Here I Am (Hae Couple)

Lohalo… Annyeong readers #plakkkk

Author kembali menerbitkan Hae Couple After Story…

Sebenernya ni Author curcol juga kekekeke…

Author gy galau dengan berita2 yang nyesek akhir2 ini…

Mianhae klo FF ni kepanjangan, biz mo dijadiin 2 part nanggung banget huhu…

Dimohon kesabaran dalam membacanya…

So cekidot waelah ya…

Comment sangat diwajibkan… karena Author pengen dapet kritik dan saran dari readers semua…

Gomawoe… *bow

Donghae POV

“Mwo? 4 bulan lebih di Taiwan?”

“Ne… selain promosi Super Junior M, aku juga harus syuting drama baru di sana.”

“Hmm.. Arraseo…”

Beberapa menit, aku dan yeoja yang kini duduk dihadapanku hanya terdiam. Aku melihatnya menundukkan kepalanya. Aku tidak tahu apa yang ia pikirkan.

“Mianhae Shinhae-ya aku harus meninggalkanmu selama itu.” Ujarku berusaha memecahkan suasana.

“Chonmaneyo oppa… itu kan sudah menjadi pekerjaanmu… Donghae, Idola Korea kini merambah Taiwan.” Ujar Shinhae sambil mengangkat kedua tangannya membentuk lengkungan seperti membuat sebuah banner besar. Dia pun tersenyum.

“Hahahahaha…” Tingkah dan senyumnya itu membuatku lega. Syukurlah dia tidak marah.

“Jadi… peran apa yang akan kau mainkan?”

“Hmmm… aku akan berperan menjadi bad boy kekekeke…”

“Mwo? Bad Boy? My fishy akan menjadi bad boy?” Kedua alis tipisnya terangkat pertanda tak percaya.

“Omo… kau meremehkanku?”

“Hahahaha… aniya.. aku tidak pernah bisa membayangkanmu menjadi bad boy. Tapi kau akan menjadi bad boy pertama yang sering menangis hahahaha.”

“Ya~~ Shinhae-ya… yeojachingu macam apa kau ini mengejek namjachingumu seperti itu!!!” Aku menjitak kepalanya

“Lagipula aku akan banyak beradegan dengan yeoja-yeoja taiwan yang cantik. Apa kau tidak khawatir?” Godaku

“Aniya” jawabnya mantab

“Aishhhhh dia ini benar-benar seorang Ratu Antartika…”ujarku dalam hati.

“Karena aku percaya padamu oppa…” Sambung Shinhae menatapku lembut, dan menyunggingkan senyum manisnya.

“Inilah mengapa aku tidak bisa berhenti mencintaimu Shinhae-ya” Ujarku dalam hati lagi.

Aku menggenggam tangannya dan mengecupnya dengan lembut. Sebenarnya aku tidak ingin melepaskan genggaman ini dan melepaskan tatapannya yang lembut itu, tapi iphone di dalam kantong celanaku merusak semuanya.

“Yeobboseo?” jawabku enggan.

“Donghae-ya… di mana kau sekarang?” ujar si penelpon

“Aku di apartemen Shinhae. Mwo?”

“Ow… aniya… aku hanya kangen padamu hahahahaha….”

“Ya~~~ Hyukje! Kau menelponku hanya untuk mengatakan hal ini!!!” Seruku pada partner gilaku itu. Shinhae tertawa melihatnya.

“Omo… kau galak sekali Donghae-ya… Ahhhh apa aku mengganggu kalian? Apa kalian sedang bermesraan?” Godanya

“Aisssshhhhh… aku akan menutup telponmu sekarang.” Ancamku

“Hahahaha… minhae.. mianhae… sebenarnya aku ingin memberitahumu, besok kita akan berangkat pagi, jadi kau harus cepat bersiap-siap.”

“Ne… Arraseo… aku hanya berpamitan sebentar pada Shinhae.”

“Ahhhh… kasaian sekali Shinhae harus ditinggal begitu lama… Baiklah sampaikan salamku padanya okey…”

“Ne… akan kusampaikan.”

“Jadi, kalian berangkat besok?” tanya Shinhae saat melihatku menyudahi pembicaran dengan Eunhyuk.

“Ne… “ Aku mendekati yeoja yang sekarang sedang sibuk menata koleksi bukunya.

“Apa kau akan mampir untuk melepas kepergianku?”

“Mwo??? Apa kau ingin Elfishy melihatku memeluk dan memberikan ciuman perpisahaan pada idola mereka?” Ujarnya membelakangiku dan masih tetap fokus menata buku-bukunya sesuai abjad.

“Ayolah… aku ingin melihatmu besok.” Aku melingkarkan lenganku ke pinggangnya dan meletakkan daguku dipundaknya.

“Oppa… bukankah hari ini kita sudah bertemu.”

“Aishhh… apa kau tidak bisa sesekali bersikap romantis Shinhae-ya?” Aku menempelkan pipiku ke pipinya.

“Kau pasti akan merasa aneh jika aku tiba-tiba bersikap seperti itu Oppa hahahaha…”

Aku menjitak kepalanya lagi.

“Arraseo… hajiman.. kau tetap harus datang besok untuk memberi ucapan perpisahaan. Memangnya kau tidak akan merindukanku?”

