What Should I Do ??? [part 1]

Cast :

Kyuhyun Super Junior as him self

Efith Linda Pramono Siwi as Park han Byul

Restya Agung Nugrahanti as Kim Hyun Ra

Cameo:

Sungmin Super Junior as him self

Donghae Super Junior as him self

Remember those walls I built

Well baby they’re tumbling down

And they didn’t even put up a fight

They didn’t even make a sound

I found a way to let you in

But I never really had a doubt

Standing in the light of your halo

I got my angel now

 

It’s like I’ve been awakened

Every rule I had you breakin’

It’s the risk that I’m takin’

I ain’t never gonna shut you out

 

Everywhere I’m looking now

I’m surrounded by your embrace

Baby I can see your halo

You know you’re my saving grace

You’re everything I need and more

It’s written all over your face

Baby I can feel your halo

Pray it won’t fade away

 

I can feel your halo (halo) halo

I can see your halo (halo) halo

I can feel your halo (halo) halo

I can see your halo (halo) halo

   *Beyonce Halo

Aku masih menatap sosoknya yang kini tersenyum dan mengucapkan terima kasih setelah menyelesaikan performnya.

Aku suka mendengar suaranya itu…

Aku suka melihatnya berdiri di stage dengan beribu-ribu cahaya menerpa wajahnya itu…

Aku suka melihat senyuman itu…

Apa kau tahu itu Park Han Byul…

Apa kau tahu aku selalu melihatmu…

Apa kau tahu perasaanku ini…

Apa kau tahu aku sangat merindukanmu…

“Aisssshhhhh… kenapa aku memikirkannya lagi!”

Aku beranjak dari sofa setelah mematikan TV yang telah mengingatkanku pada yeoja itu.  Aku berjalan kesal ke arah dapur dorm, mengambil secangkir gelas.

Entah karena telapak tanganku yang berkeringat, atau karena aku sedang tidak fokus, gelas itu meluncur halus dari genggaman tanganku.

“PRANKKKKKK….”

“Aisssshhhhhh… babo!!!” Aku mengumpat pada diriku sendiri.

Flashback

“Han Byul-ah… kenapa kau memperlakukanku seperti ini!” Aku menarik paksa tangan yeoja yang ada di hadapanku hingga dia berhenti untuk mencoba menghindariku.

“Ya~~ Oppa… lepaskan tanganku…!” Yeoja itu mencoba memberontak.

“Jebal.. kenapa kau menghindariku! Wae!”

“Aniya… aku hanya sibuk.”

“Mwo? sibuk? Apa kau sibuk dinner dengan namja brengsek itu!” Aku meninggikan suaraku dan mendorong tubuh yeoja yang aku sayangiku itu ke tembok dibelakangnya.

“Namja? Ya~~ oppa… apa yang kau bicarakan? Tentu saja aku sibuk perform!” Yeoja itu menatapku tajam.

“Apa kau pura-pura tidak tahu? Ya~~ aku melihat dengan mata kepalaku sendiri kau makan malam dengan namja itu 2 hari yang lalu!” Aku mulai tidak bisa mengontrol emosiku.

“Mwo? dia itu klienku! Apa salahnya aku makan malam dengannya! Kau sendiri sering kan mengajak yeoja-yeoja untuk pergi bersamamu!” Wajah yeoja dihadapanku itu mulai memerah, suaranya mulai bergetar.

“Han Byul-ah… Jangan mengalihkan pembicaraan! Kau sudah berubah sekarang!” Aku mengencangkan genggamanku ke lengannya.

“Setiap orang pasti berubah oppa… kau harus mengerti itu!”

“Wae? Apa yang harus aku mengerti? Apa aku harus mengerti bahwa kau sudah tidak mau bersamaku lagi!” Suaraku semakin meninggi.

“Kau telah membuatku tidak bisa bernafas oppa! Kau selalu menuduhku tanpa alasan! Aku lelah oppa… ”Yeoja itu tertunduk, tak mau menatapku. Aku hanya bisa terdiam mendengar jawabannya itu.

“Kumohon lepaskan tanganku” pintanya berusaha melepaskan genggaman tanganku.

 “Mianhae… Sebaiknya kita tidak bertemu dulu oppa…” Yeoja itu berucap lirih

“Mwo??” Rasanya pandanganku gelap seketika

“Mianhae.. jeongmal mianhae…” Yeoja itu menatapku, suaranya sedikit bergetar, wajahnya mulai merah, dan perlahan dia mendekatkan wajahnya, menciumku.

Aku bisa merasakan air matanya menempel dipipiku saat dia menciumku. Ciuman kali ini berberbeda, tidak hangat seperti biasa, dan debaran dalam hatiku ini juga berbeda, rasanya sakit…

 

Flashback End


“Kyuhyun-ah… gwencana?” tanya Sungmin saat melihatku membereskan pecahan kaca dari gelas yang telah kujatuhkan.

“Gwencana.” Jawabku lemas

“Apa kau menontonnya lagi?”

“Mwo? Nugu?”

“Ya~~ aku tahu apa sedang kau pikirkan saat ini. Sebaiknya kau menemuinya sekarang dan memperjelas semuanya…”

“Andweee… dia tidak mau menemuiku.”

“Kyuhyun-ah… apa kau tahu semua hyung mengkhawatirkan keadaanmu. Kau tidak mau makan, kau juga tidak menindas Hyungmu seperti biasa, bahkan kau tidak menyentuh PSPmu sama sekali…”

“Aishhhh… aku juga tidak tahu apa yang terjadi padaku.”

Sebulan sudah aku berpisah dengan Park Han Byul, yeojachingu sekaligus seorang penyanyi yang sedang naik daun. Aku mengenalnya sejak kami masih SMA, kami berpisah saat aku dan dia masing-masing menjadi trainee di agensi yang berbeda. Namun 6 bulan yang lalu kami dipertemukan lagi di sebuah acara musik saat dia baru melakukan debut. Aku senang bisa bertemu dengannya lagi.

Aku tidak bisa melupakan sosok berambut panjang dan kurus seperti diriku itu sejak kami bertemu lagi. Kami sering berduet bersama, dan itu membuatku semakin dekat dengannya. Akhirnya tepat saat ulang tahunnya, aku memberanikan diri untuk memintanya menjadi yeojachinguku.

 

Flashback

Saegil Chukae Hamnida

Saegil Chukae Hamnida

Saranghaneun Park Han Byul

Saegil Chukae Hamnida

 

Aku menyanyikan sebuah lagu ulang tahunnya sambil membawa kue tart yang dipenuhi lilin-lilin kecil.

“Oppa~~~” Han Byul tersenyum lebar mendapat kejutan dariku.

“Saegil Chukae Hamnida Han Byul-ah… kau terlihat tua sekarang hahaha…” Aku mengecup pipinya itu.

“Ya oppa… jeongmal gomawoe… apa kau yang mengatur semua ini? bukankah kau ada jadwal hari ini?”

“Ne… makanya kau harus berterima kasih padaku karena aku mengorbankan waktuku untuk datang kesini.” Aku tersenyum melihat wajahnya yang kaget.

“Mwo? Jinjja? Ya~~ aku tidak menyuruhmu untuk melakukan ini semua.” Dia melebarkan tangannya menunjuk balon-balon dan mawar-mawar putih yang sudah aku tata memenuhi balkon di apartemennya.

“Aishhhh… aku tidak mau tahu… kau harus berterima kasih padaku.” Aku menjitak kepalanya.

“Ne… Ne… arraseo Kyuhyun-ah… kau memang evil… Gomawoeeeee…” Dia mencubit kedua pipiku.

“Aku tidak ingin ucapan terima kasih saja.”

“Mwo? Ya~~~ bukankah aku yang sedang berulang tahun? Seharusnya aku yang meminta sesuatu darimu! Bukan kau oppa!”

“Hahahaha… itu kan sudah biasa…. sekarang peraturan berubah… kau harus memberikan sesuatu pada orang yang telah merayakan ulang tahunmu.” Aku tak mau kalah.

“Aishhhh… arraseo… jadi apa yang kau inginkan?”

Aku tersenyum dan mendekatinya perlahan. Aku menjulurkan tanganku untuk menggenggam jemarinya. Aku berlutut.

“Oppa….” Han Byul terlihat terkejut.

“Park Han Byul… aku menginginkan hatimu.” Aku menatap mata Han Byul yang besar itu.

“Oppa….” Han Byul menutup mulutnya dengan tangannya yang bebas. Aku bisa melihat wajahnya memerah dalam cahaya lampu taman.

“Apa kau mau menyerahkannya padaku?” Aku berdiri dan menggenggam kedua tangannya. Wajahnya semakin memerah dan setitik air muncul dari sudut matanya. Dia diam, tak berkata apapun.

“Han Byul-ah… jawablah…”

Yeoja itu menatapku dan tersenyum.

“Apa itu berati ya?” tanyaku.

Dia mengangguk kecil.

“Gomawoe Han Byul-ah…” Aku menarik tubuhnya yang kecil itu ke dalam pelukanku.

“Saranghae oppa…” Ujarnya membalas pelukanku

“Nado saranghae…”

 

Flashback End

           

Han Byul POV

Lagu Perfection dari Super Junior M telah berhasil menduduki chart #1 di Taiwan. Super Junior M yang terdiri dari Choi Siwon, Lee Sungmin, Lee Donghae, Eunhyuk, Ryeowook, Zhoumi, Henry, dan Kyuhyun telah membuktikan supermasi mereka sebagai salah satu Boy Band top di Asia…

Hatiku terasa sakit setiap mendengar nama itu, Choi Kyuhyun.  Hatiku terasa perih setiap melihat wajah kurusmu itu…

“ Unnie… gwencana? Kenapa kau menangis? Wae? ” tanya seorang yeoja mengagetkanku.

“ Mwo??? Ani… aniya…” Aku sendiri tidak sadar air mataku sudah menetes.

“Apa namja itu membuatmu menangis lagi?”

“Aniya… sudahlah… apa kau sudah menyiapkan semuanya HyunRa-ya?”

“Ahhh ne… semua kostum dan make up sudah siap di van. Apa kita berangkat sekarang?”

“Ne… dari tadi manager sudah menelponku. Kajja…”

Aku mematikan TV yang sedang menampilkan ke-8 namja itu tampil di sebuah acara. Aku menekan tombol off tepat saat namja itu bernyanyi.

“Mianhae oppa…” ujarku lirih.

Lokasi Music Bank,

“ Han Byul-shii kau sudah datang rupanya… sebaiknya kau bersiap-siap, sebentar lagi giliranmu untuk rehearsal.” Ujar namja yang merupakan koordinator music bank.

“Ne…” jawabku lemas. Tayangan di TV tadi membuatku jadi tak bersemangat.

“HyunRa-ya… apa kau bisa membelikanku donat sekarang? Aku sedikit lapar.” Pintaku pada HyunRa, asisten pribadiku.

“Ne unnie… aku akan segara membelikannya.” Jawabnya dan secepat kilat menghilang dari balik pintu ruang riasku.

Aku berjalan lemas dan duduk di depan meja rias. Aku bisa melihat wajahku pada pantulan kaca didepanku. Aku bisa melihat warna hitam melingkar di kedua mataku.

“Aisssshhhh… seharusnya aku tidur cepat tadi malam.” Umpatku dalam hati.

Aku merogoh tasku mencari Blackberry hitamku, dan tak sengaja aku menemukan sebuah foto, sebuah foto yang semakin membuat hatiku tercabik-cabik. Aku melihat namja dan yeoja yang sama-sama kurus terlihat bahagia dalam foto itu. Seorang yeoja berambut hitam panjang terlihat tertawa lebar berada dalam pelukan seorang namja yang juga tertawa lebar.

Aku ingat waktu itu. Waktu dimana aku berulang tahun. Waktu dimana namja itu berlutut dan meminta yeoja itu untuk menyerahkan hatinya.

“Oppa… mianhae… aku memang telah berubah…” Aku meremas foto itu. Aku tidak tahan melihat tawa kedua namja dan yeoja dalam foto itu.

Author POV

“Tolong donat coklat dan kacangnya…” Ujar seorang yeoja dengan rambut pendek yang diikat pada pegawai toko Donat.

“Aku pesan Hot Capucino…” Ujar seorang namja kurus jangkung dengan kacamata hitam dan jaket kulit berwarna coklat.

“Omo… Choi Kyuhyun-shii?” Panggil yeoja berambut pendek itu saat menengok namja disebelahnya.

Namja itu juga menengok mencari sumber suara yang memanggilnya. Dan dia hanya tersenyum pada yeoja yang memanggilnya itu.

“Han Byul unnie selalu membicarakanmu.”

“Mwo!” Kyuhyun terlihat terkejut mendengar perkataan yeoja yang tiba-tiba itu.

“Siapa kau ini? Bagaimana… bagaimana kau tahu dia?” Kyuhyun membuka kacamatanya, seakan-akan ingin melihat lebih jelas yeoja yang sekarang berdiri dihadapannya.

“Chonun Kim HyunRa imnida… aku adalah asisten pribadi Park Han Byul, yeojachingumu.” Jawabnya polos.

“Aisssshhhhh… “ Kyuhyun menutup mulut HyunRa dan menariknya menjauh dari pegawai cafe yang mulai terlihat menguping pembicaraan mereka.

“Ya~~~ apa kau ini gila! Bagaimana kalau pegawai itu mendengar kata-katamu!” Bentak Kyuhyun

“Omo… mianhae… aku… bukan maksudku begitu… Eottokae…” HyunRa terlihat bingung menyadari kesalahannya.

“Ahhhh… sudahlah… jebal katakan lagi..”

“Katakan apa?” tanya HyunRa bingung.

“Aishhhh… tadi kau mengatakan tentang Han Byul yang sering membicarakanku!”

“Ne.. ne.. Han Byul unnie akhir-akhir ini sering murung dan terkadang menangis jika melihat berita tentang dirimu Kyuhyun-shii…”

“Mwo? Jinjja?”

“Ne… aku ini orang jujur… percayalah…” HyunRa membentuk pose “V” pada jarinya.

Kyuhyun terlihat senang mendengar pengakuan HyunRa.

“Jadi, apa yang dia bicarakan tentangku?”

“Ahhh… Han Byul unnie…” Belum sempat HyunRa meneruskan ceritanya, Blackberry pink di dalam tasnya bergetar.

“Ne unnie… aku sudah membelikan pesananmu.” Ujar Hyun Ra menjawab telponnya

“…….”

“Ne… Ne… aku segera kesana…”

“Mianhae Kyuhyun-shii… aku harus kembali sekarang.” HyunRa membungkukkan badannya dan segera pergi.

“Ya~~~~” Seru Kyuhyun terlihat kesal ditinggal ditengah percakapan yang penting untuknya.

Ruang make up,

“Mianhae unnie aku terlambat” Nafas HyunRa masih terpatah-patah setelah berlari.

“Aigooo…. kenapa kau lama sekali? Bukankah tokonya hanya di depan gedung?”

“Ne… aku… aku tadi bertemu namjachingumu?”

“Mwo???” Han Byul memutar badannya menatap HyunRa

“Kyuhyun-shii… tadi aku bertemu dengannya di toko.”

“Mwo? Kyuhyun? Jinjjja?” Han Byul masih terlihat kaget.

“Wae? Kenapa kau terkejut unnie?”

“Ah…. aniya… aniya…” Han Byul memalingkan wajahnya

“Aishhh… apa kau tidak bertanya apa yang kami bicarakan?”

“Aniya… untuk apa aku menanyakannya… itu sudah tidak penting lagi.”

“Dia masih memikirkanmu unnie…” HyunRa menatap wajah Han Byul yang terpantul di kaca rias. Han Byul terdiam

“Ya~~~ kenapa kalian berdua putus? Kalian menyakiti diri kalian sendiri. Aku tahu kau masih mencintainya unnie..”

“Aisssshhhhh… kau ini hanya anak kecil. Sudahlah… lakukan tugasmu saja.”

“Ne… ne… arraseo… tapi kau memang harus menghubungi namjamu itu unnie.” HyunRa tersenyum dan pergi meninggalkan Han Byul yang masih terdiam menatap pantulan dirinya sendiri di kaca.

Dorm Super Junior,

Layar TV di ruang tamu apartemen lantai 11 itu menyala tanpa suara. Di depannya terlihat seorang namja kurus jangkung duduk di sofa, menatap layar tv didepannya tanpa berkedip, tapi tatapannya kosong. Namja itu memutar-mutar iphone hitam yang ada di tangannya, terlihat bimbang.

“Jebal… hubungi dia.” Ujar Sungmin yang tak tahan melihat roomatenya itu berdiam diri seperti tak bernyawa.

“Aniya… dia pasti tidak akan mengangkatnya.” Kyuhyun merebahkan dirinya

“Aishhhh… bukankah kau bilang kau bertemu asisten pribadinya dan dia bilang kalau Han Byul-shii menangis dan selalu membicarakanmu?”

“Ne… tapi…”

Tiba-tiba Sungmin mengulurkan tangannya dan merebut iphone yang masih ada ditangan Kyuhyun.

“Ya~~~” Seru Kyuhyun

Sungmin mengelak tangan Kyuhyun yang ingin mengambil iphonenya kembali. Sungmin segera mencari nama Park Han Byul di contact list dan memencet tombol call.

“Oppa?” Tak lama suara seorang yeoja terdengar dari iphone Kyuhyun, dan itu membuat kedua namja yang masih berebut iphone hitam itu terdiam seketika.

“Oppa?” ujar yeoja itu mengulang pertanyaannya lagi.

“Kau lihat… dia menjawab telponmu Kyuhyun-ah!” Ujar Sungmin lirih.

Kyuhyun POV

            “Aissshhhh… kalau dia ini bukan Hyungku, aku benar-benar akan membunuhnya!” Aku benar-benar bingung, otakku membeku seketika saat yeoja yang sudah lama ingin kuhubungi itu menjawab telpon.

“Ah ne… ne… Han Byul-ah…” Aku berharap suaraku saat ini tidak terdengar gugup.

“Wae? Kenapa kau menelpon oppa?”

“Aniya… aku salah memencet nomor telpon.” Ujarku berusaha tenang, dan jawabanku itu membuat Sungmin Hyung melotot tajam.

“Mwoya??? Arraseo aku akan menutup telponnya.”

“Ya~~Ya~~~ jangan ditutup dulu!” Aku benar-benar panik

“Waeyo? Bukankah ini salah sambung!”

“Sudahlah anggap saja aku memang berniat menelponmu. Jadi bagaimana kabarmu?” Rasanya aku ingin menjedotkan kepalaku ini ke tembok. Aku tidak tahu apa yang sebenarnya aku ucapkan.

“Aku… aku baik-baik saja. Bagaimana denganmu oppa? Ku kira kau sedang sibuk promo ke Taiwan.”

“Ne… aku kembali ke Korea kemarin, tapi hanya sebentar. Aku benar-benar sedang sibuk akhir-akhir ini.”

“Ya~~~ bukan kau saja yang sedang sibuk oppa! Aku juga sedang sibuk!”

“Hahahha… arraseo Han Byul-ah… tidak usah marah-marah begitu. Pasti sekarang matamu sedang melotot.” Aku merasa mulai rileks mendengar suaranya itu.

“OPPA!!!” Seru Han Byul protes

Author POV

“Kau tau Kyuhyun-ah? Seharusnya aku tadi memfoto wajahmu sebelum dan sesudah menelpon Han Byul-shii!”

“Wae? Kenapa kau harus melakukannya Hyung? Aku sudah capek setiap hari difoto.”

