanggal 4 juni kita mau ke jakarta dinda. Tapi Cuma jadi bintang tamu doankk, jadinya Cuma sebentar…” Donghae tepok jidat.

“Mwo??? Jinjja??? Dinda ikut ya kanda…” Shinhae mengguncang-guncangkan tubuh Donghae sambil pasang muka mupeng.”

“Arraseo.. Arraseoo… pasti dinda pengen liat kanda konser ya?”

“Andweee.. dinda dah bosen liat konser kanda yang tiap kali joget sexy dance ama si Kunyuk…”

“Duh.. duh.. dindaku cemburu lagi ni kayaknya.” Donghae megang dagu Shinhae terus digoyang-goyangin.

“Idihhhh PD banget deh kanda… Dinda tu pengen ikut soalnya biar bisa ketemu Briptu Norman… Dinda pengen foto bareng, trus minta diajarin joget ama nyanyi india kanda… kan asik itu…” Shinhae senyum-senyum bayangin bisa foto bareng sama Briptu Norman.

“Aigoooo… Norman lagi Norman lagi… Sekali lagi ngomongin dia, kanda cium lho nanti…” Donghae ngancem.

“Hahahahaha… ya udah cium aja deh kalo kanda maksa.” Shinhae dah merem-merem siap-siap dicium Donghae.

“PRAKKKKK….”

Sayang sekali, adegan mesra Shinhae dan Donghae harus terputus karena figura berisi foto Seungri tiba-tiba jatuh. Shinhae dan Donghae hanya bisa saling berpandangan dan saling berpelukan, suasana jadi terasa menakutkan karena foto Seungri yang jatuh posisinya tegak, sehingga kini mata Seungri di foto itu menatap ke namja dan yeoja yang kini berwajah pucat pasi…

Tiba-tiba dari pintu apartemen Shinhae, masuk seorang yeoja berkepala besar.

“ADWEEEEEEEEEE….” Shinhae dan Donghae berteriak melihat Seungri yang asli muncul.

“YA~~~ YA~~~ ngapain kalian teriak-teriak sambil pelukan gitu!!!”

“HUWAAAAAAAAAAA….” Teriakan Hae couple makin kenceng. Sekarang keduanya lari-lari saking takutnya.

“Ichhhhh… emang aku hantu apa!!! Pada takut gitu!!! Awas ya kalian!!!” Seungri kesel, dia ikutan lari ngejar namja dan yeoja geje itu.

Akhirnya terjadi adegan kejar mengejar diiringi soundtrack Chaiya Chaiya dari Briptu Norman. Sungguh sangat Bollywood…

The End

 

Ini dia yang sedang marak di TV Indonesia.. dan dengan bangga author bilang, Author adalah fans Briptu Norman wkwkwkwkwk..
Ahhhh ya masalah foto Seungri, tu sumprit beneran ada di kamar Author…
\Ni akhirnya author fotoin… Foto special dari PitaPitaloka
Jeng… Jeng…