“Kau yang akan merindukanku Oppa.” Shinhae memutar tubuhnya dan mengalungkan tangannya ke leherku.

“Mwo? Waegurae?”

“Aku bisa setiap hari melihatmu di internet dan TV, sedangkan kau tidak bisa melihatku setiap hari, jadi kau yang akan merindukanku hahahaha…”

“Ya~~~ itu tidak adil… Aku tidak terima itu. Pokoknya kau harus datang besok. Atau aku akan marah padamu.”

“Hahaha… kau memang seperti anak kecil Oppa… Ne.. ne… aku berjanji akan datang besok.” Yeoja yang masih ada dalam pelukanku ini tersenyum, meyakinkanku akan janjina besok. Aku menempelkan dahiku ke dahinya dan menciumnya dengan lembut.

Shinhae POV

Aku masih bisa merasakan ciuman hangatnya dibibirku, aku masih merasakan pipinya yang tadi menempel dipipiku. Tapi tidak ada kata-kata manis yang keluar dari mulutku saat dia beranjak pergi dan menghilang dibalik pintu.

“Mianhae oppa… kau harus mencintainya yeoja kaku sepertiku.” Ujarku dalam hati.

Jika aku bisa, aku akan berlari mengejarnya sekarang, menggenggam jemarinya dengan erat, dan memeluknya agar dia tidak pergi. Tapi aku sadar, namjachinguku itu adalah seorang Idola. Aku tidak bisa egois dan berpikir untuk terus menahannya untuk bisa berada disampingku setiap waktu. Ini sudah biasa, ini sudah menjadi rutinitas untuk melihatnya pergi dan tidak bertemu dengannya selama berbulan-bulan dan melihatnya dikelilingi fans. Hatiku sudah siap untuk itu,

“Lagipula aku bisa mengetahui keadaannya lewat internet dan TV…” gumamku menghibur diri.

Esok paginya,

“Ne… aku sedang bersiap-siap kesana oppa…” Ujarku ditelphone.

Aku mengancingkan cardigan putih gadingku dan menyisir rambutku yang pendek. Aku bergegas mengambil tas putih kecilku dan bergegas ke basement mencari mobil mini chooper merah yang terparkir manis di antara mobil-mobil sport. Aku menyalakan mobil kecilku itu dan bersiap memindah prosneling sebelum handphone di dalam tasku berbunyi.

“Yeobboseo…”

“Shinhae-shii apa kau bisa ke sini sebentar. Ada masalah yang gawat.” Ujar si penelpone.

“Mwo? Waegurae?”

“Kantor kita…”

“Ada apa? Apa semua baik-baik saja?” Aku makin khawatir mendengar suara si penelpone yang terdengar takut.

“Sebaiknya kau lihat sendiri.”

“Arraseo.. aku akan segera kesana.” Aku panik. Aku bingung. Aku harus menemui Donghae Oppa, tapi sepertinya terjadi sesuatu pada Ride Car Hae.

Aku segera mencari kontak namjaku itu dalam handphoneku.

“Aishhhh kenapa tidak kau angkat oppa!”

Akhirnya aku mengiriminya text message dan segera menginjak pedal gas mini chooperku pergi meninggalkan basement.

Donghae POV

“Donghae-ya… kita harus berangkat sekarang…” Ujar Eunhyuk mengagetkanku.

“Arraseo.. tunggulah sebentar. Shinhae sebentar lagi datang.”

“Aigoooo… beginilah seorang namja yang sedang dimabuk cinta… aku iri melihat kalian berdua.”

“Hahaha… cepatlah mencari seorang yeoja hyukje… jadi kau tidak perlu setiap malam menatap laptopmu itu…”

“Aishhhhh…” Eunhyuk menjitak kepalaku.

“Shinhae-ya… kenapa kau lama sekali!” Umpatku.

Aku mengambil iphoneku dan melihat 5 misscall dan 1 text message semuanya dari Shinhae. Aku lupa telah mensilent iphoneku.

From : Ratu Antartika

Oppa mianhae… aku tidak bisa menemuimu… Sesuatu terjadi pada Ride Car Hae. Jeongmal Mianhae… semoga kau mengerti… Saranghae…

“Omo… apa Shinhae tidak jadi datang?” Tanya Eunhyuk yang melihat ekspresi wajahku berubah mendung.

“Mollayo… jebal kita berangkat sekarang.” Ujarku ketus.

Aku merasa kesal. Aku tahu dia mengkhawatirkan Ride Car Shinhae, tapi bisakah dia mementingkan diriku ini sekali saja!

Shinhae POV

Oh tai wan mei, ni yan li wo chu xian

Oh bu rang shei, ti wo zai ni shen bian Oh woah woah~

Ni de mei yan ni de ce lian

Ni de qing jie ni de wu mei

Ni de yi qie cong tou dao wei, wo yi lun xian

“ Apa kau merindukannya?” Tanya Seungri saat kami melihat MV Super Junior M diputar di TV.

“Bagaimana menurutmu? Apa aku merindukannya?” Aku berbalik bertanya.

“Aishhhh… maniii… kau terlihat berbeda Shinhae-ya… kau sering menghela nafas, sedikit-sedikit mengecek handphonemu… kau seperti tersengat listrik setiap mendengar kata fishy…” kata Seungri panjang lebar.