“Aishhhh… lihatlah senyum evilmu telah kembali lagi!!! Dasar kau ini! Apa aku harus terus ikut campur masalah cintamu!” Sungmin menjitak kepala Kyuhyun

“Ne… kau kan penasihat cintuku Hyung hahaha…”

Kyuhyun memang terlihat sangat berbeda setelah menutup telphon dari Han Byul tadi. Wajahnya seketika menjadi cerah, seperti ada sinar yang tak terlihat menerpa wajahnya yang putih pucat. Mungkin dia sendiri tak sadar jika sedari tadi dia bersenandung riang, dan itu membuat Hyung-Hyungnya menggelangkan kepala melihat perubahan Kyuhyun.

Kesibukan Kyuhyun, member Super Junior M, yang harus ke Taiwan dan kesibukan Han Byul, penyanyi yang sedang naik daun itu membuat keduanya tidak bisa bertemu. Kyuhyun pun hanya bisa sesekali menghubungi yeoja yang masih berstatus sebagai yeojachingunya itu. Tapi itu saja sudah cukup, cukup untuk menenangkan hati Kyuhyun dan yakin bahwa Han Byul masih mencintainya.

Beberapa minggu kemudian,

“Kyuhyun-ah apa kau ada acara hari ini?”

“Wae? Apa kau ingin mengajakku bermain game Donghae hyung?”

“Aishhh… apa otakmu itu hanya berisi game? Malam ini Shinhae mengadakan pesta barbeque. Apa kau mau ikut?”

“Aniya… aku ingin ke bioskop malam ini. Sudah lama aku tidak menonton film.”

“Mwo? Jinjja? Dengan siapa?”

“Tentu saja dengan yeojachinguku. Dengan siapa lagi!!!”

“Hahahaha… arraseo…Akhirnya kalian bisa bertemu juga.”

“Beginilah nasib percintaan sesama super star”

“Aishhhhh!!!! Berhentilah menyanjung dirimu sendiri!”

Kyuhyun terlihat bersemangat setelah kembali ke Korea. Akhirnya dia bisa bertemu yeojachingunya dan berhasil mengajaknya berkencan. Berkali-kali Kyuhyun bersenandung dan meneliti setiap jengkal tubuhnya agar terlihat sempurna.

“Kau sudah tampan Kyuhyun-ah… Jebal berangkatlah…kau akan terlambat nanti.” Ujar Sungmin yang geli melihat dongsaengnya itu bolak-balik melihat dirinya sendiri di kaca.

“Aku tahu… aku memang tampan sejak lahir Hyung hahaha…” Kyuhyun segera mengambil jaket dan kunci mobilnya sebelum tangan Sungmin berhasil menjitak kepalanya.

Di sebuah cafe,

Seorang namja dengan kemeja putih bergaris hitam, kacamata hitam yang menutup matanya, dan jaket kulit yang tergeletak disampingnya itu terlihat sedikit gusar. Berkali-kali melihat jam yang melingkar ditangannya yang putih pucat.

“Aishhhhh…. kenapa kau lama sekali Han Byul-ah…” Ujar namja itu bersungut-sungut.

Tak lama seorang yeoja berkaos pink dengan rambut pendek yang diikat menghampiri meja yang ditempati namja jangkung itu.

“Kyuhyun-shii?” tanya yeoja itu memastikan

Namja yang dipanggil namanya itu membuka kacamatanya dan terlihat bingung sekaligus kecewa karena bukan yeoja ini yang sedang dia tunggu.

“Kau… kau asisten itu?” tanya Kyuhyun

“Ne… aku HyunRa, asisten pribadi Park Han Byul. Kita bertemu di toko donat waktu itu. Apa kau tidak ingat?”

“Tentu saja, ingatanku ini tajam. Tapi, mana Han Byul?” Kyuhyun menengok kesana-kesini, berharap yeoja yang dia tunggu itu muncul.

“Mianhae… jeongmal mianhae…” Hyun Ra berkali-kali membungkukkan badannya.

“Wae? Kenapa kau meminta maaf?”

“Mianhae.. Han Byul unnie tidak bisa datang. Dia…”

“Wae? Waeyo? Apa yang terjadi?” Kyuhyun terlihat panik

“Aniya… unnie baik-baik saja… hanya saja tiba-tiba dia harus ke studio. Jadi dia tidak bisa menemuimu.”

“Mwo? jadi dia membatalkan acaranya denganku?” Raut wajah Kyuhyun yang tadinya panik tiba-tiba berubah menjadi kesal, dan itu membuat Hyun Ra sedikit takut.

“Begitulah Kyuhyun-shii… dia benar-benar minta maaf.”

“Kenapa dia tidak menghubungiku? Apa dia pikir aku senang menunggunya seperti ini!”

“Kyuhyun-shii… unnie pikir lebih sopan jika aku mengatakannya langsung padamu. Dia takut kau marah.”

“Sopan? Aishhh… aku tidak mengerti apa yang dia pikirkan!”

“Brakkk” Kali ini HyunRa benar-benar takut melihat namja di depannya itu menggebrak meja.

“Kyuhyun-shii… tenanglah.. orang-orang mulai melihat kesini…” Hyun Ra berusaha menenangkan Kyuhyun.

“Sebaiknya kau pulang Kyuhyun-shii…” lanjut Hyun Ra

“Andwee… sulit sekali meluangkan waktuku untuk bisa bersamanya, dan tiba-tiba dia membatalkannya!”

“Jeongmal mianhae…” Lagi-lagi Hyun Ra membungkukkan badannya.

“Ya~~ berhenti melakukannya. Kau ini babo atau apa!!!”

“Ne… ne… mianhae… kalau begitu aku akan pergi sekararng.”

“Eodiga? Kau meninggalkanku sendiri disini?” Ujar Kyuhyun yang membuat Hyun Ra yang bersiap akan pergi.

“Mwo? tentu saja aku akan pulang ke rumah.” Jawab Hyun Ra tak mengerti.

“Andwe… kau harus menemaniku malam ini!”

“Mwo? Tapi… tapi…”

“Kau harus bertanggung jawab karena kesalahan majikanmu yang babo itu! Jebal… filmnya sudah dimulai sejak 5 menit yang lalu!” Tanpa memperdulikan Hyun Ra yang terkejut mendengar perkataannya, Kyuhyun berdiri dan menarik tangan Hyun Ra dengan paksa.

Hyun Ra terlihat ingin protes, tapi dia tahu jika dia berteriak, semua orang pasti akan menengok ke arah mereka dan mengenali namja yang sekarang menarik tangannya itu adalah maknae dari boy band besar Super Junior. Bisa dipastikan bioskop itu akan berubah menjadi fans meeting dadakan.

Bersumbang…..

Advertisements

I Know You Love Me (YeRi Couple)

Huwaaaaaa akhirnya YeRi after Story bisa author luncurkan…

Atas desakan si Pitul yang terus menerus tanpa henti hahahaha…

Semoga kau tidak kecewa wahai pitapitaloka…

Author POV

“HUWAAAAAAAAAAAA….” Terdengar teriakan dari sebuah kamar di lantai 11 di sebuah apartemen, yang tak lain adalah apartemen namja-namja tampan dari member Super Junior.

“Mwoya??? Kenapa kau berteriak seperti itu Ryeowook-shii?” Sungmin dan Kyuhyun bergegas pergi ke arah sumber suara. Dia melihat Ryeowook terlihat syok, kaku di depan pintu kamarnya.

“Omo… Omo… Hyung… lihatlah.. lihatlah kesana.” Seru Ryeowook panik. Tangannya menunjuk ke arah sebuah sosok yang duduk meringkuk di pojokan kamarnya. Ketiga namja yang berdiri di depan pintu itu melihat aura hitam, seperti aura penderitaan, kegelisahan yang mendalam disekeliling sosok misterius itu.

“Huwaaaaa… Yesung Hyung!!!” Lagi-lagi Ryeowook berteriak panik melihat sosok misterius itu tak lain adalah hyung, sekaligus roommatenya.

“Ya~~ Hyung… apa yang kau lakukan? suram sekali? Wae?” tanya Sungmin perlahan menghampiri sosok itu.

“Huwaaaaa….” kali ini Sungmin yang berteriak. Dia kaget saat menepuk pundak Yesung dan melihat wajah namja itu dari dekat.

“Wajahmu hyung!!! Wajahmu…!” seru Sungmin

“Mwo? ada apa dengan wajahku?” ujar Yesung datar, tanpa ekspresi.

“Wajahmu… wajahmu seperti orang yang baru saja kembali dari neraka…”

“Ne… aku lebih baik tetap di neraka kali ini…” jawab Yesung, masih tanpa emosi.

Omo… apa yang terjadi? Apa kau kehilangan ddangkoma?”

“Andwe… ini jauh lebih buruk… aku kehilangan akal sehatku.”

“Mwo? akal sehat? Bukankah kau sudah kehilangan akal sehat sejak dulu hyung.” Ujar Kyuhyun.

“Aishhhh.. Kyuhyun-ah.. kau tidak boleh berkata seperti itu…” Sungmin menjitak kepala evil mangnaenya itu. Yesung tidak menggubris ejekan dongsaengnya. Dia masih diam, duduk memeluk kakinya.

“Hyung… ceritakan apa yang terjadi…”

Akhirnya kepala Yesung bergerak ke arah ketiga dongsaeng yang terlihat khawatir, tapi tatapannya masih kosong, pikirannya kembali pada memori sehari sebelumnya…

Flashback

Yesung POV

 “Seungri-ya… kenapa kau tiba-tiba datang dengan tampang cemberut seperti itu?”

“Oppa… kenapa kau lakukan ini padaku?Wae… Wae???”

“Mwo? apa maksudmu? Apa lagi kesalahanku sekarang?”

Aku tidak mengerti dengan yeojachinguku ini. Tiba-tiba saja dia datang ke dorm dengan muka ditekuk dan bibir yang bergelombang, pertanda dia akan menangis.

“Aisshhhh… apa kau pura-pura tidak tahu? Semua orang di korea, bahkan di dunia tahu tentang hal ini oppa?” Seru Seungri, suaranya sekarang semakin tinggi.

“Tahu apa jagi? Jangan marah-marah begitu… apa salahku?”

Seungri mengambil sebuah majalah dari dalam tas coklatnya. Dengan kasar dia mengangkat majalah itu tepat di depan mukaku.

“Ya~~ apa ini?” Aku mengambil majalah itu dari tangannya.

“Hahahahahaha… kau marah karena ini?” Aku tidak bisa menahan tawaku saat melihat judul besar yang terpampang di majalah itu “Type Idealku dari dulu hingga sekarang adalah Moon Geun Young”.

“Mwo? Marah? Tentu saja aku marah! Kenapa harus dia?” Ujar Seungri menunjuk foto seorang artis wanita cantik yang disandingkan dengan fotoku.

“Kenapa kau begitu mudah cemburu jagi? Kau tahu kan cintaku hanya untukmu?” Aku mengusap kepala yeoja yang kusayang itu dan mendekatkan wajahku ke wajahnya. Aku bisa melihat dengan jelas matanya yang merah. Tanganku turun kebawah, mengusap pipinya yang chubby.

“Aigoooo… apa kau menangis lagi?”lanjutku

“Ya~~ bagaimana aku tidak cemburu… bagaimana aku tidak menangis… setiap hari berita yang ku dengar adalah tentang hal yang menyebalkan seperti ini.” Lagi-lagi bibir kecilnya itu membentuk gelombang seperti tokoh-tokoh lucu di komik. Aku berusaha agar tidak tertawa. Aku sudah biasa melihatnya seperti itu.

“Mianhae… Mianhae… itu resiko dari pekerjaanku jagi… Hmm… Baiklah… apa yang harus kulakukan agar bisa membuatmu tertawa lagi? Apa kau ingin kubelikan ice cream kesukaanmu?”

“Andwe… aku tidak ingin ice cream. Aku sedikit flu.”

“Andwe? Baiklah.. apa kau ingin boneka? Tadi ada fans yang memberiku boneka kura-kura lucu.”

“Andwe… boneka itu dari fans untukmu, bukan untukku.” Jawab Seungri ketus.

“Ne… ne… apa kau ingin memberi makan ddangkoma?” tanyaku lagi. Aku masih memegang pipi chubbynya.

“Andwe… kelihatannya dia tidak suka padaku… berkali-kali dia menggigitku.”

“Aigoooo… aku menyerah Seungri-ya… apa yang kau inginkan dariku?”

“Aku ingin dirimu?” Seungri menatapku dengan tatapan tegas.

“Mwo? Aku? Bukankah aku memang sudah menjadi milikmu?” Walaupun sudah 1 tahun aku bersamanya, terkadang aku tidak bisa mengerti jalan pikirannya. Dan itu membuatku gila.

“Maksudku… aku ingin dirimu sepenuhnya.”

“Ya~~ kau semakin membuatku bingung Seungri-ya.”

“Aku ingin kau meresmikan hubungan kita di depan publik!”

“MWOOOOO????”

Flashback end

Author POV

“Mwooooo!!! Di depan publik?????” Seru Sungmin, Ryewook, dan Kyuhyun bersamaan setelah mendengar cerita Yesung.

“Ne… di depan publik.” Ujar Yesung menegaskan pernyataan ketiga namja yang duduk didepannya.

“Aigoo… Aigoo.. Aigoo… Seungri-shii sungguh wanita yang mengejutkan. Aku tidak pernah berpikir dia akan melakukan hal seekstrim itu.” Ryewook menepuk-nepuk dahinya berkali-kali mencoba mencerna perkataan Yesung.

“Seungri-shii sungguh daebak… Keren sekali…” sambung Kyuhyun cuek, lagi-lagi dia menyunggingkan senyum evilnya.

“Lalu apa yang akan kau lakukan hyung? Apa kau benar-benar akan menuruti permintaannya?” tanya Sungmin penasaran.

“Kau bisa meniru cara Shindong untuk mempublikasikan hubungannya dengan Nari.” Usul Kyuhun.

“Mollayo… seharian aku mencoba berpikir… tapi semakin lama aku berpikir, semakin buntu aku jadinya… Aishhhhh Seungri-yaaaa… apa kau ingin membunuhku!!!” Seru Yesung sambil mengacak-acak rambutnya yang memang sudah berantakan.

“Apa kau tidak mencoba membicarakan hal itu lagi dengannya hyung?”

“Tentu aku sudah melakukannya… aku sudah membujuknya berkali-kali. Tapi dia tetap tidak mau. Bahkan sekarang aku tidak bisa menghubunginya.” Jawab Yesung

“Tuuut… Tuuut… Tuuut…”

“Lihatlah… Dia mereject panggilanku!” lanjut Yesung semakin gelisah saat dia mencoba menghubungi yeojachingunya lagi.

Seungri POV

Di saat yang sama di Sanggar Bobo,

“Dretttt… Dretttt… Drettt.” BlackBerry onyx berwarna putih yang tergeltak di atas meja berbunyi berkali-kali. Contact “Sungie My baby” muncul di layar Bbnya itu.

“Seungri-ya… kenapa dari tadi kau tidak mengangkat telponmu? Bukankah itu dari Yesung Oppa?” tanya Shinhae yang heran melihat Seungri berkali-kali menekan tombol reject dari Bbnya itu.

“Apa kalian bertengkar lagi?” lanjut Shinhae

“Ne… dia yang memulainya.” Jawab Seungri cemberut.

“Mwo? Jinjja? Jangan-jangan kau merasa cemburu lagi?”

“Shinhae-ya… bagaimana aku tidak cemburu… Dimana-mana aku melihat dan mendengar berita kalau Yesung Oppa menyukai Moon Geun Young. Bahkan ELFpun mendukungnya!!!” Ujar Seungri menggebu-gebu yang membuat wajahnya berubah merah seketika.

“Aishhhh… sudah kuduga karena hal itu… sudahlah… kau kan tahu pekerjaannya sebagai idola mengharuskannya seperti itu. Wajar saja seorang idola memuji bahkan mengagumi idola lain.” Kata Shinhae berusaha bijak.

“Aku tahu hal itu… tapi.. tapi… aku merasa aku tidak bisa memiliki Oppa sepenuhnya. Seakan-akan dia adalah milik bersama… dan aku tidak suka itu. Aku hanya ingin Yesung Oppa hanya melihatku!”

“Hahahaha… lalu apa yang akan kau lakukan?”

“Aku… aku menyuruhnya untuk meresmikan hubungan kami di depan publik.” Ujar Seungri dengan tegas.

“MWOOO???? Jinjja??? Seungri-yaaa kau keterlaluan. Itu bisa menghancurkan karirnya.” Wajah Shinhae seketika berubah tegang mendengar pernyataan chingunya itu.

“Aku ingin tahu seberapa besar cintanya padaku…!”

Seminggu sudah aku dan Oppa tidak saling bertemu, bahkan bicara lewat telpon pun tidak. Aku masih marah padanya, tapi setidaknya hatiku akan sedikit luluh kalau dia berusaha menghubungiku lagi. Tapi nyatanya tidak. Sekarang kami seperti sedang mengadakan perang dingin…

“Aishhhh… Oppa… kemana saja kau ini! Apa sekarang kau yang marah padaku!” Aku mengumpat dalam hati. Aku gengsi ingin menghubunginya duluan.

Aku merebahkan tubuhku ini ke sofa coklat bercorak bunga-bunga dalam apartemen kecilku. Aku menengok kanan kiri mencari remote TV. Aku menghidupkan TV Samsungku dan…

“Omo… Omo… lihatlah kau ini masih di Korea! Kenapa tidak menghubungiku!!!” Seruku saat melihat Yesung Oppa ada di TV dalam acara reality show yang ditayangkan secara Live.

“Ya~~ Ya~~~ bukankah itu… Aishhhh kenapa ada wanita itu!!!” Aku berdiri seketika dari sofaku. Kemarahanku kembali memuncak melihat aktris wanita yang selama ini membuatku cemburu sama-sama berada dalam acara itu.

“Yesung-shii… anda kelihatan kaget sekali melihat Geun Yeoung-shii ada di sini.” Ujar salah satu MC berkacamata.

“Hahahaha… tentu saja saya terkejut, Geun Yeoung-shii adalah idolaku.” Jawab Yesung tanpa malu-malu.

“Ne… Yesung hyung adalah fans berat Geun Yeoung…” sambung Eunhyuk.

“Picture di Hpna dipenuhi oleh foto-foto Geun Yeong…” timpal Kyuhyun

“Andweee…!” seru Yesung berusaha membantah, membuat yeoja yang sedang mereka bicarakan itu tertawa kecil.

“Moon geun Yeong-shii bagaimana perasaan anda menjadi idola oleh seorang namja tampan ini?” tanya MC dengan ekspresi wajah terlihat penasaran

“Ne.. saya sangat tersanjung. Yesung oppa adalah seorang penyanyi yang hebat. Itu membuat saya senang…” jawab Geun Yeoung malu-malu.

“Huwaaaa Oppa… neomu kyeoptaaaa..” Serempak anggota Super Junior tertawa-tawa menggoda Yesung.

“Prakkkk…” Remote yang kulempar menghantam vas bunga di meja, dan mendarat mulus di lantai dalam keadaan tercerai berai.

 “Ya~~ Oppa… apa kau benar-benar ingin mati!” Umpatku.

Aku segera mencari nama “Seungie My baby” dalam contact list di Bbku. Aku tidak peduli lagi. Aku akan menghubunginya…

“Yeobboseo… Sungrie-ya ?”

“Ne… Sungmin oppa?” aku heran yang menjawab telponnya bukan namja yang aku harapkan.