“Ahhhh… benarkah?” tanyaku lemas

“Ya~~ Ya~~ lihat kau menghela nafas lagi! Apa yang terjadi? Biasanya kau tidak seperti ini saat kalian berpisah lama.”

“Mollayo… aku hanya merasa berbeda… Aku merasa telah mengecewakannya… Sepertinya dia marah.”

“Aniya… Donghae oppa pasti mengerti situasimu saat itu. Mana ada pemilik yang tidak panik saat tahu usahanya dirampok orang. Tenanglah…”

“Hajiaman… dia tidak pernah menghubungiku selama seminggu ini. Aku juga tidak bisa menghubunginya… Text Messagesku tidak terkirim. Dia pasti marah.” Aku menjatuhkan tubuhku ke sofa dan menutup wajahku dengan bantal kuningku.

“Aishhh… seperti kata penghiburan andalanmu saat aku marah pada Yesung oppa, yaitu mungkin dia sibuk…” Seungri tersenyum padaku.

“Mollayo…”

Apa yang Seungri katakan memang benar. Aku sendiri merasa berbeda. Baru kali ini aku merasa sangat merindukan Fishy dari Mokpo itu. Aku tidak bisa konsentrasi, bahkan aku hampir menabrak karena sekilas aku melihat namja mirip Donghae oppa di jalan dan aku tidak melihat ada motor melaju kencang lewat didepanku…

Pikiranku semakin kacau setiap melihat rambutnya yang sekarang pirang itu berlalu lalang di TV dan di dunia maya. Sekarang aku benar-benar merasakan menjadi seorang Elfishy, yang hanya bisa berhubungan dengan idolanya dalam satu arah, tanpa ada balasan.

“Oppa… apa yang harus aku lakukan untuk menebus kesalahanku…” ujarku dalam hati

            “Shinhae-ya… apa kau tahu berita mengenai drama terbaru Siwon dan Donghae oppa?” ujar Seungri saat dirinya sibuk berselancar di dunia maya.

“Aniya… Wae?”

“Omo… Omo… pemeran yeojanya cantik dan sangat seksi… Omo… neomu kyeoptaaa…” Ucapan Seungri itu membuatku terusik. Aku meletakkan dokumen-dokumen yang sedang kuperiksa begitu saja, hingga mereka berceceran di lantai.

“Nugu?”

“Lihatlah… Namanya Ivy Chen… Dia yang akan menjadi peran utamanya.”

“Ne… dia sangat cantik.” Ujarku saat melihat sebuah foto seorang yeoja berambut panjang, tersenyum manis pada kamera.

“Huwoooooo… akan ada adegan kissue antara dia dan Donghae.”

“Deg…” Rasanya ada tongkat kasti yang memukul jantungku dengan keras saat aku membaca berita di salah satu situs itu.

“Sabarlah Shinhae-ya… mereka Cuma akting.” Hibur Seungri saat melihat ekspresiku.

“Arraseo… aku percaya padanya.” Ujarku mengingat ucapakanku sendiri pada Donghae waktu itu.

Auhtor POV

“Aishhhh… rasanya tulangku satu per satu rontok. Untunglah jadwal hari ini sudah selesai.” Ujar Eunhyuk merebahkan dirinya di sofa panjang di dorm Super Junior M di Taiwan.

“Ne… hari ini sungguh gila… Interview, pemotretan, live performance… Omo kita sungguh hebat bisa melewati semua itu dan kita masih hidup.” Timpal Kyuhyun

“Donghae Hyung… jebal tidurlah… kau terlihat seperti mayat hidup…” ujar Ryeowook melihat hyungnya itu berjalan gontai dari balik pintu, persis seperti zombie.

“Dia itu tidak kecapean… hatinya sedang bergejolak hahahahaha…” Eunhyuk masih tertawa walaupun mata Donghae sudah menatap tajam padanya.

“Gurae… biasanya Hyung tidak pernah lepas dari Iphone, setiap ada kesempatan selalu menghubungi Shinhae-shii… Sekarang Kyuhyun yang tak bisa lepas dari Yuna… Aigooo… Cinta memang dahsyat…”

Donghae hanya bisa tersenyum masam, dan melanjutkan langkah gontainya ke dalam kamar. Sekarang sudah 2 minggu Donghae tidak berhubungan dengan yeojachingunya yang kini terpisah negara itu.

“Aishhhhh… apa yang sedang kau lakukan sekarang Shinhae-ya??? Apa kau benar-benar tidak merindukanku???” Donghae menghela nafasnya panjang dan mendudukkan tubuhnya itu pinggir ranjang.

“Donghae-ya… barusan Shinhae mengirimiku text message.” Ujar Eunhyuk yang tiba-tiba masuk ke kamar Donghae.

“Mwo? Jinjja? Apa katanya?” Namja berambut pirang itu seketika berdiri dan menghampiri member couplenya itu.

“Dia menyuruhmu membuka email. Dia mengirimkan sesuatu untukmu.”

Donghae bergegas membongkar isi tasnya, mengambil laptop applenya, dan menekan tombol “ON”. Eunhyuk yang juga penasaran kini duduk dibelakang Donghae yang terlihat berdebar menunggu laptopnya selesai reboot.