“Ne… minahae.. Yesung hyung sedang tidak bisa mengangkat telponnya. Ada yang ingin kau katakan padanya?”

“Ahh ani… aniya… aku akan menghubunginya lagi nanti… Anyyeong.”

Aku menutup telphoneku masih dengan perasaan kesal. Begitu banyak pikiran negatif yang berputar-putar di otakku ini.

Yesung POV

“Hyung… kau tidak mengangkat telponmu?” Ujar Sungmin yang melihat samsung galaxyku terus berbunyi.

“Ani…”

“Mwo? bukankah itu dari Seungri-shii?”

“Sungmin-ah… tolong bilang padanya aku sedang tidak bisa mengangkat telphone.” Aku menyerahkan smartphoneku itu pada Sungmin.

“Wae hyung? Jangan-jangan kalian belum berhubungan sejak saat itu?” tanya Sungmin setelah menerima telpon dari yeojachinguku itu.

“Ne… aku tidak menghubunginya lagi. Dan sekarang dia pasti marah-marah melihat acara tadi. Aku masih pusing memikirkannya.”

“Aigooooo…. kasihan Seungri… dia pasti berpikiran yang tidak-tidak. Sebaiknya kau menemuinya sekarang.” Saran Sungmin

“Aniya… Aku ingin dia meredakan kecemburuan yang berlebihan itu.”

“Aisssshhhh… Seungri-ya…!!!” Lanjutku menghela nafas panjang.

Author POV

Wajah Seungri terlihat mendung dan murung selama berhari-hari. Keadaan hati Seungri sama seperti kamar apartemennya, berantakan seperti kapal pecah. Kamarnya gelap, hanya ada cahaya yang berasal dari layar laptop yang kini tengah di otak atik Seungri.

“Oppa… Oppa… Oppa… kau benar-benar tidak memperdulikanku kali ini…” Seungri bicara sendiri dan menatap foto-fotonya bersama Seungri…

“Hufff…. Jeongmal bogoshipo… aku ingin menjitak kepala besarmu itu oppa!”

“Tapi… aku tidak mau menemuinya. Dia telah menolak telponku kemarin. Aishhhh… Lama-lama aku akan mencari idola lain yang mau berkorban untukku oppa!” lanjut Seungri masih bicara sendiri. Sekarang dia mencakar-cakar foto namja yang tersenyum di depan kamera.

Disaat yang sama, di kamar dorm Super Junior lantai 11,

“Seungri-ya… bagaimana kau bisa menjadi yeoja yang sangat keras kepala!!! Pantas saja kepalamu itu besar! Apa semua itu berisi batu!!!” Umpat Yesung melihat foto-foto yeojachingunya di layar Samsung Galaxy.

“Aku tidak akan menghubungimu sebelum kau yang melakukannya lebih dulu!” lanjut Yesung menunjuk-nunjuk layar Samsung Galaxynya itu.

Seungri POV

“Dreettt… Drettt..” Onyxku bergetar di dalam tasku

“Yeobboseo… Ahhh… Jandi eonnie? Waegurae?” jawabku

“Mwo? Sekarang? Tapi… Tapi…”

“Arraseo.. aku akan segera kesana.” Aku mengakhiri pembicaraanku.

Jandi eonnie yang menelponku tadi meminta bantuanku untuk merias Super Junior di acara talk show sekarang. Katanya Byul eonnie tiba-tiba tidak bisa datang jadi mereka kekurangan orang.

“Aisssshhhh… pasti ada namja itu disana! Eottokae!!!” Aku menggigit bibirku, tak tahan membayangkan bertemu namja kepala besar itu.

Yesung POV

            “Yesung-shii… jebal kau ke ruang make up. Semua sudah ada disana.” Seru leeteuk hyung saat melihatku baru datang ke lokasi talk show.

“Ne… mianhae… tadi jalanan sedikit macet.” Jawabku

Aku berjalan ke lorong tempat ruang make up. Samar-samar aku mendengar suara tawa dari dalam ruang make up. Hatiku berdegub. Aku kenal betul suara tawa itu.

“Seungri-ya?” Ujarku lirih saat melihat seorang yeoja yang tertawa girang ditengah kegiatannya merias Sungmin.

“Ahhh Hyung… kau sudah datang?” Sungmin menoleh melihat kedatanganku. Namun Yeoja itu tetap fokus merias wajah Sungmin tanpa menoleh sedikitpun padaku.

“Aigooo… dia masih marah. Cuek sekali dia!” kataku dalam hati.

Aku pun berjalan melewatinya tanpa menoleh dan langsung duduk di kursi rias. Aku merogoh headset dalam tasku, menancapkannya pada samsung galaxy dan memutar playlist didalamnya. Aku berusaha mengalihkan rasa kesalku padanya.

Seungri POV

“Omo… Omo… dia tidak menghiraukanku! Ya~~ Oppa! Kenapa jadi kau yang marah!!!” umpatku dalam hati saat melihat namja yang kucintai itu lewat dihadapanku tanpa sedikitpun menoleh.

“Kalian masih bertengkar?” tanya Sungmin oppa membuyarkan lamunanku

“Ahhh… mollayo.” Jawabku tersenyum kecut.

“Aigoooo… sudahlah… berbaikanlah kalian.”

“Andweee… kau lihat sendiri kan Oppa, dia tidak melirikku sedikitpun tadi.”

“Ya~~~ kalian ini seperti anak kecil… Kau tahu Yesung hyung sering uring-uring sekarang. Auranya semakin lama semakin hitam. Bahkan Ryeowook harus susah payah mengurus ddangkoma sekarang, menggantikan Yesung Hyung.”

“Jinjja? Hajiman… dia tidak menghubungiku oppa. Dia juga menolak menjawab telponku waktu itu.”

“Dia gengsi melakukannya. Kau tahu kan kepala besarnya itu penuh dengan pikiran untuk bersikap cool…” Jawab Sungmin tertawa. Aku pun ikut tertawa.

Yesung POV

   “Aishhhh… mereka tertawa bersama lagi!!! Ya~~ apa yang sedang mereka bicarakan!!!” Aku tidak berkonsentrasi mendengarkan mp3 dalam playlistku. Aku melihat Sungmin dan Seungri tertawa senang dari pantulan kaca di depanku. Dan itu membuatku semakin kesal.

“Kau benar-benar menguji kesabaranku Seungri-ya!!!” umpatku dalam hati.

“Hyung… kau sama sekali tidak menyapa Seungri-shii… lihatlah dia pulang sendirian.” Ujar Sungmin seusai Talk Show.

“Aniyaa… kelihatannya dia tidak mengharapkanku untuk mengantarnya.”

“Aishhhh… Ya~ hyung… kalian harus menghentikan perang dingin kalian itu!”

“Seungri terlihat menikmati perang ini.”

“Sok tahu kau Hyung… Dari tadi matanya melirikmu terus. Kau pasti tidak tahu! Dia berharap kau menghubunginya hyung!” ujar Sungmin menggebu-gebu.

“Jinjja?”

“Ne… untuk apa aku berbohong  padamu.”

“Jebal.. susul dia. Katanya dia mau ke Sanggar dulu sebelum pulang.”

Aku sedikit bimbang untuk mengejarnya.

“Gurae… aku pergi sekarang.” Aku membereskan isi tasku dan berlari ke basement tempat Renaultku berada.

Aku memakirkan mobilku di tempat biasa. Aku melihat cahaya lampu di dalam Sanggar. Ya, Seungri pasti ada di dalam…

Aku melihat sosoknya sedang meregangkan tubuh. Aku sungguh merindukan sosoknya yang sedang menari. Aku baru sadar sudah lama aku tidak ke sini. Alunan musik mulai mengalun lembut. Aku bersender dipintu melihatnya perlahan menggerakkan tubuhnya mengikuti irama. Seperti biasa, dia terlalu fokus setiap menari, hingga dia tak sadar aku menatapnya.

“AIGOOOO….” Seungri kaget saat akhirnya dia melihatku.

“Annyeong…” sapaku

“Apa yang kau lakukan disini?” ujarnya ketus.

“Ya~~~ kau masih marah? Galak sekali kau ini!”

“Ne… aku masih marah. Aku marah karena kau tidak memperdulikanku lagi oppa.”

“Mwo? Kau yang melakukannya lebih dulu.”

“Terserah kau saja oppa… aku tidak peduli… kau tidak mencintaku.” Seungri memalingkan mukanya.

“Mwo? Wae!”

“Kau masih tidak mau memperkenalkanku ke publik. Dan kau masih saja menyanjung-nyanjung yeoja idolamu itu!”

“Aishhhh… kau masih memikirkan hal itu? Seungri-ya… mengertilah.. aku tidak bisa melakukannya.”

“Wae… kau takut karirmu akan jatuh? Kau takut seluruh fansmu pergi? Kau takut kau tidak bisa lagi memuji-muji Geun Yeong?”

“SEUNGRI-YA!!!” Aku membentaknya.

Seungri POV

Aku syok melihat namja di depanku ini terlihat marah. Aku belum pernah melihatnya membentakku seperti itu. Aku takut.

“Aku tidak tahan lagi menghadapi kecemburuanmu yang berlebihan itu!!! Apa kau tidak mengerti sedikitpun!!!” Seru namja itu keras. Aku hanya bisa terdiam.

“Gurae… kau tidak akan mengerti.” Lanjutnya.

“Lebih baik kau yang menyimpan ini.” Namja yang kucintai itu melemparkan jaket coklatnya ke hadapanku dan berbalik pergi.

Suaraku tiba-tiba hilang. Badanku menjadi kaku seketika. Aku tidak bisa melangkahkan kakiku untuk mengerjarnya.

“Oppa…” ujarku lirih dan memeluk jaket yang dia lemparkan.

Pikiranku benar-benar kacau seminggu ini. Ada rasa menyesal dalam hatiku bila teringat kejadian malam itu. Tapi aku juga kesal melihatnya marah.

“Seungri-ya… ada telpon untukmu…” Ujar Shinhae menyerahkan handphonenya padaku.

“Mwo? Aku?” Aku heran. Aku lupa kalau onyxku sedang mati.

“Nugu?” tanyaku pada Shinhae. Dia menggelengkan kepala.

“Yeobboseo…” sapaku

“Aku akan melakukannya saat confrensi pers 1 jam lagi.” Ujar si penelpon.

“Oppa?” Aku kaget mendengar suaranya.

Sebelum aku bisa bertanya lebih lanjut, namja itu menutup telponya.

“Wae? Apa itu dari Yesung oppa? Apa yang dia katakan?” tanya Shinhae

“Dia bilang akan melakukannya saat confrensi pers 1 jam lagi.” Ujarku menirukan kata-kata Yesung tadi.

“MWO??? Jinjja!!! Jebal.. kau harus menghentikannya. Kau akan menyesal nanti!” Desak Shinhae kebingungan

“Mwo? Memangnya dia akan melakukan apa?”

“Aishhhhh.. babo!!! Dia akan mengabulkan permintaanmu! Dia akan bicara ke publik bahwa dia punya yeojachingu! Baboya!!!”

“Omo… Jinjja! Dia akan melakukannya!!! Jadi dia akan membuktikan cintanya padaku Shinhae-ya!” Seruku girang.

“Oppa… aku tahu akhirnya kau akan melakukannya.” Ujarku dalam hati

Aku berjalan masuk ke kamarku. Aku melihat jaket coklat kesayanganku itu tergeletak di lantai.

“Plukkkk…” Sesuatu terjatuh dari kantung jaket itu.

“Mwo????” Aku syok saat memungut benda kecil itu. Benda itu berkilau. Ada batu kecil berwarna putih bertengger disitu. Bentuknya bulat sempurna. Aku ingat benda ini… Ini adalah benda yang sangat aku harapkan beberapa tahun yang lalu, tahun dimana aku masih menjadi fans biasa, bukan special fans seperti sekarang.

Flasback

“Kyaakkkk oppa…!!!” aku berteriak melihat namja idolaku itu di TV.

“Yesung-shii… apa menjadi penyanyi adalah impianmu dari dulu?” tanya MC acara itu.

“Ne… tentu saja… Mimpiku adalah bisa berdiri di atas panggung dan bernyanyi untuk orang-orangku tersayang.”

“Ahhhhh… sungguh mimpi yang indah.. Dan sekarang kau sudah berhasil mewujudkannya.. Chukae Yesung-shii…”

“Hahahaha… ne… ini semua berkat Ommaku… Yeoja yang sangat ku sayangi.”

“Gurae… hajiman.. apakah ada mimpi lain yang belum terwujud?”

“Hmmm… ne… mimpiku untuk menemukan yeoja yang akan menemaniku seumur hidup belum terwujud.” Ujar Yesung mantab.

“Huwaaaa kau sungguh berani Yesung-shii… Lalu apa yang akan kau lakukan bila menemukan yeoja itu?” tanya MC semakin tertarik.

“Aku… Aku akan memberikan cincin ini padanya. Itu adalah bukti cintaku padanya.” Yesung terlihat malu-malu mengatakannya. Dia menunjukkan sebuah cincin berkilau berhiasa batu putih kecil.

“Kau sungguh romantis Yesung-shii… Semoga kau segera menemukan yeoja beruntung itu.”

Aku masih menatap layar TVku. Pandanganku tidak bisa teralihkan dari namja kepala besar itu…

“Oppa… kau sungguh romantis… aku harap aku adalah yeoja beruntung itu. Yeoja yang bisa mendapatkan cincin cantik itu.” Ujarku dalam hati.

Flashback End

Aku terduduk di lantai, masih menggenggam cincin yang selama ini aku harapkan.

“Oppa… apa cincin ini benar-benar untukku?” ujarku lirih

Rasanya ada petir yang menyabar otakku. Aku baru sadar selama ini aku sungguh egois. Aku telah mengecewakannya.

Aku bergegas memakai jaket coklat itu dan mencari kunci mobilku. Aku berlari ke arah mobilku. Aku melihat jam yang bertengger di tanganku.

“Masih ada waktu.”

Aku menginjak pedal gas dan meluncur dengan kecepatan tinggi. Aku harus mencegahnya melakukan itu. Aku memang bodoh. Aku memang egois. Aku akan menghancurkan impiannya sebagai penyanyi demi membuktikan cintanya padaku.

“Seungri-ya… bagaimana kau bisa sebabo ini!” Aku menjedotkan kepala ke stir mobil.

“Aishhhh… kenapa jalan ini jadi macet!!! Aku bersungut-sungut melihat kendaraan didepanku tidak bergerak.

Aku mencari Onyxku, berharap Yesung menjawab telponku agar aku bisa menghentikannya. Tapi nihil, handphonenya mati. Aku mencoba menghubungi member Suju yang lain, tapi hasilnya sama saja.

“Ya~~~ cepatlah jalan!!!” Berkali-kali membunyikan klakson, tapi mobil didepan dan disampingku sama sekali tidak bergerak. Akhirnya aku memarkirkan mobilku dipinggir jalan dan bergegas turun. Aku berlari ke sebuah supermarket. Kebetulan chinguku berkerja disana.

“Jungmin-shii… boleh aku meminjam skutermu? Aku ada urusan penting…. Kumohon.”

“Ne… Ne… pakailah… tapi kau harus hati-hati.”

Aku segera memakai helm dan menyalakan skuter hitam milik chinguku itu. Aku melaju melewati mobil-mobil yang bergerak seperti siput. Berkali-kali aku hampir jatuh, aku memang sedikit kikuk jika naik skuter. Aku melirik jam ditanganku, confrensi pers pasti sedang berlangsung. Aku memutar gas skuter lebih kencang.

Aku berlari memasuki gedung tempat confrensi pers berlangsung.

“Aishhhh… kenapa selalu begini!!! Aku memang tidak berjodoh dengan lift!” Aku mengumpat saat melihat tulisan “Rusak” di depan lift gedung itu. Terpaksa aku ke tangga darurat.

Aku melihat begitu banyak wartawan dan ELF memenuhi ruang confrensi pers itu. Telingaku hampir pecah mendengar teriakan-teriakn para ELF.

“Aigoooo… bagaimana aku bisa menghentikan ini semua. Aku bahkan tidak bisa melihat Oppa!!!” Aku berdesar-desakan mencoba menerobos kumpulan ELF.

Aku melompat-lompat berusaha melihat namja-namja tampan di depan. Aku bisa melihat kepala Yesung. Aku bisa melihat wajahnya. Dia terlihat diam, seperti sedang berpikir.

“Oppa… kumohon jangan lakukan itu… Mianhae…!!!’ Ujarku berharap dia bisa mendengarnya di tengah pekikan yeoja-yeoja ini.

“Baikalah… apa ada yang ingin kalian tambahkan?” Ujar MC mengarahkan pandangannya pada setiap member. Sebelum MC itu melanjutkan kata-katanya, Yesung berdiri..

“Aku ingin menyampaikan sesuatu.” Ujar Yesung lantang. Tak hanya wartawan dan elf yang kaget, member Super Juniorpun terlihat kaget.

“Hyung…” ujar Sungmin tahu maksud pembicaraan Yesung.

Hatiku berdegub kencang… Aku ingin punya sayap, agar aku bisa terbang ke arahnya dan bilang bahwa dia tidak perlu melakukannya… Aku telah yakin kau hanya mencintaiku oppa…

“Apa yang ingin kau sampaikan Yesung-shii?” tanya MC penasaran.

“Aku ingin memberi pengumuman penting. Ini menyangkut hidupku.” Jawab Yesung. Matanya terlihat tajam dan fokus.

Pikiranku benar-benar kacau. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Aku mengedarkan pandangan, berharap ada sesuatu yang bisa aku gunakan. Pandanganku berhenti pada susunan kardus besar di pojok ruangan. Aku berusaha menerobos keramaian menuju tumpukan kardus itu.

“Oppa pasti bisa melihatku dari atas sini.” Pikirku.

Yesung POV

Aku mengedarkan pandanganku ke seluruh ruangan konfrensi pers. Aku bisa melihat seluruh wartawan dan ELF di depanku. Aku bisa merasakan tatapan yang berkata “jangan lakukan” dari member yang lain. Tapi aku harus melakukannya. Hanya ini satu-satunya cara agar Seungri percaya padaku.

“Aku ingin mengatakan bahwa sekarang aku mempunyai…” Belum sempat aku melanjutkan pengakuanku, aku mendengar suara teriakan yeoja memanggil namaku.

“SUNGIE OPPA!!!!!”

Aku melihatnya… aku melihat yeoja yang membuatku gila akhir-akhir ini, kini berdiri di atas tumpukan kardus. Wajahnya merah karena berteriak sekuat tenaga. Aku melihat semua mata yang tadinya fokus padaku kini beralih pada Seungri…

“SARANGHAE OPPA!!! AKU FANS YANG AKAN MENCINTAIMU SELAMANYA!!! AKU FANS YANG TIDAK AKAN MERAGUKAN CINTAMU PADAKU, PADA ELF!!!”

Teriakan Seungri itu membuat gempar seluruh ruangan. Para ELF kembali bersorak heboh, mungkin mereka mengira Seungri adalah ELF gila. Aku tersenyum melihatnya. Dia mamakai jaketku…

“Apa dia menemukan benda itu?” tanyaku dalam hati

Pertanyaanku terjawab saat melihat Seungri melambaikan tangannya dan menunjuk ke jari tengahnya. Aku tidak bisa melihat dengan jelas karena jarakku dan dia cukup jauh. Tapi aku mengerti apa yang dia maksudkan.

“Jadi apa yang ingin kau katakan?” Tanya MC membuatku tersadar aku masih ditengah confrensi pers.

“Ahhh ne… ne… akau hanya ingin bilang… Aku mempunyai fans yang luar biasa… Aku sangat bahagisa karenanya… Gomawoe….” Aku membungkukkan badanku dan disambut tepuk tangan yang meriah dari ELF yang ada.

“Hampir saja kau membuat kekacauan Hyung… Seungri-shii sungguh daebak! Dia datang disaat yang tepat…” Bisik Sungmin saat aku sudah kembali duduk.

“Ne… aku juga kaget melihatnya di situ…Aku sangat lega.”

Author POV

            Terlihat seorang namja dan yeoja duduk di sofa panjang di depan TV. Namja itu membelai lembut rambut panjang yeoja yang sekarang tertidur dipangkuannya.

“Seungri-ya… aku benar-benar tidak pernah bisa mengerti pikiranmu. Kau selalu membuatku kaget dengan kelakuanmu yang selalu di luar dugaan.” Ujar namja itu lirih.

“Hmm… aku memang yeoja yang penuh kejutan. Yang penting aku mencintaimu oppa…” Yeoja itu tersenyum, tapi matanya masih tertutup.

“Ne… Ne… terserah kau saja… tapi kau harus berhenti membuat jantungku copot. Apa kau ini tidak takut saat berdiri di atas kardus waktu itu! Kau bisa jatuh dan kakimu patah lagi!”

“Hahahaha… aku ini kan wonder woman.. memanjat itu hal yang kecil bagiku.”

“Aishhhhh dasar keras kepala… Tapi kau tiba-tiba berubah pikiran. Wae?”

Yeoja itu menegakkan badannya perlahan dan duduk menghadap namja yang dia cintai itu.

“Karena aku baru sadar aku ini babo. Aku baru sadar bahwa permintaanku itu bisa membuat impianmu itu hancur. Aku tidak mau melihat namjaku terluka karena diriku.”

“Omo… gomawoe jagi…” Aku mengacak-acak rambutnya lembut.

“Jadi cincin ini untukku oppa?” tanya Seungri menunjukkan benda bulat berkilau yang kini melingkar manis di jari tengahnya.

“Ne… ini adalah pemberian ommaku… Dan ini hanya aku berikan pada yeoja yang aku cintai.”

Yesung memegang jari Seungri dan mengecupnya.

“Apa ini cukup sebagai bukti cintaku?” tanyanya

“Ne… ini lebih dari cukup. Cincin ini sudah tidak bisa aku lepaskan. Jadi kau juga tidak bisa melepaskan cintamu padaku.”

“Hahahaha… arraseo.. aku pasti sanggup terkekang dalam penjara cintamu itu.” Yesung terkekeh.

“Mwo? Penjara? Ya~~ oppa! Carilah kata-kata romantis yang lain.” Seungri protes.

“Aigooo aku tidak punya kata-kata lain. Lebih baik aku memberimu ini.” Yesung mencium Seungri dengan lembut. Seungri membalas ciumannya dan merangkulkan lengannya ke leher Yesung.

“Saranghae Seungri-ya…” Ujar Yesung dalam hati.

“Nado saranghae oppa…” jawab Seungri seakaan-akan tahu apa yang dipikirkan Namja yang sekarang memeluknya erat itu.

 

Author Berharap YeRi Couple langgeng hehehehe…

Here I Am (Hae Couple)

Lohalo… Annyeong readers #plakkkk

Author kembali menerbitkan Hae Couple After Story…

Sebenernya ni Author curcol juga kekekeke…

Author gy galau dengan berita2 yang nyesek akhir2 ini…

Mianhae klo FF ni kepanjangan, biz mo dijadiin 2 part nanggung banget huhu…

Dimohon kesabaran dalam membacanya…

So cekidot waelah ya…

Comment sangat diwajibkan… karena Author pengen dapet kritik dan saran dari readers semua…

Gomawoe… *bow

Donghae POV

“Mwo? 4 bulan lebih di Taiwan?”

“Ne… selain promosi Super Junior M, aku juga harus syuting drama baru di sana.”

“Hmm.. Arraseo…”

Beberapa menit, aku dan yeoja yang kini duduk dihadapanku hanya terdiam. Aku melihatnya menundukkan kepalanya. Aku tidak tahu apa yang ia pikirkan.

“Mianhae Shinhae-ya aku harus meninggalkanmu selama itu.” Ujarku berusaha memecahkan suasana.

“Chonmaneyo oppa… itu kan sudah menjadi pekerjaanmu… Donghae, Idola Korea kini merambah Taiwan.” Ujar Shinhae sambil mengangkat kedua tangannya membentuk lengkungan seperti membuat sebuah banner besar. Dia pun tersenyum.

“Hahahahaha…” Tingkah dan senyumnya itu membuatku lega. Syukurlah dia tidak marah.

“Jadi… peran apa yang akan kau mainkan?”

“Hmmm… aku akan berperan menjadi bad boy kekekeke…”

“Mwo? Bad Boy? My fishy akan menjadi bad boy?” Kedua alis tipisnya terangkat pertanda tak percaya.

“Omo… kau meremehkanku?”

“Hahahaha… aniya.. aku tidak pernah bisa membayangkanmu menjadi bad boy. Tapi kau akan menjadi bad boy pertama yang sering menangis hahahaha.”

“Ya~~ Shinhae-ya… yeojachingu macam apa kau ini mengejek namjachingumu seperti itu!!!” Aku menjitak kepalanya

“Lagipula aku akan banyak beradegan dengan yeoja-yeoja taiwan yang cantik. Apa kau tidak khawatir?” Godaku

“Aniya” jawabnya mantab

“Aishhhhh dia ini benar-benar seorang Ratu Antartika…”ujarku dalam hati.

“Karena aku percaya padamu oppa…” Sambung Shinhae menatapku lembut, dan menyunggingkan senyum manisnya.

“Inilah mengapa aku tidak bisa berhenti mencintaimu Shinhae-ya” Ujarku dalam hati lagi.

Aku menggenggam tangannya dan mengecupnya dengan lembut. Sebenarnya aku tidak ingin melepaskan genggaman ini dan melepaskan tatapannya yang lembut itu, tapi iphone di dalam kantong celanaku merusak semuanya.

“Yeobboseo?” jawabku enggan.

“Donghae-ya… di mana kau sekarang?” ujar si penelpon

“Aku di apartemen Shinhae. Mwo?”

“Ow… aniya… aku hanya kangen padamu hahahahaha….”

“Ya~~~ Hyukje! Kau menelponku hanya untuk mengatakan hal ini!!!” Seruku pada partner gilaku itu. Shinhae tertawa melihatnya.

“Omo… kau galak sekali Donghae-ya… Ahhhh apa aku mengganggu kalian? Apa kalian sedang bermesraan?” Godanya

“Aisssshhhhh… aku akan menutup telponmu sekarang.” Ancamku

“Hahahaha… minhae.. mianhae… sebenarnya aku ingin memberitahumu, besok kita akan berangkat pagi, jadi kau harus cepat bersiap-siap.”

“Ne… Arraseo… aku hanya berpamitan sebentar pada Shinhae.”

“Ahhhh… kasaian sekali Shinhae harus ditinggal begitu lama… Baiklah sampaikan salamku padanya okey…”

“Ne… akan kusampaikan.”

“Jadi, kalian berangkat besok?” tanya Shinhae saat melihatku menyudahi pembicaran dengan Eunhyuk.

“Ne… “ Aku mendekati yeoja yang sekarang sedang sibuk menata koleksi bukunya.

“Apa kau akan mampir untuk melepas kepergianku?”

“Mwo??? Apa kau ingin Elfishy melihatku memeluk dan memberikan ciuman perpisahaan pada idola mereka?” Ujarnya membelakangiku dan masih tetap fokus menata buku-bukunya sesuai abjad.

“Ayolah… aku ingin melihatmu besok.” Aku melingkarkan lenganku ke pinggangnya dan meletakkan daguku dipundaknya.

“Oppa… bukankah hari ini kita sudah bertemu.”

“Aishhh… apa kau tidak bisa sesekali bersikap romantis Shinhae-ya?” Aku menempelkan pipiku ke pipinya.

“Kau pasti akan merasa aneh jika aku tiba-tiba bersikap seperti itu Oppa hahahaha…”

Aku menjitak kepalanya lagi.

“Arraseo… hajiman.. kau tetap harus datang besok untuk memberi ucapan perpisahaan. Memangnya kau tidak akan merindukanku?”

“Kau yang akan merindukanku Oppa.” Shinhae memutar tubuhnya dan mengalungkan tangannya ke leherku.

“Mwo? Waegurae?”

“Aku bisa setiap hari melihatmu di internet dan TV, sedangkan kau tidak bisa melihatku setiap hari, jadi kau yang akan merindukanku hahahaha…”

“Ya~~~ itu tidak adil… Aku tidak terima itu. Pokoknya kau harus datang besok. Atau aku akan marah padamu.”

“Hahaha… kau memang seperti anak kecil Oppa… Ne.. ne… aku berjanji akan datang besok.” Yeoja yang masih ada dalam pelukanku ini tersenyum, meyakinkanku akan janjina besok. Aku menempelkan dahiku ke dahinya dan menciumnya dengan lembut.

Shinhae POV

Aku masih bisa merasakan ciuman hangatnya dibibirku, aku masih merasakan pipinya yang tadi menempel dipipiku. Tapi tidak ada kata-kata manis yang keluar dari mulutku saat dia beranjak pergi dan menghilang dibalik pintu.

“Mianhae oppa… kau harus mencintainya yeoja kaku sepertiku.” Ujarku dalam hati.

Jika aku bisa, aku akan berlari mengejarnya sekarang, menggenggam jemarinya dengan erat, dan memeluknya agar dia tidak pergi. Tapi aku sadar, namjachinguku itu adalah seorang Idola. Aku tidak bisa egois dan berpikir untuk terus menahannya untuk bisa berada disampingku setiap waktu. Ini sudah biasa, ini sudah menjadi rutinitas untuk melihatnya pergi dan tidak bertemu dengannya selama berbulan-bulan dan melihatnya dikelilingi fans. Hatiku sudah siap untuk itu,

“Lagipula aku bisa mengetahui keadaannya lewat internet dan TV…” gumamku menghibur diri.

Esok paginya,

“Ne… aku sedang bersiap-siap kesana oppa…” Ujarku ditelphone.

Aku mengancingkan cardigan putih gadingku dan menyisir rambutku yang pendek. Aku bergegas mengambil tas putih kecilku dan bergegas ke basement mencari mobil mini chooper merah yang terparkir manis di antara mobil-mobil sport. Aku menyalakan mobil kecilku itu dan bersiap memindah prosneling sebelum handphone di dalam tasku berbunyi.

“Yeobboseo…”

“Shinhae-shii apa kau bisa ke sini sebentar. Ada masalah yang gawat.” Ujar si penelpone.

“Mwo? Waegurae?”

“Kantor kita…”

“Ada apa? Apa semua baik-baik saja?” Aku makin khawatir mendengar suara si penelpone yang terdengar takut.

“Sebaiknya kau lihat sendiri.”

“Arraseo.. aku akan segera kesana.” Aku panik. Aku bingung. Aku harus menemui Donghae Oppa, tapi sepertinya terjadi sesuatu pada Ride Car Hae.

Aku segera mencari kontak namjaku itu dalam handphoneku.

“Aishhhh kenapa tidak kau angkat oppa!”

Akhirnya aku mengiriminya text message dan segera menginjak pedal gas mini chooperku pergi meninggalkan basement.

Donghae POV

“Donghae-ya… kita harus berangkat sekarang…” Ujar Eunhyuk mengagetkanku.

“Arraseo.. tunggulah sebentar. Shinhae sebentar lagi datang.”

“Aigoooo… beginilah seorang namja yang sedang dimabuk cinta… aku iri melihat kalian berdua.”

“Hahaha… cepatlah mencari seorang yeoja hyukje… jadi kau tidak perlu setiap malam menatap laptopmu itu…”

“Aishhhhh…” Eunhyuk menjitak kepalaku.

“Shinhae-ya… kenapa kau lama sekali!” Umpatku.

Aku mengambil iphoneku dan melihat 5 misscall dan 1 text message semuanya dari Shinhae. Aku lupa telah mensilent iphoneku.

From : Ratu Antartika

Oppa mianhae… aku tidak bisa menemuimu… Sesuatu terjadi pada Ride Car Hae. Jeongmal Mianhae… semoga kau mengerti… Saranghae…

“Omo… apa Shinhae tidak jadi datang?” Tanya Eunhyuk yang melihat ekspresi wajahku berubah mendung.

“Mollayo… jebal kita berangkat sekarang.” Ujarku ketus.

Aku merasa kesal. Aku tahu dia mengkhawatirkan Ride Car Shinhae, tapi bisakah dia mementingkan diriku ini sekali saja!

Shinhae POV

Oh tai wan mei, ni yan li wo chu xian

Oh bu rang shei, ti wo zai ni shen bian Oh woah woah~

Ni de mei yan ni de ce lian

Ni de qing jie ni de wu mei

Ni de yi qie cong tou dao wei, wo yi lun xian

“ Apa kau merindukannya?” Tanya Seungri saat kami melihat MV Super Junior M diputar di TV.

“Bagaimana menurutmu? Apa aku merindukannya?” Aku berbalik bertanya.

“Aishhhh… maniii… kau terlihat berbeda Shinhae-ya… kau sering menghela nafas, sedikit-sedikit mengecek handphonemu… kau seperti tersengat listrik setiap mendengar kata fishy…” kata Seungri panjang lebar.

“Ahhhh… benarkah?” tanyaku lemas

“Ya~~ Ya~~ lihat kau menghela nafas lagi! Apa yang terjadi? Biasanya kau tidak seperti ini saat kalian berpisah lama.”

“Mollayo… aku hanya merasa berbeda… Aku merasa telah mengecewakannya… Sepertinya dia marah.”

“Aniya… Donghae oppa pasti mengerti situasimu saat itu. Mana ada pemilik yang tidak panik saat tahu usahanya dirampok orang. Tenanglah…”

“Hajiaman… dia tidak pernah menghubungiku selama seminggu ini. Aku juga tidak bisa menghubunginya… Text Messagesku tidak terkirim. Dia pasti marah.” Aku menjatuhkan tubuhku ke sofa dan menutup wajahku dengan bantal kuningku.

“Aishhh… seperti kata penghiburan andalanmu saat aku marah pada Yesung oppa, yaitu mungkin dia sibuk…” Seungri tersenyum padaku.

“Mollayo…”

Apa yang Seungri katakan memang benar. Aku sendiri merasa berbeda. Baru kali ini aku merasa sangat merindukan Fishy dari Mokpo itu. Aku tidak bisa konsentrasi, bahkan aku hampir menabrak karena sekilas aku melihat namja mirip Donghae oppa di jalan dan aku tidak melihat ada motor melaju kencang lewat didepanku…

Pikiranku semakin kacau setiap melihat rambutnya yang sekarang pirang itu berlalu lalang di TV dan di dunia maya. Sekarang aku benar-benar merasakan menjadi seorang Elfishy, yang hanya bisa berhubungan dengan idolanya dalam satu arah, tanpa ada balasan.

“Oppa… apa yang harus aku lakukan untuk menebus kesalahanku…” ujarku dalam hati

            “Shinhae-ya… apa kau tahu berita mengenai drama terbaru Siwon dan Donghae oppa?” ujar Seungri saat dirinya sibuk berselancar di dunia maya.

“Aniya… Wae?”

“Omo… Omo… pemeran yeojanya cantik dan sangat seksi… Omo… neomu kyeoptaaa…” Ucapan Seungri itu membuatku terusik. Aku meletakkan dokumen-dokumen yang sedang kuperiksa begitu saja, hingga mereka berceceran di lantai.

“Nugu?”

“Lihatlah… Namanya Ivy Chen… Dia yang akan menjadi peran utamanya.”

“Ne… dia sangat cantik.” Ujarku saat melihat sebuah foto seorang yeoja berambut panjang, tersenyum manis pada kamera.

“Huwoooooo… akan ada adegan kissue antara dia dan Donghae.”

“Deg…” Rasanya ada tongkat kasti yang memukul jantungku dengan keras saat aku membaca berita di salah satu situs itu.

“Sabarlah Shinhae-ya… mereka Cuma akting.” Hibur Seungri saat melihat ekspresiku.

“Arraseo… aku percaya padanya.” Ujarku mengingat ucapakanku sendiri pada Donghae waktu itu.

Auhtor POV

“Aishhhh… rasanya tulangku satu per satu rontok. Untunglah jadwal hari ini sudah selesai.” Ujar Eunhyuk merebahkan dirinya di sofa panjang di dorm Super Junior M di Taiwan.

“Ne… hari ini sungguh gila… Interview, pemotretan, live performance… Omo kita sungguh hebat bisa melewati semua itu dan kita masih hidup.” Timpal Kyuhyun

“Donghae Hyung… jebal tidurlah… kau terlihat seperti mayat hidup…” ujar Ryeowook melihat hyungnya itu berjalan gontai dari balik pintu, persis seperti zombie.

“Dia itu tidak kecapean… hatinya sedang bergejolak hahahahaha…” Eunhyuk masih tertawa walaupun mata Donghae sudah menatap tajam padanya.

“Gurae… biasanya Hyung tidak pernah lepas dari Iphone, setiap ada kesempatan selalu menghubungi Shinhae-shii… Sekarang Kyuhyun yang tak bisa lepas dari Yuna… Aigooo… Cinta memang dahsyat…”

Donghae hanya bisa tersenyum masam, dan melanjutkan langkah gontainya ke dalam kamar. Sekarang sudah 2 minggu Donghae tidak berhubungan dengan yeojachingunya yang kini terpisah negara itu.

“Aishhhhh… apa yang sedang kau lakukan sekarang Shinhae-ya??? Apa kau benar-benar tidak merindukanku???” Donghae menghela nafasnya panjang dan mendudukkan tubuhnya itu pinggir ranjang.

“Donghae-ya… barusan Shinhae mengirimiku text message.” Ujar Eunhyuk yang tiba-tiba masuk ke kamar Donghae.

“Mwo? Jinjja? Apa katanya?” Namja berambut pirang itu seketika berdiri dan menghampiri member couplenya itu.

“Dia menyuruhmu membuka email. Dia mengirimkan sesuatu untukmu.”

Donghae bergegas membongkar isi tasnya, mengambil laptop applenya, dan menekan tombol “ON”. Eunhyuk yang juga penasaran kini duduk dibelakang Donghae yang terlihat berdebar menunggu laptopnya selesai reboot.

Donghae mengetik alamat emailnya dengan cepat, dan benar saja, dilayar applenya itu muncul email masuk dari Park Shinhae. Donghae segera mengklik lampiran yang dikirimkan Shinhae.

“Mwo? Video? Omo… Omo… video apa itu? Jebal buka video itu…” Eunhyuk semakin penasaran.

Tak lama Donghae dan Eunhyuk terdiam di tempat duduk masing-masing, fokus pada video yang kini muncul di layar Apple itu.

“Annyeong Oppa…  Bagaimana kabarmu?” Ujar seorang Yeoja berambut pendek dalam video itu. Yeoja itu duduk di sofa putih dalam apartemennya, terlihat sedikit tegang.

“Apa kau benar-benar marah padaku oppa? Mianhae… jeongmal Mianhae aku tidak bisa datang waktu itu… Kau tau… Ada rampok yang mengobrak-abrik Ride Car Hae.”

Yeoja itu tertawa kecil, dan terdiam sejenak menatap layar.