Donghae mengetik alamat emailnya dengan cepat, dan benar saja, dilayar applenya itu muncul email masuk dari Park Shinhae. Donghae segera mengklik lampiran yang dikirimkan Shinhae.

“Mwo? Video? Omo… Omo… video apa itu? Jebal buka video itu…” Eunhyuk semakin penasaran.

Tak lama Donghae dan Eunhyuk terdiam di tempat duduk masing-masing, fokus pada video yang kini muncul di layar Apple itu.

“Annyeong Oppa…  Bagaimana kabarmu?” Ujar seorang Yeoja berambut pendek dalam video itu. Yeoja itu duduk di sofa putih dalam apartemennya, terlihat sedikit tegang.

“Apa kau benar-benar marah padaku oppa? Mianhae… jeongmal Mianhae aku tidak bisa datang waktu itu… Kau tau… Ada rampok yang mengobrak-abrik Ride Car Hae.”

Yeoja itu tertawa kecil, dan terdiam sejenak menatap layar.

“Aishhh… aku tahu kau marah oppa… Kau tidak mau menerima telponku.” Yeoja itu memukul-mukul kepalanya sendiri seperti menyalahkan dirinya.

“Hmmm… apa yang harus aku lakukan agar aku bisa dimaafkan? Apa aku harus menari Sorry-Sorry?”

“Gurae… kau pasti akan tertawa dan mengejekku habis-habisan melihat tarianku. Tapi aku akan melakukannya untukmu…” Yeoja itu berdiri dari sofa putihnya.

Sorry Sorry Sorry Sorry

Naega naega naega meonjeo

Nege nege nege ppajyeo

Ppajyeo ppajyeo beoryeo baby

Yeoja itu benar-benar melakukannya, dia menangkupkan kedua telapaknya dan memulai gerakan sorry-sorry Super Junior dan bernyanyi kecil.

Shawty Shawty Shawty Shawty

Nuni busyeo busyeo busyeo

Sumi makhyeo makhyeo makhyeo

Naega michyeo michyeo baby

“HAHAHAHAHAHAHA…. Shinhae-shii daebakkkk!!!! Dia bisa menggantikan posisimu Donghae-ya…” Eunhyuk tertawa terbahak-bahak dan memukul pundak Donghae yang masih terdiam melihat yeojachingunya itu di layar.

“Fyuhhhh… apa kau bisa memaafkanku sekarang oppa?” Yeoja itu menatap layar, seakan-akan bertanya langsung pada Donghae. Nafasnya terlihat memburu, keringatnya mengalir lembut di keningnya.

“Kau tahu… sepertinya ucapakanku waktu itu salah…” Lanjut yeoja itu masih berusaha mengatur nafas. Yeoja itu terdiam lagi, berpikir.

“Oppa… bogoshipo… Jeongmal bogoshipo…”

“Mianhae… aku berbohong padamu waktu itu… Aku rasa rinduku padamu lebih besar dari pada rindumu padaku Oppa… Mianhae…” Yeoja itu menundukkan wajahnya.

“Shinhae-ya…” Ujar Donghae lirih. Donghae menjulurkan tangannya dan membelai kepala yeoja itu di layar, berharap Shinhae dapat merasakannya langsung.

“Arraseo… mulai sekarang, aku akan mengirimkan video untukmu oppa. Jadi kita bisa impas. Aku bisa melihatmu di TV, dan kau juga bisa melihatku. Tapi, jika kau tidak ingin melihatnya, aku akan mengerti.” Ujar Yeoja setelah mendongakkan kepalanya dan tersenyum, masih dengan mata yang merah.

“Gurae… aku tidak tahu harus berkata apa lagi. Aku tidak terbiasa berada di depan kamera sepertimu oppa hehehe…” Yeoja itu tertawa kecil

“Mianhae oppa… hanya ini yang bisa aku lakukan. Saranghae yeongwoni…” Yeoja itu berdiri mengangkat tanggannya ke atas kepala dan membentuk love, memberikan goodbye kiss dan berjalan mendekati kamera.

“Ahhh aku hampir lupa. Jangan menghubungiku. Anggaplah itu hukuman bagiku oppa.” Ujar Yeoja itu sebelum mematikan kameranya.

Kedua namja yang menonton setiap adegan di video itu masih terdiam. Hanya terdengar hembusan nafas.

“Aigoooo… Donghae-ya… aku sangat iri padamu… Jeongmal Shinhae-shii… Daebak!!!” Eunhyuk mengacungkan jempolnya ke depan layar.

“Jebal.. telpon dia… Bilang kau sudah memaafkannya.” Lanjut Eunhyuk

Donghae hanya menggelengkan kepalanya. Tentu saat ini dia ingin segara mengambil iphone yang selama ini tergeletak begitu saja di meja dan segera menghubungi yeojachingunya itu dan mendengar suara yang sangat dia rindukan. Tapi dia akan menuruti permintaan Shinhae tadi.

“Omo… apa yang kalian berdua lakukan di dalam?” tanya Sungmin saat Donghae dan Eunhyuk keluar dari kamar. Donghae hanya meringis.