“Aishhh… aku tahu kau marah oppa… Kau tidak mau menerima telponku.” Yeoja itu memukul-mukul kepalanya sendiri seperti menyalahkan dirinya.

“Hmmm… apa yang harus aku lakukan agar aku bisa dimaafkan? Apa aku harus menari Sorry-Sorry?”

“Gurae… kau pasti akan tertawa dan mengejekku habis-habisan melihat tarianku. Tapi aku akan melakukannya untukmu…” Yeoja itu berdiri dari sofa putihnya.

Sorry Sorry Sorry Sorry

Naega naega naega meonjeo

Nege nege nege ppajyeo

Ppajyeo ppajyeo beoryeo baby

Yeoja itu benar-benar melakukannya, dia menangkupkan kedua telapaknya dan memulai gerakan sorry-sorry Super Junior dan bernyanyi kecil.

Shawty Shawty Shawty Shawty

Nuni busyeo busyeo busyeo

Sumi makhyeo makhyeo makhyeo

Naega michyeo michyeo baby

“HAHAHAHAHAHAHA…. Shinhae-shii daebakkkk!!!! Dia bisa menggantikan posisimu Donghae-ya…” Eunhyuk tertawa terbahak-bahak dan memukul pundak Donghae yang masih terdiam melihat yeojachingunya itu di layar.

“Fyuhhhh… apa kau bisa memaafkanku sekarang oppa?” Yeoja itu menatap layar, seakan-akan bertanya langsung pada Donghae. Nafasnya terlihat memburu, keringatnya mengalir lembut di keningnya.

“Kau tahu… sepertinya ucapakanku waktu itu salah…” Lanjut yeoja itu masih berusaha mengatur nafas. Yeoja itu terdiam lagi, berpikir.

“Oppa… bogoshipo… Jeongmal bogoshipo…”

“Mianhae… aku berbohong padamu waktu itu… Aku rasa rinduku padamu lebih besar dari pada rindumu padaku Oppa… Mianhae…” Yeoja itu menundukkan wajahnya.

“Shinhae-ya…” Ujar Donghae lirih. Donghae menjulurkan tangannya dan membelai kepala yeoja itu di layar, berharap Shinhae dapat merasakannya langsung.

“Arraseo… mulai sekarang, aku akan mengirimkan video untukmu oppa. Jadi kita bisa impas. Aku bisa melihatmu di TV, dan kau juga bisa melihatku. Tapi, jika kau tidak ingin melihatnya, aku akan mengerti.” Ujar Yeoja setelah mendongakkan kepalanya dan tersenyum, masih dengan mata yang merah.

“Gurae… aku tidak tahu harus berkata apa lagi. Aku tidak terbiasa berada di depan kamera sepertimu oppa hehehe…” Yeoja itu tertawa kecil

“Mianhae oppa… hanya ini yang bisa aku lakukan. Saranghae yeongwoni…” Yeoja itu berdiri mengangkat tanggannya ke atas kepala dan membentuk love, memberikan goodbye kiss dan berjalan mendekati kamera.

“Ahhh aku hampir lupa. Jangan menghubungiku. Anggaplah itu hukuman bagiku oppa.” Ujar Yeoja itu sebelum mematikan kameranya.

Kedua namja yang menonton setiap adegan di video itu masih terdiam. Hanya terdengar hembusan nafas.

“Aigoooo… Donghae-ya… aku sangat iri padamu… Jeongmal Shinhae-shii… Daebak!!!” Eunhyuk mengacungkan jempolnya ke depan layar.

“Jebal.. telpon dia… Bilang kau sudah memaafkannya.” Lanjut Eunhyuk

Donghae hanya menggelengkan kepalanya. Tentu saat ini dia ingin segara mengambil iphone yang selama ini tergeletak begitu saja di meja dan segera menghubungi yeojachingunya itu dan mendengar suara yang sangat dia rindukan. Tapi dia akan menuruti permintaan Shinhae tadi.

“Omo… apa yang kalian berdua lakukan di dalam?” tanya Sungmin saat Donghae dan Eunhyuk keluar dari kamar. Donghae hanya meringis.

“Aigooo… kenapa wajah Donghae tiba-tiba berseri-seri seperti itu? Apa yang kau lakukan padanya Eunhyuk-shii?” Sungmin semakin penasaran, tapi Eunhyukpun hanya meringis.

Kini seminggu atau 2 minggu sekali, Shinhae mengirimkan videonya lewat email. Dan setiap minggu penontonnya semakin bertambah, tidak hanya Eunhyuk yang telah menjadi penonton setia video cinta Shinhae untuk Fishy dari mokpo itu.

“Anyyeong oppa…” ujar Shinhae tersenyum ceria dalam video.

“Gurae… hari ini kau akan melihatku memasak. Tapi… aku tidak bisa memasak. Jadi aku akan membuat sesuatu yang simple, Nasi Goreng daging hehehe…”

Penonton yang terdiri dari Donghae, Eunhyuk, Sungmin, Ryewook tertawa terpingka-pingkal melihat cara memasak Shinhae yang benar-benar parah. Ryewook berkali-kali berteriak mencoba mengajari cara memotong daging yang benar. Berkali-kali Shinhae menjatuhkan panci sehingga menimbulkan suara nyaring. Dapur putihnya kini berubah menjadi coklat.

“Aigooo… oppa… biarpun penampilannya membuatmu ingin muntah, tapi aku jamin rasanya tidak kalah dengan buatan Ryewook oppa.” Shinhae lagi-lagi tertawa kecil, wajahnya kini belepotan kecap dan saos.

“Huwaaaa… jeongmal mashite… kau harus merasakan nasi goreng ala Park Shinhae oppa… Jinjja mashita!!!” Seru Shinhae saat menyuapkan sesendok nasi goreng ke dalam mulutnya.

“Gurae… sepertinya aku harus mengakhiri video sampai di sini. Kau lihat sendiri kan aku harus membereskan kerusakaan di dapurku sekarang. Hufff….”

“Bye Oppa… makanlah yang banyak… Saranghae…” Ujar Shinhae lembut dan mematikan kameranya.

“Omo… Shinhae-shii neomu kyeota… dia melakukannya hanya untukmu Hyung…” Ujar Ryeowook beberapa saat kemudian.

“Ne… Akupun kaget dia melakukan itu semua… Si Ratu Antartika melakukannya demi diriku hahahahaha….” Donghae tertawa puas..

“Nado Saranghae Shinhae-ya…” lanjut Donghae lirih

Minggu berikutnya, penonton kembali bertambah, kini Kyuhyun, Zoumi dan Henry ikut bergabung. Kini terlihat namja-namja tampan duduk berjejer-jejer di depan laptop.

“Annyeong… Oppa… semoga kau tidak bosan melihatku kekekeke..” ujar Shinhae membuka videonya kali ini.

“Hmmm… apa yang kau ingin aku lakukan oppa? Aku bingung.” Shinhae menggaruk-garuk rambut pedeknya itu mencoba berpikir.

“Ahhh ya… sekarang aku sedang terjangkit deman Secret Garden. Jadi jika kau mau, aku akan menyanyikan ost kesukaanku… Tapi kau harus berjanji tidak akan mengejek suaraku!”

Shinhae berjalan ke samping dan menghilang. Beberapa saat kemudian dia sudah kembali dengan sebuah gitar.

“Omo… Apa Shinhae-shii bisa bermain gitar?” tanya Sungmin

“Mollayo.. aku juga tidak tahu.” Jawab Donghae.

“Oppa… cintamu padaku harus bertambah setelah ini. Aku berusaha keras agar bisa bermain gitar. Leeteuk Oppa mengajariku. Kau harus berterima kasih padanya.” Ujar Shinhae mengerlingkan mata.

“Oke… hana… tul… set…”

Terdengar petikan lembut dari gitar putih yang kini dimainkan Shinhae.

Here I am yeogi Here I am

Here I am naega yeogie yeogi inneunde

Here I am jigeum Here I am

Here I am jigeum yeogie naega inneunde

Shinhae memejamkan matanya sejenak, terlihat menikmati lagu yang dia nyanyikan.

nal da jwodo mojara

nal beoryeodo mojara

naega neol eolmamankeum saranghaneunjireul

moreul geoya ama neon Here I am

Here I am yeogi Here I am

Here I am naega yeogie yeogi inneunde

nal da jwodo mojara

nal beoryeodo mojara

naega neol eolmamankeum saranghaneunjireul

gateun jarieseo neol gidarilge

nal yokhaedo gwaenchanha

nal beoryeodo gwaenchanha

naega neol eolmamankeum saranghaneunjireul

moreul geoya ama neon Here I am

moreul geoya ama neon Here I am

*Translate

Here I am,In this place,Here I am

Here I am ,In this place,I’m here.

Here I am,in this place,Here I am

Here I am,In this place,I’m here now

Even if it’s not enough

I’ll show how much I really love you

You may never know but

Here I am

Here I am,In this place,Here I am

Here I am ,In this place,I’m here.

Even if it’s not enough for me to show

How much I really love you

I’ll just wait for you in this place.

Even if you think it’s not enough,it’s fine

I’ll show how much I really love you

You may never know but

Here I am

You may never know,but Here I am

“Oppa… aku bukanlah yeoja yang romantis. Aku tidak bisa mengungkapka isi hatiku secara langsung. Ku harap kau bisa mengerti… Saranghae oppa.” Ujar Shinhar mengakhiri videonya dengan senyuman yang selalu membuat Donghae berdebar.

Semua namja di ruangan itu masih terdiam. Lagi-lagi Eunhyuk yang pertama membuka suara.

“Shinhae-ya… Nado saranghae…”

“Shinhae-ya… seharunya dia debut sebagai penyanyi.” sambung Ryeowook

“Donghae-ya… aku sangat iri padamu.” Timpal Sungmin

“Suaranya lebih bagus daripada suaramu Hyun…” ujar Kyuhyun datar.

Kini semua mata tertuju pada Donghae yang sedari tadi diam tak bergerak dan tak membuka mulutnya.

“ Aishhh… Sudah kuduga… Henry-shii… tolong ambilkan tissue… Zoumi-shii… tolong ambilkan lap pel, lihatlah air matanya kemana-mana.” Seru Eunhyuk.

3 Minggu kemudian,

“Donghae-shii… apa Shinhae belum mengirimkan videonya lagi?” Eunhyuk merebahkan dirinya di kasur Donghae.

“Mollayo… Hufff…” Donghae menggelengkan kepalanya lemas.

“Hyung… jebal telpon Shinhae-shii… kami ingin melihat video selanjutnya…” sambung Henry yang kini ikut merebahkan diri di samping Eunhyuk.

Lagi-lagi Donghae hanya menggelengkan kepalanya lemas.

Sudah 3 minggu Shinhae tidak mengirimkan video dan mengabarinya lagi. Donghae tidak bisa menghubunginya juga.

“Shinhae-ya… eodiga??? Gwencana? Apa sesuatu terjadi padamu?” gumam Donghae.

Donghae hanya bisa menghela nafas. Masih ada 2 bulan lagi sebelum bisa kembali ke Korea. Masih 2 bulan lagi sebelum bisa melihat senyum Shinhae. Masih 2 bulan lagi sebelum bisa memeluk dan mengacak-acak rambutnya sampai membuatnya marah-marah.

Akhirnya 4 minggu berlalu tanpa ada video dari Shinhae. Lalu, malam harinya, terdengar suara ribut dari sebuah kamar dorm. Member Super Junior M semua berkumpul di ruang tengah sehabis rentetan kegiatan yang melelahkan.

“Omo… Shinhae mengirim video baru…” Seru Donghae mengagetkan kumpulan namja tampan yang duduk berjejer di ruang tengah.

“Jinjja??? Jebal putar videonya!”

Buru-buru Donghae mengambil laptop applenya dan menaruhnya di atas meja. Namja-namja tampan itu sekarang berebutan mencari posisi duduk yang paling nyaman.

“Annyeong Oppa… Bagaimana kabarmu? Apa kau makan dengan baik? Kau terlihat pucat sekarang…”

“Mianhae.. aku bisa mengirimkan video ini… akhir-akhir in aku sibuk.”

“Kau tahu… sepertinya sekarang aku menjadi Elfishy… setiap hari kerjaanku berselancar mencari berita tentangmu. Aishhhh… ternyata menjadi seorang fans membutuhkan banyak waktu.” Cerita Shinhae yang sekarang duduk dekat dengan kamera. Laptop Acer miliknya menyala disebelahnya.

“Oppa… bagaimana kabar drama terbarumu? Ahhh aku suka melihat pemeran wanita utamanya… Mereka sangat cantik… Apa kau senang oppa?” Senyum Shinhae kini sedikit berbeda.

“Bukkkk…” Bantal-bantal kini melayang ke arah Donghae. Member-member yang lain tertawa dan melemparinya dengan bantal. Sepertinya mereka tahu isi hati Shinhae.

“Apa kau senang oppa?” ujar Eunhyuk menirukan Shinhae. Dan bantalpun kini melayang dan mendarat tepat dimuka Eunhyuk.

“Ahhhh… liahtlah oppa… banyak sekali fansmu… Rata-rata semua menyukai wajahmu yang seperti anak kecil itu hahahahaha… Lihatlah foto-fotomu sangat banyak. Neomu kyoptaa…” lanjut Shinhae sambil sibuk mengotak-atik laptopnya.

“Omo… Omo… Lihat ada berita tentang drama terbarumu… Omo..ada adegan kissue ternyata.” Shinhae menutup mulutnya, dan ekspresi kaget yang dibuat-buat.

“Pasti kau sangat menantikan adegan ini oppa… Aku juga ingin segera melihat hasilnya.” Lagi-lagi Shinhae tersenyum, tapi senyumnya penuh arti.

“Uuuuuuuuuuuu….” seru member yang lainnya serempak

“Siwon-shii… bisa aku minta tolong padamu? Tolong jaga namjaku ini. Aku tidak ingin terjadi apa-apa padanya…” Shinhae menelangkupkan telapak tangannya dan membuat ekspresi memohon dengan mata berkaca-kaca.

“Ne… aku akan menjaganya Shinhae-shii… tenang saja hahahahaha.” Ujar Siwon dan mengalungkan tangannya ke leher Donghae, diiringi tawa seluruh members.

“Ahhhhh… mianhae oppa… aku ada urusan sekarang… Aku harus pergi… Aku ada janji dengan Leeteuk Oppa.”

“Leeteuk Hyung?” ujar Donghae dalam hati.

“Mianhae.. kelihatannya ini video terakhir dariku. Aku akan menunggumu kembali oppa… Saranghae…” Shinhae mengakhiri videonya.

“Omo… terakhir??? Aigoooo… kenapa begitu… Donghae-ya cepat telpon Shinhae agar jangan menyudahi videonya.” Pinta Eunhyuk.

“Ne… Aku masih ingin melihat ekspresi Donghae hyung yang aneh itu.” timpal Kyuhyun.

Donghae POV

“Apa ini benar-benar video terakhirmu Shinhae-ya?” gumamku dalam hati tanpa memperdulikan member-member lain yang sekarang ribut dibelakangku.

“Ting… Tong…”

“Donghae-ya… jebal buka pintunya.” Suruh Sungmin hyung.

Aku berjalan malas ke pintu. Saat ini moodku sedang jelek. Sudah lama aku menantikan video dari Shinhae, dan sekarang dia ingin menyudahinya… Aishhhh…

Aku menjulurkan jariku dan memutar kenop pintu dorm.

“Siapa malam-malam begini. Kuharap bukan fans yang sering menguntit.” Ujarku dalam hati.

Aku membuka pintu dorm dan melihat sosok berpakaian abu-abu. Aku tidak tahu apakah itu yeoja atau namja. Aku juga tidak bisa melihat wajahnya karena tertutup topi yang juga abu-abu.

“Ini ada paket untuk anda.” Ujar sosok itu. Ternyata dia yeoja. Suaranya kecil.

“Ah ne… kamsahamnida. Dari siapa ini?” tanyaku

“Chosonghamnida… saya tidak tahu. Saya hanya mengantarkan paket.” Jawabnya masih tertunduk.

“Ya~~ tidak sopan bicara dengan orang dengan kepala tertunduk seperti itu.” ujarku dalam hati.

“SHINHAE-YA… apa kau sudah menyerahkannya?” tiba-tiba muncul seorang yeoja dari balik lorong dorm. Yeoja itu tiba-tiba berhenti melihatku.

“Ups…” ujarnya lirih

“Seungri?” Aku mengenalnya… Dia adalah Seungri, sahabat Shinhae.

Tunggu… jika itu Seungri… jadi sosok di depanku ini adalah…

“Shinhae?” Aku membuka topinya.  Dan benar saja, aku melihat yeoja yang aku rindukan kini berdiri dihadapanku.

“Seungri-ya… Babo!!! Kau membongkar penyamaranku!” Seru Shinhae bersiap mengejar Seungri.

Tapi aku menariknya lebih dulu. Aku menariknya dalam pelukanku.

“Ya~~ Oppa… “ ujar Shinhae kaget.

“Ssssstttt… diamlah… biarkan aku memelukku.” Jawabku lirih.

Shinhae tersenyum menatapku dan membalas pelukanku.

“Apa kau senang melihatku oppa?” tanyanya.

“Pertanyaan bodoh macam apa itu??? Apa aku perlu menjawabnya?”

“Kekekeke… tentu saja… selama ini aku yang mengatakannya lewat video. Aku ingin mendengarnya darimu juga.”

“Hahahahaha… Arraseo… Shinhae-ya… Bogoshipo… Jeongmal Bogoshipo… Aku sangat merindukanmu sampai-sampai aku ingin terbang kembali ke Korea untuk memelukmu seperti ini.”

“Omo… kau sangat mendalami karakter playboymu oppa…” Shinhae terkekeh

“Aishhhh… kau ini sulit sekali diajak romantis.”

“Ehem…” Aku sampai lupa sedari tadi Seungri masih berdiri memperhatikan kami.

“Mianhae Seungri-ya…” Aku menjulurkan lidahku, tapi masih tetap memeluk Shinhae.

“Ya~~ kau harus berterima kasih padaku karena telah jauh-jauh membawa yeojamu ke sini oppa.” Ujar Seungri berkacak pinggang.

“Ne… gomawoe Seungri-shiii.. Jeongmal gomawoe.”

“Tapi bagaimana kalian bisa kemari?” tanyaku.

“Ada kompetisi menari yang akan diikuti Seungri disini. Dan dengan kebaikan hatinya, dia ikut membawaku kesini.” Jawab Shinhae melepaskan pelukanku, tapi tangannya masih melingkar di lenganku.

“Gurae… kau tahu oppa.. dia sampai bersujud meminta aku untuk mengajaknya. Dia menangis menarik-narik tanganku.” Seungri mempraktekkan adegan yang dia ceritakan.

“Andweeeee… Itu semua bohong!” Seru Shinhae membela diri.

Aku tertawa melihat tingkah kedua sahabat itu.

“Huwaaaa Shinhae-shii???” Seru Eunhyuk yang menyusulku keluar.

“Shinhae-shii? Jinjja kau ini yeoja yang penuh kejutan!” Sambung Sungmin yang berada di belakang Eunhyuk, disusul member-member Super Junior M yang lain.

“Mwo?” Shinhae terlihat bingung mendapat sambutan dari namja-namja tampan itu.

“Kau sungguh romantis Shinhae-shii… aku iri pada Donghae Hyung.” Lanjut Ryeowook.

Shinhae sekarang menepuk dahinya, sepertinya mengerti apa yang sedang mereka bicarakan.

“Omo… Omo… jadi… jadi kalian ikut melihat videoku?” Seru Shinhae malu

“NE….” jawab chingu-chingu dibelakangku serempak.

“Oppa!!!” Shinhae menyubit lenganku.

“Hahahaha… Daebak jagi.. aku tidak menyangka my baby melakukan itu semua. Sekarang mereka adalah fansmu.” Ujarku tertawa diikuti member yang lain.

“Gurae… kami adalah fans beratmu Shinhae-shii… Tapi sebaiknya kalian segera masuk sebelum ada yang melihat kita. Seungri-shii jebal masuklah.” Sungmin hyung

“Ne… oppa… Shinhae-ya…. kau memang daebak…” Seungri girang melihat chingunya itu sekarang seperti kepiting rebus.

Aku masih tertawa melihatnya. Shinhae hanya tertunduk diam.

“Gomawoe jagi…” Aku memegang pipinya yang makin lama makin merah dan menggenggam jemarinya erat untuk mengajaknya masuk.

Author POV

Sebulan kemudian, Super Junior M kembali ke Korea,

“Ahhh akhirnya aku menghirup udara korea… Senangnya kembali ke sini.” Ujar Donghae mengangkat tangannya di beranda apartemen Shinhae.

“Hahahaha… bukankah kau senang berada disana dan melanjutkan dramamu oppa?”

“Mwo? Apa maksudmu?”

“Aniya… kau terlihat senang saat syuting bersama yeoja-yeoja taiwan itu.”

“Aigooo… apa kau cemburu Shinhae-ya?” Donghae terkekeh

“Andweee… aku tahu kau tidak akan jatuh cinta pada salah satu yeoja itu dan meninggalkanku.”

“Kau sungguh percaya diri Shinhae-ya… Bagaimana kau bisa tahu.”

“Karena ini…” Shinhae berjalan mendekati Donghae. Tangannya diangkat di depan mata Donghae dan menariknya, seakan akan ada seutas tali di tangannya. Dia menariknya agak panjang dan mengalungkan tali khayalan itu ke leher Donghae.

“Karena kau telah ku ikat dengan tali cintaku ini. Tidak akan ada yang bisa lepas darinya.” Ujar Shinhae tersenyum puas

“Mwo? tali? Hahahaha…setelah lama kutinggal kau semakin hari semakin aneh Shinhae-ya…”

“Ya~ bukankah aku sudah bilang… Kau akan aneh melihatku jika aku berusaha romantis!” protes Shinhae…

“Hahahaha Arraseo jagi…” Aku mengelus-elus rambutnya.

“Jadi… bagaimana adegan kissue… apa berjalan lancar?” tanya Shinhae

“Mwo? Apa kau khawatir?”

“Aniya… itu kan adegan kissue pertamamu… apa kau gugup kissue dengan yeoja cantik seperti Ivy Chen? Bagaimana rasanya? Kau pasti senang sekali.”

“Apa kau benar-benar ingin tahu?” tanya Donghae memiringkan kepalanya. Tersenyum jail, dan mulai mencium Shinhae.

“Ya~~ Apa yang kau lakukan? Apa kau ingin membandingkannya denganku?” Protes Shinhae saat Donghae melepaskan ciumannya.

“Hahahaha… bukankah kau ingin tahu rasanya?”

“Mwo?”

“Ne… aku lebih memilih kissue yang ini… Aku lebih gugup saat menciummu.”

“Aishhhhh… muncul lagi sifat playboymu.”

“Hahahahaha….” Donghae menarik Shinhae yang sekarang bersungut-sungut ke dalam pelukannya.

“Ah ya… aku hampir lupa mengatakan ini.” Uajr Donghae lirih

“Mwo?”

“Aku suka suaramu… Kau harus sering bernyanyi untukku.”

“Lihatlah sekarang kau mengejekku. Kau harus membayar untuk bisa melihatku bernyanyi lagi.”

“Arraseo… Aku akan memberikan sesuatu yang belum pernah aku berikan pada Elfishy. Bukankah sekarang kau menjadi Elfishy?”

“Ahhh ne… jadi apa itu?”

“Hmmm aku akan memberikanmu pelukan dan ciuman selamat pagi, selamat siang, dan selamat malam…”

“Mwo… Andweee… aku akan bosan melihatmu setiap hari oppa.”

“Aigoooo… Jinjja kau ini…!”

Kali ini Shinhae yang tertawa puas, kemudian mengecup pipi Donghae dan kembali memeluk namja fishynya itu, seakan ada tali tak terlihat yang mengikat mereka.

“Saranghae Oppa… Senang bisa memelukmu lagi.” Ujar Shinhae lirih.

“Nado saranghae… Aku juga senang mendengar kata Saranghae dari mulutmu itu berkali-kali hehehehe….” Jawab Donghae dan mempererat pelukannya.

 

PS : Author envy liat foto dibawah ini
Oppa… warna rambutmu merusak mata para yeoja wkwkwkw…

Just You My Lovely Big Head (Part 5)

Jeng.. jeng… (bunyi panci digebruk..)

Sebelum Author disibukkan dengan ujian, akhirnya Part 5 berhasil diselesaikan…

Sebelumnya mian pita.. kykna author bikinna tragis bgt ya..

Biz Auhtor g bs bikin yang romantis hehe… blm ada pengalaman #curcol

Langsung saja mari kita baca bersama kisah YeRi Couple…

Commentnya jng lupa hohohoho…

Kamsahamnida *bow…

Author POV

“Aku yang akan menjaminnya!!!”

“Aigoo… siapa kau?” tanya Appa Seungri kaget

“Ahhh… mianhae… Yesung imnida… aku teman Seungri.” Jawab Yesung

“Lalu… apa maksudmu tadi?”

“Ne… maksudku adalah, aku yang akan menjamin Seungri bisa kembali seperti semula. Aku yakin dia bisa menenangkan kompetisi itu dan anda tidak perlu menutup sanggar Seungri.” Ujar Yesung dengan tegas.

“Mwo? Omo… Omo… percaya diri sekali dirimu nak.”

“Ne… karena aku percaya pada kemampuan Seungri.” Yesung menengok ke arah Seungri yang masih terlihat syok dengan kedatangan namja idolanya itu.

“Jadi.. kumohon beri Seungri kesempatan…” lanjut Yesung yang sekarang membungkukkan badannya memohon pada Ahjussi dan Ahjumma di depannya itu.

“Oppa…” ujar Seungri lirih, tak menyangka Yesung membungkuk demi dirinya.

“Aigooo…. Aigooo… apa yang sebenarnya terjadi di sini. Baiklah… baiklah… kami akan beri kalian waktu sebulan. Seungri-ya… sebaiknya kau renungkan ini baik-baik. Omma dan Appa melakukannya karena sayang padamu.”

“Omma… Appa… Jeongmalyo? Kalian bersedia?” Seungri menatap kedua orangtunya itu dengan tatapan tak percaya sekaligus bersyukur.

“Sebaiknya kau bisa menepati janjimu itu anak muda.” Ujar Appa Seungri tegas.

“Arraseo… aku akan memastikan hal itu.” Yesung tersenyum.

Beberapa hari kemudian, perban dan gips di kaki kanan Seungri telah dibuka.. Seungri harus menjalani terapi rutin setiap hari agar bisa berjalan normal lagi. Tapi Dokter tidak bisa menjamin kaki Seungri bisa kembali seperti semula.

Di Dorm lantai 11,

“Hyung… kau mau ke rumah sakit lagi?” tanya Eunhyuk yang melihat Yesung memakai jaket kulitnya bersiap untuk pergi.

“Ne… hari ini jadwal Seungri untuk terapi. Sehabis itu aku akan langsung ke lokasi syuting. Tolong beri tahu manager aku akan terlambat.” Jawab Yesung

“Arraseo… hati-hati Hyung… salam untuk Seungri.” Eunhyuk melambaikan tangannya pada Hyungnya yang sekarang sudah melangkah ke luar pintu dorm.

“Aigooo… Yesung Hyung sangat perhatian pada Seungri… Apa sekarang dia menyukainya?” tanya Sungmin lama kemudian.

“Mollayo… mungkin saja… Setiap hari Hyung menyempatkan diri ke Rumah Sakit. Padahal jadwalnya juga padat. Tapi Seungri pantas mendapatkan Hyung… dia sudah berkorban banyak untuknya.”

“Ne… kau benar… semoga Seungri bisa bahagia dengan perhatian yang diberikan Hyung sekarang.”

Yesung POV

Aku bisa melihat sosok berambut panjang bergelombang itu kini tengah berdiri di beranda kamar Rumah Sakit. Aku juga bisa melihat helaian-helaian rambutnya bergantian menempel di pipinya yang chubby karena tertiup angin.

“Oppa… kau sudah datang.” Sambutnya ceria saat melihat kedatanganku.

“Ne… Jebal masuklah… angin di luar cukup kencang. Kau bisa masuk angin.” Aku berjalan mendekati yeoja itu dan memapahnya masuk ke dalam kamar. Kakinya masih sedikit pincang.

“Gomaweo…. tapi aku sudah bisa berjalan sendiri sekarang.” Ujarnya tersenyum.

“Jinjja? Lihatlah kau masih terlihat pincang.”

“Aniyaa… lihat-lihat aku sudah seperti normal.” Yeoja itu sekarang berjalan bolak-balik di depanku dengan santainya.

“Awwww….” Tiba-tiba dia merasa kesakitan dan keseimbangannya goyah. Aku segera memegang tangannya dan menjatuhkannya ke dalam pelukanku.

“Aigooo… kau terlalu bersemangat Seungri-ya…” Aku bisa merasakan detak jantungnya berdegub lebih cepat. Aku melepaskan pelukanku. Aku bisa melihat wajahnya merona merah.

“Mianhae… mianhae oppa… aku akan lebih berhati-hati.” Ujarnya tertawa kecil dan menjulurkan lidahnya.

“Dasar kau ini…” Aku mengacak-acak rambut hitammnya dan itu membuatnya tersenyum lebar, persis seperti anak kecil.

“Baiklah ayo kita menemui dokter untuk terapi.” Lanjutku memegang jemarinya dan perlahan memapahnya keluar.

“Nggg…. Oppa… apa kau tidak ada jadwal hari ini?” tanya Seungri saat kami menyusuri lorong Rumah Sakit menuju ke ruang terapi.

“Aniya… aku hanya ada jadwal siaran radio nanti malam.” Jawabku bohong. Sebenarnya 1 jam lagi aku harus ke KBS untuk syuting program acara.

“Gomawoe oppa… kau seharusnya tidak berjanji hal itu pada orang tuaku…”

“Gwencana… anggap saja ini fans service hahahaha…”

Author POV

3 minggu kemudian,

            “Baru kali ini saya bertemu pasien seperti anda Seungri-shii… Belum pernah ada pasien yang bisa sembuh secepat ini dari patah kaki yang bisa dibilang parah.” Ujar dokter saat proses terapi untuk terakhir kalinya.

“Hahahaha… ne.. tentu saja.. aku ini seorang wonder woman dokter.” Kelakar Seungri.

“Kau juga harus berterima kasih pada Dokter Seungri-ya… Dokter pasti sudah bekerja keras menghadapi pasien cerewet sepertimu hahahaha…” Yesung tertawa dan menepuk-nepuk pundak Seungri.

“Mwo??? Tega sekali berkata seperti itu… Aku ini tidak cerewet… hanya saja aku banyak bicara.” Bantah Seungri.

“Aishhhh… lihatkan dokter… ada saja pembelaannya.”

“Sudahlah… kalian ini sudah seperti suami istri… Seungri-ya beruntung kau mempunyai namjachingu tampan sepertinya… Lagi pula dia mirip dengan artis… tapi Dokter lupa siapa namanya.” Ujar dokter itu terlihat bingung.

“HAHAHAHAHA….” Seungri tertawa kencang mendengar ucapan dokternya itu. Sudah hampir sebulan dokter bertemu dengan Yesung, tapi tetap tidak mengenal member Super Junior, idola para yeoja sedunia itu.

“Aishhhhh… kau senang? Jebal.. kita harus membereskan administrasinya dulu.” Yesung terlihat sedikit kesal.

‘HAHAHAHAHAH…” Tawa Seungri semakin kencang melihat Yesung yang bersungut-sungut. Dokter yang melihat hanya bisa tersenyum, tak tahu apa yang salah dari ucapannya tadi.

“Ahhh ngomong-ngomong dokter… aku bukan namjachingu yeoja itu…” Ujar Yesung sebelum keluar.

“Aishhhhh… awas kau oppa!!!” Seungri memanyunkan bibirnya.

Seungri POV

            “ Aigooo… tinggal 2 minggu… apa mungkin aku bisa melakukannya?” ujar Seungri saat sudah kembali ke apartemennya.

“Omo… lihatlah sekarang aura pesimismu datang lagi. Kau kan sudah berlatih gerakan-gerkannya dengan keras sebelum kecelakaan itu. Kau tinggal menyesuaikannya sedikit.” Ujar Shinhae yang sedang mengupas buah pir untuk chingunya itu.

“Ne… arraseo… tapi aku takut Shinhae-ya… Kakiku terkadang masih terasa linu.”

“Lakukan semampumu Seungri-ya… kami mendukungmu sepenuhnya. Apa lagi sekarang Yesung Oppa sangat memperhatikanmu… apa kau senang?” tanya Shinhae mengalihkan permbicaraan.

“Apa aku harus menjawab pertanyaanmu itu? Sudah jelaskan… aku seperti bermimpi… sekarang aku tidak hanya bisa melihatnya di TV, bahkan sekarang aku bisa memeluknya hehehehe…”

“Prosesmu untuk bisa sampai ke tahap ini sungguh tragis Seungri-ya… Kau benar-benar fans sejati. Daebak… Daebak…” Shinhae mengacungkan kedua jempolnya. Seungri melemparkan tubuhnya ke sofa dan tersenyum puas.

“Jadi… kapan kau akan mulai berlatih?” tanya Shinhae

“Hmmm… mollayo… mungkin besok. Ahhh aku sungguh rindu dengan murid-muridku…Jeongmal Bogoshipoyo…”

“Ne.. mereka juga merindukanmu. Lihatlah mereka membuatkan bermacam-macam kartu ucapan untukmu. Jadi kau harus terus semangat Seungri-ya… Fighting!!!”

Yesung POV

“Hyung… aku dengar Seungri-shii sudah pulang hari ini?” tanya Donghae mengagetkanku.

“Ne… baru saja aku mengantarnya.”

“Mwo??? kau mengantarnya? Huwaaaaaaa… apa ada berita yang terlewatkan olehku hyung?”

“Wae?”

“Aniyaaa… kau semakin dekat dengannya… apa kau ada perasaan pada Seungri?” goda Donghae… aishhhh dasar dongsaengku ini usil sekali.

“Dia itu hanya fansku.” Jawabku singkat.

“Fans? Baru kali ini aku melihat idola sangat memperhatikan fansnya seperti itu.. Ayolah Hyung… jujur padaku…”

“Aishhhhh… Molla! Sudahlah aku harus memberi makan ddangkoma.”

“Aigooooo… selalu ddangkoma… Seungri-shii jauhhhhhh lebih cantik dibanding ddangkoma hyung!!!”

Tentu saja Seungri lebih cantik…

Caranya tertawa sering kali membuatku ikut tertawa walaupun aku tak tahu apa ada yang lucu…

Teriakannya yang nyaring itu seharusnya dia manfaatkan untuk bernyanyi seriosa…

Caranya memanggilku sering membuatku risih, tapi aku merasa kehilangan saat dia tak memanggilku…

Perilakunya sering membuatku terkejut…

Dan… dia itu yeoja yang sangat cengeng…

Mungkin kran pipa air matanya itu sudah rusak…

“Aishhhhh kenapa aku jadi memikirkannya!” Umpatku dalam hati.

“Dreeettttt…. Dretttt…”

“Aigoooo… dia muncul…” Ujarku saat melihat layar handphone ku.

From : Seungri

“Oppa… gomawoe sudah mengantarku.. Hmm apa yang sedang kau lakukan sekarang?”

To: Seungri

“Sudah kubilang anggap saja itu fans service. Aku sedang memberi makan ddangkoma.”

“Dreeeett.. Dreeeett“

From: Seungri

“Hahaha aku sungguh fans yang beruntung mendapat fans service dari idolanya. Apa kau sendiri sudah makan oppa? Apa kau ingin masakan buatanku?”

To: Seungri

“Ya~~ pikirkan kakimu dulu. Apa masih terasa sakit?”

“Dreeeet… Dreeettt…”

From: Seungri

“Aniya… aku ini wonder woman kekekeke… Besok aku akan mulai berlatih menari.”

To: Seungri

“Ya… Ya… aku tahu itu… Wonder Woman yang cengeng hahahaha… Baiklah sebaiknya kau istirahat sekarang.”

            Aku tidak sadar kalau aku tersenyum setelah menerima text message dari Seungri. Ada sedikit rasa lega mengetahui keadaan yeoja cengeng itu.

            “Aigoooo… apa yang terjadi padaku ddangkoma?” tanyaku pada kura-kura peliharaanku itu.

Author POV

Terdengar alunan musik remix dari sebuah ruang kelas di Sanggar Bobo. Seorang Yeoja terlihat meliuk-liukkan badannya mengikuti irama musik. Keringat mengalir ke dahinya dan kaos putih polosnya terlihat basah karenanya. Sudah seharian Seungri berlatih. Seungri terlihat mengerenyit dan merintih sedikit saat kakinya yang baru saja sembuh itu kembali terasa nyeri.

“Songsaengnim… sebaiknya kau istirahat sebentar… Kau terlihat capek sekali.” Ujar Yuri, salah satu anak didik Seungri, menyerahkan botol air putih.

“Ahhhh… gomawoe Yuri-ya… sebentar lagi aku selesai.”

“Songsaengnim… apa benar jika kau gagal di kompetisi nanti, kau… kau akan menutup sanggar ini?” tanya Yuri polos. Seungri menghentikan tariannya dan berbalik menghadap anak didiknya itu.

“Aku tidak akan gagal… Jadi, sanggar ini tidak akan ditutup.” Ujar Seungri tegas.

“Ne… aku percaya songsaengnim pasti menang. Aku tidak ingin berpisah darimu… aku senang belajar di sini. Teman-teman juga bilang begitu…”

“Ne… gomawoe Yuri-ya… gomawoe karena sudah mempercayaiku.” Seungri memeluk anak didiknya itu. Seungri tidak bisa menahan air matanya. Dia sangat terharu melihat semangat yang diberikan Yuri.

“Baiklah… sebaiknya kau pulang sekarang. Sebentar lagi gelap.” Ujar Seungri setelah melepaskan pelukannya.

“Songsaengnim masih akan berlatih?”

“Ne… masih ada beberapa gerakan yang harus aku perbaiki.”

“Tapi… apa songsaengnim tidak takut sendirian di sini?” tanya Yuri khawatir.

“Gwencana… aku akan menemaninya.” Tiba-tiba terdengar suara seorang namja mengagetkan guru dan muridnya itu.

“Oppa???” Seungri kaget melihat Yesung berdiri di pintu kelas.

“Hai… aku pikir kau pasti kelaparan. Jadi aku membawakan makanan untukmu.” Ujar Yesung sambil menunjukkan plastik besar di kedua tangannya.

“Huwaaaaa… bukankah kau Yesung member Super Junior?” Seru Yuri kaget.

“Ne.. Yesung-imnida.” Jawab Yesung dan memperlihatkan senyum khasnya.