“Aigooo… kenapa wajah Donghae tiba-tiba berseri-seri seperti itu? Apa yang kau lakukan padanya Eunhyuk-shii?” Sungmin semakin penasaran, tapi Eunhyukpun hanya meringis.

Kini seminggu atau 2 minggu sekali, Shinhae mengirimkan videonya lewat email. Dan setiap minggu penontonnya semakin bertambah, tidak hanya Eunhyuk yang telah menjadi penonton setia video cinta Shinhae untuk Fishy dari mokpo itu.

“Anyyeong oppa…” ujar Shinhae tersenyum ceria dalam video.

“Gurae… hari ini kau akan melihatku memasak. Tapi… aku tidak bisa memasak. Jadi aku akan membuat sesuatu yang simple, Nasi Goreng daging hehehe…”

Penonton yang terdiri dari Donghae, Eunhyuk, Sungmin, Ryewook tertawa terpingka-pingkal melihat cara memasak Shinhae yang benar-benar parah. Ryewook berkali-kali berteriak mencoba mengajari cara memotong daging yang benar. Berkali-kali Shinhae menjatuhkan panci sehingga menimbulkan suara nyaring. Dapur putihnya kini berubah menjadi coklat.

“Aigooo… oppa… biarpun penampilannya membuatmu ingin muntah, tapi aku jamin rasanya tidak kalah dengan buatan Ryewook oppa.” Shinhae lagi-lagi tertawa kecil, wajahnya kini belepotan kecap dan saos.

“Huwaaaa… jeongmal mashite… kau harus merasakan nasi goreng ala Park Shinhae oppa… Jinjja mashita!!!” Seru Shinhae saat menyuapkan sesendok nasi goreng ke dalam mulutnya.

“Gurae… sepertinya aku harus mengakhiri video sampai di sini. Kau lihat sendiri kan aku harus membereskan kerusakaan di dapurku sekarang. Hufff….”

“Bye Oppa… makanlah yang banyak… Saranghae…” Ujar Shinhae lembut dan mematikan kameranya.

“Omo… Shinhae-shii neomu kyeota… dia melakukannya hanya untukmu Hyung…” Ujar Ryeowook beberapa saat kemudian.

“Ne… Akupun kaget dia melakukan itu semua… Si Ratu Antartika melakukannya demi diriku hahahahaha….” Donghae tertawa puas..

“Nado Saranghae Shinhae-ya…” lanjut Donghae lirih

Minggu berikutnya, penonton kembali bertambah, kini Kyuhyun, Zoumi dan Henry ikut bergabung. Kini terlihat namja-namja tampan duduk berjejer-jejer di depan laptop.

“Annyeong… Oppa… semoga kau tidak bosan melihatku kekekeke..” ujar Shinhae membuka videonya kali ini.

“Hmmm… apa yang kau ingin aku lakukan oppa? Aku bingung.” Shinhae menggaruk-garuk rambut pedeknya itu mencoba berpikir.

“Ahhh ya… sekarang aku sedang terjangkit deman Secret Garden. Jadi jika kau mau, aku akan menyanyikan ost kesukaanku… Tapi kau harus berjanji tidak akan mengejek suaraku!”

Shinhae berjalan ke samping dan menghilang. Beberapa saat kemudian dia sudah kembali dengan sebuah gitar.

“Omo… Apa Shinhae-shii bisa bermain gitar?” tanya Sungmin

“Mollayo.. aku juga tidak tahu.” Jawab Donghae.

“Oppa… cintamu padaku harus bertambah setelah ini. Aku berusaha keras agar bisa bermain gitar. Leeteuk Oppa mengajariku. Kau harus berterima kasih padanya.” Ujar Shinhae mengerlingkan mata.

“Oke… hana… tul… set…”

Terdengar petikan lembut dari gitar putih yang kini dimainkan Shinhae.

Here I am yeogi Here I am

Here I am naega yeogie yeogi inneunde

Here I am jigeum Here I am

Here I am jigeum yeogie naega inneunde

Shinhae memejamkan matanya sejenak, terlihat menikmati lagu yang dia nyanyikan.

nal da jwodo mojara

nal beoryeodo mojara

naega neol eolmamankeum saranghaneunjireul

moreul geoya ama neon Here I am

Here I am yeogi Here I am

Here I am naega yeogie yeogi inneunde

nal da jwodo mojara

nal beoryeodo mojara

naega neol eolmamankeum saranghaneunjireul

gateun jarieseo neol gidarilge

nal yokhaedo gwaenchanha

nal beoryeodo gwaenchanha

naega neol eolmamankeum saranghaneunjireul

moreul geoya ama neon Here I am

moreul geoya ama neon Here I am

*Translate

Here I am,In this place,Here I am

Here I am ,In this place,I’m here.

Here I am,in this place,Here I am

Here I am,In this place,I’m here now

Even if it’s not enough

I’ll show how much I really love you

You may never know but

Here I am

Here I am,In this place,Here I am

Here I am ,In this place,I’m here.

Even if it’s not enough for me to show

How much I really love you

I’ll just wait for you in this place.