“Songsaengnim… bagaimana kau bisa mengenal Yesung Oppa? Ahhh… boleh aku berfoto bersama?”

“Mianhae.. aku tidak bisa berfoto sembarangn tanpa izin manager.”

Yuri terlihat kecewa mendapat penolakan. Seungri terkikik melihatnya.

“Sebagai gantinya aku akan memberimu ini…” Yesung mencium pipi Yuri, sontak itu membuat Yuri maupun Seungri tersentak kaget.

“Oppaaaaa… apa yang kau lakukan!” Seru Seungri protes

“Fans Service” Jawab Yesung singkat

“Aku juga mau kalau begitu.”

“Mwo??? kau ini sudah besar… kau kan bilang kau ini wonder woman… tidak perlu aku memberimu kissue.”

Seungri memanyunkan bibirnya dan membuat Yesung dan Yuri tertawa…

Yesung POV

Jarum jam di dinding bercat biru itu menunjukkan pukul 8 malam. Sudah 3 jam aku menemani Seungri berlatih…

Seungri terlihat berbeda saat menari… Ini pertama kalinya aku melihatnya seperti itu…

Dia terlihat sangat bahagia, seakan dia melupakan rasa sakit di kakinya itu…

Aku tahu sekarang alasan Seungri menangis histeris saat mengetahui kakinya patah…

Aku tahu sekarang alasan Seungri mempertahankan sanggar ini mati-matian…

Aku tahu Seungri tidak bisa hidup tanpa menari…

“Ya~~ Oppa… apa kau tidak ingin ikut menari bersamaku?” Tanya Seungri membuyarkan lamunanku.

“Mwo? Aniya.. aku sedang malas..”

“Malas? Bilang saja kau tidak bisa menari.”

“Mwo? Ya~~ aku ini anggota boy band… Baiklah akan kutunjukkan tarian terhebatku.” Aku berdiri dan berjalan ke arahnya. Sebenarnya aku malu melakukannya…

Aku berdiri di hadapan Seungri, menekuk kedua kakiku, dan menggoyangkan tanganku ke atas dan ke bawah dengan cepat.

“Bwahahahahaha…..” Yeoja di depanku itu tertawa keras melihat tarian konyolku ini. Air matanya sampai menetes.

“Ya~~ Oppa… kau memang Daebak!!! Tidak ada yang bisa menarika tarian octopus sebaik dirimu….” Ujarnya mengacungkan 2 jempol.

“Aishhhh… aku tidak merasa senang mendapat pujian darimu.” Aku mengacak-acak rambutnya yang sekarang di kucir kuda.

“Ne.. ne… tapi kau memang daebak oppa.”

“Sudahlah.. ayo kita makan sekarang. Aku sudah lapar.” Aku mengambil 2 plastik besar berisi makanan yang aku beli di perjalanan tadi.

“Ige bwoya? Banyak sekali oppa… apa kau merampok supermarket?”

“Rencananya memang begitu… Aku tidak tahu kesukaanmu.. jadi aku membeli semuanya.”

“Mwo???? Aigooo… kau melakukannya untukku?”

“Fans service…Aku tidak tahu apa yang wonder woman inginkan… Pilihlah sesukamu.”

“Gomawoe oppa… aku sungguh bahagia menjadi fansmu…”

“Kyakkkk ice cream.. aku sangat suka ice cream.” Lanjutnya dan langsung mengambil sekotak ice cream ukuran besar rasa strawberry. Dia melahapnya begitu cepat.

“Ya~~ sudah berapa abad kau tidak makan ice cream? Lihatlah mulutmu menjadi kotor.”

“Kau mau oppa? Aaaaaaaaa…” Dia menyodorkan sesendok ice cream itu padaku. Terpaksa aku membuka mulutku karena Seungri terus menyodok-nyodokkan sendok berisi ice cream itu kemulutku.

Author POV

Setelah menghabiskan hampir seluruh isi kantong plastik tadi, kedua yeoja dan namja itu keluar ke beranda di lantai 2 Sanggar Bobo untuk menghirup udara malam.

“Huwaaaa… oppa… begitu banyak bintang malam ini.” Ujar Seungri menunjuk bintang-bintang yang berkedip indah di atas gelapnya malam.

“Babo-ya… itu bukan bintang.. itu satelit… Mana ada bintang di tengah kota seperti ini.’

“Omo… apa kau meniru ucapan Lee Min Ho di Boys Before Flower?”

“Mwo? Aniya… aku yang mengajarkan kata-kata itu padanya. Lagi pula aku ini mirip dengan Lee Min Ho”

“Aishhhh… Pantas saja kepalamu besar oppa… kau terlalu percaya diri… Dilihat dari manapun Lee Min Ho jauh lebih tampan.”

“Mwo? Sebenarnya kau ini fansku atau fansnya?” Tanya Yesung berbalik manghadap Seungri.

“Jika kau memperlakukanku dengan baik, aku akan tetap menjadi fansmu.” Seungri kini juga berbalik arah Yesung, sehingga membuat mereka berdua saling berhadapan dengan jarak yang sangat dekat.

“Aigoooo… mana ada fans sepertimu. Perlakuan apa yang kau inginkan?”

Tiba-tiba tanpa di aba-aba Seungri mencium bibir Yesung. Yesung hanya diam tak bergerak mendapatkan ciuman dadakan itu.

Seungri tertawa setelah melepaskan bibirnya dari bibir Yesung.

“Ya~~ Apa yang kau lakukan?” Seru Yesung yang baru tersadar.

“Apa kau marah oppa? Jika kau marah aku akan berhenti jadi fansmu.” Ancam Seungri.

“Ya~~ Oppa… pipimu jadi merah hahahaha… kyeoptaa..” Lanjut Seungri

“Mwo? Omo… Omo… kau sungguh fans yang mengerikan… Kau telah merebut ciumanku yang berharga ini…”

Seungri hanya tertawa kecil

“Arraseo… arraseo… aku tidak akan marah karena aku masih punya janji pada Omma dan Appamu.” Lanjut Yesung

“Aishhhh… kau memang sulit untuk ditaklukkan Oppa!” ujar Seungri sebal rencananya tidak berhasil.

“Ne… kau baru tahu? Sudahlah sebaiknya kita pulang… Jebal bereskan peralatanmu. Akan ku tunggu kau dimobil.”

“Ya~~ Oppa!!!” Seungri bersungut-sungut melihat namja itu sudah berbalik pergi.

Waktu berlalu dengan cepat, tak terasa besok adalah hari yang dinanti-nantikan. Hari dimana mimpi Seungri dipertaruhkan…

Selama 2 minggu terakhir, lampu di Sanggar Bobo tidak pernah padam. Alunan musik terus terdengar dari dalam salah satu ruangan di gedung berdinding batu bata itu… Seungri masih berlatih tanpa memperdulikan waktu…

Waktu berlalu dengan cepat, tak terasa besok adalah hari yang dinanti-nantikan. Hari dimana mimpi Seungri dipertaruhkan…

Yesung POV

“Aishhh… kenapa dia tidak mengangkat telponnya!” Aku mengumpat dalam hati saat berkali-kali mencoba menghubungi Seungri.

Donghae tadi memberi tahuku kalau sudah 3 hari ini Seungri tidak kembali ke apartemennya.

“Apa selama 3 hari ini dia terus berada di Sanggar? Aishhh… Babo-ya… apa dia tidak beristirahat sedikitpun.” Aku merasa khawatir membayangkan Seungri masih terus berlatih, padahal terakhir kali aku menemaninya berlatih, dia masih sering merintih merasakan sakit di kakinya itu.

“Kau terlihat gelisah hyung… ada apa? Apa terjadi sesuatu dengan Seungri” tanya Sungmin

“Aniya… aku hanya ingin tahu keadaannya.”

“Kalau begitu pergilah… biar aku yang menggantikanmu di radio. Biar aku yang bilang ke Leeteuk Hyung… jebal pergilah.”

“Jinjja? Jeongmal gomawoe sungmin-ah… kau memang dongsaeng kesayanganku.”

Aku bergegas mengambil jaket dan kunci mobil di meja kamarku. Aku mempercepat laju mobil Renault Samsung SM5 milikku, bahkan aku hampir menabrak motor yang tiba-tiba saja berhenti di depanku.

“YA~~~ Apa kau gila!!! Jangan berhenti mendadak!” Aku berteriak pada pengendara itu.

Pikiranku benar-benar kacau… entah mengapa aku merasa akan terjadi sesuatu hal yang tidak kusuka.

Aku memarkirkan mobilku tepat di depan Sanggar. Tapi aku tidak melihat ada penghuni di dalam gedung itu karena semua lampu di dalam padam.

“Apa mungkin dia ada didalam?” pikirku. Aku turun dari mobil dan mengrudungkan jaketku karena air-air hujan mulai turun. Aku berlari kecil menuju pintu.

Aku kini yakin Seungri ada di dalam karena pintu itu tidak terkunci, dan aku mendengar alunan musik dari dalam.

Aku melihat sosoknya dalam kegelapan. Tubuhnya yang kecil berputar-putar seperti balerina. Aku bisa melihat wajahny pucat dari sela-sela cahaya yang masuk melalui jendela-jendela coklat di ruangan itu.

“BRUKKKKKK…..”

Aku melihatnya terjatuh pada putaran ke 3…

“SEUNGRI-YAAAA….”

To Be Continue alias bersambung….

 

Just You My Lovely Big Head (Part 4)

Akhirnya story bout YeRi Couple sudah mencapai seri ke 4…

Author rada-rada gimanaaa gitu pas bikin ni cerita…

Sarannya pas baca backsoundnya yang mellow-mellow gethoo…

Baiklah tak usah banyak cincong, mari kita simak perjalanan pasangan aneh ini….

Oh iya… comment yang membangun sangat diharapkan…

Gomawoe… terima kasih… kamsahamnida… xie xie…

Yesung POV

Di lokasi syuting,

“Yesung-shii… ini scriptmu. Tolong segera kau baca. Kita hanya punya waktu seperempat jam sebelum mulai syuting.” Manager Hyung menyerahkan lembaran kertas padaku.

“Arraseo.. hyung… kamsahamnida.”

“Tunggu sebentar… Rambutmu terlihat berantakan… mana Seungri-shii ? suruh dia menata rambutmu itu.” lanjut Manager hyung.

“Mwo? Jinjjayo?” Buru-buru aku mencari kaca untuk melihat rambutku.

“Aishhhh… ini pasti gara-gara kipas angin besar itu. Rambutku jadi berantakan kemana-kemana.” Umpatku dalam hati. Lagipula kemana Seungri… dari tadi aku tidak melihatnya.

“Ya~~ Donghae-ya… apa kau melihat Seungri?” tanyaku pada Donghae.

“Nugu? Seungri… mollayo..” jawab Donghae

“Tadi aku melihatnya pergi keluar. Tadi aku mendengar Gyuri Nonna menyuruhnya mengambil peralatan di basement.” Sambung Sungmin

“Aigooo… aku harus menata rambutku sekarang.”

“Lebih baik kau susul dia Hyung… sebentar lagi syuting akan segera mulai.” Saran Sungmin.

“Sungguh menyusahkan.. Baiklah aku akan menyusulnya.”

Terpaksa aku harus mencari yeoja itu. Rambutku memang sulit sekali untuk di tata, hanya Seungri yang bisa menatanya dalam waktu yang cepat.

“Aishhh… kenapa lift ini harus macet disaat yang tidak tepat! Terpaksa aku harus turun lewat tangga.

Aku melihat pintu di ujung lorong. “Pasti ada tangga disitu..” pikirku.

Aku membuka pintu itu, sebelum aku berhasil membuka pintu sepenuhnya, aku mendengar suara cempreng dari seorang yeoja.

“Akhirnya tinggal selangkah lagi” ujarnya

Aku tidak bisa melihat wajah yeoja itu karena tertutup tumpukan box yang sedang dibawanya. Tapi aku tahu pasti siapa dia…

“Aigooo… dasar bodoh… membawa barang sebanyak itu menaiki tangga… bagaimana kalau jatuh terpeleset.” Ujarku dalam hati.

Tapi kelihatannya ucapanku itu tidak hanya menjadi sekedar ucapan…

“Brukkkk”

Aku melihat tubuh yeoja itu oleng ke belakang…

Box-box yang ada ditangannya terlempar ke depan…

Aku berusaha meraih tangannya, namun terlambat…

Tubuh kecilnya itu jatuh dan berguling kebawah…

Tubuhnya berkali-kali dihantam satu persatu oleh anak tangga…

Aku mendengar bunyi “Krekkk”…

Tubuhnya kini tergeletak di anak tangga terakhir…

Darah mengalir dari pelipisnya…

Posisi kakinya aneh… seperti kayu yang dipatahkan…

Aku panik… aku bingung…

“SEUNGRI-YAAA….. SEUNGRI-YAAAA….” berkali –kali aku memanggil namanya. Tapi yeoja itu tetap diam tak bergerak.

Sesaat matanya terbuka…

“Oppa….” ucapnya lirih

“Seungri-ya… bertahanlah.” Aku memegang kepalanya. Aku mengusap pelipisnya, berharap darahnya akan berhenti mengalir. Rambutnya yang panjang bergelombang itu kini ternoda oleh darah merah.

Aku mengangkat tubuhnya perlahan…

Aku takut aku mendengar bunyi patah dari tulangnya lagi…

Aku memapahnya…

“Kumohon bertahanlah…” Aku berharap yeoja itu mendengarnya.

Author POV

“Aigoooo… kemana Yesung Hyung… lama sekali dia menyusul Seungri.” Ujar Sungmin pada Donghae.

Tak lama pertanyaan Sungmin terjawab. Yesung muncul dari arah depan. Tapi dia tidak datang sendirian… tangannya terlihat membawa seseorang. Tangannya pun terlihat merah…

“TOLONG PANGGIL AMBULANCE!!!!” Yesung berteriak, membuat semua orang yang ada di lokasi terhenyak.

“Hyung apa yang terjadi???” Tanya Sungmin panik.

“Kumohon cepat panggil Ambulance!!!” Seru Yesung tanpa memperdulikan Sungmin. Suaranya bergetar. Tangannya masih erat memegang tubuh Seungri yang kini diam tak bergerak.

Yesung POV

            Aku hanya bisa berdiri diam dilorong Rumah Sakit. Aku hanya bisa melihat orang-orang di depanku itu terisak. Otakku seperti kaset rusak. Otakku hanya bisa merewind kejadian di tangga tadi dan berhenti tepat saat tubuh Seungri berguling-guling.

“Aishhhh…. seandainya aku lebih cepat datang! Pasti aku bisa memegang tangannya!” Aku terus menerus mengulang pernyataan itu.

“Hyung… gwencanayo?” tanya Donghae

“Ne… gwencana.”

“Sebaiknya kau duduk. Kau terlihat sangat berantakan Hyung.”

“Andwee… duduk membuatku semakin resah. Aigooo… kenapa dokter itu tidak keluar-keluar!”

“Tenanglah sedikit hyung… tunggulah sebentar lagi.”

Beberapa saat kemudian seseorang berbaju putih keluar dari ruang ICU…

“Bagaimana keadaan Seungri dokter?” tanya Shinhae panik

“Dia sudah melewati masa kritis. Syukurlah pendarahannya bisa dihentikan. Sungguh keajaiban dia tidak mengalami gegar otak…” Jawab Dokter itu.

“Benarkah??? Omo… syukurlah. Apa dia sudah siuman dokter? Apa kami bisa menemuinya sekarang?” tanya Shinhae beruntun.

“Belum… dia belum sadar. Kelihatannya dia masih syok… Kalian bisa melihatnya saat sudah dipindahkan ke kamar rawat inap. Tunggulah sebentar.”

Aku terduduk lemas. Akhirnya aku bisa sedikit bernafas lega. Untunglah Seungri masih hidup, aku sangat panik melihat darah yang mengucur tadi.. Ku pikir… kupikir aku tidak bisa lagi mendengar suara cemprengnya itu…

Esoknya…

Seungri POV

Aku mendengar suara-suara. Suara itu terus memanggil namaku. Saat aku membuka mata, aku bisa melihat yeoja yang berkali-kali menggoyangkan badanku perlahan…

“Seungri-ya… Seungri-ya… apa kau bisa mendengarku?” ujar yeoja itu.

“Shinhae-ya… bisa-bisa gendang telingaku pecah… jangan berteriak ditelingaku.”

“Omo… Omo…. syukurlah akhirnya kau siuman.” Shinhae melihatku dengan tatapan penuh syukur. Matanya merah.

“Apa kau menangis Shinhae-ya? Omo… baru kali ini aku melihatmu seperti itu hehehehe…” Aku tertawa kecil.

“Ya~~ Babo… tentu saja aku menangis melihat chinguku tergeletak diam dan bersimbah darah kemarin!!!”

“Mwo??? Apa yang terjadi?” tanyaku heran

“Apa kau tidak ingat Seungri-ya? Kau jatuh dari tangga di lokasi syuting kemarin. Untunglah Yesung Oppa menemukanmu dan segara membawamu kesini.”

“Yesung Oppa??? Jinjjayo?” Aku kaget mendengar nama itu.

“Ne… dia terlihat sangat kacau kemarin. Dia seperti orang gila. Dia menemanimu semalaman menunggumu siuman.” Lanjut Shinhae.

“Dia melakukannya? Jinjja? Apa kau tidak bohong? Dimana dia sekarang?” Aku menengok kanan-kiri mencari sosok namja berkepala besar itu.

“Untung apa aku berbohong… Dia sekarang sedang keluar bersama Donghae Oppa.”

“Omo… benarkah dia sangat mengkhawatirkanku Shinhae-ya?” tanyaku lagi tak percaya.

“Ne… sampai-sampai dia tidak ikut syuting kemarin. Ya~~ kenapa wajahmu seperti itu? Kau ini hampir mati kau tahu! Masih saja kau memikirkannya.”

Rasanya aku bahagia mendengar cerita Shinhae. Perban yang sekarang melingkar di kepalaku rasanya hanya seperti hiasan. Aku merasa baik-baik saja, sebelum…

“ARRRRGGGGHHHHH…..” Aku menjerit kesakitan saat aku berusaha menggerakkan kaki kananku.

Yesung POV

“Hyung… sebaiknya kau kembli ke dorm untuk beristirahat. Semalaman kau tidak tidur. Ada Shinhae yang menjaga Seungri.” Kata Donghae saat kami berdua minum kopi di sebuah cafe dekat Rumah sakit tempat Seungri dirawat.

“Ani… Gwencana… sudah biasa aku tidak tidur. Ini tidak seberapa.” Jawabku sambil meneguk kopi pahit yang ada di meja.

“Ahh… kau ini Hyung… tapi syukurlah keadaan Seungri tidak begitu parah. Aku kaget sekali kemarin saat melihatmu menggendong Seungri yang berlumuran darah.”

“Hmmm…” ujarku singkat. Mataku masih tertuju ke samping, ke Gedung Rumah Sakit.

“Untunglah waktu itu kau menyusulnya Hyung…ahh ya, Sungmin hyung bercerita kalau sejak awal Seungri terlihat sangat lelah. Kasihan Seungri, harus mengangkut barang sebanyak itu menaiki tangga.”

“Ahhhh… aku lupa… Shinhae juga cerita padaku kalau Seungri berlatih menari semalaman. Mungkin itu yang menyebabkan dia kelelahan.” Lanjut Donghae.

“Mwo??? menari??? Dia bisa menari?” Sekarang mataku beralih pada dongsaengku itu.