Even if you think it’s not enough,it’s fine

I’ll show how much I really love you

You may never know but

Here I am

You may never know,but Here I am

“Oppa… aku bukanlah yeoja yang romantis. Aku tidak bisa mengungkapka isi hatiku secara langsung. Ku harap kau bisa mengerti… Saranghae oppa.” Ujar Shinhar mengakhiri videonya dengan senyuman yang selalu membuat Donghae berdebar.

Semua namja di ruangan itu masih terdiam. Lagi-lagi Eunhyuk yang pertama membuka suara.

“Shinhae-ya… Nado saranghae…”

“Shinhae-ya… seharunya dia debut sebagai penyanyi.” sambung Ryeowook

“Donghae-ya… aku sangat iri padamu.” Timpal Sungmin

“Suaranya lebih bagus daripada suaramu Hyun…” ujar Kyuhyun datar.

Kini semua mata tertuju pada Donghae yang sedari tadi diam tak bergerak dan tak membuka mulutnya.

“ Aishhh… Sudah kuduga… Henry-shii… tolong ambilkan tissue… Zoumi-shii… tolong ambilkan lap pel, lihatlah air matanya kemana-mana.” Seru Eunhyuk.

3 Minggu kemudian,

“Donghae-shii… apa Shinhae belum mengirimkan videonya lagi?” Eunhyuk merebahkan dirinya di kasur Donghae.

“Mollayo… Hufff…” Donghae menggelengkan kepalanya lemas.

“Hyung… jebal telpon Shinhae-shii… kami ingin melihat video selanjutnya…” sambung Henry yang kini ikut merebahkan diri di samping Eunhyuk.

Lagi-lagi Donghae hanya menggelengkan kepalanya lemas.

Sudah 3 minggu Shinhae tidak mengirimkan video dan mengabarinya lagi. Donghae tidak bisa menghubunginya juga.

“Shinhae-ya… eodiga??? Gwencana? Apa sesuatu terjadi padamu?” gumam Donghae.

Donghae hanya bisa menghela nafas. Masih ada 2 bulan lagi sebelum bisa kembali ke Korea. Masih 2 bulan lagi sebelum bisa melihat senyum Shinhae. Masih 2 bulan lagi sebelum bisa memeluk dan mengacak-acak rambutnya sampai membuatnya marah-marah.

Akhirnya 4 minggu berlalu tanpa ada video dari Shinhae. Lalu, malam harinya, terdengar suara ribut dari sebuah kamar dorm. Member Super Junior M semua berkumpul di ruang tengah sehabis rentetan kegiatan yang melelahkan.

“Omo… Shinhae mengirim video baru…” Seru Donghae mengagetkan kumpulan namja tampan yang duduk berjejer di ruang tengah.

“Jinjja??? Jebal putar videonya!”

Buru-buru Donghae mengambil laptop applenya dan menaruhnya di atas meja. Namja-namja tampan itu sekarang berebutan mencari posisi duduk yang paling nyaman.

“Annyeong Oppa… Bagaimana kabarmu? Apa kau makan dengan baik? Kau terlihat pucat sekarang…”

“Mianhae.. aku bisa mengirimkan video ini… akhir-akhir in aku sibuk.”

“Kau tahu… sepertinya sekarang aku menjadi Elfishy… setiap hari kerjaanku berselancar mencari berita tentangmu. Aishhhh… ternyata menjadi seorang fans membutuhkan banyak waktu.” Cerita Shinhae yang sekarang duduk dekat dengan kamera. Laptop Acer miliknya menyala disebelahnya.

“Oppa… bagaimana kabar drama terbarumu? Ahhh aku suka melihat pemeran wanita utamanya… Mereka sangat cantik… Apa kau senang oppa?” Senyum Shinhae kini sedikit berbeda.

“Bukkkk…” Bantal-bantal kini melayang ke arah Donghae. Member-member yang lain tertawa dan melemparinya dengan bantal. Sepertinya mereka tahu isi hati Shinhae.

“Apa kau senang oppa?” ujar Eunhyuk menirukan Shinhae. Dan bantalpun kini melayang dan mendarat tepat dimuka Eunhyuk.

“Ahhhh… liahtlah oppa… banyak sekali fansmu… Rata-rata semua menyukai wajahmu yang seperti anak kecil itu hahahahaha… Lihatlah foto-fotomu sangat banyak. Neomu kyoptaa…” lanjut Shinhae sambil sibuk mengotak-atik laptopnya.

“Omo… Omo… Lihat ada berita tentang drama terbarumu… Omo..ada adegan kissue ternyata.” Shinhae menutup mulutnya, dan ekspresi kaget yang dibuat-buat.

“Pasti kau sangat menantikan adegan ini oppa… Aku juga ingin segera melihat hasilnya.” Lagi-lagi Shinhae tersenyum, tapi senyumnya penuh arti.

“Uuuuuuuuuuuu….” seru member yang lainnya serempak

“Siwon-shii… bisa aku minta tolong padamu? Tolong jaga namjaku ini. Aku tidak ingin terjadi apa-apa padanya…” Shinhae menelangkupkan telapak tangannya dan membuat ekspresi memohon dengan mata berkaca-kaca.

“Ne… aku akan menjaganya Shinhae-shii… tenang saja hahahahaha.” Ujar Siwon dan mengalungkan tangannya ke leher Donghae, diiringi tawa seluruh members.

“Ahhhhh… mianhae oppa… aku ada urusan sekarang… Aku harus pergi… Aku ada janji dengan Leeteuk Oppa.”

“Leeteuk Hyung?” ujar Donghae dalam hati.

“Mianhae.. kelihatannya ini video terakhir dariku. Aku akan menunggumu kembali oppa… Saranghae…” Shinhae mengakhiri videonya.

“Omo… terakhir??? Aigoooo… kenapa begitu… Donghae-ya cepat telpon Shinhae agar jangan menyudahi videonya.” Pinta Eunhyuk.

“Ne… Aku masih ingin melihat ekspresi Donghae hyung yang aneh itu.” timpal Kyuhyun.

Donghae POV

“Apa ini benar-benar video terakhirmu Shinhae-ya?” gumamku dalam hati tanpa memperdulikan member-member lain yang sekarang ribut dibelakangku.

“Ting… Tong…”

“Donghae-ya… jebal buka pintunya.” Suruh Sungmin hyung.

Aku berjalan malas ke pintu. Saat ini moodku sedang jelek. Sudah lama aku menantikan video dari Shinhae, dan sekarang dia ingin menyudahinya… Aishhhh…

Aku menjulurkan jariku dan memutar kenop pintu dorm.

“Siapa malam-malam begini. Kuharap bukan fans yang sering menguntit.” Ujarku dalam hati.

Aku membuka pintu dorm dan melihat sosok berpakaian abu-abu. Aku tidak tahu apakah itu yeoja atau namja. Aku juga tidak bisa melihat wajahnya karena tertutup topi yang juga abu-abu.

“Ini ada paket untuk anda.” Ujar sosok itu. Ternyata dia yeoja. Suaranya kecil.

“Ah ne… kamsahamnida. Dari siapa ini?” tanyaku

“Chosonghamnida… saya tidak tahu. Saya hanya mengantarkan paket.” Jawabnya masih tertunduk.

“Ya~~ tidak sopan bicara dengan orang dengan kepala tertunduk seperti itu.” ujarku dalam hati.

“SHINHAE-YA… apa kau sudah menyerahkannya?” tiba-tiba muncul seorang yeoja dari balik lorong dorm. Yeoja itu tiba-tiba berhenti melihatku.

“Ups…” ujarnya lirih

“Seungri?” Aku mengenalnya… Dia adalah Seungri, sahabat Shinhae.

Tunggu… jika itu Seungri… jadi sosok di depanku ini adalah…

“Shinhae?” Aku membuka topinya.  Dan benar saja, aku melihat yeoja yang aku rindukan kini berdiri dihadapanku.

“Seungri-ya… Babo!!! Kau membongkar penyamaranku!” Seru Shinhae bersiap mengejar Seungri.

Tapi aku menariknya lebih dulu. Aku menariknya dalam pelukanku.

“Ya~~ Oppa… “ ujar Shinhae kaget.

“Ssssstttt… diamlah… biarkan aku memelukku.” Jawabku lirih.

Shinhae tersenyum menatapku dan membalas pelukanku.

“Apa kau senang melihatku oppa?” tanyanya.

“Pertanyaan bodoh macam apa itu??? Apa aku perlu menjawabnya?”

“Kekekeke… tentu saja… selama ini aku yang mengatakannya lewat video. Aku ingin mendengarnya darimu juga.”

“Hahahahaha… Arraseo… Shinhae-ya… Bogoshipo… Jeongmal Bogoshipo… Aku sangat merindukanmu sampai-sampai aku ingin terbang kembali ke Korea untuk memelukmu seperti ini.”

“Omo… kau sangat mendalami karakter playboymu oppa…” Shinhae terkekeh

“Aishhhh… kau ini sulit sekali diajak romantis.”

“Ehem…” Aku sampai lupa sedari tadi Seungri masih berdiri memperhatikan kami.

“Mianhae Seungri-ya…” Aku menjulurkan lidahku, tapi masih tetap memeluk Shinhae.

“Ya~~ kau harus berterima kasih padaku karena telah jauh-jauh membawa yeojamu ke sini oppa.” Ujar Seungri berkacak pinggang.

“Ne… gomawoe Seungri-shiii.. Jeongmal gomawoe.”

“Tapi bagaimana kalian bisa kemari?” tanyaku.

“Ada kompetisi menari yang akan diikuti Seungri disini. Dan dengan kebaikan hatinya, dia ikut membawaku kesini.” Jawab Shinhae melepaskan pelukanku, tapi tangannya masih melingkar di lenganku.

“Gurae… kau tahu oppa.. dia sampai bersujud meminta aku untuk mengajaknya. Dia menangis menarik-narik tanganku.” Seungri mempraktekkan adegan yang dia ceritakan.

“Andweeeee… Itu semua bohong!” Seru Shinhae membela diri.

Aku tertawa melihat tingkah kedua sahabat itu.

“Huwaaaa Shinhae-shii???” Seru Eunhyuk yang menyusulku keluar.

“Shinhae-shii? Jinjja kau ini yeoja yang penuh kejutan!” Sambung Sungmin yang berada di belakang Eunhyuk, disusul member-member Super Junior M yang lain.

“Mwo?” Shinhae terlihat bingung mendapat sambutan dari namja-namja tampan itu.