“Ne… dia itu juga seorang penari hyung. Dia punya sebuah sanggar tari.”

“Lalu… mengapa sekarang dia menjadi penata rias?”

Donghae tersedak saat mendengar pertanyaanku itu.

“Ahhh.. itu… itu… karena dirimu Hyung” Ucapnya hati-hati

“Mwo? Aku??? Wae?” Aku sedikit terkejut mendengarnya.

“Dia berusaha agar bisa dekat denganmu Hyung… Aku berniat membantu, jadi aku menyarankan dia untuk menjadi penata rias. Aigoo… kalau saja aku tahu akhirnya akan seperti ini, aku tidak akan melakukannya.”

Seketika itu juga darahku seperti mengalir kencang, seakan-akan mereka sekarang berkumpul menjadi satu ke dalam kepalaku. Aku beranjak dari tempat dudukku dan bergegas kembali ke Rumah Sakit.

“Hyung… kau mau kemana? Hyung…” Panggilan Donghae tak menghentikanku.

“Aishhhh… kenapa denganmu Seungri-ya!!! Kau ini memang yeoja yang aneh!!! Apa yang kau harapkan dari diriku ini!” Umpatku dalam hati

Aku mempercepat langkahku menuju kamar 103. Sebelum aku meraih gagang pintu, aku mendengar jeritan dari dalam.

“ARRRRGGGGHHHHH…..”

“Ada apa dengan kakiku? Apa yang terjadi???” Aku melihat Seungri menangis histeris saat melihat kaki kanannya diperban. Sekarang aliran darahku rasanya telah menembus atas kepalaku. Hatiku berdegub kencang melihat yeoja yang selalu tersenyum ceria itu kini menangis sejadi-jadinya.

“Tenanglah Seungri-ya… Kau baru saja siuman… tenangkan dirimu!!!” Seru Shinhae berusaha menenangkan.

“Kenapa dengan kakiku??? Shinhae-ya ada apa dengan kakiku??? Mengapa begitu sakit!!!” Seungri terisak kencang.

“Seungri-ya… tenangkan dirimu dulu.” Sekarang Shinhae memeluk Seungri yang bergetar hebat.

“Kakimu patah saat kau jatuh kemarin Seungri-ya…” ucap Shinhae lirih

“Patah? Jadi… jadi… maksudmu aku tidak bisa menari lagi? Jadi maksudmu aku… aku..” Seungri tidak sanggup meneruskan kata-katanya.

“Apa yang harus kukatakan pada orang tuaku Shinhae-ya… mereka pasti akan menutup sanggarku dan… dan…” Seungri tak mengeluarkan suara lagi. Kepalanya tertunduk. Tapi aku tahu dia masih terisak…

Aku berbalik ke luar kamar. Aku bersandar pada tembok. Badanku lemas, bukan karena letih, aku hanya tidak tahan melihat semua ini. Semua salahku… Jika saja Seungri tidak mengejarku, tentu dia tidak akan seperti ini…

“Aishhhh… Seungri-ya… mianhae…”

Author POV

Seminggu sudah Seungri berada di Rumah Sakit. Keadaan fisiknya mulai membaik. Tapi keadaan psikisnya makin lama makin memburuk. Seungri masih tidak bisa menerima kenyataan bahwa kakinya patah. Seminggu penuh dia hanya terbaring diam. Sesekali dia duduk di kasurnya menatap langit di luar jendela kamarnya, tapi matanya terlihat kosong.

“Seungri-ya… kau harus makan dan minum obat.” Ujar Shinhae yang setiap hari menemani chingunya itu.

“Apa obat itu bisa menyembuhkan kakiku dengan cepat?” tanya Seungri datar.

“Ya~~ kumohon hentikan… kau tahu itu tidak mungkin. Jebal.. makanlah bubur ini. Kau harus kuat Seungri-ya… masih banyak yang bisa kau lakukan.”

“Banyak? Apa yang bisa aku lakukan selain menari. Hidupku sudah berakhir Shinhae-ya… Kompetisi yang aku idam-idamkan selama ini pasti sedang berlangsung meriah, dan aku hanya bisa terbaring di sini. Jinjja… menyedihkan sekali aku ini.” Air mata Seungri kini kembali menetes.

“Seungri-ya…” Shinhae kehabisan kata-kata. Dia tak bisa menyangkalnya.

“Drrrrttttt… Drrttttt…” Hp Seungri bergetar.

“Yeobboseo…” jawab Seungri

“Ah… omma? Mwo? kau akan kesini?” Seungri sedikit kaget mendengar perkataan di telponnya.

“Ne… ne… hati-hati di jalan.” Ujar Seungri mengakhiri percakapannya.

“Omo… Shinhae-ya… apa yang harus kulakukan? Omma dan Appaku akan ke sini.” Seungri terlihat bingung.

“Jinjja?”

“Aku… aku belum siap menemui mereka… mereka pasti akan membicarakan hal itu lagi….”

Satu jam kemudian,

“Lihatlah dirimu Seungri-ya… Apa yang sebenarnya terjadi. Maafkan omma baru bisa menjengukmu sekarang.”

“Gwencana omma… aku sudah tidak apa-apa. Terima kasih kalian mau datang di tengah kesibukan kalian.”

“Aigoooo… tentu saja kami akan menjenguk putri kamu satu-satunya ini.”

Terlihat ahjumma dan ahjushi yang tak lain adalah omma dan appa Seungri saling berbincang.Seungri terlihat senang, tapi ada kekhawatiran yang terpancar dari wajahnya yang masih pucat. Dan tanpa di tunggupun kekhawatirannya itu datang…

“Mwo? kalian ingin aku menutup sanggar?” Ujar Seungri kaget

“Ne… untuk apa kau masih mempertahankan sanggar itu. Lihatlah kakimu sekarang patah. Kau tidak akan bisa menari lagi Seungri-ya.. Lebih baik kau meneruskan usaha appa…” Kata Appa Seungri

“Aniya… kakiku akan sembuh. Kumohon jangan lakukan ini.”

“Walaupun kakimu sembuh, kau tidak akan bisa menari seperti dulu. Tidak akan ada orang yang mau belajar di sanggarmu. Mana ada orang yang mau memiliki guru tari yang tidak bisa menari dengan sempurna.”

“Omma!!! Aku… aku pasti masih bisa menari seperti dulu. Aku… aku.. akan membuktikanya dalam kompetisi bulan depan. Kumohon berilah aku kesempatan…” Seungri kini tidak bisa lagi menyembunyikan kesedihannya. Dia menarik tangan ommanya sambil memohon, berharap orang yang selama ini mengandungnya itu mau menerima permohonannya.

“Aigooo… dari dulu kau tak berubah. Omma heran bagaimana kau bisa sekeras kepala begini!!! Bagaimana omma bisa percaya padamu lagi? Siapa yang mau menjamin kau bisa menari dan memenangkan kompetisi konyol itu?”

Tiba-tiba pintu kamar 103 terbuka. Seorang namja berdiri di sana. Wajahnya terlihat tegang. Matanya menatap Seungri tajam, tatapan elang yang tidak akan pernah dilupakan oleh Seungri.

“Aku yang akan menjaminnya!!!”

To be continue alias bersambung

 

 

Just You My Lovely Big Head (Part 3)

Wuihhh… karena Author tidak bisa tidur, dari pada tak ada kerjaan, akhirnya author iseng-iseng bikin part 3… So… jeng..jeng… Part 3 dari YeRi Couple berhasil di rilis #prokprokprok

Semoga PitaPitaloka tidak kecewa dengan FF yang didedikasikan untuk dirinya hohoho…

So silahkan menikmati…

Dont forget jg comment untuk kritik dan saran, biar Author bs bikin FF yang lebih bermutu…

Gomaweoooo chingu…. *kiss n hug*

Seungri POV

“Omo.. ini hari pertamaku menjadi penata rias Super Junior… omo… omo… aku tidak pernah bisa membayangkannya… Eotteokae…” Jantungku benar-benar berdetak kencang… telapak tanganku berkeringat. Bahkan aku tidak bisa tidur semalaman…

“Seungri-shii… apa kau siap?” tanya Donghae

“Ahhh… Oppa.. Ne.. Ne.. aku siap.”

“Gurae… sebaiknya kau cuci muka… lihatlah… wajahmu terlihat sangat gugup. Sebentar lagi Yesung hyung akan datang.”

“Mwo? Jinjja?” Aku semakin bingung… pasti wajahku sekarang sangat berminyak.. Omo.. harusnya aku memakai masker tadi malam.

Belum sempat aku pergi ke kamar mandi, member Super Junior yang lain sudah berdatangan ke ruang make up untuk pemotretan sebuah majalah.

“Aigooo… siapa yeoja manis ini? Apa dia penata rias yang menggantikan Jandi nonna?” tanya Leader Super Junior, Leeteuk

“Ne… Lee Seungri-imnida… mohon bantunannya.” Jawabku masih sedikit gugup. Aigooo… bertahun-tahun aku menjadi ELF, baru kali ini aku benar-benar menyadari jika member Super Junior ternyata memang tampan.

Semua member Super Junior terlihat ramah menyambutku, tapi aku belum melihat sosok namja yang membuatku harus melakukan ini semua..

Author POV

Beberapa menit kemudian,

            “Ryeowook-shii… dimana Yesung sekarang? Bukankah tadi dia bersama denganmu?” tanya Leeteuk.

“Yesung hyung? Ahh… katanya dia harus mengurus sesuatu… Mungkin sebentar lagi dia da…” Belum sempat Ryeowook menyelesaikan kalimatnya, namja yang sedang mereka bicarakan datang dengan tergopoh-gopoh.

“Mianhae aku terlambat… aku lupa memberi makan ddangkoma. Aku tidak tega meninggalkannya dalam keadaan lapar.” Kata Yesung dengan polosnya.

Semua member hanya bisa diam dan menatap Yesung dengan tatapan tak percaya. Namun beberapa saat kemudian semua mata beralih pada seorang yeoja yang tertawa terpingkal-pingkal.

“HAHAHAHAHAHAHAHA…OMO….” Seungri masih tertawa sambil memegang perutnya, tak sadar semua orang di ruangan itu menatap dirinya.

“Seungri-shii apa itu begitu lucu bagimu?” tanya Donghae

“Hahaha.. ahhh… mianhae..” ujar Seungri sadar, tapi tawanya belum sepenuhnya berhenti.

“Ekspresi Yesung-shii terlihat lucu.” Lanjut Seungri tanpa rasa bersalah.

“Mwo??? Lucu???” tanya Yesung

“Hahaha… gurae… wajahmu memang aneh Yesung hyung.” Sambung Sungmin ikut tertawa.

“Mwo??? Aigooo… teganya kau berkata begitu Sungmin-ah.”

“Lagi pula siapa kau? Aku tidak pernah melihatmu?” lanjut Yesung yang sekarang menatap Seungri.

“Aigooo… Yesung Hyung… kau ini memang pikun. Dia Seungri, teman Shinhae yang waktu itu… Kau bertemu dengannya di konser.” Jawab Donghae

“Konser??? Ahhh… ne.. ne… aku ingat. Lalu untuk apa dia di sini? Aigoo… jangan-jangan kau mengikutiku… bukankah kau adalah fansku?”

“Omo… Omo… percaya diri sekali dirimu Hyung… Dia pengganti Jandi nonna.. lagi pula jika dia ke sini untuk menemuimu, dia sudah histeris begitu melihatmu datang tadi.” Ujar Sungmin

“Kau benar Sungmin Oppa… hatiku menjerit saat melihatnya datang tadi… aku hampir tidak kuat untuk menahan jeritanku.” Ujar Seungri dalam hati.

“Aissshhhh… baiklah… sebaiknya kau cepat bersiap-siap Yesung-ah. Sebentar lagi kita akan mulai. Seungri-shii… tolong kau rias Yesung.” Seru Manager Hyung.

“Mwo??? Aku???” tanya Seungri gugup

“Gurae… hanya tinggal kau yang kosong. Jebal… rias Yesung-shii.” Jawab Manager Hyung.

“Eottokae… tidak kusangka secepat ini aku berdekatan dengan Yesung Oppa. Omo.. aku bisa menyentuh wajahnya.. Omo… Omo… Ya Tuhan tolong tahan jantungku ini agar tidak lepas.” Seungri berkata dalam hati. Tangannya bergetar saat menyapukan foundation ke wajah Yesung yang terlihat tanpa ekspresi itu. Donghae tersenyum melihat rencananya mulai ada di jalan yang benar.

Sudah sekitar 2 minggu Seungri disibukkan oleh kegiatannya sebagai pelatih tari di sanggar miliknya, dan juga kegiatannya sebagai penata rias bagi Super Junior. Seungri tidak merasakan itu menjadi beban, karena intensitasnya bertemu Namja yang dia idolakan selama ini juga semakin banyak.

“Oppa… aku membuatkan nasi goreng beijing… ku mohon makanlah… “ Ujar Seungri menyerahkan kotak bekal kepada Yesung di tengah break acara Super Junior Foresight.

“Mwo??? kau yang membuatnya?”

“Ne… tentu saja. Aku harus bangun pagi di pagi buta untuk membuatkannya khusus untukmu.” Seungri menggembungkan pipinya yang chubby…

“Huwaaah… itu salahmu sendiri… aku tidak pernah memintanya.” Ujar Yesung datar.

“Aishhhhh… Ya~~ oppa… kenapa kau tidak mau memakannya? Bukankah kau paling suka nasi goreng beijing?”

“Aku takut kau menambahkan sesuatu di dalamnya.”

“Mwo??? Aku ini fans beratmu. Mana mungkin aku memasukkan racun ke dalamnya.”

“Aigoooo… apa itu buatanmu?” tanya Sungmin tiba-tiba duduk di sebelah Yesung.

“Ne.. oppa… tapi Yesung oppa tidak mau memakannya.” Jawab Seungri dengan mimik sedih.

“Benar kau tidak mau hyung??? Baiklah kalau begitu buatku saja. Kelihatannya enak.”Sungmin menjulurkan tangannya hendak mengambil kotak bekal Seungri, namun terhenti saat Yesung memukul tangannya.

“Andweee… kau tidak boleh memakannya. Dia ini fans beratku, jadi ini khusus untukku.” Ujar Yesung sambil mengambil kotak bekalnya itu.

“Omo… kau ini ini memang aneh Hyung…” Sungmin menggelengkan kepala melihat Hyungnya yang selalu tidak bisa ditebak.

Seungri tersenyum puas, akhirnya Yesung mau menerima pemberiannya.

Yesung POV

“Aigooo… yeoja ini setiap hari terus saja muncul di hadapanku. Apa dia ini seorang maniak atau apa? Lama-lama dia membuatku gila.” Kataku dalam hati saat melihat Seungri. Setiap hari dia selalu ada di sekitarku, bertanya ini itu, melakukan ini itu…

“Oppa… lihatlah aku membelikan topi untukmu. Tapi… aku tidak tahu ukuran kepalamu. Jadi aku pilihkan yang paling besar.”

“Oppa… apa kau sudah makan? Apa perlu aku buatkan makanan?”

“Oppa… bagaimana suaramu bisa indah seperti itu? jangan-jangan kau sudah mulai bernyanyi saat masih menjadi janin?”

“Oppa… kenapa kau tidak mencoba menjadi seorang aktor? Ekspresimu terlihat bagus saat menyanyi.”

“Oppa… kau tahu, aku juga memelihara kura-kura. Kapan-kapan kita pertemukan ddangkoma dengan kura-kura  milikku…”

“Oppa… Oppa… Oppa…”

“Aishhhhh… suara cemprengnya itu sekarang terngiang-ngiang di telingaku.”

“Hyung… kenapa kau melamun?” tanya Sungmin mengagetkanku.

“Ani… aniya…”

“Apa kau sedang memikirkan Seungri-shhi?”

“Mwo??? aniya… kenapa kau berpikir seperti itu?”

“Dari tadi hyung memperhatikannya. Kau beruntung hyung punya fans seperti dia.”

“Beruntung??? Dia selalu mengikutiku, memberiku ini itu… Lama-lama itu membuatku gila.”

“Hahahahaha… aku akan sangat bahagia jika Sungrie yang menjadi fansku.”

“Jinjja? Apa kau tahan setiap hari diikuti olehnya?” tanyaku heran

“Ne… aku senang jika ada seseorang yang memperhatikanku.” Dongsaengku ini hanya tersenyum dan beranjak dari sampingku, dan pergi menghampiri Seungri.

Sungmin terlihat mengatakan sesuatu padanya. Tiba-tiba Seungri berbalik melihatku dan mengangkat tangannya ke atas membentuk “Saranghae”

“Aishhhh… apa yang Sungmin katakan. Lihatlah sekarang yeoja itu terlihat sangat senang…”

Author POV

Beberapa hari kemudian, di apartemen Shinhae

“Seungri-ya… kau mau berangkat?” tanya Shinhae melihat Seungri yang sedang membereskan barang-barangnya.

“Ne… hari ini Super Junior harus syuting CF.”

“Omo… Bukankah dari semalam kau berlatih menari untuk kompetisi minggu depan? Jangan-jangan kau tidak tidur semalaman?”

“Aniya… aku sempat tidur 2 jam.”

“Mwo??? 2 jam??? Aigoooo… pantas saja lingkaran matamu hitam sekali… Ya~~~ sebaiknya kau tidak usah berangkat hari ini… Kau terlihat lelah…” ujar Shinhae khawatir.

“Aniyaaa… aku tidak apa-apa… Baiklah aku berangkat dulu… annyeonghigeseo…” Seungri melambaikan tangannya pada Shinhae tanpa memperdulikan wajahnya yang terlihat khawatir.

Seungri POV

Lokasi Syuting,

“Seungri-ya… kau terlihat berantakan hari ini. Apa kau tidak tidur semalam?” tanya Sungmin oppa khawatir.

“Aniya… aku tidur…” jawabku  asal

“Arraseo… sebaiknya kau cuci mukamu itu agar terasa segar.”

“Ne… gomaweo oppa.”

Hari ini aku memang merasa lelah. Kepalaku sedikit pusing. Semalaman aku berlatih untuk kompetisi minggu depan. Tapi, aku tidak mau melepaskan kesempatanku bertemu Yesung Oppa, selagi aku bisa…

“Seungri-ya.. tolong kau ambilkan peralatan make di mobil.” Kata Gyuri unnie, seniorku.

“Ne… unnie…”

“Aishhhh… kenapa liftnya harus mati!” umpatku saat tahu lift di gedung ini macet. Terpaksa aku harus naik turun dengan tangga.

Sesampainya di mobil, aku syok melihat peralatan make up yang bertumpuk banyak.

“Omo… apa aku harus mengangkat semuanya???” tanyaku dalam hati.

Terpaksa aku menumpuk peralatan make up itu dan mengangkatnya. Aku mengumpat lagi saat harus menaiki tangga ke lantai 4. Rasanya tulang-tulangku rontok membawa barang sebanyak ini. Satu demi satu anak tangga aku lewati.

“Akhirnya tinggal selangkah lagi” ujarku lega. Tanganku sudah bergetar menahan berat box-box make up ini.

Tapi tiba-tiba aku menginjak sesuatu yang licin, keseimbanganku goyah, badanku serasa terhempas kebawah. Seingatku aku merasa badanku berguling-guling. Aku merasa kakiku berbunyi “krekk”. Pandanganku tiba-tiba menjadi gelap. Aku hanya bisa mendengar suara namja yang memanggil namaku…

“SEUNGRI-YA… SEUNGRI-YA…!!!”

To be continue alias bersambung