“Kau sungguh romantis Shinhae-shii… aku iri pada Donghae Hyung.” Lanjut Ryeowook.

Shinhae sekarang menepuk dahinya, sepertinya mengerti apa yang sedang mereka bicarakan.

“Omo… Omo… jadi… jadi kalian ikut melihat videoku?” Seru Shinhae malu

“NE….” jawab chingu-chingu dibelakangku serempak.

“Oppa!!!” Shinhae menyubit lenganku.

“Hahahaha… Daebak jagi.. aku tidak menyangka my baby melakukan itu semua. Sekarang mereka adalah fansmu.” Ujarku tertawa diikuti member yang lain.

“Gurae… kami adalah fans beratmu Shinhae-shii… Tapi sebaiknya kalian segera masuk sebelum ada yang melihat kita. Seungri-shii jebal masuklah.” Sungmin hyung

“Ne… oppa… Shinhae-ya…. kau memang daebak…” Seungri girang melihat chingunya itu sekarang seperti kepiting rebus.

Aku masih tertawa melihatnya. Shinhae hanya tertunduk diam.

“Gomawoe jagi…” Aku memegang pipinya yang makin lama makin merah dan menggenggam jemarinya erat untuk mengajaknya masuk.

Author POV

Sebulan kemudian, Super Junior M kembali ke Korea,

“Ahhh akhirnya aku menghirup udara korea… Senangnya kembali ke sini.” Ujar Donghae mengangkat tangannya di beranda apartemen Shinhae.

“Hahahaha… bukankah kau senang berada disana dan melanjutkan dramamu oppa?”

“Mwo? Apa maksudmu?”

“Aniya… kau terlihat senang saat syuting bersama yeoja-yeoja taiwan itu.”

“Aigooo… apa kau cemburu Shinhae-ya?” Donghae terkekeh

“Andweee… aku tahu kau tidak akan jatuh cinta pada salah satu yeoja itu dan meninggalkanku.”

“Kau sungguh percaya diri Shinhae-ya… Bagaimana kau bisa tahu.”

“Karena ini…” Shinhae berjalan mendekati Donghae. Tangannya diangkat di depan mata Donghae dan menariknya, seakan akan ada seutas tali di tangannya. Dia menariknya agak panjang dan mengalungkan tali khayalan itu ke leher Donghae.

“Karena kau telah ku ikat dengan tali cintaku ini. Tidak akan ada yang bisa lepas darinya.” Ujar Shinhae tersenyum puas

“Mwo? tali? Hahahaha…setelah lama kutinggal kau semakin hari semakin aneh Shinhae-ya…”

“Ya~ bukankah aku sudah bilang… Kau akan aneh melihatku jika aku berusaha romantis!” protes Shinhae…

“Hahahaha Arraseo jagi…” Aku mengelus-elus rambutnya.

“Jadi… bagaimana adegan kissue… apa berjalan lancar?” tanya Shinhae

“Mwo? Apa kau khawatir?”

“Aniya… itu kan adegan kissue pertamamu… apa kau gugup kissue dengan yeoja cantik seperti Ivy Chen? Bagaimana rasanya? Kau pasti senang sekali.”

“Apa kau benar-benar ingin tahu?” tanya Donghae memiringkan kepalanya. Tersenyum jail, dan mulai mencium Shinhae.

“Ya~~ Apa yang kau lakukan? Apa kau ingin membandingkannya denganku?” Protes Shinhae saat Donghae melepaskan ciumannya.

“Hahahaha… bukankah kau ingin tahu rasanya?”

“Mwo?”

“Ne… aku lebih memilih kissue yang ini… Aku lebih gugup saat menciummu.”

“Aishhhhh… muncul lagi sifat playboymu.”

“Hahahahaha….” Donghae menarik Shinhae yang sekarang bersungut-sungut ke dalam pelukannya.

“Ah ya… aku hampir lupa mengatakan ini.” Uajr Donghae lirih

“Mwo?”

“Aku suka suaramu… Kau harus sering bernyanyi untukku.”

“Lihatlah sekarang kau mengejekku. Kau harus membayar untuk bisa melihatku bernyanyi lagi.”

“Arraseo… Aku akan memberikan sesuatu yang belum pernah aku berikan pada Elfishy. Bukankah sekarang kau menjadi Elfishy?”

“Ahhh ne… jadi apa itu?”

“Hmmm aku akan memberikanmu pelukan dan ciuman selamat pagi, selamat siang, dan selamat malam…”

“Mwo… Andweee… aku akan bosan melihatmu setiap hari oppa.”

“Aigoooo… Jinjja kau ini…!”

Kali ini Shinhae yang tertawa puas, kemudian mengecup pipi Donghae dan kembali memeluk namja fishynya itu, seakan ada tali tak terlihat yang mengikat mereka.

“Saranghae Oppa… Senang bisa memelukmu lagi.” Ujar Shinhae lirih.

“Nado saranghae… Aku juga senang mendengar kata Saranghae dari mulutmu itu berkali-kali hehehehe….” Jawab Donghae dan mempererat pelukannya.

 

PS : Author envy liat foto dibawah ini
Oppa… warna rambutmu merusak mata para yeoja wkwkwkw…
Advertisements